Home Blog Page 9

Karbofuran : Bahan Aktif Nematisida Pada Awal Tanam

0
Karbofuran : Bahan Aktif Nematisida Pada Awal Tanam

Bisatani.com, Karbofuran - Seperti yang telah kita ketahui bersama, Kebutuhan pestisida dalam pertanian tidak dapat dipisahkan. Pengunaan pestida menjadi salah satu hal yang menentukan keberhasilan dalam pertanian. Pada dasarnya, dalam pertanian tidak serta merta berhasil tanpa perwatan yang sesuai.

Penggunaan pestisida ini biasanya sudah dilakukan pada saat sebelum tanam sampai dengan masuk masa panen. Pestisida dikelompokkan lagi menjadi beberapa jenis seperti, herbisida, insektisida/nematisida, fungisida, akarisida dan bakterisida.

Pada bab ini kita akan membahas salah satu insektisida/nematisida yaitu dengan bahan aktif karbofuran. Nematisida merupakan golongan pestisida yang biasa digunakan untuk membasmi nematoda atau hama cacing pada pra tanam. Nematoda itu sendiri biasanya akan menyerang tanaman pada bagian akar ataupun umbinya.

Apa itu bahan aktif karbofuran

Karbofuran : Bahan Aktif Nematisida Pada Awal Tanam

Karbofuran adalah bahan kimia yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama serangga maupun nematoda pada sebelum tanam. Bahan ini bisa berbentuk zat padat maupun zat cair. Tetapi kita akan dengan mudah menjumpai bahan aktif karbofuran ini dalam bentuk butiran seperti pasir.

Di Indonesia sendiri merk dagang pestisida dengan bahan aktif karbofuran ada Furadan, Primadan, dan Tamafur. Ketiga merk tersebut hanya memiliki kandungan karbofuran sebesar 3%.

Bahan aktif ini juga dikategorikan ke dalam pestisida karbamat yang termasuk kedalam golongan yang sangat beracun.

Cara kerja bahan aktif karbofuran

Karbofuran merupakan insektisida/nematisida yang bekerja secara sistemik. Zat ini akan diserap oleh tanaman melalui akar kemudian disebarkan keseluruh organ tanaman dimana tercapainya konsentrasi insektisdia ini. Selain bekerja secara sistemik karbofuran juga bekerja secara kontak dalam membasmi hama.

Cara penggunaan bahan aktif karbofuran

Penggunaan bahan aktif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan karbofuran secara global dari tahun 2002 semakin besar dan semakin luas. Hal itu terjadi karena karbofuran telah terbukti efektif dalam membasmi hama. Salah satu produsen utama bahan aktif karbofuran adalah FMC Corporation yang berasal dari Amerika Serikat.

Cara penggunaan insektisida/nematisida jenis ini biasanya dilakukan dengan cara ditabur. Berbeda dengan bahan aktif dimetot ataupun Lamda Sihalotrin yang digunakan dengan cara disemprot ataupun dikocor.

Karbofuran dapat digunakan untuk membasmi hama pada tanaman pangan, holtikultura ataupun pada tanaman perkebunan.

Karena memiliki spektrum yang terbilang luas, menjadikan bahan aktif ini dapat digunakan untuk membasmi hama yang ada dalam tanah.

Hama awal tanam yang dapat dikendalikan

Ada beberapa jenis hama yang biasa menyerang pada awal tanam seperti :

  • Gangsir

Karbofuran : Bahan Aktif Nematisida Pada Awal Tanam

Gangsir (Tarbinskiellus portentosus) merupakan serangga sejenis jangkrik tetapi memiliki tubuh lebih besar. Serangga ini hidup dengan menggali lubang didalam tanah. Gangsir juga disebut hama karena dapat mengganggu aktivitas pertanian.

Makanan dari serangga ini adalah tumbuhan. Karena hal itulah terkadang gangsir juga memakan tanaman pertanian. Gangsir biasanya akan merusak tanaman yang masih muda atau masih dalam semaian.

Gangsir merusak tanaman dengan cara menggerek batang hingga putus dan kemudian membawa tunas kedalam lubang. Ciri fisik sarang gangsir yaitu adanya lubang dalam tanah dengan gundukan disekelilingnya..

  • Anjing tanah ( Orong-orong/ga’ang)

Anjing tahah adalah serangga yang hidup didalam tanah dan masuk kedalam kelaurga Gryllotalpidae. Serangga ini memiliki tubuh yang kecil dan terdapat 2 sungut dikepalanya. kulitnya tebal dan memiliki tungkau yang berguna untuk menggali tanah.

Anjing tanah ini mempunyai julukan yang berbeda-beda pada setiap daerah. Orang Jawa menyebut serangga ini dengan orong-orong sedangkan orang Sunda menyebutnya dengan nama ga’ang. Beda lagi dengan masyarakat Toba yang menyebutnya dengan nama Singke.

Sama seperti gangsir, anjing tanah ini merusak tanaman dengan cara menggerek batang yang masih muda hingga putus. Tentu hal tersebut dapat merugikan petani.

  • Ulat Tanah (Agrotis epsilon)

Sama seperti hama diatas, ulat lutung juga merusak tanaman yang masih muda. Yaitu dengan cara memotong batang dan tangkai tanaman. Biasanya ulat tanah cenderung diam pada siang hari dan mulai aktif pada malam hari.

Jenis tanaman dan hama yang dapat dikendalikan

Berikut ini adalah beberapa jenis tanaman sekaligus hama yang dapat dikendalikan menggunakan bahan aktif ini, diantaraya :

  1. Jagung : Penggerek tongkol (Heliothis armigera)
  2. Padi Sawah : Penggerek batang (Scirpophaga incertulas), hama putih (Nympula depunctalis) dan hama pelipat daun (Cnaphalocrosis medinalis)
  3. Tebu : Penggerek Pucuk (Scirpophaga excerptails)
  4. Cabai : Ulat grayak (Spodoptera litura)
  5. Kedelai : Ulat Grayak (spodoptera litura)
  6. Tomat : Nematoda, siput dan oteng-oteng
  7. Kubis : Ulat grayak, penggerek daun dan batang
  8. Tembakau : Penggerek pucuk (Heliothis sp) dan Ulat daun
  9. Kacang Hijau : Penggerek daun, oteng-oteng, dan ulat grayak
  10. Timun : bekicot, ulat daun dan oteng-oteng

Peringatan Bahaya

Karbofuran : Bahan Aktif Nematisida Pada Awal Tanam

Walaupun memiliki banyak manfaat, dalam penggunaan karbofuran juga tidak boleh sembarangan. Karbofuran termasuk kedalam golongan pestisida karbamat yang beracun. Bahan aktif ini menunjukkan toksisitas yang dapat berdampak bagi kesehatan manusia.

Karbofuran juga dapat menimbulkan residu yang cukup lama. Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan tanah dan membunuh mikroorganisme dalam tanah.

Maka dari itu harus menggunakan secara bijak agar terhindar dari segala dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Pengaplikasiannya harus sesuai dosis yang tepat. Jika diperlukan bisa menghubungi petugas pertanian yang berwenang.

 

 

 

 

 

Dimetoat, Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Sistemik

0
Dimetoat Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Sistemik

Bisatani.com, Dimetoat - Insektisida dan akarisida merupakan salah satu bahan kimia atau pestisida yang berfungsi untuk mengendalikan, menghambat populasi serta mematikan hama yang dianggap mengganggu bagi pertumbuhan tanaman. Insektida atau akarisida ini bisa diaplikasikan untuk bagian atas tanaman maupun bagian akar pada tanaman.

Pestisida jenis ini merupakan racun bagi hama pengganggu seperti ulat grayak, ulat tanah, lalat buah maupun cacing. Terkadang ada beberapa cacing yang populasinya meningkat dan berlebihan yang akhirnya mengganggu pertumbuhan tanaman.

Ada berbagai macam jenis insektisida dan akarisida yang digunakan untuk mengendalikan hama, salah satunya ada insektisida dan akarisida dengan bahan aktif Dimetoat.

Apa itu insektisida Dimetoat

Dimetoat merupakan salah satu jenis insektisida organofosfat dan akarisida yang banyak digunakan oleh petani. Dimetoat ini bersifat racun kontak dan sistemik yang berspektrum luas. Insektisida Dimetoat pertama kali diperkenalkan dan juga dipatenkan pada tahun 1950an oleh American Cynamid.

Cara kerja bahan aktif Dimetoat

Dimetoat ini bersifat sistemik tetapi juga memiliki efek kontak dan lambung yang kuat. insektisida ini juga merupakan jenis insektisida dengan spektrum yang luas.

Insektisida ini bekerja dengan cara menyerang fungsi sistem syaraf pusat pada hama yang terkena. Bukan hanya itu, karena sifatnya yang juga sistemik insektisida ini juga terserap pada tanaman dan akan bertahan pada tanaman ± satu minggu setelah penyemprotan. Sehingga jika ada hama yang menyerang dengan menggigit salah satu bagian tanaman, hama penyerang akan mati.

