Home Blog Page 12

Mempelajari Fungisida Dengan Bahan Aktif Azoksistrobin

0
mempelajari bahan aktif azoksistrobin

Bertani merupakan salah satu sumber mata pencarian terbesar di Indonesia. Hal tersebut didukung oleh kondisi geografis indonesia itu sendiri. Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis.

Disamping itu Indonesia merupakan negara yang hanya memiliki 2 musim yaitu kemarau dan hujan. Hal itulah yang membuat indonesia sangat cocok untuk melakukan kegiatan pertanian.

Ada banyak sekali komoditas hasil pertanian yang bisa dihasilkan. Seperti palawija, sayuran, tumbuhan obat, kelapa sawit dan masih banyak yang lainnya.

Sekarang ini petani sayuran di Indonesia juga terbilang banyak. Hal itu sejalan dengan meningkatnya permintaan Pestisida. Pestisida dan pertanian selalu berjalan secara beriringan.

Fungisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengatasi penyakit jamur pada tanaman. Ada berbagai jenis fungisida yang biasa digunakan oleh para petani. Biasanya masing-masing jenis fungisida mempunyai bahan pembuat yang berbeda-beda.

mempelajari fungisida bahan aktif azoksistrobinApa itu Azoksistrobin ?

Azoksistrobin  merupakan salah satu bahan aktif yang terkandung dalam fungisida. Fungisida jenis ini banyak dicari oleh para petani. Apalagi Pada musim hujan seperti saat ini kebutuhan akan jenis ini cenderung meningkat.

Azoksistrobin sudah menjadi bagian yang melekat pada petani. Sehingga peran fungisida ini tidak dapat dipisahkan.

Azoksistrobin merupakan fungisida sistemik yang bersifat protektif yang dapat diemulsikan dengan air. Bentuk dari Azoksitrobin itu sendiri berupa cairan kental berwarna putih.

Fungisida jenis ini bekerja dengan cara  menghambat atau membunuh cendawan atau jamur. Yang mana jamur itulah sebagai penyebab penyakit.

Peran azoksistrobin pada pertanian.

Bahan aktif ini berfungsi untuk mengendalikan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh jamur (fungi). Fungisida ini dapat digunakan pada tanaman holtikultura maupun tanaman perkebunan. Bawang merah, cabai, jagung, kubis, tomat, kedelai kelapa sawit itulah beberapa contoh tanaman yang bisa menggunakan bahan aktif ini.

Bahan aktif ini sudah terbukti kualitasnya yang mempunyai efikasi tinggi. Cara kerjanya juga lebih cepat dalam mengendalikan jamur patogen. Azoksistrobin ini dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen.

Berikut adalah  beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur, diantaranya :

  • Antraknosa

Penyakit jenis ini terjadi karena telah terkena jamur Colletotrichum gloeosporoides. Jamur ini dapat menyerang buah, baik yang masih muda ataupun sudah siap panen.

Gejala yang terjadi biasanya ditandai dengan bercak-bercak coklat atau hitam pada buah. Gejala awal yang dapat dilihat buah akan cenderung terlihat basah dan melunak. Lama kelamaan buah akan menjadi busuk.

  • Bercak daun

Bercak daun dapat disebabkan oleh jamur Cescospora capsici. Jamur jenis ini terbentuk menjadi konidium atau bisa disebut juga spora aseksual. Jamur ini dapat bertahan pada waktu yang cukup lama walaupun dengan kondisi yang kurang cocok.

Gejala dini akan timbul bercak-bercak berwarna pucat pada daun. Bercak  yang semula berukuran kecil akan terus membesar. Pada akhirnya daun tersebut akan menjadi berlubang.

  • Penyakit tepung

Jamur Oidium cariae adalah penyebab penyakit tepung ini. Jamur ini menyerang pada permukaan daun terutama pada bagian bawah. Daun yang sudah terkena penyakit ini akan berwarna putih seperti tepung pada bagian bawahnya.

Pada daun bagian atas akan timbul bintik-bintik kuning maupun hijau pucat. Sedangkan pada batang dan daun yang masih muda menjadi agak basah dan bertepung.

Manfaat dan fungsi Azoksistrobin

Ada banyak sekali jenis tanaman yang bisa diatasi dengan fungisida ini. Berikut ini adalah fungsi azoksistrobin pada berbagai macam tanaman :

  1. Tomat : Pada tanaman tomat berfungsi untuk mengendalikan penyakit seperti busuk daun, antraknosa, bercak daun dan lain.
  2. Cabai : Digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa, bercak daun, dan penyakit Busuk.
  3. Kentang : Berfungsi untuk mengendalikan penykit bercak kering dan penyakit busuk.
  4. Apel : Untuk mengatasi penyakit busuk buah dan penyakit tepung.
  5. Kubis : Untuk mengendalikan penyakit akar gada.

Selain pada tanaman diatas masih ada berbagai jenis tanaman yang lainya.

Kelebihan dan Kekurangan bahan aktif Azoksistrobin

Kelebihan :

  • Dapat mengendalikan penyakit melalui jaringan tanaman karena bekerja secara sistemik.
  • Berbentuk cair sehingga mudah larut dan mudah digunakan.
  • Mudah merata dalam permukaan tanaman sehingga sangat efektif dalam mengendalikan jamur.
  • Dapat digunakan dalam dosis yang rendah.
  • Hasil panen akan meningkat dan kualitasnya bagus.

Kekurangan :

  • Harga dipasaran masih cukup tinggi dibandingkan fungisida dengan bahan aktif lain.

Peringatan bahaya Azoksistrobin

Selain segudang manfaat yang telah dibahas diatas kita perju juga untuk mempelajari dampak yang ditimbulkan. Azoksistobin merupakan zat kimia yang cara penggunaannya harus hati-hati dan dengan pengawasan yang ketat. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Jika kita ceroboh obat ini dapat menyebabkan iritasi kulit, berbahaya jika terhirup dan dapat mencemari lingkungan.

Petunjuk keamanan

  • Jangan makan ataupun minum saat menggunakan obat ini.
  • Menggunakan masker, sarung tangan, penutup kepala, baju lengan panjang, celana panjang, dan sepatu.
  • Cuci kembali alat dan pakaian yang telah digunakan dalam penyemprotan.
  • Hindari kabut penyemprotan agar tidak terhirup dan mengenai mata.
  • Jangan samapi mengotori saluran air dan sumber air.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Petunjuk pertolongan pertama pada keracunan

  • Apabila obat ini tekena kulit yang harus dilakukan adalah dengan membilasnya dengan air bersih.
  • Apabila mengenai mata, bilas menggunakan air bersih mengalir.
  • Jika tertelan, agar segera dilakukan pemuntahan dan segera hubungi dokter.

