HomePerawatanCara Menanam Bawang Merah di Rumah Maupun Sawah Lengkap

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah Maupun Sawah Lengkap

Cara menanam bawang merah hampir sama baik di lahan pertanian yang luas maupun di rumah menggunakan botol bekas atau polybag. Umbi satu ini merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak di budidaya. Karena hasil pertanian ini memiliki permintaan yang cukup tinggi bahkan ekspor ke luar negeri.

Tanaman bawang biasanya diambil bagian umbinya yang berbentuk umbi lapis. Pasalnya hasil pertanian ini berasal dari Iran hingga pakistan. Biasanya digunakan sebagai bumbu campuran dari masakan.

Bawang jenis ini memiliki beberapa jenis ukuran. Mulai dari ukuran yang kecil hingga ukuran besar. Di Indonesia sendiri banyak menanam jenis ukuran yang kecil karena memiliki anak yang banyak dan bau yang lebih tajam.

Persiapan Awal dan Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Budidaya Bawang Merah

cara menanam bawang merah

Sebelum anda lanjut ke cara menanam bawang merah ada baiknya mengetahui syarat umum budidaya umbi ini. Beberapa hal yang perlu diketahui diantaranya adalah.

Varietas Bawang Merah

Ada beberapa varietas bawang merah yang biasa ditanam di Indonesia. Biasanya disesuaikan dengan kondisi tanah dan daerah yang sering ditanam. Beberapa contoh varietas itu adalah.

  • Bawang Sumenep. Biasanya memiliki umbi dengan warna merah muda agak kekuningan. Umur panen mencapai 70 hari dengan hasil panen mencapai 12 ton per hektar kering. Jenis varietas ini sangat cocok ditanam di tanah dataran rendah.
  • Bima Brebes. Kota brebes merupakan salah satu kota yang terkenal dengan tanaman bawangnya. Jenis Bima ini tahan terhadap serangan busuk umbi dan busuk daun. Sangat cocok ditanam saat musim penghujan. Umur lebih pendek dibanding bawang sumenep yaitu 60 hari. Namun hasil panennya lebih rendah hanya 10 ton per hektar kering. Cocok ditanam di dataran rendah.
  • Ampenan. Jenis bawang yang berasal dari bali dengan warna merah muda. Memiliki keunikan yaitu banyak anak dan tahan terhadap kadar air yang tinggi. Umur panen dan hasil hampir sama dengan bima dari brebes.
  • Meja Cipanan. Berasal dari daerah cipanas Jawa Barat. Memiliki keunikan yaitu tinggi tanaman hingga 34 cm dengan jumlah anakan mencapai 12 umbi. Memiliki warna merah tua dan cocok di tanam di dataran rendah maupun dataran tinggi.
  • Keling. Jenis bawang yang memiliki warna merah muda. Tanaman bawang jenis Keling ini tahan terhadap busuk umbi dan daun. Umur panen sekitar 70 hari dengan hasil lebih rendah dari varietas lain yaitu 7,4 ton per hektar kering.
  • Medan. Dari namanya jenis bawang ini berasal dari kota Medan. memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan jenis Keling.

Syarat Tumbuh Sebelum Menanam Bawang Merah

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi apakah tanaman bawang ini mudah tumbuh atau tidak. Kelancaran dari faktor di bawah ini sangatlah berpengaruh sebelum anda lanjut ke cara menanam bawang merah.

A. Iklim

Memang menanam bawang merah akan baik jika ditanam dengan suhu yang cukup hangat. Biasanya antara 23 hingga 32 derajat celcius, jika dibawah itu akan menghasilkan umbi kecil dan sedikit.

Waktu penanaman sebaiknya dilakukan saat musim kemarau dimana cahaya matahari cukup untuk proses fotosintesis tumbuhnya tanaman. Karena bawang akan baik pertumbuhannya jika terkena sinar matahari yang banyak.

B. Ketinggian Tanah

Untuk menghasilkan suhu yang cukup di atas biasanya dihasilkan di dataran rendah. Tanaman bawang ini sangat cocok ditanam di dataran rendah. Namun tidak dipungkiri bisa ditanam di dataran tinggi, tinggal disesuaikan saja jenis varietas bibit yang digunakan dan waktu penanaman.

Dengan tingkat keasaman tanah sekitar pH 6-7. Bila kurang dari itu perlu dilakukan pengapuran tanah agar pH tercapai.