Jenis insektisida ini juga mudah diserap dan di didistribusikan ke seluruh jaringan tanaman dan dapat terdegradasi relatif cepat.

Tata cara dan dosis penggunaan

Insektisida dengan bahan aktif dimetoat bisa diaplikasikan dengan dua cara sesuai target hama. Pertama bisa disemprotkan pada tanaman dan yang kedua dikocorkan atau disemprotkan pada lubang mes atau lubang yang dibuat dekat tanaman jika hama terdapat dalam tanah.

Dimetoat merupakan insektisida dengan tingkat toksis tinggi sehingga harus digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Adapun dosis yang dianjurkan, misal produk Protoat dengan kandungan bahan aktif Dimetoat 460 g/l bisa dilarutkan dengan air dengan konsentrasi 0,5 - 1,5 ml protoat dengan 1 liter air. Diaplikasikan 5 hari sekali penyemprotan.

Jenis-jenis hama yang bisa dikendalikan

Adapun jenis-jenis hama yang bisa dikendalikan antara lain :

  • Lalat buah

Dimetoat Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Sistemik

Lalat Bactrocera tyroni dan Bactrocera dorsalis merupakan jenis hama lalat buah yang biasa menyerang pada tanaman. Adapaun tanaman yang sering diserang hama tanaman ini seperti cabai, tomat semangka.

Gejala serangan lalat buah pada tanaman seperti buah akan mengembung, berair dan bahkan akan berjatuhan sebelum dipanen. Jika buah yang berjatuhan dibelah akan terdapat belatung yang akan menjadi bakal calon lalat baru.

Jika tidak ditanggulangi, siklus perkembang biakan hama ini sangat cepat dan akan membuat produksi panen menurun bahkan gagl panen.

  • Ulat grayak

 

Spodoptera litura merupakan salah satu jenis hama yang biasa menyerang tanaman. Ada ulat grayak yang berwarna hijau dan juga berwarna agak kecoklatan. Hama ini akan menyerang tanaman dengan cara memakan daun pada tanaman hingga berlubang bahkan hingga habis.

Hama ini bisa menyerang tanaman cabai, tomat, kedelai, tembakau, bawang merah, dll.

  • Penggorok daun (Liriomyza chinensis)

Hama ini juga sering disebut lalat penggorok daun. Hama ini berukuran kecil ± 2 mm. Lalat ini menghisap cairan pada daun sekaligus meletakkan telurnya kedalam daun. Setelah telur menetas dan menjadi larva, larva tersebut akan menggerogoti daun.

Ciri-ciri tanaman yang terserang seperti mengalami gajala bintik putih pada daun dan untuk serangan parah daun tampak berwarna merah kecoklatan.

  • Kutu daun

Kutu daun menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan pada daun. Pada tanaman tertentu hama ini juga menjadi vektor penyakit seperti virus kerdil pada tanaman.

Gejala serangan yang ditimbulkan pada tanaman seperti daun pada tanaman menjadi keriput dan kerdil bahkan pada serangan yang parah tanaman akan layu dan mati.

  • Ulat tanah

Dimetoat Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Sistemik

Ulat tanah berwarna putih atau cokelat kehitaman dan biasanya bersembunyi didalam tanah. Hama ini menyerang tanaman dengan cara memotong pangkal batang pada tanaman. Hama ini biasanya menyerang tanaman pada malam hari dan ketika siang hari terus bersembunyi didalam tanah.

  • Cacing

Dimetoat Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Sistemik

Hama cacing disini cacing liang. Cacing liang merupakan hama tanaman yang menggeliat dalam tanah dan menyerang bagaian akar tanaman. Gejala tanaman yang terserang yakni pertumbuhan terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil. Bahkan jika dibiarkan tanaman bisa berpotensi mati sebelum mekar dan berbuah.

Banyak sekali produk-produk insektisida dengan bahan aktif dimetoat yang terdapat dipasaran. Contoh produk dengan bahan aktif ini dipasaran seperti Dimetion, Nugor, Protoat, Destan, Kanon dll.

Ingat, bijaklah dalam menggunakan pestisida. Gunakan sesusai dengan dosis yang dianjurkan agar tidak mempunyai dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar dan juga alam untuk kedepannya.

Klorotalonil : Bahan Aktif fungisida Yang Bekerja Secara Kontak

0
Klorotalonil : Bahan Aktif fungisida Yang Bekerja Secara Kontak

Bisatani.com - Seperti biasa tim bisatani.com akan menyajikan berbagai informasi seputar pertanian. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi seputar fungisida dengan bahan aktif klorotalonil. Mungkin ada sebagian petani yang telah paham betul tentang fungisida ini. Akan tetapi tak dapat dipungkiri bahwa ada sebagian petani yang masih asing dengan bahan aktif ini.

Bagi petani pemula biasanya akan merasa kesulitan untuk mempelajari tentang macam macam fungisida. Karena pada saat ini ada banyak sekali jenis fungisida yang tersedia dipasaran. Sehingga dengan adanya artikel ini agar dapat membantu dan menambah wawasan bagi para pertani.

Langsung saja simak penjelasan tentang fungisida kontak dengan bahan aktif klorotalonil dibawah ini.

Apa itu bahan aktif klorotalonil?

Klorotalonil : Bahan Aktif fungisida Yang Bekerja Secara Kontak

Klorotalonil merupakan pestisida yang termasuk dalam golongan fungisida yang berguna untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh jamur. Bentuk fisik dari fungisida klorotalonil dapat berupa tepung (serbuk) maupun cairan.

Permintaan bahan aktif klorotalonil dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Pada musim hujan seperti saat ini fungisida dengan bahan aktif klorotaloil ini akan banyak dicari.

Hal itu disebabkan karena penyakit jamur akan dengan mudah menyerang tanaman. Pada dasarnya jamur patogen akan meningkat jika telah memasuki musim hujan.

Cara kerja bahan aktif klorotalonil

Klorotalonil merupakan fungisida yang bekerja secara kontak yaitu menyerang langsung pada jamur dan cendawan. Klorotalonil merupakan bahan aktif yang bekerja dengan kode kerja M 5.

Maksudnya klorotalonil dianggap sebagai fungisida yang memiliki resiko rendah tanpa adanya resistensi. Tidak ada resistensi silang antara anggota kelompok M1 sampai dengan M9.

Tata cara penggunaan

Penggunaaan fungisida jenis ini bisa dengan cara penyemprotan langsung pada tanaman. Penyemprotan pertama dilakukan setelah ditemukan adanya gejala pada tanaman. Pada prakteknya juga bisa diselang-seling dengan bahan aktif mankozeb.

Selanjutnya diulang dengan interval yang disesuaikan dengan jenis tanaman dan jenis serangan patogen penyebab penyakit.

Penyakit yang dapat dikendalikan

Klorotalonil : Bahan Aktif fungisida Yang Bekerja Secara Kontak

Ada berbagai jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida jenis ini. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat dikendalikan, diantaranya :

  • Busuk daun

Busuk daun merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Corticium solani. Jamur ini akan mudah berkembang pada lingkungan dengan suhu yang rendah antara 10-20 derajat dan kelembaban lebih dari 80%.

Tanaman yang sudah terserang jamur ini akan muncul bercak pada bagian tepi dan ujung daun. Lama kelamaan bercak pada daun akan menjadi gelap dan sedikit basah.

Jika terus dibiarkan bercak dapat menyebar ke seluruh bagian tanaman. Hal itu dapat mengakibatkan tanaman menjadi mati.

  • Antraknosa

Antraknosa merupakan penyakit yang diakibatkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporoides. Jamur ini biasanya menyerang pada buah yang masih muda maupun buah yang sudah matang atau siap panen.

Gejala awal penyakit antraknosa ditandai dengan munculnya bercak pada buah. Seiring berjalannya waktu bercak akan menyebar ke seluruh buah dan mengakibatkan buah menjadi busuk. Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya gagal panen.

  • Embun bulu

Penyakit embun bulu terjadi apabila tanaman telah terserang cendawan peronospora destructor. Penyakit ini akan menghasilkan spora dalam jumlah banyak dan menginfeksi tanaman. Pada kondisi yang lembab jamur ini akan berkembang dengan cepat.

Gejala yang ditimbulkan akan muncul bulu halus berwarna ungu yang menutupi daun bagian luar dan batang. Gejala akan terlihat dengan jelas apabila daun telah terkena embun.

Bercak infeksi tersebut lama kelamaan akan menyebar dan membuat tanaman menjadi busuk.

