HomeHama TanamanGangsir : Hama Pengganggu pada Awal Tanam

Gangsir : Hama Pengganggu pada Awal Tanam

Bisatani.com, Gangsir merupakan salah satu jenis hama dalam pertanian yang biasanya menyerang tanaman terutama pada awal tanam. Hama ini merupakan hama yang cukup mengganggu dan merugikan.

Gangsir dapat menyerang tanaman pada pembenihan yang tidak menggunakan plastik polibag. Selain itu, hama ini juga menyerang tanaman muda yang baru saja dipindahkan dari polibag.

Pada artikel kali ini tim bisatani akan membahas salah satu hama awal tanam ya itu hama gangsir. Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya langsung saja simak pennjelasannya dibawah ini.

Apa itu Hama Gangsir

Gangsir : Hama Pengganggu pada Awal Tanaman

Gangsir merupakan serangga dengan nama latin Tarbinskiellus portentosus, Brachtrupes portentosus. Serangga ini biasa hidup didalam dan permukaan tanah. Gangsir berpotensi menjadi hama pertanian yang cukup mengganggu.

Serangga ini mirip dengan jangkrik tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan lebih berisi. Maka tak heran jika hama ini juga banyak dicari untuk dikonsumsi.

Bagi orang awam akan kesulitan dalam membedakannnya dengan jangkrik, karena ciri fisiknya hampir sama. Hanya saja jika diamati lebih teliti akan ditemukan perbedaan dengan tubuh dan perut yang lebih berisi. Sedangkan jangkrik memiliki ukuran tubuh yang lebih ramping.

Gangsir dapat dengan mudah ditemui dari mulai Asia Selatan hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam bahasa jawa orang menyebutnya dengan nama Gasir. Berbeda dalam bahasa inggris orang menyebutnya dengan nama big head cricket, large brown cricket dan short-tail cricket.

Ciri-ciri

Serangga ini memiliki ukuran yang cukup besar dan tubuh yang kekar, yang memiliki panjang sekitar 37 – 44 mm. Selain itu juga mempunyai 2 buah antena (sungut) pada kepalanya. Ukuran kakinya termasuk pendek dan memiliki duri pada bagian belakang. Tubuh gangsir biasanya berwarna coklat agak kehitaman pada bagian atas tubuh dan kepalanya. Sedangkan pada bagian bawah (perut) mempunyai warna agak keputih-putihan.

Perbedaan antara jangkrik jantan dan betina dapat di lihat dari ukuran, yang mana gangsir jantan memiliki ukuran yang lebih besar. Selain itu pada betina mempunyai tegmina (sayap) dengan permukaan yang halus. Dengan ovipositor yang panjang menyerupai jarum di ujung tubuh bagian belakang.

Sedangkan pada gangsir jantan mempunyai tegmina yang kerut merut biasaya digunakan untuk mengerik. Biasanya gasir akan mengerik yang beresonansi sehingga akan menghasilkan bunyi yang cukup keras. Berbeda dengan betina pada jenis gangsir jantan tidak memiliki ovipoitor.

Habitat dan Ekologi

Gangsir : Hama Pengganggu pada Awal Tanaman

Serangga ini dapat dengan mudah dijumpai dapa area perkebunan atau persawahan terutama pada rerumputan. Hama jenis ini suka menggali tanah dengan kedalaman yang berkisar antara 30-60 cm.

Gangsir merupakan serangga nocturnal yang mana akan keluar dan aktif pada malam hari. Pada siang hari serangga ini akan lebih banyak berdiam pada sarangnya.

Menurut sebuah penelitian bahwa siklus hidup gangsir yaitu selama 333 hari. Didalam siklus hidup tersebut terdapat 7 tahapan sebelum menjadi gangsir dewasa. Gangsir betina dapat menghasilkan telur sebanyak 123 butir dan akan menetas setelah berumur 6 hari. Dengan perbandingan nisbah antara jantan dan betina yaitu 1: 1,5 %.

Dampak Serangan Hama

Gangsir merupakan salah satu jenis serangga yang bersifat omnivora. Meski begitu, makanan utamanya adalah tumbuhan. Dalam pertanian serangga ini merupakan hama yang cukup mengganggu dan merugikan bagi para petani.

Serangga ini dapat merusak berbagai jenis tanaman yang masih dalam pembenihan hingga awal tanam. Hama ini merusak tanaman dengan cara menggerek tanaman pada bagian batang hingga putus.

Setelah mendapatkan batang dan ranting tanaman, selanjutnya akan dibawa ke sarang tempat persembunyiannya untuk dimakan. Tanda serangan hama ini dapat dengan mudah untuk diketahui. Biasanya tanaman akan terputus menyisakan sedikit batang dan adanya gundukan tanah pada mulut sarangnya.

Ada berbagai jenis tanaman yang dapat terserang hama ini seperti tanaman tembakau, kopi, singkong, berbagai jenis sayuran dan lain sebagainya.

Walaupun dicap sebagai hama pertanian, gangsir juga menjadi serangga yang banyak diburu orang untuk dikonsumsi. Diwilayah Asia Tenggara khususnya Thailand banyak ditemukan berbagai aneka olahan yang dijual di pasar.

Cara Pengendalian Hama Gangsir

Ada berbagai cara yang dapat diterapkan sebagai upaya untuk mengendalikan hama tersebut. Dengan pengendalian yang tepat diharapkan dapat mencegah kerusakan maupun kerugian yang bisa terjadi. Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan sebagai bentuk pengendalian hama gangsir, diantaranya :

  • Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan menggunakan mesin traktor ataupun dengan menggunakan cangkul. Dengan cara tersebut akan membuat kondisi tanah menjadi terbalik.

Dengan begitu tempat persembunyian (sarang) gangsir dapat terlihat. Sehingga kita bisa membasmi hama tersebut sebelum merusak tanaman.

  • Memanfaatkan Predator Alami

Dengan metode ini kita hanya memanfaatkan serangga lain yang merupakan predator alami dari gangsir. Serangga yang dimaksud disini adalah laba – laba.

Maka dari itu jika ada laba-laba disawah, jangan terburu-buru untuk mengusirnya. Bisa jadi laba-laba tersebut dapat bermanfaat bagi pertanian.

  • Menggunakan Pestisida¬†

Menggunakan pestisida dari jenis insektisida menjadi cara yang paling banyak digunakan pada saat ini. Hal tersebut dilakukan karena sudah terbukti cepat dan efektif dalam mengendalikan hama.

Ada berbagai jenis bahan aktif insektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama gangsir. Cara penggunaannya juga berbeda tergantung dari jenis bahan aktif dan bentuknya .

Yang berbentuk cair bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif lamda sihalotrin, fipronil, beta siflutrin, dan klorpirifos. Untuk yang berbentuk butiran bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif fipronil, diazinon, dan karbofuran.

Cara aplikasi untuk pestisida yang berbentuk cair yaitu dengan cara disemprotkan pada batang tanaman yang masih muda. Bisa juga setelah tanaman dipindah dari kemudian disemprotkan bahan aktif ini.

Apabila jenis insektisida yang digunakan berbentuk butiran bisa dengan cara menaburkan diatas pupuk dasar sebelum proses penanaman.

 

 

 

Recent Articles

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay on op - Ge the daily news in your inbox