HomeObatPestisida, Jenis dan Bahaya Penggunaannya Lengkap

Pestisida, Jenis dan Bahaya Penggunaannya Lengkap

Pestisida, jenis dan bahaya penggunaannya – PESTISIDA merupakan suatu bahan yang digunakan untuk mengendalikan, mengusir atau membasmi organisme pengganggu. Pestisida berasal dari kata pest dan cide. Pest yang berarti hama sedangkan cide yang baerarti pembasmi. Adapun sasaran dari penggunaan pestisida seperti serangga, burung, gulma, mamalia, ikan atau mikroba yang dianggap mengganggu.

Pestisida merupakan jenis bahan beracun yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan juga keanekaragaman hayati. Menyebabkan resujensi, resistensi dan menimbukan hama jenis baru, serta gangguan kesehatan pada manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pestisida harus benar-benar dikelola dengan penuh kehati-hatian. Umumnya pestisida digunakan sehari-hari dengan cara dicampur dengan minyak, air dan tepung untuk mempermudah dalam penyebaran dan penyemprotan.

Golongan Pestisida Berdasarkan Organisme Sasaran

Berikut golongan pestisida berdasarkan organisme sasaran :

  • Herbisida yang sasarannya gulma.
  • Arbosida yang sasarannya semak belukar.
  • Algisida atau Algasida yang sasarannya alga.
  • Avisida yang sasarannya burung.
  • Bakterisida yang sasarannya bakteri.
  • Fungisida yang sasarannya fungi.
  • Insektisida yang sasarannya serangga.
  • Mitisida atau Akarisida yang sasarannya tungau.
  • Moluskisida yang sasarannya siput.
  • Nematisida yang sasarannya nematoda.
  • Rodentisida yang sasarannya pengerat.
  • Virusida yang sasarannya virus.
  • Larvisida yang sasarannya Ulat atau larva.
  • Silvisida yang sasarannya pohon hutan.
  • Ovisida yang sasarannya telur.
  • Pisida yang sasarannya ikan mujahir.
  • Termitisida yang sasarannya rayap.
  • Predasida yang sasarannya Predator atau hewan vertebrata.

Jenis Pestisida Berdasarkan Cara Kerjanya

Setiap pestisida memiliki cara yang berbeda-beda untuk mengendalikan sasarannya. Ada dua mekanisme pestisida dalam mengendalikan hama sasaran yaitu dengan meracuni hama sasaran secara langsung dan meracuni dulu tanaman. Kemudian hama yang memakan tanaman akan mati teracuni.

Pestisida, Fungsi dan Bahaya PenggunaannyaBerikut jenis pestisida yang biasa digunakan petani berdasarkan cara kerja :

  • Pestisida Jenis Racun Sistemik

Pestisida jenis racun sistemik bekerja dengan tidak langsung membunuh organisme penyerang tanaman. Racun pestisida akan menempel pada tabaman setelah disemprotkan. Racun ini akan diserap tanaman melalui daun dan akar. Kemudian hama yang memakan bagian tanaman akan teracuni. Contoh bahan aktif pestisida jenis racun sistemik:

    1. Insektisida sistemik : insektisida dengan bahan aktif abamectin, imidakloprid, dimehipo, asefat, fipronil, dll.
    2. Fungisida sistemik : fungisida dengan bahan aktif difenokonazol, karbendazim, dll.
    3. Herbisida sistemik : Herbisida dengan bahan akti glifosat, metal, metsulfuron, dll.
  • Pestisida Jenis Racun Kontak

Pestisida jenis ini bekerja dengan baik apabila terkena atau kontak langsung dengan organisme penyerang tanaman. Racun yang terkandung dalam pestisida akan masuk kedalam jaringan tubuh organisme target. Kemudian target akan mengalami kematian karena mengalami gangguan fungsi fisiologis.

Insektisida, fungisida dan herbisida adalah jenis umum dari pestisida racun kontak. Untuk penggunaan insektisida jenis racun kontak sangat efektif untuk mengendalikan hama yang menetap dan tidak bersembunyi. Contoh hama seperti hama penghisap bunga lada (Diconocoris hewitl), penghisap buah lada (Dasynus piperis), ulat, kutu daun dan semut.

Pestisida racun kontak bekerja kurang baik terhadap serangga-serangga yang punya mobilitas tinggi dan suka bersembunyi. Contoh hama yang punya mobilitas tinggi seperti kutu kebul, lalat, belalang, atau hama yang berada dalam jaringan tanaman. Berikut bahan aktif pestisida jenis racun kontak :

    1. Insektisida racun kontak : insektisida dengan bahan aktif klorpirifos, bpmc, golongan piretroid (sipermetrin, deltametrin), dan lain-lain.
    2. Fungisida racun kontak : fungisida dengan bahan aktif mankozeb, ziram, zineb, dll.
    3. Herbisida racun kontak : herbisida dengan bahan aktif parakuat.
  • Pestisida Jenis Racun Lambung

Pestisida dengan jenis racun lambung baru bekerja jika salah satu bagian tanaman ayang telah disemprot pestisida dimakan oleh hama. Di dalam lambung racun ini akan bereaksi.

  • Pestisida Jenis Racun Pernafasan

Pestisida racun pernafasan ini dapat membunuh jika terhisap melalui organ pernafasan. Jenis racun pestisida ini sering digunakan untuk mengendalikan hama dalam rumah maupun gudang. Pestisida ini sering disebut racun fumigan.

Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan

Pestisida merupakan zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan efek akut serta jangka panjang bagi pengguna yang terpapar. Paparan pestisida akan menyebabkan dampak bervariasi mulai dari iritasi mata, kulit dan juga pernafasan. Adapun dampak yang lebih mematikan seperti mempengaruhi sistem syaraf, sistem hormon reproduksi, dan menyebabkan penyakit kanker.

Bukan hanya itu, pestisida ini juga bisa menyebabkan keracunan baik itu ringan maupun berat. Belum juga ada yang melakukan bunuh diri dengan menggunakan pestisida.

Dampak Pestisida Bagi Lingkungan

Penggunaan pestisida secara terus menerus akan meningkatkan permasalahan pada lingkungan. Lebih dari 95% herbisida dan 90% insektisida yang diaplikasikan dengan cara disemprot menuju tempat yang bukan target. Pestisida yang tersuspensi di udara terbawa oleh angin kewilayah lain, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran. Bukan hanya itu, pestisida juga merupakan masalah utama dalam polusi air. Beberapa pestisida merupakan polutan organik persisten yang mengkontaminasi tanah.

 

Recent Articles

Stay on op - Ge the daily news in your inbox