Tanaman yang bisa diaplikasikan dengan klorotalonil

Setelah kita membahas penyakit secara umum diatas. Selanjutnya kita akan memberikan contoh tanaman yang bisa atasi menggunakan klorotalonil. Berikut ini adalah jenis tanaman dan penyakitnya yang dapat ditangani dengan bahan aktif ini, Seperti :

  1. Bawang merah : Penyakit Embun bulu (Peronospora destructor) dan Bercak ungu (Alternaria Porri)
  2. Cabai : Bercak daun (Cercospora capsici) dan Antraknosa (Colletotrichum gloeosporiorides)
  3. Kentang : Busuk daun (Phytophthora infestans)
  4. Tomat : Busuk daun (Phytophthora infestans)
  5. Kacang Tanah : Bercak daun (Cescospora arachidichola, Cescospora personata)
  6. Kelapa : Bercak daun (Fusarium sp., Gleosporium sp., Helminthosporium sp., Pestalotia sp.)
  7. Teh : Cacar daun (Exobasidium vexans)
  8. Pisang : Siagtoka (Mycoshaerella musicola)
  9. Semangka : Antraknosa (Colletotrichum sp)
  10. Mangga : Antraknosa (Colletotrichum gloeosporiorides)

Kita bisa mendapatkan obat dengan bahan aktif klorotalonil di toko pertanian terdekat. Untuk yang berbentuk tepung ada Daconil dengan kandungan Klorotalonil 75% atau juga Phytoklor dengan kandungan 82,5 %. Sedangkan yang berbentuk cair ada Odeon dan Morfus dengan dosis sebesar 720 SC.

 

Tanaman Kentang

0
ciri ciri tanaman kentang

Tanaman Kentang (Solanum tubersum L)merupakan salah satu tumbuhan yang menghasilkan umbi dan banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Tanaman ini memiliki tingkat permintaan yang cukup tinggi dibanding lainnya.

Permintaan yang banyak dari komoditas bahan hasil pertanian ini biasa digunakan untuk sayur, keripik, cemilan, dan produk lainnya.

Bahkan di Indonesia banyak perusahaan besar yang melakukan kontrak dengan petani seperti perusahaan Indofood. Proses kontrak ini digunakan untuk diolah kembali menjadi produk keripik, tepung, bahkan dilakukan proses export.

Ciri Ciri Tanaman Kentang

tanaman kentang

Tumbuhan ini merupakan jenis komoditas yang menghasilkan umbi. Umbi yang terbentuk di bawah tanah yang merupakan anggota keluarga solanaceae.

Petani yang sering menanam adalah yang berada di dataran tinggi. Memiliki ciri ciri diantaranya adalah :

  • Tinggi tanaman mencapai 50 cm
  • Satu batang tumbuhan bisa menghasilkan 3 hingga 15 umbi
  • Memiliki daun dan batang yang lebih lunak sehingga rentan terhadap penyakit tanaman
  • Bisa menghasilkan bunga yang tersusun majemuk berdiameter 3cm dengan warna ungu hingga putih
  • Mudah tumbuh di dataran tinggi dan tanah yang gembur

Tumbuhan Kentang Berasal Dari

Jika di kutip dari beberapa sumber tanaman kentang berasal dari dataran tinggi di Chili, Peru dan Meksiko.

Kemudian dikenalkan ke Eropa sejak tahun 1565 dan dibawa masuk ke Indonesia oleh para pelaut.

Bahkan di luar negeri komoditas ini menjadi makanan pokok. Misalkan digunakan sebagai hidangan campuran daging, sayur, keripik. Tak heran permintaan dari hasil pertanian ini cukup stabil dan signifikan.

Cara Budidaya Kentang

Cara budidaya dari tanaman ini cukup mudah. pertama yang terpenting adalah waktu dan lokasi untuk penanaman.

Jenis tumbuhan ini sangat bagus jika ditanam di dataran tinggi. Tak heran jika di Indonesia yang banyak menghasilkan kentang diantaranya adalah Lembang Bandung, Dieng dan lainnya.

Waktu penanaman juga penting, jika anda memilih waktu saat musim penghujan maka anda perlu menyiapkan penyemprotannya.

Jika anda memilih waktu musim panas, maka anda harus bersiap sistem irigasi dan pengairannya. Karena kentang membutuhkan cukup air dan nutrisi.

Untuk lebih lengkap tentang cara budiayanya bisa klik : Cara Budidaya Tanaman Kentang

Jenis Hama Yang Sering Menyerang Pada Kentang

ciri ciri tanaman kentang

Jika anda sudah memilih dan siap untuk menanam kentang. Ada beberapa hama yang sering menyerang pada tumbuhan ini.

Beberapa hama yang sering menyerang diantaranya adalah Ulat penggerek umbi dan daun, lalat penggorok daun, kutu daun dan hama lainnya.

Tidak hanya itu banyak juga hama di dalam tanah yang sering mematikan batang tumbuhan ini.

Karena itulah anda perlu menyiapkan beberapa tindakan agar terhindar dari serangan hama ini.

Untuk penejelasan tentang hama pada kentang beserta perawatannya bisa baca artikel : Hama Pada Tanaman Kentang

Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang

gambar kentang

Terkait waktu pemilihan dari penanaman kentang sangat erat berhubungan dengan penyakit. Jika anda memilih menanam saat musim penghujan maka perlu memperhatikan beberapa penyakit yang sering menyerang.

Jenis penyakit yang sering menyerang diantaranya adalah :

  • Layu bakteri yang membuat tanaman menjadi layu
  • Busuk daun sangatlah rentan apalagi saat musim penghujan
  • Virus daun menggulung
  • Gejala Mozaik
  • Nematoda Sista Kentang

Dan masih banyak penyakit lainnya. Untuk lebih jelas tentang cara mencegah dan mengobati beberapa penyakit pada tumbuhan kentang bisa baca artikel : Penyakit Pada Tanaman Kentang

Itulah beberapa penjelasan lengkap tentang kentang. Untuk info lebih lanjut jangan lupa tonton juga video kami di Youtube Bisatani atau berdiskusi langsung di grup bisatani facebook

 

Jenis Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang

0
Jenis Penyakit Pada Tanaman Kentang

Bisatani.com - Mempunyai tanaman yang sehat, bagus dengan hasil panen yang banyak merupakan dambaan setiap petani. Untuk mencapai hal ini tentunya dipengaruhi beberapa faktor seperti iklim dan cuaca serta serangan hama atau penyakit.

Kentang merupakan hasil budidaya tanaman pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Oleh sebab itu agar mendapatkan hasil panen yang banyak serta berkualitas petani harus paham bagaiman tata cara tanam yang baik, perawatan serta paham akan serangan hama serta penyakit pada tanaman kentang. Untuk serangan hama dan penyakit petani juga harus mengetahui gejala serta cara mengendalikannya.

Penyakit pada tanaman kentang harus ditangani secara cepat dan tepat. Ada beberapa jenis penyakit pada tanaman kentang seperti layu bakteri, layu fusarium, nematoda sista kentang dll.

Jenis penyakit pada budidaya tanaman kentang

  • Layu Bakteri

Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Penyakit ini ditularkan melalui media air.

  1. Gejala
    • Gejala biasanya muncul ketika tanaman berumur lebih dari 1 bulan.
    • Pertama pucuk daun akan layu kemudian merambat sampai seluruh bagian tanaman menjadi layu.
    • Pada pangkal batang, berkas pembuluh berubah menjadi warena cokelat. Jika ditekan akan keluar lendir berwarna abu-abu keruh.
    • Jika penyakit sampai ke bagian umbi, akan muncul bercak berwarna dokelat pada umbi. Terkadang ada yang berwarna hitam pada bagian ujung umbi.
    • Layu pada tanaman bersifat permane dan lama kelamaan akan menyebabkan tanaman mati.
  2. Pengendalian
    • Kultur Teknis
      • Gunakan benih kentang yang tahan terhadap serangan penyakit
      • Lakukan penanaman secara rotasi. Rotasi dengan tanaman yang bukan inang selama minimal 3 musim.
      • Pilihlah lahan dengan drainase yang baik.
      • Sanitasi lahan dari guma dan tanaman pengganggu lainnya.
      • HIndari jangan sampai ada luka pada akar dan umbi pada saat penanaman maupun nematoda.
    • Mekanis
      • Cabut tanaman yang sudah terserang. Cabut sampai ke akarnya beserta tanah disekitar perakaran lalu musnahkan.
    • Biologi
      • Gunakan agent hayati seperti bakteri Pseudomonas fluorescens.
    • Kimiawi
      • Gunakan bakterisida dengan bahan aktif Tembaga oksida atau Oksitetrasiklin.
  • Layu Fusarium

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Patogen menular melalui media udara dan air.

  1. Gejala
    • Tanaman menjadi layu mulai dari daun sampai semua bagian tanaman.
    • Anak tulang daun menjadi kuning.
    • Jaringan batang serta akar berubah menjadi cokelat.
  2. Pengendalian
    • Kultur Teknis
      • Tanam benih kentang yang lebih tahan terhadap serangan penyakit.
      • Bersihkan gudang penyimpanan benih jangan sampai terlalu lembab
      • Sanitasi lahan dari gulma dan pengganggu tanaman kentang lainnya.
      • Buat drainase lahan yang baik.
      • Jangan sampai melukai kulit umbi pada saat penanaman.
    • Mekanis
      • Cabut tanaman yang sudah terserang penyakit, buang dan musnahkan.
      • Jika sudah ada benih dalam gudang yang terinfeksi, pisahkan dari yang sehat dan musnahkan.
    • Biologi
      • Gunakan agent hayati seperti jamur Mikoriza arbuskula, Streptomyces sp, atau Trichoderma viresens T.
    • Kimiawi
      • Spray tanaman dengan fungisida berbahan aktif Tembaga Oksida atau Oksitetrasiklin.
  • Busuk Daun

Penyakit busuk daun atau hawar daun disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans yang menimbulkan bercak luka pada daun. Penyakit ini sangat mudah serta cepat menyebar pada kondisi lingkungan yang lembab serta musim hujan.