Cara Menanam Bawang Merah di Sawah (Lahan Luas)

tanaman bawang di sawah

Cara menanam bawang merah di lahan yang luas memerlukan modal yang lebih dan juga persiapan yang ekstra. Tentunya perlu mempersiapkan modal lebih untuk lahan dan juga parasarana dalam menanamnya.

1. Persiapan Benih

Pilihlah benih dengan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi tanah dan alam yang akan ditamani. Biasanya benih yang diperlukan adalah 1200 kg per hektar tanam. Persiapkan benih yang kering dan bersih dari kotoran karena akan mempengaruhi pertumbuhan.

Perlakukan awal pada benih biasanya akan dicampur dengan fungisida berbahan aktif Mankozeb. Dengan dosis 100gr per 100kg benih kemudian dibungkus simpan dalam plastik selama 2 hari. Hal ini bertujuan untuk mencegah layu fusarium saat bawang sudah ditanam.

2. Persiapan Lahan

Pilihlah lahan yang tidak terhalang sinar matahari oleh tebing atau pepohonan. Jika ada pohon yang mengganggu bisa di rempel atau dikurangi daunnya agar tidak menghalangi sinar matahari langsung ke tanaman.

Olah lahan dengan dibuat bedengan dengan lebar 1,2 hingga 1,5 meter. Pajanganya disesuaikan dengan lahan, kedalaman bedengan biasanya 50 hingga 60 cm dan arah mengikuti arah cahaya yaitu timur ke barat.

Usahakan pH tanah berkisar antara 6-7. Jika tidak mencapai pH tersebut bisa dilakukan pengapuran menggunakan kapur dolomit dengan takaran 1-1,5ton per hektar. Biasanya pengapuran tanah ini dilakukan 2 minggu sebelum tanam.

Bisa juga untuk mencegah penyakit layu fusarium disemprotkan Trichoderma agar hasil tanaman lebih bagus. Setelah itu bisa diberi pupuk organik (pupuk kandang) dengan takaran 15-20 ton per hektar. Saat pemberian pupuk kandang bisa dicampur dengan karbofuran untuk mencegah hama yang menyerang dalam tanah. Pupuk kimia yaitu pemberian pupuk TSP sebanyak 120 – 200 kg per hektar.

3. Cara Menanam Bibit Bawang Merah

bibit benih bawang

Setelah lahan sudah siap bisa dilakukan penanaman umbi bibit dari bawang merah. Penanaman dilakukan dengan menancapkan umbi pada bedengan dengan dalam 3/4 bagian dari umbi.

Ada baiknya penanaman dilakukan pada pagi hari dan tidak saat hujan karena untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

4. Pemupukan

Cara menanam bawang merah agar cepat tumbuh perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan susulan bisanya menggunakan Urea (100-200 kg/ha), Za (300-400 kg/ha) dan campuran KCL (150-200 kg/ha). Pupuk susulan ini diberikan ke tanaman pada umur 10-15 hari setelah tanam. 30 hari setelah tanam dimana pemberiannya cukup setengah dosis.

5. Penyiraman Tanaman Bawang Merah

Tanaman bawang merah memang tidak suka kadar air tinggi seperti terlalu banyak air pada saat musim hujan. Namun pada saat terik matahari yang tinggi tanaman ini perlu asupan air.

Bisa dilakukan dengan penyiraman secara otomatis atau tidak berlebihan cukup satu kali saat sore hari. Apalagi saat umur pembentukan umbi, dimana tanaman sangat memerlukan air yang cukup. Jika tidak maka tanaman akan mudah kering ditandai dengan ujung daun yang mulai mengering.

6. Penyiangan

Biasanya dilakukan penyiangan atau dalam istilah Jawa disebut dengan pendangiran saat pemupukan susulan pertama dan ke dua.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk hama dan penyakit yang sering menyerang pada tanaman bawang biasanya pengendaliannya adalah.

  • Hama bawah tanah bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif karbofuran yang diberikan saat awal tanam
  • Thrips atau kutu daun bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif imidakloprid ketika umur sudah cukup dan hama mulai menyerang.
  • Ulat grayak biasanya dilakukan pengendalian dengan bahan aktif emamektin atau yang lebih rendah menggunakan profenofos.
  • busuk ujung daun dan jamur bisa dicegah menggunakan fungisida mankozeb atau yang lebih tinggi azoksistrobin.

