HomeHama TanamanCacing Tanah : Hama Sekaligus Hewan yang Memiliki Banyak Manfaat

Cacing Tanah : Hama Sekaligus Hewan yang Memiliki Banyak Manfaat

Bisatani.com, Cacing tanah – Berbicara mengenai hama memang seperti tidak ada habisnya. Karena dalam dunia pertanian kehadiran hama sudah menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pada umunya hama merupakan semua jenis hewan yang dapat mengganggu kegiatan dalam bertani.

Terkadang binatang tertentu yang kita anggap bukan sebagai hama ternyata dapat berpotensi menjadi hama tanaman. Maka dari itu pentingnya mempelajari atau mencari tahu tentang berbagai jenis hama pada setiap tanaman. Apabila kehadiran hama tidak dapat dikendalikan tentunya akan mengganggu jalannya proses produksi dari pertanian itu sendiri.

Salah satu jenis hewan yang dapat mengganggu tanaman adalah cacing tanah. Cacing tanah yang sebelumnya lebih dikenal sebagai hewan yang dapat menyuburkan tanaman ternyata dapat berpotensi menjadi hama lho. Nah, pada artikel kali ini tim bisatani akan berbagi informasi mengenai hama cacing tanah, hewan yang lebih dikenal karena manfaatnya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya langsung saja simak penjelasannya dibawah ini.

Apa itu Hama Cacing Tanah 

Cacing Tanah : Hama Sekaligus Hewan yang Memiliki Banyak Manfaat

Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) merupakan salah satu hewan yang tidak bertulang belakang (invertebrata). Hewan yang satu ini masuk kedalam filum Annelida dengan ordo Megadrilacea dan subordo Lumbricina. Sesuai dengan namanya cacing jenis ini merupakan jenis cacing yang dapat mudah ditemukan didalam tanah.

Cacing tanah memiliki tubuh dengan bentuk gilig, tidak berangka, didalam tubuh cacing juga memiliki segmen dalam dan segmen luar. Dengan panjang tubuh yang berkisar antara 7,5 – 10 cm dengan tubuh yang berwarna kemerahan.

Pada seekor cacing biasanya memiliki segmen yang berkisar antara 90 – 195 yang pada segmen 27-32 memiliki kitelum. Kitelum sendiri merupakan alat yang digunakan sebagai proses reproduksi. Kitelum baru akan muncul apabila cacing telah dewasa atau sekitar 2 bulan.

Cacing bergerak dengan menggunakan otot disepanjang tubuhnya. Selain itu pada cacing terdapat kelenjar yang menghasilkan lendir yang dapat bermanfaat untuk memudahkan dalam bergerak. Cacing tanah tidak mempunyai mata akan tetapi sangat peka terhadap sentuhan dan getaran.

Cacing bernafas dengan menggunakan kulitnya karena pada cacing tidak mempunyai alat pernafasan khusus. Alasan kenapa kulit cacing selalu basah dan berlendir karena agar memudahkan dalam penyerapan oksigen.

Habitat Cacing Tanah

Cacing Tanah : Hama Sekaligus Hewan yang Memiliki Banyak Manfaat

Cacing jenis ini akan banyak ditemukan didalam tanah. Yang mana termasuk kedalam spesies hewan yang bersifat soliter atau penyendiri. Biasanya hewan ini hidup dengan membuat terowongan-terowongan didalam tanah.

Selain itu, cacing ini juga dapat jumpai pada tumpukan bahan organik seperti tumpukan ranting ataupun kayu yang telah lapuk. Keberadaan hewan ini juga dapat dilihat dengan munculnya gundukan pada permukaan tanah.

Berbeda dengan gundukan dari hama gangsir yang tanahnya lebih kering seperti gula merah halus. Tanah yang membentuk gundukan dari hama cacing lebih lembab dan membentuk gumpalan.

Dampak Pada Tanaman

Keusakan yang diakibatkan dari hama cacing itu lebih karena keadaan tanah yang menjadi terlalu lembab. Jumlah cacing yang banyak pada media tanam akan buat tanah menjadi dingin. Hal tersebut akan berpengaruh pada akar dari tanaman.

Efek yang terjadi biasanya pada tanaman yang masih muda atau tanaman yang baru saja dipindahkan dari semaian. Pada awalnya tanaman akan berubah menjadi kuning dan pertumbuhannya terhambat (kerdil). Jika tidak dilakukan pengendalian yang tepat akan membuat tanaman menjadi mati.

Dengan adanya cacing yang berlebih pada lahan akan membuat akar tanaman tumbuh tidak maksimal. Karena keadaan terlalu lembap dan dingin akan membuat akar kesulitan dalam menyerap nutrisi.

Cara Pengendalian Cacing Tanah

Untuk pengendalian hama juga harus disesuaikan dengan jenis hama yang menyerang. Hal tersebut dimaksudkan agar pegendalian menjadi tepat sasaran dan efektif. Berikut ini adalah beberapa bentuk pengendalian yang dapat diterapkan untuk mengendalikan hama cacing pada tanaman.

  • Pengendalian Hayati

Pada metode pengendalian ini yaitu dengan memanfaatkan predator alami dari pada cacing itu sendiri. Adapun predator dari hama cacing adalah burung. Akan tetapi untuk saat ini jumlah burung dalam ekosistem semakin berkurang sehingga kurang efektif dalam pengendalian hama.

  • Pengendalian Kimia

Metode pengendalian ini yaitu dengan mengunakan zat kimia dari pestisida. Adapun bahan aktif yang biasa digunakan dapat berbentuk sebuk kasar ataupun cairan. Karena perbedaan bentuk tersebut juga berbeda dalam cara aplikasinya.

Untuk yang berbentuk butiran kita bisa menggunakan bahan aktif karbofuran ataupun fipronil. Untuk aplikasi biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam. Cukup dengan memberikan satu jumput untuk setiap lubang tanam.

Untuk penggunaan pestisida yang berbentuk cair kita bisa menggunakan bahan aktif dimetoat. Ciri khas bahan aktif ini adalah baunya yang sangat menyengat. Pengaplikasian biasanya dilakukan setelah tanaman ditanam pada lahan dan muncul gejala serangan caciing. Cara aplikasinya bisa dengan dikocor atau disuntikkan pada bawah tanaman.

Manfaat 

Setelah mengetahui dampak dari cacing tanah bagi tanaman sekarang kita lanjut untuk membahas manfaat hewan yang satu ini. Tidak dapat dipungkiri cacing jenis ini memiliki beragam manfaat baik pada pertanian ataupun setelah dibuat olahan.

Kebanyakan orang mengenal atau menggunakan cacing sebagai umpan untuk memancing ikan. Banyak juga orang yang menganggap cacing sebagai indikator tingkat kesuburan lahan. Jika ada cacing bisa dipastikan keadaan tanah tersebut subur. Tetapi perlu di ingat tentunya dengan jumlah yang cukup bukan melebihi ambang batas (over population)

Berikut ini adalah beberapa manfaat cacing tanah diantaranya :

  1. Meningkatkan nutrisi dalam tanah
  2. Memperbaiki tekstur dan struktur tanah
  3. Meningkatkan sistem drainase dalam tanah
  4. Memaksimalkan aerasi lingkungan tanah
  5. Sebagai obat berbagai jenis penyakit tetapi harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Recent Articles

Stay on op - Ge the daily news in your inbox