HomeHama TanamanThrips - Hama Kecil Yang Suka Bergerombol

Thrips – Hama Kecil Yang Suka Bergerombol

Bisatani.com,Thrips – Siapa si yang tidak mengenal hama? Hama merupakan organisme yang mengganggu atau merugikan sekitarnya baik itu manusia, hewan dan juga tanaman. Biasanya hama ini identik dengan hewan. Hewan ini bisa meninggalkan kerusakan fisik maupun menjadi agen penyebar beberapa virus atau penyakit.

Misalnya hama yang menyerang pada tanaman. Serangan hama pada tanaman, bisa menyebabkan tanaman rusak bahkan bisa menyebabkan petani mengalami gagal panen.

Ada banyak sekali jenis hama yang menyerang tanaman, salah satunya adalah hama Thrips. Thrips ini tergolong hama yang kecil dan suka bergerombol dan sangat merugikan bagi petani.

Kali ini Bisatani.com akan membahas mengenai apa itu hama Thrips. Mulai dari bentuk hama, dampak serangan serta bagaimana cara mengendalikannya.

Apa itu Hama Thrips ?

Thrips - Hama Kecil Yang Suka Bergerombol

Thrips adalah hama yang berukuran kecil, mempunyai tubuh yang ramping dan suka berkelompok. Serangga ini masuk kedalam ordo Thysanoptera. Hingga saat ini diperkiraan ada 5000 spesies yang telah teridentifikasi.

Lima puluh persen spesies memakan jamur sedangkan sisanya memakan tumbuhan. Tetapi ada juga yang bersifat kanibal atau memakan jenis Thrips yang lain.

Thrips memiliki tubuh yang silindris dan juga memanjang. Panjang dari hewan ini sekitar 1-2 mm tetapi ada juga yang panjangnya mencapai 13 mm. Serangga ini kebanyakan berwarna hitam.

Hama ini mempunyai mulut yang juga berfungsi sebagai alat penusuk dan juga penghisap. Jika diperhatikan, mulutnya itu seperti alat pemarut, berbentuk pendek, buntak dan tidak simetris.

Dengan bentuk mulutnya tersebut, Thrips akan mudah melukai jaringan pada tumbuhan. Jaringan pada tumbuhan yang terluka akan mengeluarkan cairan dan dihisap oleh hama ini sebagai asupan makanan.

Thrips merupakan jenis serangga dengan mobilitas yang rendah. Meskipun mereka mempunyai sayap tetapi mereka jarang menggunakannya untuk terbang. Hama ini mudah ditemukan secara berkelompok, tinggal pada sehelai daun bersama dengan nimfa dan juga telur-telurnya.

Ada juga jenis Thrips pedator dari famili Aelothripidae dan jenis pemakan jamur pada tumbuhan yang lapuk dari famili Merothripidae. Beberapa spesies juga berbahaya karena bisa menularkan virus dari golongan Tospovirus.

Siklus Hidup Thrips

 

Thrips memiliki empat fase dalam siklus hidupnya. Ada fase telur, fase larva dan nimfa, fase prapupa dan pupa, yang terakhir fase imago dewasa. Terkadang satu siklus bisa mencapai waktu satu bulan. Lamanya waktu siklus juga bisa dipengaruhi oleh temperatur dan jenis spesies.

Thrips - Hama Kecil Yang Suka Bergerombol

Telur hama ini berbentuk oval, mirip ginjal pada manusia. Ukurannya juga sangat kecil sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang. Setiap induk meletakkan telurnya dengan jumlah yang banyak, rata-rata sekitar 80 butir telur.

Tanda-tanda dari peletakan telur yaitu jika terdapat jaringan tanaman yang membengkak. Telur tersebut akan menetas sekitar 3 atau 7 hari setelah diletakkan.

Larva yang baru saja menetas akan memakan jaringan tanaman sebagai sumber nutrisi. Nimfa Thrips sangat aktif dan suka berpindah-pindah. Bentuk dari fase awal nimfa Thrips seperti kumparan putih jernih dengan dua mata berwarna merah berukuran 0,4 mm.

Pada Instar kedua warnanya berubah menjadi kuning dan panjang 0,9 mm. Aktifitas makan meningkat dan suka bersembunyi  dekat urat daun atau lekukan permukaan daun.

Memasuki fase prapupa maupun pupa, Thrips akan turun ketanah atau masuk kedalam tanah. Terkadang ada beberapa jenis spesies yang pada fase ini tetap berada pada tanaman. Pada fase ini Thrips tahan terhadap insektisida. Ukuran menjadi lebih pendek dan muncul 2 pasang sayap dan antena, aktifitas makan juga berhenti.

Fase terkahir yaitu fase imago (dewasa). Fase imago adalah taham hama Thrips bersayap dan bereproduksi. Hama ini tidak begitu pandai  dalam terbang, akan tetapi sayap berumbai yang mereka miliki bisa membuat hama Thrips terbang dengan cara terbawa angin.

Imago ini bergerak lebih cepat daripada saat fase nimfa. Selain memiliki sayap, bentuk tubuh imago lebih panjang dan sempit, berwarna kuning pucat sampai kehitaman dan berukuran 1-2 mm.