  1. Gejala
    • Serangan bisa terjadi ketika tanaman sudah muncul daun atau berumur 3-6 minggu. Berawal dari daun yang paling bawang dan merambat keatas sampai daun yang muda bahkan batang tanaman.
    • Pada tahap awal serangan akan muncul bercak kebasah-basahan yang tak teratur pada bagian tepi dan tengah daun. Lama-lama bercak melebar dan membentuk daerah nekrotik berwarna cokelat.
    • Pada kondisi parah, bercak cokelat akan menyebar keseluruh tanaman dan menyebabkan tanaman mati.
  2. Pengendalian
    • Kultur Teknis
      • Hindari jarak tanam yang terlalu berdekatan dengan tanaman inang baik yang muda ataupun yang tua.
      • Sanitasi lingkungan lahan dari sisa tanaman yang terserang.
    • Mekanis
      • Petiklah daun yang sudah terserang, kumpulkan dan musnahkan dengan cara dibakar.
    • Biologi
      • Gunakan agent hayati seperti cendawan Trichoderma atau Gliocladium.
    • Kimiawi
      • Spray tanaman dengan fungisida berbahan aktif Mankozeb, Propineb, Klorotaronil, Difenokonazol atau Simoksanil.
  • Virus Daun Menggulung

Virus ini biasanya dibawa oleh hama Kutu daun. Ketika menyerang tanaman kutu daun juga menularkan virus daun menggulung. Ketika umbi dari tanaman kentang yang terkontaminasi ditanam. Tanaman yang tumbuh akan menularkan virus lewat kutu daun.

  1. Gejala
    • Daun menggulung keatas, kaku dan warna daun kekuningan karena mengalami klorosis.
    • Jika infeksi sudah terbawa dari benih, gejala daun menggulung di awali dari daun bagian bawah. Untuk yang terinfeksi dilapangan gejala menggulung dimulai dari daun bagian atas.
    • Batang dan daun tanaman yang terserang penyakit menjadi pucat dan kurus serta batang mengecil.
    • Umbi yang dihasilkan tanaman yang terinfeksi ukurannya kecil-kecil.
  2. Pengendalian
    • Kultur teknis
      • Tanam bibit kentang yang tahan terhadap serangan penyakit.
      • Cabut tanaman yang terindikasi telah terinfeksi penyakit agar tidak menulari tanaman yang sehat.
      • Sanitasi lahan dari gulma dan tanaman yang mungkin menjadi inang virus.
      • Memanfaatkan predator alami seperti kumbang Coccinella.
    • Kimiawi
      • Penggunaan insektisida untuk menekan populasi kutu daun sebagai vektor virus ini. Spray tanaman dengan insektisida berbahan aktif Abamektin, Imidakloprid, Profenofos atau Asefat.
  • Virus Mozaik

Penyakit ini ditularkan oleh hama M.Persicae dan Aphis gossypii. Penyakit ini menular secara kontak langsung.

  1. Gejala
    • Daun terlihat seperti bentuk mozaik (belang-belang), tepi daun bergelombang, permukaan daun berkerut serta pertumbuhan tanaman menjadi terlambat atau kerdil.
    • Umbi yang dihasilkan berukuran kecil.
  2. Pengendalian
    • Kultur teknis
      • Tanamlah benih unggulan yang tahan terhadap serangan penyakit.
      • Cabut tanaman yang terindikasi sudah terserang penyakit agar tidak menjadi sumber infeksi untuk tanaman yang sehat.
      • Sanitasi lahan daru gulma dan tanaman yang menjadi inang virus.
      • Manfaatkan predator alami untuk mengendalikan hama vektor virus seperti kumbang Coccinella.
    • Kimiawi
      • Penggunaan insektisida disini untuk menekan populasi hama vektor virus tanaman kentang seperti kutu-kutuan. Spray tanaman dengan insektisida berbahan aktif Abamektin, Imidakloprid, Profenofos, Asefat dll.
  • Nematoda Sista Kentang (NSK)

Penyakit NSK disebabkan oleh Globodera rostochiensis dan Globodera pallida. Patogen ini ditularkan lewat media tanah yang telah terinfeksi, pupuk kandang bahkan bibit umbi yang terinfeksi.

  1. Gejala
    • Pertumbuhan tanaman terhambat
    • Daun tanaman layu di siang hari jika kelembapan tanah relatif rendah.
    • Akar tanaman rusak dan kurang berfungsi secara normal dalam menyerap unsur hara dan tanaman.
    • Pada tanaman yang terserang akan terlihat sisa-sisa warna kuning, krim atau keputih-putihan yang menempel pada akar.
    • Jika serangan parah tanaman gagal membentuk umbi dan bentuknya kecil-kecil.
  2. Pengendalian
    • Kultur teknis
      • Gunakan benih kentang unggulan yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit
      • Sanitasi kebun dengan mencangkul lahan sedalam 30 cm serta bersihkan dari gulma terutama famili Solanacceae.
      • Lakukan rotasi tanam dengan menenam tanaman yang bukan inang NSK.
    • Biologi
      • Gunakan agent hayati sepeerti cendawan sebagai parasit telur dan induk nematoda seperti Verticilium chalamydosporin, Clydocarpon destructants, dan Acremanium strictum.
    • Kimiawi
      • Gunakan nematisida yang aman dan ramah lingkungan serta murah.
      • Adapun contoh-contoh nematisida seperti yang berbahan aktif Karbofuran serta Kadosafos.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis penyakit yang menyerang dalam budidaya tanaman kentang. Semoga bisa membantu.

Cara Mengatasi dan Membasmi Ulat Daun Pada Tanaman Cabai

0
membasmi ulat daun

Membasmi ulat daun pada tanaman baik sayuran maupun buah bahkan bunga juga banyak dicari oleh banyak petani maupun masyarakat. Namun kali ini bisatani.com akan membahas bagaimana cara mengatasi dan membasmi ulat pada tanaman cabai.

Dari sekian hama yang menyerang tanaman cabai memang yang paling umum menyerang adalah hama ulat. Ulat pada cabai paling banyak menyerang saat cabai masih kecil.

Namun tidak dipungkiri jika cabai sudah besar juga masih banyak petani yang mengalami serangan ulat daun ini. Biasanya saat masih kecil ulat yang menyerang adalah ulat bulu maupun ulat besar. Ketika sudah besar ulat yang menyerang adalah ulat kecil (ulat grayak) yang menyerang daun cabai.

Untuk membasmi ulat daun ini bisa menggunakan bahan kimia maupun alami. Jika anda seorang petani organik atau mungkin ibu rumah tangga bisa menggunakan pestisida alami untuk ulat. Untuk penggunaan pestisida organik atau dengan bahan alami akan diterangkan pada bab2. Untuk penggunaan menggunakan kimia akan diterangkan pada bab1.

Cara Mencegah dan Membasmi Ulat Daun Pada Tanaman Cabai

membasmi ulat daun pada tanaman cabai

Mengobati tanaman yang terserang ulat daun diperlukan beberapa perlakukan. Mulai perlakuan awal hingga pencegahan saat tanaman mulai tumbuh.

1. Melakukan Penyemprotan Saat Awal Pengolahan

Untuk perlakuan awal sekaligus bisa mencegah timbulnya ulat bisa dilakukan penyemprotan setelah pengolahan tanah.

Bisa juga penyemprotan setelah penanaman awal. Saat perpindahan benih di pot semai ke lahan bisa di semprot dengan pestisida.

Menggunakan pestisida yang memiliki bahan aktif Lamda Sihalotrin. Untuk baca lebih lengkap tentang pestisida (bahan aktif) ini bisa baca artikel : Bahan Aktif Lamda Sihalotrin.

2. Penyemprotan Rutin Dengan Bahan Aktif Dosis Rendah

Lebih baik dilakukan pencegahan sebelum ulat sulit untuk dibasmi. Dilakukan penyemprotan secara rutin menggunakan bahan aktif dosis rendah.

Misalkan menggunakan obat dengan bahan abamektin yang bisa membasmi ulat, thrips, wereng. Untuk lebih lengkap tentang obat ini bisa baca artikel : Bahan Aktif Abamectin.

Penggunaan obat ini memang cukup efektif karena bisa membasi berbagai penyakit sekaligus. Bisa juga diseling (dirotasi) dengan obat bahan aktif imidakloprid untuk membasmi serangga yang terbang. Untuk lebih lengkap tentang pestisida berbahan aktif ini bisa baca artikel : Bahan Aktif Imidakloprid.