 

 

 

 

Mengenal Fungisida dengan Bahan Aktif Mankozeb

0
Mengenal fungisida berbahan aktif mankozeb

Mengenal Fungisida dengan Bahan Aktif Mankozeb – Sampai saat ini pestisida sudah menjadi kebutuhan wajib bagi petani untuk keperluan perawatan tanaman. Baik itu sejak mulai awal tanam sampai saat proses panen. Sekarang sudah banyak sekali beredar berbagai jenis pestisida yang ada di pasaran. Namun, masih banyak petani yang kebingungan dalam memilih jenis pestisida sesuai yang dibutuhkan.

Terkadang petani juga masih kebingungan ketika akan memilih jenis pestisida jika hanya mengacu merek. Perlu diketahui jika yang membedakan merek pestisida yang satu dengan pestisida yang lain adalah berdasarkan bahan aktifnya.

Mau apapun merek dagangnya, jika bahan aktif yang terkadung sama, pasti juga memiliki fungsi dan sifat yang sama. Baik itu pestisida jenis insektisida, fungisida dan herbisida.

Bahan aktif merupakan bahan kimia yang terkandung dalam pestisida yang berfungsi untuk mengendalikan hama, gulma maupun penyakit sesuai dengan sasarannya. Contoh bahan aktif yang sering didengar petani yaitu seperti Abamectin, Siflutrin, Sipermetrin, Glifosat, Parakuat Diklorida, Mankozeb, Azokistrobin.

Salah satu jenis fungisida adalah Mankozeb. Mankozeb (Mancozeb) adalah salah satu jenis bahan aktif fungisida yang biasanya digunakan oleh petani untuk mengendalikan penyakit jamur pada tanaman budidaya.

Bahan aktif ini ditemukan pada tahun 1961 dan dikenalkan oleh Rohm, Hass dan Du Pont.

Golongan dan cara kerja bahan aktif mankozeb

Fungisida ini biasa diaplikasikan untuk melindungi tanaman dari infeksi jamur patogen. Mankozeb merupakan gabungan antara Maneb dan Zink. Kedua bahan tersebut memiliki keunggulan dalam membasmi berbagai jamur patogen pada tanaman.

Mankozeb terdiri dari kandungan Mangan 16%, Zink 2%, dan 62% ethylenebisdithio carbamat atau mangan ethylenebisdithio carbamat plus non zink.

Mankozeb digolongkan dalam FRAC (Fungicide Resistance Action Committee) atau termasuk golongan M3, yakni Ditio-Karbamat. M3 ini biasanya dianggap sebagai kelompok fungisida dengan resiko rendah tanpa ada tanda resistensi silang antara anggota kelompok M1 – M9.

Fungisida ini bekerja dengan cara menghambat kegiatan enzim yang ada pada jamur dengan menghasilkan lapisan enzim dengan kandungan unsur logam. Lapisan ini berperan dalam pembentukan ATP.

Fungisida dengan bahan aktif Mankozeb berbentuk tepung dan berwarna kuning. Adapun yang sudah berwarna lain seperti putih dan biru sudah ada campuran kandungan lain. Contohnya seperti Mankozeb yang tepungnya berwarna biru karena sudah ada tambahan kandungan ZPT.

Tata cara penggunaan bahan aktif mankozeb

Untuk penggunaan fungisida dengan bahan aktif ini harus dilakukan dengan benar dan tepat. Fungisida ini tidak bisa digunakan secara langsung untuk mengandalikan penyakit pada tanaman. Mankozeb pertama-tama harus dilarutkan terlebih dulu menggunakan air, sehingga nanti akan membentuk suspensi yang dapat bekerja sesuai fungsinya.

Fungisida ini tidak dapat larut dalam air tapi hanya tercampur saja. Oleh karena itu, saat proses penyemprotan dengan tangki sprayer harus sering diaduk atau digoyang-goyang. Boleh juga menambahkan perekat yang memilik fungsi sebagai pembasah dan perata agar lebih efektif dalam mengendalikan sasaran penyakit.

Keuntungan dan penggunaan bahan aktif mankozeb

Mengenal fungisida dengan bahan aktif mankozebBahan aktif mankozeb ini bekerja secara kontak untuk membantu mengendalikan penyakit jamur yang menyerang daun, batang dan juga akar tanaman.

Bahan aktif ini bekerja pada banyak target sehingga bagus untuk mengendalikan berbagai macam jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur. Adapun contoh penyakit seperti :

  1. Patek atau busuk kering pada buah cabai (Colletotrichum capsici).
  2. Busuk daun teh (Cylindrocladium scoparium, Hawley).
  3. Busuk daun tomat ( Phytoptora infestans).
  4. Antraknosa pada bawang merah dan mangga.
  5. Busuk pada kubis (Erwinia corotovora).
  6. Busuk pangkal batang dan karat pada tanaman krisan.
  7. Bercak daun, busuk pelepah dan bercak coklat pada tanaman padi.
  8. Busuk kaki pada tanaman rosela.
  9. Busuk atau mopong pada tanaman kina.
  10. Bercak ungu pada tanaman bawang putih dan bawang daun.
  11. Embun tepung dan bercak daun pada tanaman apel.
  12. Karat daun dan bercak daun pada tanaman kopi.
  13. Bercak daun dan busuk hitam pada tanaman anggrek.
  14. Busuk daun pada tanaman kentang.
  15. Embun tepung pada tanaman anggur.
  16. Penyakit tepung pada tanaman jeruk.
  17. Cacar daun pada tanaman cengkeh.
  18. Rebah batang dan busuk pelepah pada tanaman tembakau.
  19. Karat pada tanaman kacang panjang.
  20. Bercak daun cokelat pada tanaman kelapa sawit.

Untuk di negara Indonesia terdapat banyak merek dagang fungisida berbahan aktif mankozeb, baik yang berbahan aktif tunggal ataupun ganda.

Penggunaan fungisida ini sangat banyak dan mungkin dianjurkan pada saat musim penghujan.

Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk memilih bahan aktif yang tepat untuk mengendalikan hama maupun penyakit pada tanaman. Dan jangan digunakan dengan tepat agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Obat Awal Tanam Bahan Aktif Lamda Sihalotrin

0
obat awal tanam bahan aktif lamda sihalotrin

Pestisida merupakan obat yang biasa digunakan dalam pertanian. Dalam dunia pertanian petisida merupakan komponen yang tidak dapat dipisahakan. Pestisida digunakan untuk keberlangsungan pertanian itu sendiri.