Imago betina bisa memproduksi telur sebanyak 80 butir. Dia dapat meletakkan telur tersebut menggunakan ovipositornya yang tajam pada jaringan ephidermal daun.

Dampak Serangan Hama Thrips pada Tanaman

Hama Thrips merupakan salah satu jenis hama yang merugikan bagi petani. Hama ini akan menimbulkan kerusakan yang disebabkan dari aktivitas makan. Gejala dari serangan hama ini sangat khas. Berikut ciri-ciri tanaman yang terserang hama ini:

  1. Daun yang terserang akan berwarna kekuning-kuningan
  2. Timbul bintik-bintik yang berwarna coklat pada daun.
  3. Pinggir daun akan saling mengatup atau melenggkung.
  4. Bentuk daun akan berubah (malformasi).

Serangan hama ini akan menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani. Misal untuk petani bunga potong, bunga akan menjadi cacat sehingga akan mengurangi nilai jual bahkan tidak laku. Pada tanaman cabai dan tomat, perkembangan tunas daun, daun dan bunga akan terhambat. Bahkan buah yang dihasilkan akan mengecil.

Virus TSWV

Thrips merupakan salah satu jenis hama yang menjadi vektor dari beberapa jenis virus. Salah satunya adalah virus TSWV (Tomato Spotted Wilt Virus) atau Virus Bercak Layu. Berikut jenis spesiesnya  :

  1. Thrips bunga barat (Frankliniella occidentalis).
  2. Thrips bawang (Thrips tabaci).
  3. Kutu Thrips cabai (Scirtothrips dorsalis).

Tanaman yang terserang virus ini tingkat pertumbuhannya menjadi lambat, bahkan cenderung menjadi tanaman kerdil. Tanaman yang terserang virus ini ada baiknya dicabut dan dimusnahkan karena tidak dapat disembuhkan, serta bersiko menulari tanaman lain.

Cara Pengendalian Hama Thrips

Ada banyak cara untuk mengendalikan hama Thrips pada tanaman. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama ini:

Teknik dan Kultur Jaringan

  • Menggunakan plastik mulsa hitam-perak pada bedengan. Selain untuk mengendalikan gulma pada sekitar tanaman, plastik mulsa juga dapat memantulkan cahaya matahari kepermukaan bawah daun. Bagian bawah daun merupakan tempat hama ini bersembunyi.
  • Pengendalian kelembapan dan suhu. Aturlah jarak tanam, lakukan pemangkasan atau perempalan pada tanaman agar sirkulasi udara lancar. Hama ini sangat suka dengan kondisi lembap dan suhu rendah.
  • Membuat pagar dari tanaman buffer (penyangga). Tanaman penyangga adalah tanaman yang disukai oleh hama. Jadi pembuatan paggar dengan tanaman tersebut bisa membuat hama teralihkan dari menyerang tanaman utama. Contoh : Tanaman kacang panjang dan terong.

Pengendalian Mekanis

  • Memasang perangkap berupa perekat seperti Insect Adhesif Trap Paper (IATP) yang berwarna kuning.
  • Melakukan pembersihan manual menggunakan kuas dan larutan sabun untuk tanaman buah dalam pot serta hias, tetapi cara ini kurang efektif untuk tanaman dalam kebun.
  • Menyedikana kondisi lahan yang baik bagi tanaman agar tanaman terhindar dari stres. Berikan irigasi yang baik dilahan tanam.
  • Pengerikan, membajak tanah dan solarisation. Hal ini bisa membunuh kepompong yang ada didalam tanah.

Pengendalian secara Biologi

Ada beberapa cara pengendalian secara biologi yaitu dengan menjaga kelestarian predator alami hama Thrips dan penggunaan insektisida biologi.

    • Pemanfaatan predator alami seperti serangga Lady Bug atau kepik, Brown dan Green Lacewing, Lebah Hover, Rove beetle, Thrips predator serta Tungau Predator.

Lady Bug

    • Pembuatan insektisida biologi menggunakan bahan bawang putih yang baunya kurang disukai hama Thrips. Ada juga yang menggunakan parasit Beauveria bassiana atau Varticilium lecanii yang terbukti efektif terhadap telur, larva dan Thrips dewasa.

Pengendalian secara Kimia

Pengendalian secara kimiawi biasanya dilakukan dengan penyemprotan insektisida kimia. Memang pengendalian secara kimia merupakan jenis pengendalian hama yang paling efektif. Tetapi cara terakhir ini harus dilakukan dengan bijaksana dan aplikasi yang tepat, seperti :

    • Aturlah noozle agar insektisida keluar dalam bentuk kabut (fogging), agar larutan merata pada tanaman hingga ke sela-sela bagian tanaman.
    • Lakukan penyemprotan pada pagi atau sore hari.

Biasanya untuk mengendalikan hama ini bisa menggunakan insektisida berbahan aktif Abamektin, Asefat, Imidakloropid, Profenofos, Dimetoat dan Spinetoram. Ingat, selalu gunakan insektisida sesuai dosis yang dianjurkan.

Demikian pembahasan mengenai hama Thrips. Selalu kenali jenis-jenis hama dan  gejala serangannya. Antisipasi serangan hama sejak dini agar tanaman tetap terjaga kesuburannya.

Recent Articles

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay on op - Ge the daily news in your inbox