3. Tumpang Sari Dengan Tanaman Yang Jarang Terserang Ulat

Jika anda melakukan penanaman dengan sistem tumpang sari, usahakan jangan bersama dengan tanaman yang sering terkena ulat ganas. Biasanya pada kubis atau sayuran lainnya yang sering terkena ulat grayak.

Ulat grayak pada kubis dengan ciri-ciri ulat kecil (lembut) dan sering menggantung ini memang sulit untuk dibasmi. Kadang bagi sebagian petani menggunakan obat dosis tinggi untuk membasminya.

4. Jangalah Kebersihan dan Sirkulasi Udara Pada Lahan

Tidak hanya suka dengan daun cabai, ulat akan mudah datang jika ada daun muda pada gulma atau rumput liar. Usahakan lahan dalam kondisi lebih bersih dari sampah maupun gulma.

Bagi anda yang melakukan penanaman dengan sistem organik misalkan hidroponik. Atau ibu rumah tangga yang menanam untuk konsumsi mendadak, bisa menggunakan pestisida alami.

Pestisida Alami Untuk Mengobati Ulat Daun Pada Tanaman

membasmi ulat daun

Beberapa bahan alami yang ada di dapur ternyata bisa digunakan untuk membasmi ulat pada tanaman cabai maupun sayuran lainnya. Beberapa bahan untuk pestisida alami diantaranya adalah :

1. Bawang Untuk Membasmi Ulat Daun Secara Alami

Bawang yang diblender halus bisa juga dicampur dengan sedikit cabai rawit pedas. Kemudian sari yang dihasilkan di cairkan dan disemprotkan ke tanaman.

Jaman dulu sebelum ada pestisida yang lebih instan, nenek moyang petani kita banyak menggunakan bahan alami ini.

2. Air jeruk dan garam

Garam dan sari jeruk juga efektif untuk membasmi ulat yang menyerang daun tanaman anda. Campurkan sari jeruk yang dicampur dengan garam. Kemudian larutkan ke dalam air.

Lakukan penyemprotan pada saat pagi hari. Pagi hari lebih efektif untuk membasi ulat karena pada saat pagi ulat belum banyak beraktivitas.

3. Minyak Sayur dan Sabun Cuci

Larutkan 1 sendok minyak sayur yang dicampur dengan 1 sendok sabun cuci. Larutkan ke 200 ml air. Kemudian semprotkan ke tanaman.

Sabun cuci ini memang terkenal bisa melekatkan pestisida baik alami maupun kimia. Hingga sekarang masih banyak petani menggunakan sabun cuci untuk mempertahankan pestisida di tanaman sebelum terkena air hujan maupun di cuci.

Jenis Hama Pada Tanaman Kentang Lengkap

0

Bisatani.com - Kentang merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dipasaran. Bukan hanya sebagai bahan pangan rumah tangga saja tetapi juga bahan produksi pangan lingkup industri yang bisa diekspor. Oleh karena itu permintaan terhadap kentang masih tinggi hingga sekarang.

Jadi melihat dari prospek tersebut, budidaya tanaman kentang merupakan budidaya dengan hasil yang menguntungkan. Tetapi untuk memulai budidaya tanaman kentang tentu saja tidak bisa asal-asalan ada beberapa tahapan dan teknik yang harus dipelajari dan dipahami agar dapat menghasilkan kentang yang berkualitas.

Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang pada tanaman kentang. Hama dan penyakit bila dibiarkan saja bisa menyebabkan kualitas hasil panen menurun. Jika semakin parah bahkan bisa menyebabkan gagal panen.

Jenis-jenis Hama pada Tanaman Kentang

Jenis Hama pada Tanaman Kentang

  • Penggerek Umbi atau Daun (Phthorimaea operculella)

Hama ini sering disebut ulat penggerek daun atau umbi, salisip, taromi atau potato tuber moth (PTM). Hama penggerek umbi tersebar luas pada daerah yang beriklim hangat dan kering.

Ulat ini berwarna putih kelabu dan kepala berwarna cokelat. Pupa atau kepompong terdapat dalam kokon yang tertutup dan memiliki butiran tanah yang berwarna kecoklatan. Di gudang, pupa biasanya menempel pada bagian luar umbi (disekitar mata tunas) atau pada rak-rak untuk menyimpan kentang.

Jika pada daun, jaringan epidermis daun akan melipat dan berwarna merah kecoklatan atau membentuk gulungan yang bening dan transparan. Jika lipatan atau gulungan ini dibuka akan ada jalinan benang dan terdapat larva didalamnya. Gulungan daun ini sering ditemukan dibagian pucuk daun.

  1. Gejala
    • Jika pada tumbuhan akan merusak dan memakan daun tanaman kentang. Jika saat di gudang akan merusak umbi kentang yang disimpan.
    • Daun akan berwarna merah tua dan tampak ada jalinan benang berwarna kelabu yang membungkus ulat.
    • Kadang daun kentang menggulung. Hal ini disebabkan karena larva merusak permukaan daun sebelah atas dan bersembunyi didalam gulungan daun.
    • Larva membuat gerakan pada tulang dan tangkai daun sehingga membuat titik tumbuh mati, lemah atau batang menjadi rapuh.
    • Jika pada umbi kentang, terdapat kotoran berwarna cokelat tua pada kulit umbi. Jika umbi kentang dibelah akan terlihat lubang-lubang atau alur-alur yang dibuat oleh ulat pada waktu memakan umbi.
  2. Pengendalian
    • Kultur Teknis
      • Menanam kentang pada musim hujan.
      • Menyesuaikan pengairan agar mencegah tanah retak yang menjadi sebab masuknya ulat kedalam umbi.
      • Hindari munculnya umbi ke permukaan tanah dengan meninggikan guludan.
    • Mekanis
      • Potong daun yang sudah diserang hama, kumpulkan dan musnahkan dengan cara dibakar.
      • Sanitasi kebun dengan memberantas gulma atau rumput liar.
    • Biologi
      • Manfaatkan agent hayati seperti Bacillus thuringensis atau  Baculovirus yang terdapat pada biopestisida. Bisa juga digunakan pada umbi kentang yang disimpan dalam gudang.
    • Kimiawi
      • Penyemprotan tanaman dengan insektisida berbahan aktif Metomil, Abamektin dan Profenofos.
  • Lalat Penggorok Daun

Merupakan lalat kecil dengan ukuran ± 2 mm yang menyerang tanaman dengan tusukan ovipositor (alat peletak telur). Ovipositor akan menghisap cairan daun sekaligus meletakkan telur. Daun yang terserang akan mengalami gejala bintik-bintik putih. Serangan terjadi ketika tanaman pada fase pra pembentukan umbi (21-35 hst) sampai fase tua (61 hst sampai menjelang panen). Jika serangan parah daun tampak berwarna merah kecoklatan yang berakibat seluruh pertanaman hancur.

  1. Gejala
    • Muncul bintik-bintik yang berwarna putih pada daun.
    • Liang korokan menjadikan daun kering dan berwarna coklat.
    • Serangan terjadi pada fase pra pembentukan umbi (21-35 hst) sampai fase tua (61 hst sampai menjelang panen).
  2. Pengendalian
    • Kultur Teknis
      • Gunakan bibit unggul yang sehat dan tahan terhadap serangan hama.
      • Menanam tanaman perangkap disekitar tanaman kentang. Tanaman ditanam terlebih dahulu, 2 minggu sebelum tanaman kentang ditanam. Contoh tanaman seperti kacang merah dan kenikir.
    • Mekanis
      • Potonglah daun yang sudah terserang, kumpulkan dan musnahkan dengan cara dibakar.
      • Beri pengairan yang cukup pada tanaman.
      • Gunakan atau pasang perangkap lalat buah seperti metyl eugenol atau lem kuning.
    • Biologi
      • Gunakan musuh alami lalat penggorok seperti parasit Acecodes sp, Hemipta renus varicornis, Granotoma sp, dan Opius sp.
    • Kimiawi
      • Spray tanaman dengan insektisida berbahan aktif Abamectin, Dimetoat atau Profenofos.
  • Penghisap Daun

Penghisap daun merupan hama yang sangat kecil dengan panjang ± 1-2 mm. Hama ini menghisap cairan sel dibagian bawah permukaan daun. Populasi hama ini meningkat di musim kemarau. Pada kasus serangan parah, tanaman akan menjadi layu, kering lalu mati.

