HomePerawatanCara Menanam Bawang Prei (Bawang Daun), Manfaat dan Perbedaannya

Cara Menanam Bawang Prei (Bawang Daun), Manfaat dan Perbedaannya

Bawang prei atau biasa disebut bawang daun salah satu tanaman dalam keluarga bawang yang biasanya orang sulit membedakannya. Tidak sedikit orang tertukar mengira bawang daun merupakan daun dari tanaman bawang.

Bawang daun ini sering digunakan pada campuran masakan nasi goreng, ramen, soto, bakso dan makanan lainnya. Kegunaan campuran dari daun ini adalah untuk menambah cita rasa dari masakan agar lebih segar dan nikmat.

Bahasa latin dari tumbuhan ini adalah Allium ampreloprasum atau Allium porrum yang masih masuk dalam keluarga bawang. Untuk rasa hampir mirip dengan jenis bombai dan aroma yang tidak terlalu menyengat.

Manfaat Bawang Prei Untuk Kesehatan

bawang daun prei

Selain rasanya yang menambah nikmat dari masakan yang dicampur. Ternyata bawang prei ini memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah :

  • Memiliki serat yang banyak sehingga dapat memperlancar proses pencernaan
  • Sayuran Allium menghalangi tumbuhnya kanker dalam tubuh
  • Membantu mencegah timbulnya infeksi
  • Menangkal radikal bebas dalam tubuh
  • Menyehatkan jantung
  • Daun bawang berperan penting dalam pembentukan rhodopsin yang berguna untuk membantu retina dalam penyerapan cahaya.
  • Vitamin A yang tentu menjaga kesehatan mata anda
  • Mampu Mencegah pendarahan karena kandungan Vit. K seperti mimisan, memar dll.
  • Kandungan allicin yang dapat mencegah terjadinya kekerutan dan penuaan dini pada kulit.

Perbedaan Bawang Prei dengan Daun Bawang Biasa

cara agar daun bawang merah tegak

Banyak sekali ibu rumah tangga yang mengira campuran masakan eropa menggunakan daun bawang biasa. Ternyata mereka menggunakan daun bawang prei untuk campurannya.

Hal ini karena kita hampir tidak bisa membedakan antara daun bawang biasa dengan bawang daun. Hampir mirip dari segi bentuk dan juga rasa ketika di makan. Namun berikut beberapa perbedaannya.

1. Ukuran

Ukuran bawang daun memiliki ukuran yang lebih besar dibanding daun biasanya. Bisa dilihat dari diameter daun lebih besar dan daun bawang memiliki ukuran yang lebih kecil.

2. Rasa

Rasa daun prei mirip dengan bawang bombay. Jika kita rasakan sedikit, daun ini akan memiliki rasa yang manis pada bagian batang.

3. Aroma

Aroma yang tidak terlalu menyengat namun menimbulkan rasa segar pada masakan yang dicampur. Bawang biasa memiliki rasa aroma yang kuat, kadang orang barat tidak suka dengan aroma kuat dari daun bawang.

4. Bahasa Latin

Sebenarnya dua tanaman ini dalam keluarga yang sama. Cuma untuk nama latin bawang daun memiliki nama allium ampeloprasum sedangkan bawang biasa allium fistulosum.

Cara Budidaya dan Menanam Bawang Prei

bawang prei

Bawang daun jenis ini dianggap berasal dari negara sekitar laut hitam dan laut tengah. Bisa ditanam dengan proses monokultur maupun sebagai tumpang sari tanaman lain.

Tanaman ini memiliki keunggulan dari bawang biasa, ia memiliki umur yang lebih pendek. Selain itu permintaan dari sayuran jenis ini sangat tinggi terutama untuk restoran dan tempat makan.

Budidaya menanam bawang prei cukup potensial karena permintaannya hingga ekspor ke luar negeri. Sebagai sayuran pelengkap dan bumbu masakan hingga ke pengobatan terkini menggunakan senyawa yang ada di dalamnya.

Jika anda tertarik untuk budiaya jenis sayuran ini bisa pelajari hal di bawah ini. Pada prinsipnya hampir sama dengan cara menanam bawang biasa.

Pembenihan

Benih dari bawang prei bisa anda dapatkan dalam bentuk biji siap panen yang dijual oleh beberapa perusahaan. Atau bisa juga dengan stek tunas, tunas anakan dengan memisahkan anakan yang sehat dari induknya.

