Home Blog Page 10

Penyakit dan Hama Yang Menyerang Pada Tanaman Cabai Lengkap

1
penyakit dan hama pada cabai

Penyakit dan hama yang menyerang tanaman cabai (cabe) ada berbagai macam, mulai dari penyakit yang disebabkan oleh virus hingga hama yang menyerang.

Tanaman cabai atau orang kota sering menyebutnya dengan sayur cabe ini memang banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Baik ditanam oleh petani dengan lahan yang luas maupun yang hanya ditanam di sekitar rumah.

Petani banyak menanam cabai karena siklus harga tanaman cabe cukup stabil dan menghasilkan. Mudah ditanam baik di dataran tinggi maupun dataran rendah.

Tidak hanya petani, ibu rumah tangga juga banyak yang menanam di sekitar rumah. Hal ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran bualanan karena harga cabai setelah masuk ke kota menjadi mahal.

Selain itu bagi ibu atau pekerja kantoran yang menanam cabai dirumah juga bisa menghasilkan tanaman yang diinginkan. Seperti hasil organik dan aman untuk keluarga, khusus bagi mereka yang alergi dengan bahan kimia.

Namun sebelum mengetahui lebih lanjut cara menanam cabai dengan baik ada baiknya kita mengetahui lebih beberapa penyakit pada cabai lengkap dan cara mengatasinya.

Penyakit Pada Cabai Beserta Hama yang Sering Menyerang Lengkap

penyakit pada cabai

Seperti halnya manusia, penyakit pada cabai perlu kita hindari dan waspadai. Dari penyakit dan hama cabai inilah yang membuat tanaman kita tidak subur dan hasil tidak maksimal.

Beberapa penyakit dan hama yang sering menyerang cabai diantaranya adalah :

1. Daun Keriting Pada Cabai

Cabai biasanya akan berbentuk keriting dan mengkerut, bisa mengkerut ke bawah maupun mengkerut ke atas. Daun keriting pada cabai membuat hasil panen tidak maksimal dan tanaman tidak subur.

Penyakit daun keriting pada cabai disebabkan oleh berbagai hama mulai dari hama thrips, hama tungau, aphids dan hama jenis lainnya.

Cara mengobati penyakit ini adalah dengan mengendalikan berbagai hama di atas agar terhindar dari penyakit daun keriting. Untuk lebih lengkapnya tentang penyakit ini bisa baca artikel : Cara Mengatasi Daun Keriting Pada Cabai

2. Penyakit Busuk Buah Pada Cabai (Patek Cabai)

Patek atau penyakit busuk buah pada cabai hampir menyerang semua petani. Baik petani skala besar maupun yang ditanam disekitar rumah.

Busuk buah pada cabai atau patek dalam bahasa biologi biasa disebut dengan antraknosa. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dapat menular dari satu tanaman ke tanaman yang lain.

Ciri ciri poenyakit busuk buah pada tanaman cabai diantaranya adalah adanya busuk pada buah cabe. Cabai yang terkena penyakit jadi tidak bisa di petik / dipanen.

Penyakit pada cabai ini disebabkan oleh jamur colletrotrichum capsici atau Gloesporium piperatum. Cara mengatasinya yaitu dengan melakukan pengobatan agar tidak terserang penyakit ini. Untuk lebih lengkap tentang pengendalian patek bisa baca artikel : Cara Mengatasi dan Mengobati Penyakit Patek Cabai

Selain menggunakan bahan kimia kita juga bisa dengan selalu menjaga saluran udara. Memetik buah yang busuk agar tidak menular. Membersihkan lingkungan dari rumput liar, sampah penyebab jamur itu menyerang.

3. Lalat Buah Pada Cabai

Penyakit pada cabai selanjutnya disebabkan oleh hama yaitu lalat. jenis serangga yang sering menyerang berbeda dengan lalat rumahan. Hama lalat ini lebih kecil dan berbentuk seperti lebah yang kecil.

Lalat buah biasanya akan menyedot sari dari buah cabai sehingga terbentuk lubang pada buah. Dari lubang inilah yang menyebabkan cabai mengalami pembusukan dan akhirnya tidak bisa dipetik.

Jangan sepelekan hama ini karena bisa menyerang sebagian hasil dari tanaman anda. Tidak tanggung-tanggung bahkan bisa menyedot lebih dari 25 persen.

Cara mengatasi hama ini bisa dengan menggunakan bahan kimia maupun bahan organik. Cara mengatasi hama lalat buah pada cabai secara organik bisa semprotkan larutan bawang pada tanaman kita.

Untuk lebih lengkap penjelasan tentang lalat buah pada cabai bisa baca artikel : Cara Mengatasi dan Mengendalikan Lalat Buah Pada Cabai

4. Penyakit layu Fusarium (Layu Bakteri)

Layu fusarium atau biasa dikenal dengan layu bakteri ini biasanya ditandai dengan adanya layu pada daun cabai. Hal ini disebabkan oleh serangan jamur fusarium yang awalnya menyerang pada batang tanaman.

Penyakit ini bisa dicegah dan diobati dengan berbagai perlakuan mulai dari penggunaan obat bakterisida trichoderma, menjaga kelembapan tanah dan lainnya.

Untuk lebih lengkap cara menangani dan mengobati penyakit ini bisa baca artikel : Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium Pada Cabai

5. Ulat Daun dan Ulat Grayak Pada Cabe

Beberapa ulat sering menyerang tanaman cabe, biasanya saat awal penanaman yang paling banyak. Ulat besar sering mematahkan bibit yang baru saja dipindahkan dari penyemaian ke lahan yang luas.