  1. Gejala
    • Penghisap daun menyerang tanaman pada bagian stadia nimfa dan dewasa. Merusak tanaman dengan cara menghisap isi cairan.
    • Daun yang diserang akan berwarna perak atau kekuningan seperti perunggu pada permukaan bawah daun. Daun seperti berkerut karena cairan selnya telah dihisap.
    • Jika terjadi serangan yang berat, bagian bawah helaian daun berwarna merah tembaga yang mengkilat, pucuk tanaman mengering dan kemudian mati.
  2. Pengendalian
    • Kultur Teknis
      • Lakukan sanitasi atau pembersihan lahan dari gulma sebelum penanaman.
      • Gunakan bibit kentang yang tahan terhadap serangan hama.
      • Upayakan tanaman tumbuh subur dengan pengairan yang cukup, pupuk yang seimbang, penyiangan serta pembumbunan.
    • Mekanis
      • Potong daun yang terserang, kumpulkan lalu musnahkan dengan cara dibakar.
      • Gunakan plastik mulsa berwarna perak untuk penanaman.
    • Kimiawi
      • Spray tanaman dengan insektisida berbahan aktif Abamektin, Imidakloprid atau Profenofos.
  • Kutu Daun

Jenis Hama Pada Tanaman Kentang

Hama ini berukuran kecil antara 0,6-3 mm serta hidup dengan berkelompok. Tubuh serangga ini ada yang hijau atau hijau pucat, jingga dan kuning. Mempunyai antena yang sama panjangnya dengan badannya. Untuk yang sudah dewasa ada yang bersayap dan tidak. Untuk yang bersayap berwarna bercak cokelat kehitanam dipunggungnya. Kutu daun tinggal dibawah daun, bakal bunga, batang bunga dan lipatan daun yang keriting.

  1. Gejala
    • Daun yang terserang akan timbul bercak-bercak sedangkan jika bagian tanaman yang terserang akan terdapat gerombolan kutu.
    • Serangan parah pada daun membuat daun jadi keriput, berkerut, kerdil, berwarna kekuningan, daun terpuntir, menggulung kemudian mati.
  2. Pengendalian
    • Kultur Teknis
      • Lakukan sanitasi atau pembersihan lahan dari gulma dan bakar bagian tanaman yang terserang hama.
      • Tanamlah tanaman perangkap di sekeliling tanaman kentang. Tanamlah tanaman yang lebih tinggi dari tanaman kentang dan berwarna kuning.
      • Menenam tanaman daun bawang secara tumpang sari 1 minggu sebelum menanam kentang.
    • Mekanis
      • Potonglah daun yang terserang hama, kumpulkan lalu musnahkan dengan cara dibakar.
      • Gunakan baskom warna kuning yang diisi dengan air sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m² sejak tanaman berumur 2 minggu.
    • Biologi
      • Memanfaatkan agen hayati Aphidius sp, predator kumbang macan (Coccinelidae repanda) atau patogen Enthomopthora sp.
    • Kimiawi
      • Spray tanaman dengan insketisida berbahan aktif Abamekin, Imidakloprid atau Profenofos.

Berikut untuk jenis-jenis hama pada tanaman kentang. Untuk jenis-jenis penyakit bisa dilanjutkan ke artikel berikutnya.

Cara Mengatasi Layu Fusarium (Layu Bakteri) Pada Tanaman Cabai

0
layu bakteri pada cabai

Layu Fusarium pada cabai atau masyarakat menyebutnya dengan layu bakteri banyak menyerang banyak petani. Penyakit ini menjadi ancaman serius bagi petani karena mudah menular.

Dari sekian banyak Penyakit dan Hama Yang Menyerang Pada Cabai, layu fusarium menjadi salah satu banyak penyakit yang mengganggu dan mempengaruhi hasil panen dari petani.

Penyakit layu pada cabe biasanya menyerang pada saat musim hujan tinggi. Bisa menyerang saat musim terang namun tidak sebanyak saat musim hujan.

Penyebab Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai (Cabe)

Seperti namanya penyakit ini membuat tanaman cabai tidak sehat dan layu. Tanaman ini disebabkan oleh infeksi jamur patogen fusarium oxysporum.

Pada saat musim hujan atau saat kondisi cuaca lembab, jamur ini mudah berkembang biak. Tidak hanya itu, saat musim hujan juga mudah menular dari tanaman satu ke yang lainnya.

Terlebih jika kondisi lahan terdapat genangan air hujan dan juga memiliki pH tanah yang rendah.

Penyakit layu bakteri biasanya menyerang pada leher batang bagian bawah yang berada dekat dengan tanah. Biasanya tanaman yang sudah terkena penyakit ini akan membusuk perlahan.

Setelah busuk lama kelamaan akan berubah warna menjadi putih keabu-abuan yang membentuk masa spora dari jamur. Jika spora sudah tumbuh, dalam waktu dekat daun akan mulai layu.

Biasanya layu akan mulai nampak pada jam-jam siang dimana matahari sedang berada di atas. Kemudian daun tersebut kembali tampak segar pada saat sore hari.

Namun serangan jamur ini memang sangat mengurangi hasil pertanian tanaman cabe. Oleh sebab itu ada baiknya kita mengendalikan lebih awal jika terdapat cabai yang terserang layu fusarium.

Cara Mengatasi Layu Fusarium Pada Cabai

mengatasi layu fusarium pada tanaman cabai

Cara mengobati penyakit layu fusarium pada tanaman cabai ada berbagai perlakuan. Mulai dari perawatan yang baik hingga penggunaan beberapa obat penyemprotan.

Memang hingga saat ini belum ada obat fungisida yang efektif mengobati penuh jamur ini. Namun kita bisa mengobatikanya dengan mengendalikan populasi jamur pada cabai.

Beberapa cara untuk mengatasi dan mencegah timbulnya penyakit layu bakteri pada cabai diantaranya adalah :

1. Penyemprotan Trichoderma

Trichoderma merupakan salah satu obat hayati yang terbuat dari jamur. Tujuan pemberian trichoderma adalah untuk menyerang jamur patogen penyebab layu bakteri pada daun cabai.

Penggunaan terbaik dari trichoderma adalah mengenai tanah bawah. Bisa dilakukan dengan pengocoran atau dicampurkan saat proses pemupukan.

Ada baiknya jika saat sebelum dilakukan penanaman, lubang tanam diberikan semprotan trichoderma terlebih dahulu.

2. Penggunaan Pupuk Kandang Yang Sudah Matang

Penggunaan pupuk kandang yang sudah matang bisa menghindarkan tanaman terserang penyakit layu bakteri. Jamur fusarium sangat suka apabila ada pupuk kandang yang belum terlalu matang.

Untuk mematangkan pupuk kandang bisa menggunakan beberapa pupuk tambahan seperti EM4 dan pupuk bakteri lainnya.

3. Pengendalian Bibit Cabai

Anda juga bisa mecegah penyakit tersebut dengan pengendalian yang tepat terhadap bibit cabai.

Misalkan sebelum tanam kita celup ke bakterisida, misalkan fungisida dengan bahan aktif agrimycin untuk mencegah dan menguatkan tanaman dari serangan jamur tidak baik.

4. Mencabut Tanaman Yang Sudah Terserang Layu Fusarium

Ada baiknya mencegah terlebih dahulu sebelum terkena penyakit ini. Jika ada sudah menemukan tanaman yang terserang penyakit layu fusarium, ada baiknya dicabut.

Hal ini bertujuan agar jamur patogen tidak menyerang ke tanaman lainnya. Jika mencabutnya juga membuang sebagian tanah bekas tanamannya. Karena biasanya tanah tersebut sudah terdapat jamur patogen yang bisa pindah dari tanaman satu ke tanaman lainnya.

5. Penggunaan Obat dan Pupuk Dengan Tepat

Penggunaan pupuk yang tepat sangat dibutuhkan pada tanaman cabai. Misalkan jangan terlalu banyak penggunaan pupuk dengan kadar N tinggi. Hal ini bisa memicu kelembapan tanah yang tinggi.

Penggunaan pupuk berkadar N tinggi bisa menyebabkan tanaman menjadi sukulen dan mudah terserang penyakit layu bakteri.

6. Menjaga Kebersihan Lahan

Jagalah kebersihan lahan dari sampah dan rumput liar. Rumput liar yang mengganggu dan terlalu banyak bisa menyebabkan tingkat kelembapan lahan menjadi tinggi.

Anda bisa melakukan pembasmian gulma di bawah tanaman cabai dengan mencabut rumput (matun). Dan juga menghindarkan segala sampah di sekitar tanaman.

7. Rotasi Tanaman Selain Cabai

Jangan terus menerus melakukan penanaman cabai. Untuk memutus siklus dari populasi jamur fusarium. Cobalah untuk menanam tanaman yang selain buah.

Memang jamur ini bisa menyerang tanaman lainnya, namun setidaknya kita bisa mencegahnya dengan merotasi tanaman selain cabai.

layu bakteri pada cabai

Selain itu ada hal penting lainnya, layu daun berbeda dengan daun keriting pada cabai. Daun keriting pada cabai yang disebabkan oleh thrips biasanya akan mengeriting terus menerus. Untuk penjelasan tentang daun keriting pada cabai bisa baca artikel : Penyebab dan Cara Mengobati Daun Keriting Pada Cabai

Itulah cara mengatasi layu daun pada tanaman cabai. Jangan lupa untuk selalu buka bisatani.com untuk mendapatkan informasi seputar pertanian modern lainnya. Anda juga bisa subscribe channel youtube kami bisatani dan instagram @bisatanicom

Mengenal Sawi Putih dan Cara Budidaya Untuk Pemula

0
Mengenal sawi putih dan cara budidaya untuk pemula

Bisatani.com - Sawi Putih merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki harga cukup tinggi. Sayuran ini dapat kita jumpai dalam berbagai masakan oriental. Sawi merupakan sayuran yang populer di negara Cina , Jepang, dan Korea. Makanan yang menggunakan sayuran sawi putih ini seperti Capcai (Cina) dan Kimchi (Korea).