Kehidupan pertanian tak akan lepas dari berbagai macam hama atau penyakit yang mengganggu. Oleh karena itu, petani harus menyiapkan formula untuk mengatasi hama tersebut. Disitulah peran pestisida menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Salah satu  jenis dari pestisida adalah Insektisida. Insektisida  merupakan zat kimia yang biasa digunakan oleh petani untuk membunuh atau mebasmi hama serangga. Mulai dari hama sebelum tanam sampai dengan masa panen.

Keberhasilan pertanian tergantung dari berbagai faktor. Salah satunya adalah karena penanganan hama yang tepat. Mulai dari awal tanam kita sudah dapat menemukan berbagai macam hama yang mengganggu.

Hama yang menyerang pada awal tanam yaitu ulat lutung, gasir , jontrot, cacing dan masih banyak lagi. Hama tersebut menyerang langsung pada tanaman yang muda.

Biasanya hama cacing tersebut akan membuat tanah menjadi tidak sehat. Sedangkan hama ulat lutung dan gasir akan mematahkan tunas dan menggerogoti daun. Jika sudah terserang hama akan mempengaruhi kualitas tamanan kedepannya.

Untuk mengatasi hama awal tersebut petani akan menggunakan insektisida dengan bahan aktif Lamda Sihalotrin ataupun Karbofuran. Artikel tentang bahan aktif karbofuran bisa dengan mengunjungi link berikut : Bahan aktif karbofuran. Lamda Sihalotrin memang diformulasikan khusus untuk mengatasi hama awal tanam.

obat awal tanam bahan aktif lamda sihalotrinCara kerja Lamda Sihalotrin

Lamda sihalotrin termasuk insektisida racun kontak dan lambung yang dapat diemulsikan dalam air. Lamda sihalotrin bekerja apabila telah terjadi kontak dengan hama. Beberapa saat setelah penyemprotan hama akan langsung mati.

Dengan sifat yang mudah larut dalam air menjadikan lamda sihalorin akan cepat merata pada tanaman. Hal tersebut menjadi sangat efektif dan penyempotan menjadi lebih maksimal.

Insektisida dengan bahan aktif Lamda Sihalotrin dapat dengan mudah  didapatkan disekitar kita. Saat ini kita mendapatkannya di toko pertanian.

Ditoko pertanian terdapat banyak sekali merk obat dengan bahan aktif lamda sihalotrin ini. Biasanya setiap merk memberikan dosis yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa  merk obat dengan bahan aktif Lamda Sihalotrin dan dosisnya :

  • Rudal (25 EC)
  • Matador (25 EC)
  • Matarin (50 EC)
  • Indodor (50EC)
  • Lamdarin (55 EC) dan lain-lain.

Dampak penggunaan Lamda Sihalotrin

Lamda Sihalotrin merupakan insektisida dari golongan piretroit untuk melindungi tanaman agat tidak terjadi gagal tanam. Pada saat ini penggunaan obat ini menjadi meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan karena kebutuhan petani akan obat tersebut sangat tinggi.

Selain dampak positif yang telah dirasakan oleh para petani. Sebenarnya terdapat juga nampak negatif yang harus diwaspadai. Lamda sihalotrin berpotensi dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Pencemaran bisa terjadi jika kita lalai dalam penggunaan obat kimia ini. Misalnya setelah menggunaan obat ini kita membuang kemasannya sembarangan.

Maka dari itu diperlukan pengetahuan tentang penggunaan obat tersebut. Sehingga dampak negatif yang dapat ditimbulkan bisa diantisipasi.

Karena termasuk obat kimia maka kita perlu hati hati sebelum menggunakan obat ini. Efek samping yang bisa terjadi dari penggunaan obat ini seperti iritasi, sakit kepala, batuk, mual, muntah dan masih banyak lagi.

Obat Ini juga berbahaya bagi hewan peliharaan, hewan ternak, ikan dan binatang di dalam lingkungannya. Oleh karena itu harus bijak dalam menggunakan obat ini.

Petunjuk keamanan penggunaan Lamda Sihalotrin

  • Disaat menggunakan obat ini usahakan jangan makan, minum, ataupun merokok.
  • Menggunakan APD yang lengkap Seperti Masker, penutup kepala, baju lengan Panjang, kaos tangan, celana panjang, dan juga sepatu.
  • Setelah menggunakan obat ini usahakan APD dicuci dengan bersih.
  • Alat yang digunakan untuk menakar harus dicuci sampai bersih.
  • Hindari kabut semprotan agar tidak mengennai mata.
  • Jangan mengotori kolam, saluran air dan perairan denagn obat ini.
  • Cegah hewan ternak agar tidak masuk ke daerah yang habis mengunakan obat ini.
  • Simpan obat ini dalam tempat yang sejuk dan kering.
  • Hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Petunjuk pertolongan Pertama jika keracunan

  1. Apabila terkena kulit tangalkan pakaian dan segera  bilas dengan air bersih.
  2. Apabila obat mengenai mata, bilas dengan air bersih yang mengalir.
  3. Jika obat ini tertelan, usahan agar secepatnya dilakukan pemuntahan. Bisa dengan cara memasukkan jari ke dalam ke tenggorokan. Usahakan agar muntahan sampai jernih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sdia

bakterisida & akarisida

Insektisida Dengan Bahan Aktif Abamectin

0
Pestisida, Fungsi Serta Bahaya Penggunaannya

Insektisida merupakan jenis bahan kimia yang bersifat racun yang berfungsi untuk membunuh hama serangga. Serangga yang dimaksud disini adalah hama serangga yang biasa mengganggu tanaman. Insektisida merupakan salah satu jenis pestisida.

Insektisida bukan merupakan hal asing dikalangan para petani. Jenis pestisida ini sudah menjadi kebutuhan wajib bagi setiap petani. Bukanlah hal mudah untuk menentukan jenis pestisida yang tepat ketika tanaman terserang hama maupun jenis penyakit. Sangat diperlukan banyak pengalaman dan ketelitian untuk mengetahui jenis hama dan penyakit serta gejalanya pada tanaman.

Jika petani kurang jeli dalam mengidentifikasi jenis hama dan penyakit, tentu akan mengakibatkan pemilihan pestisida yang kurang tepat.

Insektisida untuk mengendalikan hama dan penyakit memiliki beberapa jenis. Ada yang bisa mengendalikan hanya 1 jenis serangga dan ada yang lebih dari 1 jenis serangga.

Salah satu jenis insektisida untuk mengendalikan hama adalaha Abamectin. Abamectin merupakan insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama jenis kutu-kutuan dan juga ulat.