Untuk pemilihan benih ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang paling mencolok adalah stek tunas dari induknya memiliki umur panen yang lebih cepat.

Proses Penyemaian

Jika anda memilih untuk stek tunas, bibit bisa langsung ditanam di lahan yang sudah siap tanam. Sebelum tanam ada baiknya untuk mengurangi bagian akarnya agar tidak terjadi terlalu banyak penguapan.

Jika anda menggunakan biji perlu menyiapkan media tanam. Media tanam di lahan bisa menggunakan campuran pupuk kandang dan juga tanah dengan perbandingan 1:1. Bibit dipindahkan ke lahan yang lebih luas jika sudah ada bakal daun 2 hingga 3 helai daun.

Penyiapan Lahan dan Penanaman

Penggemburan lahan perlu dilakukan agar akar dari bibit yang akan ditanam mudah untuk mencari unsur hara dalam tanah. Tanah dicangkul atau diolah minimal kedalaman 40cm yang kemudian dicampur dengan pupuk kandang.

Siapkan bedengan dengan lebar kuarng lebih 1 meter dan panjang disesuaikan dengan lahan. Parit antar bedengan dibuat minimal dengan kedalaman 30cm. Proses pembuatan parit ditujukan untuk proses drainase agar kadar air dalam tanah tidak terlalu tinggi.

Jarak tanam untuk bibit bawang prei bia dengan ukuran 25cm x 25cm atau lebih. Penanaman dengan cara membuat lubang kecil untuk peletakan benih. Usahakan saat peletakan benih dalam posisi tegak lurus.

Pemupukan Bawang Daun

Pemupukan bisa dilakukan dengan pemberian pupuk kandang saat pengolahan tanah. Biasanya dosis pemberian pupuk kandang antara 10 hingga 15 ton per hektar.

Untuk pupuk kimia biasa menggunakan pupuk subsidi urea 200kg/ha yang diberikan 2x yaitu saat umur 21 hari dan sisanya umur 42 hari. Pemberian pupuk lain dengan waktu yang sama yaitu pupuk SP 36 (100kg) dan KCL (100kg) dibagi 2 waktu.

Jarak pemupukan dengan tanaman diusahakan minimal 5cm. Karena jarak yang terlalu dekat akan membuat tanaman mudah mati atau busuk batang.

Pemeliharaan Bawang Prei

Pemeliharaan pasca tanam bisa dilakukan adalah penyiangan gulma yang mengganggu. Dalam beberapa hal gulma ini yang menyebabkan kelembapan udara menjadi tinggi. Selain itu gulma dapat menjadi rumah yang nyaman bagi beberapa penyakit dan hama.

Juga dilakukan penggemburan tanah pada saat pendangiran atau pencabutan gulma. Penggemburan dapat ditambah dengan penimbunan pada pangkal batang. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas yang bagus yaitu warna putih pada batang semu.

Bawang daun yang memiliki bawang semu dengan warna putih ternyata rasanya lebih enak dibanding yang warna hijau. Namun penimbunan untuk mendapatkan warna putih ini jangan terlalu sering. Hal ini untuk menghindari pembusukan batang dan daun terutama saat bibit masih berumur muda.

Penyiraman

Tanaman bawang memang tidak suka dengan kadar air tinggi. Namun saat musim kemarau juga diperlukan penyiraman agar tanah tidak terlalu tandus kering. Terutama bagian drainase harus diperhatikan karena hal ini untuk menjaga kelembapan udara.

Perlakuan Hama Penyakit

Pada dasarnya hama dan juga penyakit pada bawang prei hampir sama dengan tanaman bawang lainya. untuk lebih lengkap bisa baca artikel :

Perlakuan Panen dan Pasca Panen Bawang Prei

Biasanya tanaman bawang prei bisa dilakukan setelah umur 2,5 bulan atau lebih. Tanaman ini jika diasumsikan dalam satu hektar mampu menghasilkan 100kw lebih sayur segar.

Pemanenan bisa dilakukan dengan pencabutan semua tanaman hingga akar. Buang sebagian akar dan daun yang busuk karena akan menular ke yang lain. Ikat pada bagian batangnya dan taruh ke tempat yang sudah dikasih alas terlebih dahulu.

Jenis daun bawang ini tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu harus segera dijual agar menghindari layu dan busuk.

Refrensi artikel dan gambar : pertanian.go.id, wikipedia, briliofood.net

 

 

 

 

Recent Articles

Stay on op - Ge the daily news in your inbox