Sawi putih (Brasicca Rapa) masuk kedalam keluarga sawi-sawian. Banyak masyarakat yang menyebut sawi putih ini dengan nama sawi cina ataupun petsai. Bentuk fisik dari sawi putih yaitu memanjang seperti silinder dan memiliki daun yang berwarna kuning pucat .

Didalam sawi putih terkandung gizi/zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Zat yang terkandung diantaranya, Vitamin A, B1,B3,B6,B9,C,E,K ,magnesium, kalium, kalsium,zat besi, natrium, fosfor dan Zink.

Manfaat Sawi Putih bagi Tubuh

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan apabila mengomsumsi sawi :

  1. Membantu melancarkan pencernaan.
  2. Mencegah penyakit maag.
  3. Meningkatkan sistem imun dan kekebalan tubuh.
  4. Menjaga tekanan darah agar tetap stabil.
  5. Membantu meningkakan kesehatan tulang.
  6. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Cara Budidaya

Mengenal sawi putih dan cara budidaya untuk pemula

Dibanding dengan sayuran jenis lain sawi putih termasuk sayuran yang mudah untuk dibudidayakan. Walaupun terbilang mudah tetapi tidak boleh boleh asal-asalan agar hasil panen menjadi maksimal. Untuk mencapainya kita tetap harus memperhatikan tentang cara penanaman, perawatan hingga pasca panen.

Sawi putih sangat cocok ditanam didaerah pegunungan yang memiliki ketinggian sekitar 1000 mdpl. Suhu yang dibutuhkan antara 19°C - 21°C dengan kelembahan udara mencapai 80% - 90% dan curah hujan yang tinggi. Berikut ini adalah tahapan yang harus dilakukan dalam budidaya sawi putih.

Pembenihan

Saat ini ada banyak sekali merk dagang sawi putih ini yang tersedia dipasaran. Kita dapat menggunakan merk seperti Eikun, Sakura, Summer dll. Kebutuhan benih untuk satu hektar lahan yaitu sekitar 200-250 gram.

Selanjutnya kita bisa menyiapkan media yang akan digunakan dalam penyemaian. Kita bisa menggunakan media plastik pot putih ataupun bisa mengunakan tray. Siapkan tanah yang sudah diayak dan dicampur dengan pupuk kandang perbandingannya 3 : 1.

Jika sudah tercampur merata kemudian masukkan kedalam polibag/tray. Masukkan butiran biji sawi kedalam polibag yang sudag dibuat tadi usahakan jangan sampai terlihat dari permukaan. Selanjutnya bisa kita seprotkan insektisida untuk mencegah biji dibawa oleh hama seperti semut dan lainnya.

Persiapan Lahan

Sebelum dilakukan penanaman kita perlu menyiapkan lahan. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membajak atau mencangkul. Hal tersebut dimaksudkan agar tanah menjadi gembur. Kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan ketinggan antara 20 - 30 cm.

kita bisa menambahkan pupuk kandang dan SP36 sebagai pupuk dasar. Lalu bedengan kita tutup dengan plastik mulsa dan dilubangi dengan kedalaman 5 cm dan jarak antar lubang sekitar 20 cm.

Penanaman benih sawi

Setelah benih yang telah disemai tadi tumbuh dan sudah memiliki 3 daun kita bisa meindahkannya ke lahan. Keluarkan benih dari polibag/tray lalu tanam kedalam lubang yang telah buat pada bedengan. Benih ditanam dengan cara menimbun tanah dengan sedikit menekannya secara perlahan.

Pemupukan

Pada saat dalam semaian kita cukup menggunakan pupuk kandang dan SP36 saja. Untuk tanaman yang sudah dipindahkan ke lahan kita bisa berikan pupuk urea, za, dan KCL. Biasanya dalam 1 hektar lahan membutuhkan sekitar 1 kwintal pupuk urea. Selanjutnya untuk pupuk Za dalam 1 hektar membutuhkan 2,5 kwintal. Sedangkan pupuk KCL sendiri biasanya menghabiskan 2 kwintal dalam satu hektarnya.

Pemupukan bisa dilakukan dengan cara langsung ditabur pada tanaman atau bisa dengan cara dikocor. Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan jika pemupukan dengan cara ditabur adalah lebih hemat waktu dan biaya. Sedangkan kelemahannya dapat memacu pertumbuhan gulma karena terjadinya penguapan Ammonium.

Apabila kita memupuk dengan cara dikocor akan memudahkan zat yang terkandung dalam pupuk mudah terserap tanaman. Kelemahan dari sistem kocor yaitu membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra.

Pemeliharaan

Mengenal sawi putih dan cara budidaya untuk pemula

Pemeliharaan dilakukan dengan cara penyulaman yaitu dengan mengganti tanaman yang mati dengan yang baru. Hal itu dimaksudkan agar lahan tetap produktif. Selanjutnya dilakukan penyiangan dengan cara mencabuti rumput/gulma yang tumbuh disekitar tanaman.

Gulma adalah tumbuhan yang dapat mengganggu pertumbuhan sayuran. Nutrisi dalam tanah yang seharusnya dapat diserap oleh tanaman justru diambil oleh gulma tersebut. Hal itu dapat mengakibatkan pertumbuhan sayuran tidak maksimal. Juga dapat mengakibatkan gagal panen.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Hama yang biasa menyerang tanaman sawi diantaranya ulat grayak, kupu, thrips dan kutu-kutuan. Untuk mengatasinya kita bisa menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamectin. Serangan hama biasanya semakin meningkat saat memasuki musim kemarau.
  • Penyakit yang dapat menyerang tanaman sawi putih seperti Hawar daun, busuk akar dan juga virus akar gada. Untuk penyakit hawar daun dan juga busuk akar kita bisa menggunakan fungisida berbahan aktif Difenokonazol+Azoksistroibin. Untuk pencegahan penyakit akar gada kita bisa menggunakan fungisida Nebijin yang mempunyai bahan aktif Flusulfanide 0,3 %.

Masa Panen

Sayuran sawi hijau dapat dipanen pada usia 30 - 60 HST tergantung varietasnya. Sayuran yang siap panen memiliki ukuran krop yang besar dan padat.  Sawi putih dapat dipanen dengan cara memotong pangkal batang atau juga dengan mencabutnya. Berat sayuran ini tergantung varietas dan tingkat kesuburannya. Berat rata-rata sawi putih berkisar 1-3 kg per buahnya.

 

 

 

Cara Budidaya Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L)

0
Cara Budidaya Tanaman Kentang(Soalnum tuberosum L)

Bisatani.com - Kentang merupakan jenis tanaman terung-terungan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Disamping sebagai sumber kalori, protein dan juga vitamin, kentang juga masuk dalam pasar dalam negeri maupun ekspor. Kentang juga bisa dijadikan sebagai pengganti nasi atau sumber karbohidrat.

Tanaman kentang juga punya prospek besar dalam menunjang bahan pangan, bahan baku untuk industri dan komoditas ekspor. Bukan hanya itu umbi kentang juga bisa diproses menjadi berbagai macam hasil olahan seperti tepung kentang, kentang goreng dan keripik kentang.

Kebutuhan akan kentang cenderung meningkat seiring pertumbuhan penduduk sehingga budidaya kentang ini merupakan salah satu prospek budidaya pertanian yang bagus untuk di dalami. Sehingga nanti petani bisa menghasilkan hasil panen dari budidaya kentang dengan kualitas yang bagus dan memuaskan.

Pemilihan Lokasi dan Waktu Tanam

Berikut lokasi dan waktu yang bagus untuk budidaya tanaman kentang :

  1. Lahan bukan bekas budidaya tanaman terung-terungan.
  2. Lokasi lahan dekat dengan sumber air.
  3. Tanaman kentang paling cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian >1000 mdpl.
  4. Memiliki suhu 15°-20° C dan kelembapan 80-90%.
  5. Curah hujan berkisar 1500-5000 mm/tahun.
  6. Lahan budidaya memiliki tekstur sedang, gembur, subur dan drainase yang baik.
  7. Kadar pH tanah antara 5 - 6,5.
  8. Lahan bukanlah sumber penyakit tular tanah seperti Nematoda Sista Kentang (NSK)
  9. Waktu tanam paling bagus untuk budidaya adalah pada musim hujan, jika musim kemarau ketersediaan air harus mencukupi.