Cara Kerja Insektisida Jenis Abamectin

Insektisida abamectin ini bekerja dengan cara menghambat transmisi syaraf pada serangga sehingga menyebabkan terjadinya paralisis. Bukan hanya itu, insektisida ini juga berperan dalam menghentikan proses makan dan peletakkan telur serangga. Serta mengganggu proses pelepasan kulit larva dan pupa serangga hama.

Insektisida dengan bahan aktif abamektinBerikut jenis hama yang dapat dikendalikan oleh insektisida jenis Abamectin :

  1. Jenis kutu-kutuan seperti tungau, thrips, kutu kebul dan aphids.
  2. Wereng.
  3. Jenis ulat seperti penggorok daun dan ulat grayak.

Pengaplikasian insektisida jenis ini dilakukan setelah ditemukann hama sasaran dan telah mencapai ambang batas pengendalian. Interval aplikasi dapat dilakukan seminggu sekali atau sesuai dengan tingkat serangan sampai 2 minggu sebelum panen.

Jenis-Jenis Insektisida Abamectin

Terdapat dua jenis insektisida abamectin yang beredar dipasaran yaitu abamectin hitam dan abamectin bening.

Untuk jenis abamectin hitam memiliki ciri-ciri berwarna hitam kecoklatan. Konsentrasinya lebih kecil dibandingkan dengan konsentrasi abamectin bening.

Untuk kandungan abamectin hitam sudah tidak murni lagi. Karena sudah ditambah beberapa bahan pencampur seperti zat pengatur tumbuh atau bahan lainnya. Untuk kemampuan pada saat pengaplikasian di lapangan, abamectin hitam kurang mampu untuk mengendalikan hama trips dan tungau. Agar mampu mengendalikan hama tersebut biasanya perlu pemberian dosis yang lebih tinggi dari biasanya.

Sedangkan untuk jenis abamectin yang bening memiliki ciri-ciri fisik dengan warna jenih kekuningan. Memiliki konsentrasi lebih tinggi daripada abaectin hitam. Untuk harga, produk insektisida dengan bahan aktif abamectin bening lebih mahal dibandingkan dengan produk insektisida dengan bahan aktif abamectin hitam.

Insektisida dengan bahan aktif abamectinDari pengalaman beberapa petani, abamectin hitam biasanya digunakan untuk tindakan pencegahan sebelum tanaman terserang hama kutu serta untuk mengendalikan hama serangga jika masih tergolong ringan. Sementara jenis abamektin bening digunakan jika serangan hama kutu sudah parah.

Insektisida dengan bahan aktif abamectin bekerja secara translaminar yaitu bisa membunuh secara kontak dan lambung. Bukan hanya itu, setelah insektisida ini disemprotkan ke tanaman maka akan segera terserap ke dalam daun dan batang tanaman.

Apabila setelah proses penyemprotan terjadi hujan, insektisida ini tidak akan tercuci oleh air hujan. Sehingga tanaman akan tetap terlindungi oleh insektisida tersebut. Ini terjadi karena insektisida tersebut sudah masuk ke dalam tanaman.

Insektisida jenis abamectin ini mampu bertahan dalam jaringan tanaman selama kurang lebih 1 minggu setelah proses penyemprotan.

Kelebihan dan Kekurangan Insektisida Berbahan Aktif Abamectin

  1. Insektisida ini mampu bekerja secara kontak, lambung dan sistemik sehingga lebih cepat bereaksi terhadap hama serangga juga tahan lama. Oleh karena itu efektifitas dalam penggunaan insektisida lebih terjamin.
  2. Petani dalam penggunaan insektisida dengan jenis bahan abamectin lebih irit dibanding dengan insketisida berbahan aktif lain. Karena penggunaan dosis konsentrasi insektisida ini sangat kecil yaitu cukup dengan 0,5 ml/ liter air.
  3. Insektisida dengan bahan aktif abamectin sangat aman bagi tanaman karena tidak menimbulkan efek samping negatif selama digunakan sesuai dosis anjuran. Bahkan penggunaan insektisida jenis ini cenderung untuk menyuburkan daun pada tanaman. Berbeda dengan pestisida jenis lain seperti insektisida dengan bahan aktif profenofos yang cenderung membuat tanaman menjadi kuning dan kaku.

Peringatan Bahaya dan Petunjuk Penggunaan

  • Insektisida jenis ini dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, mata, kulit dan pernafasan. Insektisida jenis ini juga berbahaya terhadap peliharaan, ternak, ikan, binatang buruan, binatang liar dan lebah.
  • Jangan pernah makan, minum dan merokok ketika sedang melakukan penyemprotan insektisida.
  • Selalu gunakan masker, sarung tangan dan juga baju panjang serta celana panjang pada saat melakukan penyemprotan.
  • Ketika akan makan, minum, merokok dan setelah melakukan proses penyemprotan selalu cuci tangan dengan air dan sabun. Jangan lupa cuci pakain yang digunakan pada waktu penyemprotan menggunakan air dan sabun.
  • Jangan sampai mengotori saluran air maupun irigasi dengan insektisida ini. Kubur untuk bekas wadah insektisida.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan simpan dengan tutup yang rapat dan juga terkunci.

Cara Mengobati Penyakit Patek Antraknosa (Busuk Buah) Pada Cabai

0
cara mengobati penyakit patek antraknosa pada tanaman cabai

Tanaman cabai banyak di tanaman oleh petani di Indonesia. Tanaman cabai merupakan jenis sayuran yang banyak memikat perhatian banyak media. Karena hampir semua masyarakat membutuhkan sayuran jenis ini.

Cabai sendiri ada berbagai macam mulai dari cabai keriting, cabai rawit, cabai besar dan lainnya. Masalah pada cabai juga beragam salah satunya yang palng banyak menyerang adalah penyakit patek.

Mengatasi penyakit patek atau biasa terkenal dengan sebutan antraknosa memang cukup sulit bagi sebagian petani. Penyakit busuk buah ini biasa menyerang tanaman cabai dan mengurangi hasil panen para petani.

obat patek antraknosa cabai

Penyakit patek biasanya mudah menyerang saat musim penghujan. Dimana penyakit ini mudah menular saat kondisi udara memiliki kelembapan yang tinggi.

Penyakit antraknosa mulai familiar terutama bagi petani yang mengolah lahan di pegunungan. jika cabai anda mulai terserang penyakit patek akan ditandai dengan adanya busuk buah, batang maupun daun.

Penyebab Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai

Penyebab penyakit patek pada tanaman cabe memang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain faktor cuaca dan cara pengolahan, penyakit ini ternyata disebabkan oleh serangan jamur.

