HomeObatInilah Perbedaan Pupuk Kimia, Pupuk Organik dan Pupuk Hayati

Inilah Perbedaan Pupuk Kimia, Pupuk Organik dan Pupuk Hayati

Bisatani.com – Pada saat ini apakah ada petani yang tidak menggunakan pupuk dalam bercocok tanam?. Pertanyaan tersebut muncul karena saat ini sebagian besar petani pasti membutuhkan yang namanya pupuk. Mulai dari sebelum tanam sampai masa panen, pupuk menjadi komponen yang tidak dapat dipisahkan.

Pupuk adalah Bahan atau zat yang biasanya ditambahkan pada tanaman guna untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tujuan ditambahkannya pupuk ini agar petumbuhan dan hasil produksi tanaman menjadi maksimal.

Pada saat ini ada banyak sekali jenis pupuk yang ada di pasaran. Untuk orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia pertanian tentu sudah mengetahui jenis-jenisnya. Akan tetapi untuk orang awam atau orang yang baru belajar tentang pertanian tentu akan kesulitan membedakan jenis pupuk tersebut.

Maka dari itu tim Bisatani.com akan berbagi informasi mengenai perbedaan antara pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati.

inilah perbedaaan pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati

Pupuk kimia

Pupuk kimia merupakan jenis pupuk yang diproduksi dari bahan kimia dan diproses secara kimia. Biasanya pupuk kimia mengandung unsur hara atau mineral tertentu. Dibandingkan dengan pupuk jenis lain pupuk kimia merupakan pupuk yang mudah diserap oleh tanaman. Hal itu bisa terjadi karena sifat dari pupuk kimia yang udah larut.

Pupuk kimia tersusun atas tiga senyawa yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Pupuk kimia lebih dipilih karena tanaman akan lebih banyak menyerap pupuk kimia dibandingkan pupuk organik atau pupuk hayati. Rasio penyerapan pupuk kimia mencapai 64% sedangkan pupuk organik hanya 1 % dari jumlah pupuk yang diberikan.

Jenis – jenis pupuk kimia

Berikut ini adalah jenis jenis pupuk kimia yang ada pasaran.

  • Urea
  • ZA (Zwavelzure Amonium)
  • SP-36 (Super Phospahte)
  • KCI (Kalium Klorida)
  • NPK (Nitrogen Phoshate Kalium)
  • ZK (Zwavelzure Kali)

Kelebihan dari pupuk kimia

  1. Mudah diserap oleh tanaman.
  2. Pengaplikasian pupuk lebih sedikit dibanding dengan pupuk organik
  3. Ada berbagai jenis yang dapat disesuaikan dengan masing-masing tanaman.
  4. ketersediaan dipasaran yang banyak dan mudah didapatkan.

Dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia

Selain banyak keuntungan yang bisa didapatkan penggunaan pupuk kimia juga bisa menimbulkan dampak negatif. Berikut ini adalah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk kimia.

  • Polusi Air.
  • Sindrom bayi biru.
  • ketergantungan terhadap pupuk kimia.
  • Hilangnya unsur mikro dalam tanah.
  • Meningkatnya keasaman tanah.
  • Pencemaran udara dari emisi metana.

Maka dari itu penggunaan pupuk kimia harus digunakan secara bijak. Hal tersebut dimaksudkan agar manfaat dapat dirasakan secara maksimal dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Pupuk Organik

Pupuk organik merupakan pupuk yang dibuat dari bahan alami baik yang berasal dari tumbuhan ataupun hewan. pupuk organik dihasilkan setelah melalui proses rekayasa. Sama seperti pupuk jenis lain, pupuk organik digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Pupuk organik merupakan pupuk dengan kandungan hara yang lengkap. Ada berbagai senyawa yang terkandung dalam pupuk organik seperti asam sulfat, asam humik dan senyawa lain yang dibutuhkan tanaman.

Penggunaan pupuk organik lebih aman dibandingkan dengan pupuk kimia. Pupuk organik dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia maupun untuk memeperbaiki unsur biologi tanah.

Bentuk dari pupuk organik bisa berupa zat padat maupun cair. Pupuk organik bisa dihasilkan dari sisa-sisa tumbuhan (kompos), Kotoran hewan, sisa dari kegiatan industri maupun rumah tangga.

Kelebihan dari pupuk organik

  1. Dapat menjaga kesuburan tanah dalam waktu yang lama.
  2. Dapat meningkatkan produktifitas tanah
  3. Aman terhadap lingkungan
  4. Aman digunakan dalam jangka panjang
  5. Hemat biaya karena bisa dibuat dari bahan sisa.

Kekurangan dari pupuk organik

  1. Jumlah unsur hara relatif kecil.
  2. Nutrisi dalam pupuk organik tidak mudah larut.
  3. Penyerapan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding pupuk kimia.

Pupuk hayati

Banyak orang mengira bahwa pupuk hayati itu sama dengan pupuk organik. Sebenarnya ada sedikit perbedaaan antara pupuk organik dengan pupuk hayati.

Pupuk hayati sendiri merupakan istilah yang diberikan untuk semua fungsional mikroorganisme dalam tanah. Pupuk hayati berguna untuk menyediakan hara dalam tanah. Orang-orang biasa menyebut pupuk hayati dengan Biofertilizer atau juga Pupuk bio.

Kandungan dari pupuk hayati adalah mikroorganisme baik yang dibutuhkan oleh tanaman. Adapun jenis mikroba yang digunakan adalah mikroba yang dapat menarik nitrogen (N) dari udara. Mikroba yang dapat melarutkan hara fosfor (P) dan kalium (K) dan mikroba yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman.

Manfaat dari Pupuk hayati

  • Dapat memperbaiki kualitas tanah
  • Dapat menyuburkan tanaman
  • Meningkatkan jumlah dan kulaitas hasil panen.
  • Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
  • Memperkuat daya tahan tanaman.
  • Membantu penyerapan pupuk kimia dan pupuk organik (kandang).

 

 

 

 

 

 

Recent Articles

Stay on op - Ge the daily news in your inbox