Penyiapan Lahan untuk Budidaya Tanaman Kentang

Untuk persiapan lahan yang perlu dilakukan pertama kali adalah melakukan pembersihan. Bersihkan lahan dari segala sesuatu yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Hal mengganggu seperti batu-batuan, sampah, gulma atau sisa-sisa tanaman.

Untuk struktur tanah untuk budidaya tanaman kentang yakni tanah yang gembur dan dekat sumber air. Berikut pengolahan lahan agar siap untuk budidaya tanaman kentang :

  1. Cangkul atau bajak tanah lahan budidaya sedalam 30 cm sampai gembur.
  2. Biarkan lahan selama 15 hari untuk perbaikan tata udara dan aerasi tanah serta menghilangkan gas beracun.
  3. Cangkul atau bajak tanah kembali samapi benar-benar gembur kemudian ratakan.
  4. Buatlah garitan sedalam ± 7-10 cm, dengan jarak setiap garitan ± 70-80 cm.
  5. Jika lahan budidaya berupa lahan lereng, tanamlah pohon sebagai penguat pematang.

Untuk jarak tanam yang ditetapkan menyesuaikan ukuran benih, tipe tanah, kemiringan lahan budidaya, kemampuan tanah dalam menyimpan air serta arah datangnya sinar matahari. Buat jarak tanam menggunakan belahan bambu maupun roda berjari dengan jarak 30-40 cm.

Persiapan Benih Tanaman Kentang

Untuk pemilihan benih sebaiknya menggunakan benih yang bermutu dan varietas unggul. Hal ini bertujuan agar tanaman jelas varietasnya, memiliki tingkat keseragaman yang tinggi, hasil produk tanaman tinggi dan sehat.

Untuk varietas benih bisa menggunakan benih tanaman kentang seperti granola, Atlantik, Manohara, Krespo, maupun varietas lain yang tahan terhadap penyakit busuk daun dan layu bakteri. Dibutuhkan umbi kentang sekitar 1200 kg (umbi dengan berat ± 30 g/knol) untuk luas lahan 1 hektar.

Proses Tanam dan Pemupukan Dasar Tanaman Kentang

Bibit kentang ditanam dengan sistem baris tunggal (single row) atau sistem baris ganda (double row) yang ditanam pada bedengan. Tanaman kentang juga bisa ditanam dengan 2 cara yaitu monokultur atau tumpang sari. Untuk sistem monokultur, tanaman kentang ditanam tidak bersama dengan tanaman yang lainnya. Sedangkan untuk sistem tumpangsari, tanaman kentang ditanam berselang dengan tanaman lainnya seperti seledri dan daun bawang.

Untuk pemupukan dasar harus sesuai dosis, waktu dan juga jenis. Gunakan pupuk organik yang sudah matang dan terdekomposisi. Jangan menaruh pupuk berdekatan dengan tanaman karena dapat membuat benih mengalami pembusukan.

Berikut prosedur penanaman dan pemberian pupuk dasar :

  1. Tempatkan pupuk organik diantara benih dalam garitan.
  2. Letakkan pupuk kimia diatas pupuk organik.
  3. Untuk benih diletakkan antara pupuk, posisi tunas menghadap keatas dan jangan menyentuh pupuk secara langsung.
  4. Timbun benih dan pupuk dengan tanah yang membentuk gundukan ± 10 cm dari permukaan tanah.
  5. Untuk dosis pupuk yang digunakan pupuk kandang ± 15 ton/ha untuk pupuk kimia Urea 250 kg/ha, SP36 450 kg/ha, KCL 200 kg/ha.

Pengairan dan Pemberian Sujen

Pengairan atau air irigasi biasanya diberikan jika penanaman dilakukan pada musim kemarau. Air irigasi berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah dan membantu penyerapan unsur hara. Pengairan air juga sangat penting untuk awal pertumbuhan atau masa vegetatif. Penyaluran aair bisa dilakukan dengan sistem Sprinkle dan Geledeg (Leb).

Ajir atau turus merupakan tiang bambu yang berfungsi sebagai penyangga pada tanaman. Sehingga tanaman mendapat sinar matahari yang optimal serta tidak roboh. Ajir dibuat dari bambu dengan panjang 70-80 cm dan lebar 2-3 cm. Pemasangan ajir dengan cara ditancapkan dengan jarak ± 5 cm dari tanaman. Kemudian antara ajir dengan tanaman diikat menggunakan tali plastik. Hati-hati ketika memasang ajir, jangan sampai melukai dan mengganggu pertumbuhan umbi.

Pemberian Pupuk Susulan dan Pembumbunan

Budidaya Tanaman Kentang

  1. Lakukan penyiangan pada lahan tanaman kentang.
  2. Berikan pupuk susulan pada tanaman kentang yang sudah berumur 20-35 hst. Campurkan pupuk dengan perbandingan 15 gram Urea, 8 gram Za, 15 gram SP36 dan 5 gram KCL. Berikan dengan dosis 5-10 gram untuk setiap tanaman.
  3. Cangkul tanah pada parit dan naikan keatas guludan (pembumbunan).
  4. Pembumbunan kedua dilakukan setelah umur tanaman 35-40 hst.

Penyiangan, Sanitasi dan Pengendalian Hama serta Penyakit 

Penyiangan dan sanitasi merupakan proses pemeliharaan tanaman dengan cara membersihkan lahan dari tanaman pengganggu, gulma serta tanaman yang sakit.

Proses penyiangan dan sanitasi dilakukan ketika tanaman sudah berumur 20-30 hst. Gulam dan tanaman pengganggu bisa dibenamkan diantara guludan sedangkan untuk sisa tanaman yang sakit buang jauh dari lahan atau musnahkan dengan cara dibakar.

Adapun hama serta penyakit pada tanaman kentang adalah sebagai berikut :

  1. Penggerek Umbi atau Daun (Phthorimae operculella)
  2. Lalat penggorok daun
  3. Penghisap daun.
  4. Kutu Daun
  5. Layu Bakteri
  6. Busuk daun
  7. Virus mozaik
  8. Nematoda sista kentang (NSK)

Untuk penjelasan mengenai hama dan penyakit serta pengendaliannya akan diulas pada artikel berikutnya.

Penentuan Waktu Panen Tanaman Kentang

Secara visual tanaman kentang bisa dipanen jika daun dan batang yang berwarna hijau berubah menjadi kuning dan mengering lebih dari 75%. Jika sudah, daun dipangkas dan biarkan selama 7 hari. Kemudian gali dengan hati-hati jangan sampai melukai kulit umbi kentang atau lecet.

Secara perhitungan, tanaman kentang bisa dipanen sesuai varietas atau kultivar antara 100-110 hari. Bukan hanya itu, waktu panen juga terpengaruh oleh cuaca atau musim dan cara memelihara tanaman. Panenlah pada saat cuaca cerah dan tidak hujan maupun menjelang hujan.

Panen dan Pasca Panen Tanaman Kentang

Cara Budidaya Tanaman Kentang(Solanum tuberosum L)

Waktu yang cocok untuk memanen adalah pada saat pagi hari atau sore hari dan cuaca sedang cerah. Beriku: tata cara panen tanaman kentang :

  1. Sebelum panen pangkas terlebih dahulu tanaman kentang yang ada dipermukaan tanah. Jika perlu bisa menggunakan herbisida dengan dosis separuh dari anjuran.
  2. Bongkar guludan tanah dengan hati-hati, bisa menggunakan cangkul atau alat apapun yang penting jangan sampai melukai umbi kentang. Angkat umbi dan letakkan pada permukaan tanah, biarkan terjemur sinar matahari.

Setelah dipanen kentang masih melakukan aktivitas metabolisme. Jika tidak ditangani dengan segera akan mengalami kerusakan fisik dan kimiawi. Oleh karena itu, petani harus lebih baik dalam melakukan penanganan umbi kentang setelah panen dengan tepat. Sehingga kentang yang dihasilkan masih dalam kondisi baik dan segar untuk konsumsi dan bahan baku pengolahan.

  • Setelah umbi kentang diangkat, letakkan diatas permukaan tanah  agar terjemur sinar matahari sehingga sisa tanah akan kering dan mudah dibersihkan. Bersihkan dengan air lalu letakkan pada terpal atau keranjang dan keringkan dengan cara di angin-anginkan.
  • Sortir dan granding kentang sesaui dengan konsumen dan pasaran yang dituju. Pilih sesaui dengan bentuk fisik dan juga bobot ukuran apakah ada cacat fisik karena hama dan penyakit dan ukuran kecil sampai besar.
  • Jika tidak segera terjual, simpan kentang didalam gudang dengan kondisi ventilasi yang memadai, memiliki kelembapan sekitar 65-70%, sinar matahari yang cukup dan juga bersih. Untuk wadah bisa menggunakan kotak kayu, krat, keranjang atau waring.
  • Kemas secara menarik agar menambah daya tarik dan nilai jual dipasaran.

Demikian cara budidaya kentang dari awal persiapan lahan, benih sampai panen. Semoga menjadi ilmu bagi pemula untuk memulai budidaya kentang maupun tambahan ilmu bagi petani yang sudah