Jamur yang menyerang tanaman dan membuat cabai mengalami penyakit patek adalah colletrotrichum capsici atau Gloesporium piperatum.

Jamur inilah yang mulai menginfeksi tanaman cabai dan membuat bercak hitam kecoklatan pada buah. Berawal dari bercak itulah yang membuat tanaman cabai mengalami busuk lunak.

Cara Mencegah Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai

Ada baiknya untuk mencegah terlebih dahulu tanaman kita dari serangan jamur. Karena jamur ini akan mudah menyebar dari tanaman satu ke tanaman lainnya.

Berikut beberapa obat untuk mencegah penyakit antraknosa (patek) dan perlakuanya.

  • Jarak tanaman cabai jangan terlalu dekat dengan minimal jarak adalah 60 cm. Sebisa mungkin dilakukan penanaman secara zigzag atau membentuk garis segitiga. Hal ini bertujuan untuk menjaga sirkulasi udara antara tanaman cabai.
  • Bersihkan area disekitar tanaman baik dari sampah, rumput liar (gulma). Karena dari sampah maupun gulma inilah yang sering menjadi media penularan dari jamur penyebab busuk batang.
  • Untuk menghemat biaya bisa menggunakan plastik hitam mulsa (PHP). Plastik ini selain untuk menghambat pertumbuhan gulma juga bisa menjaga kelembapan udara dari tanaman.
  • Selalu melakukan pemupukan yang tepat mulai dari takaran, jenis dan disesuaikan dengan cuaca. Sebagai contoh saat musim hujan jangan terlalu banyak menggunakan pupuk Nitrogen. Perbanyaklah pupuk yang mengandung banyak Calsium untuk memperkuat tanaman.
  • Drainase yang baik pada lahan juga diperlukan. Karena cabai tidak terlalu kuat jika terlalu banyak kandungan air di dalam tanah.
  • Menggunakan benih atau bibit cabai yang tahan akan serangan patek antraknosa dan berbagai virus lainnya.

Cara Mengobati Penyakit Patek Antraknosa Pada Tanaman Cabai

cara mengobati penyakit patek antraknosa pada tanaman cabai

Ada beberapa perlakuan dan obat untuk penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Jika tanaman anda sudah mengalami penyakit ini, berikut beberapa perlakukan yang bisa anda lakukan.

  1. Melakukan penyemprotan rutin menggunakan obat yang mengandung bahan aktif belerang, padalarang.
  2. Bisa juga menggunakan obat kimia yang memiliki bahan azoksistrobin, mankozeb, klorotalonil secara bergantian.
  3. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dengan dosis yang standar. Usahakan melakukan penyemprotan obat secara bergantian dari dosis rendah dan dosis yang tinggi.
  4. Selalu melakukan pengamatan pada tanaman cabai kita. Petik buah cabai yang sudah terkena penyakit antraknosa.
  5. Tanaman cabai yang terlalu rimbun bisa dipetik (rempel) untuk menjaga sirkulasi udara.

Baca Juga : Cara Mengatasi Daun Keriting Pada Cabai

Itulah beberapa cara mengobati penyakit patek antraknosa pada tanaman cabai. Jangan lupa selalu belajar informasi terbaru di bisatani.com untuk update modern ilmu pertanian.

Parakuat Diklorida : Bahan Aktif Herbisida Purna Tumbuh

0
Herbisida purna tumbuh Parakuat Diklorida

Bisatani.com, Parakuat Diklorida – Pada saat ini peranan pestisida tidak dapat didipisahkan dari dunia pertanian. Pestisida pada umumnya digunakan oleh petani untuk pencegahan penyakit, Membasmi hama ataupun gulma.

Walaupun petisida dapat membantu kegiatan pertanian. Tetapi pestisida juga mempunyai dampak negatif bagi manusia itu sendiri, bagi hewan dan juga lingkungan. Maka dari itu pengunaan pestisida ini harus dilakukan secara bijak agar dapat dirasakan manfaatnya.

Penggunaan pestisida dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tak terkecuali dengan Herbisida. Herbisida sangat berperan terhadap sistem pertanian yang sudah modern seperti saat ini.

Herbisida merupakan obat kimia yang biasa digunakan untuk menekan, menghambat atau mematikan tumbuhan yang dianggap sebagai pengganggu (gulma). Agar tidak mengganggu tanaman sehingga hasil panen tidak mengalami penurunan. Ada berbagai jenis Herbisida mulai dari yang membasmi daun dan batang sampai membasmi gulma ke akar-akarnya juga.

Herbisida juga mempunyai bahan aktif yang berbeda tergantung dari kegunaannya. Salah satu bahan aktif dari herbisida adalah Parakuat Diklorida. Herbisida jenis ini sangat banyak digunakan oleh petani karena proses pemusnahan gulma terbilang cepat. Berbeda dengan herbisida dengan bahan aktif isopropilamina glifosat yang lumayan lama.

Herbisida purna tumbuh Parakuat Diklorida

Cara kerja Parakuat Diklorida

Parakuat Diklorida merupakan herbisida yang bersifat kontak. Artinya dapat mematikan jaringan dari gulma apabila telah terjadi kontak dengan larutan Parakuat diklorida ini.

Herbisida tidak akan membunuh gulma sampai ke akar-akarnya karena sifat herbisida ini tidak mentranslokasikan. Jadi hanya yang terkena kontak langsung dengan parakuat diklorida ini yang akan mati. Sehingga akar yang ada didalam tanah tidak ikut mati.

Herbisida ini bekerja dengan cara menghasilkan Radikal Hidrogen peroksida yang mecahkan sel dan merusak konfigurasi sel dari gulma tersebut. Herbisida ini juga bekerja dengan menggangu proses Anabilisme seperti pati, asam lemak atau asam amino.

Agar pembasmian gulma ini menjadi maksimal herbisida ini memerlukan air. Sebagai pelarut agar parakuat diklorida dapat menyebar ke seluruh permukaan gulma.

Kegunaan Herbisida Parakuat Diklorida

Herbisida ini digunakan untuk membasmi gulma berdaun lebar. Pada gulma berdaun sempit akan sulit mati karena hanya menyerap sedikit butiran herbisida. Sedangkan gulma golongan rumput memiliki alat perkembangbiakan ganda berupa biji dan rhizom yang berada didalam tanah sehingga akan tetap hidup.

Herbisida ini membasmi gulma yang terkena semprotan saja. Terutama pada bagian yang menjadi tempat untuk fotosintesis. Keunggulan herbisida jenis ini dapat membasmi gulma dengan waktu yang cukup singkat.