Untuk lebih lengkap tentang serangga atau OPT (organisme pengganggu tumbuhan) bisa baca artikel : Hama Pada Tanaman Bawang Merah dan Putih.

Selain mennggunakan bahan kimia bisa juga menggunakan pengendalian secara PHT atau Teknologi Pengendalian Hama Terpadu. Ada beberapa cara yaitu :

  • Pengendalian secara kultur tenis dimana pemupukan harus berimbang. Penggunaan jenis varietas bawang tahan dan unggul. Menggunakan musuh alami dari penyakit atau hama yang menyerang (baik parasitoid, hingga pathogen serangga)
  • Secara mekanik dimana memutus penyebaran virus dengan melakukan pemotongan daun yang sakit dan pengamatan lanjut ketika ada telur hama. Bisa menggunakan perangkap kuning, lampu dll.

8. Cara Memanen Bawang Merah dan Pasca Panen

tanaman bawang merah

Panen bawang merah tergantung dari varietas yang ditanam. Biasanya umur 60-70 hari setelah tanam. Ciri ciri bawang merah yang siap panen dalah pangkal daun yang mulai lemas, daun berwarna kuning mencapai 80 persen. Umbi sudah terbentuk bisa sampling dicabut satu untuk mengetahui siap panen atau belum.

Panen dilakukan saat keadaan cerah dan kering untuk menjaga kadar air tidak terlalu basah. Hal ini dimaksudkan agar bawang tidak mudah busuk karena kadar air terlalu tinggi.

Setelah panen umbi dijemur selama 2 minggu di bawah sinar matahari langsung. Tahap pertama dilakukan pengeringan umbi beserta daun selama 3 hari, kemudian jemur bagian umbi saja selama 7-14 hari.

Proses penyimpanan yang baik adalah diikat kemudian digantung ke rak khusus yang sudah disiapkan. Penyimpanan dilakukan dengan suhu 30-33 derajat dengan kelembapan antara 65 persen.

Cara Menanam Bawang Merah Dirumah Menggunakan Pot, Polybag atau Botol

menanam bawang merah di botol rumah

Cara menanam bawang merah di rumah bisa menggunakan pot, polybag, atau bahkan botol minuman bekas seperti botol aqua. Biasanya menanam bawang merah di rumah ditujukan untuk bahan campuran masak sendiri.

Menanam bawang merah di botol bekas cukup mudah tidak serumit menanam di lahan yang luas. Biasanya hanya memerlukan beberapa faktor penting diantaranya.

Persiapan Awal Menanam Bawang Dirumah

  • Pilihlah bibit yang mudah tumbuh dan mudah beranak. Hal ini karena biasanya penanaman bawang di rumah tanpa dilakukan pemupukan lebih. Biasanya benih bawang yang baik didiamkan selama 15 hari akan tumbuh tunas dengan sendirinya.
  • Siapkan pot dan media tanam yang cukup, usahakan ada campuran pupuk kandang walau sedikit
  • Siapkan tanah yang subur dan gembur, ambilah tanah bagian dalam agar mendapatkan tanah yang subur
  • Peletakan dan pemeliharaan yang baik. Misalkan letakan media tanam di tempat yang mudah disinari matahari langsung. Siramlah minimal sekali saat sore atau pagi hari.

Cara Menanam Bawang Merah di Pot

Menanam bawang merah di pot cukup mudah. Siapkan pot yang sudah berlubang bagian bawahnya. Hal ini bertujuan agar kadar air di pot tidak terlalu banyak, karena sifat tanaman bawang tidak suka banyak air.

Kasih tanah yang dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Masukan kedalam pot kemudian bawang ditancapkan 3/4 bagian namun masih nampak bagian bawangnya.

Menanam Bawang Di Botol Aqua

Hampir sama dengan menanam bawang merah di pot. Yang perlu dipersiapkan adalah botol aqua yang di lubangi besar bagian atas. Dan lubang titik dibagian bawah agar air dapat keluar tidak terlalu banyak di dalam botol aqua.

Cara Menanam Bawang Merah Tanpa Tanah di Rumah

Menanam bawang tanpa tanah biasanya menggunakan media lain seperti sekam, kain flanel, arang dan lain sebagainya. Yang penting ada media untuk menyimpan air dan nutrisi sementara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Biasanya cara ini mengguankan media hidroponik dengan tambahan nutrisi kedalam air yang disimpan.

 

Recent Articles

Stay on op - Ge the daily news in your inbox