HomePenyakitMengenal Penyakit Layu Pada Tanaman

Mengenal Penyakit Layu Pada Tanaman

Mengenal Penyakit Layu Pada Tanaman – Setiap petani menginginkan tanaman di lahannya sehat dan mempunyai hasil panen yang bagus. Tetapi tak bisa dipungkiri, terkadang tanaman bisa tersrang hama dan hama yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu bahkan mati. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman adalah layu tanaman.

Layu pada tanaman terkadang diartikan petani karena kekurangan air. Padahal layu pada tanaman juga disebabkan oleh faktor lain seperti bakteri dan jamur.

Layu karena kekurangan air biasanya petani tinggal melakukan perawatan tanaman dengan menambahkan air sesuai kebutuhan tanaman. Untuk layu yang disebabkan karena bakteri dan jamur harus ditangani dengan pestisida dengan bahan aktif yang tepat dan sesuai dosis.

Untuk memastikan bahwa tanaman terserang bakteri dan jamur masih bisa diamati secara kasat mata dengan melihat gejala serangan. Bisa memastikan jenis serangan merupakan hal penting yang harus dimiliki petani untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat.

Jenis Penyebab Layu Pada Tanaman

Mengenal Penyakit Layu Pada Tanaman

  • Tanaman Kekurangan Air

Jenis layu ini yang paling mudah diatasi. Tanda-tanda layu karena kekurangan air berawal dari tanaman yang kelihatan segar. Kemudian pada waktu siang atau sore hari tanaman menjadi layu.

  • Layu Karena Bakteri (Pseudomonas solanacearum)

Jenis layu bakteri adalah jenis layu yang disebabkan oleh bakteri. Jenis bakteri yang membuat layu yakni bakteri Pseudomonas solanacearum. Layu bakteri juga biasa disebut penyakit lender pada tanaman. Adapun karakteristik jenis bakteri in :

    1. Sel bakteri Pseudomonas solanacearum  berbentuk batang dan bergerak menggunakan satu flagel.
    2. Bakteri ini mampu bertahan dalam tanah dan dengan cepat berkembang biak pada kondisi tanah yang lembab.
    3. Bakteri ini mengeinfeksi akar tanaman yang terluka karena proses pemindahan bibit, luka karena gigitan dari serangga dan nematoda. Bukan hanya itu, bakteri ini juga menginfeksi tanaman melalui daun yang terluka.
    4. Jenis tanaman yang diserang oleh bakteri seperti tomat, pisang, cabai, kentang, terung dan jenis tanaman lain termasuk keluarga Solanaceae.
    5. Patogen ini menyerang ke dalam jaringan pengangkut air sehingga mengganggu sirkulasi transportasi air pada tanaman inangnya. Kemudian tanaman menjadi layu, kerdil dan menguning. Dan pada akhirnya dalam beberapa hari tanaman akan mati.
    6. Enzim dan toksin yang dihasilkan oleh bakteri ini dapat melarutkan dinding sel akar dan perubahan warna pada jaringan pengangkut. Hal ini dapat dilihat dengan memotong melintang batang tanaman. Pada tanaman tomat dan tembakau gejala ditandai dengan berubahnya warna pada bagian berkas pembuluh yang menjadi warna cokelat. Lama kelamaan warna ini akan meluas sampai ketulang daun bahkan sampai bagian empulur. Lama kelamaan akar tanaman yang sakit ini akan menjadi warna cokelat.

Pada umumnya, gejala pertama kali terlihat pada tanaman yang berumur kurang lebih 6 minggu. Gejala yang terlihat adalah daun yang menjadi layu, diawali dari tunas atau daun termuda. Biasanya dimulai dari sebagian daun saja seperti tulang daun yang menjadi kuning. Lama kelamaan akan menyebar dan semua daun akan menguning dan kering. Akhirnya semua daun menjadi layu dan tanaman akan mati.

  • Layu Karena Jamur atau Fungi

Jenis layu ini karena tanaman terserang jamur Fusarium oxysporum. Adapun karakteristik jamur ini sebagai berikut :

    1. Jamur Fusarium oxysporum berkembang biak dengan menghasilkan spora. Jamur ini memiliki dua macam spora, yaitu mikrokonidia dan makrokonidia. Mikrokonidi ini memiliki  sel satu, tidak mempunyai warna, berbentuk lonjong atau bulat seperti telur. Makrokonidia memiliki bentuk seperti bulan sabit, tidak memiliki warna, bersekat dua atau tiga. Biasanya dibagian bawah pangkal batang akan terlihat miselium jamur yang berwarna putih.
    2. Jenis tanaman yang diserang jamur ini seperti tanaman cabai, ketimun, tomat dan lain-lain.
    3. Jamur patogen ini biasa menyerang pada bagian batang dan akar tanaman. Mengakibatkan rusak dan terhambatnya pembuluh kayu. Dampak dari hal ini akan mengakibatkan proses pengangkutan air terganggu sehingga tanaman akan mengalami kelayuan.
    4. Enzim dan toksin yang dihasilkan oleh jamur ini dapat menganggu proses fermeabilitas mebran sel dan merusak dinding sel pembuluh kayu pada tanaman. Akibatnya, fungsi pembuluh kayu menjadi terganggu.
    5. Jamur ini merupakan jenis patogen tanah dan mampu bertahan di dalam tanah selama 10 tahun meskipun tanpa memiliki tanaman inang. Tanah yang sudah terinfeksi sangat sulit disterilkan dari jamur ini.
    6. Jamur ini masuk kedalam jaringan batang atau akar melalui luka yang disebakan pada saat pemindahan bibit, serangan serangga atau nematoda. Selain itu jamur juga dapat masuk melalui ujung akar. Jamur ini berkembang sebentar didalam jaringan parenkim, lalu menetap dan berkembang di dalam berkas pembuluh.
    7. Percikan air hujan, tanah terinfeksi yang terbawa oleh air irigasi dan benih terinfeksi juga bisa menjadi media penyebaran jamur.

 

Recent Articles

Stay on op - Ge the daily news in your inbox