Herbisida ini hanya memerlukan waktu 2-3 jam setelah penyemprotan gulma tersebut sudah layu dan 2-3 hari kemudian akan mati. Maka dari itu pemanfaatan waktunya menjadi lebih efektif sehingga akan berguna jika penanaman akan segera dilakukan.

Kekurangan gulma jenis ini adalah gulma akan tumbuh kembali setelah 2-3 minggu kemudian. Hal ini disebabkan karena cara kerja herbisida ini tidak menyentuh akar.

Dampak penggunaan Parakuat diklorida

Penggunaan Parakuat Diklorida secara terus menerus memiliki pontensi yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada mikroorganisme dalam tanah dan mempengaruhi tanah itu sendiri.

Parakuat Diklorida juga stabil terhadap suhu, tekanan dan pH normal. Sehingga memungkinkan Parakuat Diklorida akan tetap stabil dalam tanah. Dengan sifat yang mudah larut dalam air parakuat berpotensi terbawa air hujan dan air irigasi sehingga dapat mencemari sistem perairan.

Dalam peraturan Kementrian pertanian No 39 tahun 2015 tetang pendaftaran Pestisida, parakuat diklorida dimasukkan kedalam golongan pestisida terbatas.

Peringatan Bahaya penggunaan Parakuat Diklorida

Pengunaan herbisida ini dapat menimbulkan berbagai efek samping. Gejala yang sering dialami yaitu sakit kepala, gatal, demam, nyeri, kehilangan kesadaran, kesulitan benafas, batuk, mual dan muntah.

Berbahaya juga terhadap hewan peliharaan dan ternak. Hal tersebut dapat terjadi jika kita tidak bijak dalam penggunaan obat tersebut. Maka dari itu kita perlu menyiapkan APD yang tepat sebelum menggunakan herbisida tersebut

Petunjuk Keamanan

  1. Pada waktu menggunakan herbisida ini jangan makan, minum atau merokok
  2. Pada waktu penggunaan, gunakanlah masker, sarung tangan, dan Penutup kepala
  3. Sebelum makan minum atau merokok cucilah tangan atau kulit yang terkena herbisida ini dengan air dan sabun
  4. Usahakan herbisida ini atau kabur semprotannya tidak mengenai mata dan kulit
  5. Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan herbisida ini atau wadah bekasnya
  6. jangan membawa ternak masuk ke daerah yang telah simprot dengan herbisida ini
  7. Simpanlah herbisida ini ditempat yang sejuk dan kering

Gejala Dini Keracunan dan Pertolongan Pertama

Penggunaan herbisida ini harus dilakukan dengan hati-hati. kalau sudah teindikasi keracuan akibat herbisida ini yang dapat dilakukan diantaranya :

  • Tanggalkan pakain yang terkena herbisida dan cucilah kulit yang terkena dengan air bersih dan sabun
  • Apabila herbisida ini mengenai mata, cucilah mata segera dengan air bersih yang mengalir dan bawalah ke dokter
  • Apabila tertelan dan penderita masih sadar, usahakan agar penderita muntah dengan cara memasukkan jari tengah yang bersih ke tenggorokan. Memberikan segelas air hangat yang dicampur dengan garam dapur. Usahakan terus pemuntahan sampai cairan muntahan menjadi jernih
  • apabila terhisap, bawalah penderita keruanagan yang berudara segar, bila perlu diberikan pernafasan buatan atau dengan memberikan oksigen.

 

 

 

Herbisida Bahan Aktif Isopropilamina Glifosat Untuk Rumput Gulma

0
herbisida isopropilamina glifosat

BIsatani.com, Glifosat – Gulma atau rumput liar merupakan tanaman yang biasa mengganggu tanaman budidaya. Bukan hanya itu, gulma ini juga bisa menjadi tanaman inang dan tempat bersembunyi bagi hama pada tanaman. Herbisida merupakan salah satu bahan kimia yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan serta mematikan gulma atau rumput liar. Salah satu jenis pestisida ini mempengaruhi perkembangan jaringan, pembentukan klorofil, respirasi, fotosintesis, metabolisme, nitrogen pembelahan sel, serta aktivitas enzim dan lain sebagainya.

Herbisida yang diberikan dengan dosis terlalu tinggi akan mengakibatkan seluruh bagian tanaman mati tapi jika diberikan dengan dosis yang tepat hanya akan membunuh tumbuhan tertentu saja dan tidak merusak tumbuhan yang lain.

Ada berbagai macam herbisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan gulma, salah satunya dengan bahan aktif glifosat. Bahan aktif ini termasuk yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Isopropilamina Glifosat merupakan herbisida yang bersifat sistemik tidak selektif terhadap gulma sasaran yang mempunyai spektrum luas dalam pengendalian gulma.

Jenis-jenis gulma yang bisa dikendalikan

herbisida isopropilamina glifosat

Herbisida dengan bahan aktif Glifosat ini sifatnya sistemik yang membunuh tanaman hingga mati sampai ke akar-akarnya. Adapun jenis gulma yang dapat dikendalikan antara lain :

  • Imperata cylindrica
  • Eulisine indinca
  • Axomophus compreseus (pahitan)
  • Mimosa invisa (putri malu)
  • Cyperius iria (teki)
  • Echinocloa crussgali (jajagoan), dan lain-lain.

Herbisida dengan bahan aktif Isopropilamina Glifosa merupakan herbisida yang paling banyak digunakan petani dan perkebunan di Indonesia karena dirasa lebih murah, efektif dan aman. Glifosat ini memiliki formula dengan toksisitas terendah (LD50 oral > 5000 mg/kg dan LD 50 dernal > 5000 mg/kg) yang diklasifikasi dalam kelas IV (tidak berbahaya pada penggunaan normal) oleh WHO.

Kinerja Herbisida Isopropilamina Glifosat

Herbisida ini bekerja dengan menghambat enzim 5-enolpiruvil-shikimat-3-fosfat sintase (EPSPS) yang berperan dalam pembentukan asam amino aromatik seperti triptofan, tirosin, dan fenilanin. Tumbuhan akan mati karena kekurangan asam amino yang penting untuk melakukan berbagai proses hidup tanaman. Glifosat ini masuk kedalam tumbuhan dengan cara diserap oleh tanaman yang kemudian diangkut menuju pembuluh floem.

Penggunaan herbisida jenis ini sudah dilakukan hampir 64% di lahan perkebunan sawit, 11% penanaman padi, 6,2% penanaman jagung dan sisanya pada penanaman Kakao, Holtikultura serta penanaman Karet.

Sampai sekarang terdapat kurang lebih 290 produk terdaftar di Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian untuk bahan kimia yang menggunakan bahan aktif Isopropilamina glifosat dari lebih 50 perusahaan pemegang daftar.

Kelebihan herbisida dengan bahan aktif Glifosat akan membunuh gulma sampai keakar-akarnya akan tetapi proses tersebut akan berlangsung dengan waktu yang agak lama sekitar 1 minggu.

Dosis penggunaan atau aplikasi herbisida glifosat yang dianjurkan biasanya campurkan 100 ml larutan dengan bahan aktif glifosat ini dengan 15 liter air.

  • Gunakan dosis sesuai anjuran.
  • Gunakan air lapangan yang tidak mengandung partikel tanah. Sebagai ukura, masukan tangan kedalam air itu. Jika tangan masih terlihat, air tersebut dapat digunakan.
  • Lakukan penyemprotan secara merata.

Peringatan

Hati hati dan harus benar-benar dikontrol dalam penggunaan obat dengan bahan aktif Glifosat karena dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernafasan, iritasi mata, penglihatan menjadi kabur, kulti terbakar atau gatal, mual, sakit tenggorokan, pusing, sakit kepala, asma, kesulitan bernafas serta mimisan.

  1. Jangan makan, minum ataupun merokok pada waktu melakukan penyemprotan dengan bahan aktif ini.
  2. Gunakanlah selalu sarung tangan, masker wajah, pakaian dengan lengan panjang dan celana panjang pada waktu membuka kemasan obat, mencampurkan obat dan serta pada saat melakukan penyemprotan.
  3. Diwajibkan sebelum makan, minum, merokok setelah melakukan penyemprotan harus selalu cuci tangan menggunakan banyak air dan sabun.
  4. Selalu bersihkan peralatan dan pakaian yang anda gunakan dengan air.
  5. Berhati-hatilah pada saat melakukan penyemprotan jangan sampai  herbisida dan kabut semprotnya mengenai mata, kulit dan pakaian.
  6. Jangan sampai limbah herbisida baik itu cairan dan wadah mengotori kolam, perairan dan saluran air.
  7. Jauhkan hewan ternak dari area penyemprotan.
  8. Rusak wadah penyimpanan herbisida dan kubur paling tidak 1/2 meter kedalam tanah tetapi yang jauh dari sumber air dan pemukiman warga.

Gejala Dini Keracunan dan Pertolongan Pertama

Gejala awal yang disebabkan karena keracunan bahan aktif ini biasanya muntah dan diare. Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul segeralah berhenti bekerja, lakukanlah tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke dokter.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan :

  • Cuci mata dengan air mengalir bila herbisida ini mengenai mata.
  • Bawa penderita keruangan terbuka dan segar bila menghisap herbisida.
  • Cucilah kulit yang terkena herbisida dengan air dan sabun agar terhindar dari iritasi.
  • Segera beri air minum yang banyak bila penderita menelan herbisida dan muntah usahakan jangan sampai dimuntahkan. Jika sampai muntah, jangan sampai penderita mengalami gangguan pernafasan. Dan segera bawa kedokter.

Cara Membasmi dan Mengusir Tikus di Sawah Maupun Rumah

0
cara mengusir tikus

Mengusir tikus yang ada di sawah adalah hal yang banyak di lakukan oleh berbagai petani maupun ibu rumah tangga. Tikus ini kadang menyebabkan beberapa kerugian, jika di sawah tikus ini dapat menurunkan hasil panen, dan jika di rumah tikus ini kadang makan cemilan atau makanan yang tergeletak di rumah.

Tidak hanya merugikan untuk hasil tanam maupun makanan di rumah. Tikus ini juga banyak membawa penyakit mulai dari leptospirosis, Hantavirus, Salmonellosis dan lain sebagainya. Penyakit tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan keluarga kita.

Tikus berkembangbiak dengan cepat, sekarang sudah dibasmi mungkin dalam waktu 1-2 minggu sudah banyak lagi. Oleh karena itu kita memerlukan beberapa tindakan yang bisa mengusir tikus tersebut.

Cara Alami Mengusir Tikus Dari Rumah

cara alami mengusir tikus di sawah dan dirumah

Sedang enak tidur tiba-tiba ada suara berisik dari dapur dan pecahan kaca yang disebabkan oleh ulah tikus. Membuat kita marah merugikan banyak material.

Apalagi jika makanan sisa yang bisa dikonsumsi pada pagi hari sudah di gerogoti oleh kumpulan tikus.

Berikut ada beberapa cara alami mengusir tikus dari rumah diantaranya adalah :

1. Mengusir Tikus Menggunakan Minyak Pappermint

Ternyata hewan pengerat ini tidak suka dengan bebauan yang menyengat. penggunaannya cukup mudah cukup dengan menggunakan bahan kapas atau semacamnya untuk ditaruh ditempat yang sering dilewati tikus.

2. Menggunakan Aroma Mint

Papermint ini juga bisa mengusir hewan pengerat dirumah hanya dengan meletakannya di lokasi yang sering dilewati oleh tikus.

Siapkan daun papermint yang dilarutkan ke dalam air, ambil sarinya kemudian taruh ditempat yang sering dilewati oleh tikus.

3. Menggunakan Potongan Kulit Durian

Mencari bahan yang memiliki bau menyengat salah satunya bisa menggunakan kulit durian.

Namun perlu diketahui jika kulit durian juga memiliki bau yang menyengat untuk penghuni rumah juga.

4. Menggunakan Irisan Bawang

Selain beberapa bahan di atas, tikus juga tidak menyukai aroma bawang. Taruh beberapa bawang yang sudah diiris di tempat lumbung tikus. Atau bisa diletakan di lokasi yang sering dilewati tikus.

5. Buah Mengkudu

Jika anda menemukan lubang tikus atau tempat persembunyian dari tikus ini, bisa dilakukan pencegahan menggunakan buah mengkudu.

Caranya cukup mudah yaitu tinggal larutkan buah mengkudu kemudian semprot pada lubang tikus tersebut.

6. Campuran Bubuk Cabai dan Deterjen

Campurkan bubuk cabai dengan deterjen yang diletakan di lokasi yang biasa tikus lewat.

Dari beberapa bahan di atas selalu mencari jalan atau lubang yang biasa hewan tersebut lewat. Karena tikus akan melewati jalan yang sama pada hari esoknya.

Dari bau tikus membuat jalan untuk koloninya. Karena hal inilah kita perlu menghambat jalan yang sering dilewati oleh tikus.

Cara Mengusir Tikus di Sawah

cara mengusir tikus

Cara alami mengusir tikus di atas digunakan untuk tikus rumahan. Berbeda lagi untuk tikus yang berada di sawah.

Tikus di sawah biasanya bersembunyi di lubang tanah atau membuat gorong-gorong di sela sela rumput dan kayu. Berikut beberapa solusi yang bisa anda coba untuk mengusir hewan pengerat di ladang.

1. Menggunakan Alat Pengusir Tikus Modern

Alat pengusir tikus modern sudah banyak dijual di marketplace. Alat ini menggunakan teknologi gelombang suara ultrasonik yang mengganggu tikus.

Namun jika alat ini memiliki beberapa keterbatasan mulai dari minimnya sumber daya listrik yang ada di sawah. Tidak banyak sawah yang memiliki sumber daya listrik sedangkan alat ini penggunaannya membutuhkan sumber listrik.

2. Perangkap Tikus

Menggunakan perangkap tikus tradisional masih digunakan hingga saat ini. Mulai dari perangkap kawat hingga perangkap buatan lainnya.

Namun perangkap tikus tradisional memiliki berbagai kekurangan diantaranya tidak bisa mengusir secara masal tikus yang ada di sawah.

3. Racun Tikus

Banyak racun tikus yang beredar di pasaran, mulai dari betuk beras, temix, racun tetes hingga berbentuk sabun.

Cara menyiapkannya cukup dengan campurkan racun tikus yang ada dengan makanan yang disukai oleh tikus. Biasanya tikus suka dengan biji-bijian.

4. Menggunakan Lem Tikus

Penggunaan lem tikus ini hampir sama dengan perangkap tikus biasa. Lem ini dapat menangkap bebeapa tikus yang ada di sawah.

Cukup siapkan papan yang diolesi dengan lem tikus, kemudian letakan di tempat yang teduh. Tikus yang melewati lem tersebut akan menempel.

5. Menggunakan Musuh Alami Dari Tikus

Ada beberapa musuh alami dari tikus mulai dari Ular hingga kucing. Jika anda ingin mengusir tikus di sawah paling efektif menggunakan Ular.

Jika jenis lahan anda adalah tegal ada biaknya membiarkan kucing yang sudah terbiasa memburu tikus di lahan.

Itulah beberapa cara mengusir tikus secara alami di rumah maupun di sawah. Ada baiknya untuk membaca tips lain untuk mengusir tikus dengan penanaman yang baik untuk tikus di sawah.

 

Cara Mengobati Daun Cabai (Cabe) Keriting dan Mengkerut

0
Cara mengobati daun cabai keriting

Cabai merupakan tanaman yang disukai oleh banyak petani di Indonesia. Tanaman ini memiliki daya tahan yang kuat terhadap kondisi tanah di berbagai lokasi. Walau ada beberapa cabai yang hanya dapat tumbuh di daerah tertentu.

Jenis tanaman cabai ini ada berbagai macam mulai jenis cabai keriting, cabai putih, cabai besar dan lain sebagainya. Harga dari penjualan cabai ini juga lumayan fluktuatif tergantung dari kondisi pasar dan faktor lainnya.

Tanaman cabai ini juga memiliki banyak penyakit salah satunya daun cabai yang keriting dan mengkerut. Hampir semua petani cabai pernah mengalami gangguan penyakit daun cabai yang keriting.

Penyebab Daun Cabai Keriting dan Mengkerut

daun keriting cabai

Banyak petani mengira penyebab daun cabai keriting atau mengkerut disebabkan oleh virus. Padahal banyak faktor yang menyebabkan daun cabai bisa mengkerut.

Daun cabai yang keriting biasanya juga dibarengi dengan kendala lain seperti daun yang mulai kuning, kurus dan mudah rontok. Berbagai penyebab daun keriting bisa dikarenakan nutrisi yang kurang cukup dan faktor lainnya.

Namun ternyata setelah diteliti daun cabai yang mengkerut ini banyak disebabkan oleh hama, diantaranya adalah :

  • Hama thrips yang jika dilihat dengan seksama bentuk hama ini kecil kuning maupun hitam yang terletak di belakang daun
  • Hama tungau yang biasanya menyerang pucuk daun muda yang ditandai dengan adanya bintik kuning sekitar daun cabai
  • Aphids hampir sama dengan hama thrips yang membuat daun melengkung ke atas

Cara Mengobati Daun Cabai Keriting dan Mengkerut

Cara mengobati daun cabai keriting

Mengobati daun cabe keriting bisa dengan membasmi hama yang menyebabkan daun keriting. Hama tersebut mudah mati dengan obat yang memiliki bahan aktif abamektin ataupun imidaklorophid.

Tim bisatani kali ini mencoba menendalikan tanaman yang memiliki masalah daun keriting di lahan Bapak Turyono Dusun Anggrunggondok, Desa Reco, Wonosobo.

obat daun cabe keriting

Obat dengan bahan aktif abamektin yang dicoba kali ini adalah merk “Metro”, penggunaannya yaitu 15ml untuk dicampur dengan 16 liter air bersih.

Penyemprotan dilakukan saat pagi hari dimana hama penyebab daun keriting belum aktif menyerang dan masih berada di daun cabai.

Hasil Pengobatan Abamektin Untuk Daun Keriting Cabai

Setelah dilakukan penyemprotan tanaman cabai yang mengalammi daun keriting tersebut menggunakan obat dengan bahan aktif abamektin mendapatkan beberapa kesimpulan diantaranya :

  • Hari ke 2 setelah penyemprotan hama thrips yang berada di sekitar daun mulai hilang.
  • Tinggal dilakukan pengembalian nutrisi pada tanaman agar lebih subur dan hijau kembali
  • Nutrisi yang diberikan menggunakan pupuk Gromitan yang bisa dibeli di marketplace shopee

Cara Mencegah Daun Cabai Keriting dan Mengkerut

Mencegah tanaman agar tidak mengalami daun cabai keriting bisa dilakukan dengan beberapa perlakukan diantaranya adalah :

  • Memilih benih atau bibit cabai yang memiliki kualitas unggul dan tahan terhadap berbagai penyakit maupun serangan hama
  • Usahakan jangan terus menerus menanam cabai, bisa diganti dengan tanaman lain, hal ini bertujuan untuk memutus siklus hidup hama penyerang tanaman
  • Selalu menjaga kebersihan kebun terutama rumput atau gulma disekitar tanaman. Rumput liar inilah tempat kesukaan berbagai hama penyerang tanaman
  • Selalu melakukan pengamatan rutin untuk memantau perkembangan tanaman dari serangan hama maupun virus yang merugikan