Ada juga ulat yang sering menyerang cabai saat mulai berbuah, baik ulat besar maupun ulat kecil (ulat grayak). Hal ini bisa diatasi dengan berbagai penyemprotan obat alami maupun kimia. Untuk kimia bisa menggunakan obat yang memiliki bahan aktif abamectin atau lamda sihalotrin.

Untuk lebih lengkap cara membasmi ulat daun pada cabai bisa baca artikel : Cara Mengatasi dan Membasmi Ulat Daun Pada Tanaman Cabai

Itulah beberapa penyakit dan hama yang sering menyerang pada tanaman cabai. Bisatani akan mencoba update dan melengkapi informasi seputar penyakit pada cabai yang sering menyerang.

Jangan lupa selalu update berita di bisatani.com untuk mendapatkan info dan edukasi terbaru seputar pertanian modern agar wawasan kita bertambah. Anda juga bisa subscribe channel kita di youtube bisatani dan juga instagram @bisatanicom dan juga bergabung grup facebook bisatani

Cara Menanam dan Budidaya Jahe Yang Menguntungkan

0

Bisatani.com - Jahe merupakan tumbuhan yang kaya akan manfaat. Selain sebagai tanaman rempah yang bisa menghangatkan tubuh tetapi jahe juga bisa menjadi bumbu dapur juga. Bukan hanya itu, jahe juga bermanfaat bagi kesehatan seperti detoksifikasi, mengurangi rasa mual, bagus dalam mengatasi masalah pencernaan dan juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Jahe merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan kemudian menyebar ke berbagai negara karena manfaatnya. Karena kaya akan manfaat banyak orang yang terdorong untuk membudidayakan tanaman jahe.

Syarat Tumbuh Untuk Menanam Jahe

Budidaya tanaman jahe paling bagus adalah di areal yang memiliki curah hujan antara 2500-4000 mm/tahun dan memiliki suhu antara 20°-35° Celcius. Tanaman ini juga hanya bisa tumbuh di ketinggian 0-1700 mdpl dan kelembapan udara sekitar 60-90%. Tanaman jahe juga memerlukan intensitas cahaya antara 70-100%.

Untuk media tanam, tanaman jahe paling bagus ditanam pada tanah yang gembur, mengandung banyak humus dan dengan tekstur lempung berpasir. Jenis tanah yang baik untuk menanam jahe adalah tanah latosol merah cokelat, andosol dan lahan hutan yang baru dibuka. Tingkat keasaman tanah sekitar 6,8 sampai 7,4.

Cara Budidaya Tanaman Jahe

Budidaya Jahe Yang MenguntungkanUntuk menghasilkan tanaman jahe yang bagus dan hasil panen yang berkualitas, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Berikut tahapan atau cara menanam tanaman jahe dari bibit sampai panen.

  • Pembibitan Tanaman Jahe

Untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas gunakanlah bibit jahe yang memiliki presentase pertumbuhan yang tinggi, lebih tahan terhadap hama dan juga penyakit. Pembibitan tanaman jahe dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan menanam tunas jahe yang tumbuh pada rimpang jahe. Berikut syarat agar bibit agar menghasilkan tanaman jahe brkualitas :

  1. Pilih bibit yang berasal dari tanaman yang sehat, tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  2. Pilihlah jahe yang dipanen pada usia 10-12 bulan untuk dijadikan bibit.
  3. Kondisi rimpang yang akan dijadikan bibit dalam keadaan mulus, tidak ada bagian yang busuk, warnanya tak pucat dan mengkilat, serta tak terkena hama maupun penyakit.

Setelah bibit tanaman jahe yang terbaik, kemudian tempat untuk proses pembibitan sebelum ditanam dilahan budidaya. Ada dua jenis teknik untuk melakukan proses pembibitan yaitu :

    • Teknik Peti Kayu

Siapkan semacam peti atau tempat penampungan yang terbuat dari kayu. Jamur terlebih dahulu rimpang jahe yang akan digunakan untuk bibit, jangan jemur sampai kering.

Setelah dijemur, lakukan penyimpanan selama 1 sampai 1,5 bulan. Kemudian patahkan rimpang jahe yang sudah selam 1-1,5 bulan menjadi 3 hingga 5 mata tunas.

Masukkan rimpang jahe yang sudah dipotong kedalam wadah lalu masukan campuran larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh tanaman selama 1 menit. Setelah itu keringkan kembali rimpang jahe.

Yang terakhir masukan potongan rimpang kedalam peti kayu yang telah dibuat. Lakukan penyemaian dengan cara letakkan potongan bibit pada bagian dasar peti, lalu tutup lapisan atasnya dengan abu gosok atau sekam padi. Lakukan pelapisan secara bergantian hingga lapisan paling atas adalah abu gosok atau sekam padi.

Tunggu hingga 2-4 minggu, biasanya bibit jahe dalam peti sudah tumbuh tunas dan siap ditanam pada lahan budidaya.

    • Teknik Bedengan Atau Gundukan Tanah

Pertama siapkan rumah semai sederhana dengan ukuran 10×8 meter untuk kapasitas bibit sekitar 1 ton. Kemudian buat semacam bedengan dari tumpukan jerami dengan ketebalan sebesar 10cm.

Susun rimpang jahe pada bedengan jerami lalu tutup lagi dengan jerami. Tumpuk sampai 4 susun lapisan rimpang, dengan bagian paling atas berupa jerami.

Lakukan perawatan untuk meningkatkan kualitas bibit dengan melakukan penyiraman setiap hari dan sesekali lakukan penyemprotan dengan fungisida agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Tahap akhir, jika setelah 2 minggu muncul tunas pada bagian rimpang seleksi bibik yang kualitasnya baik. Jangan sampai ada bibit kualitas buruk ikut tertanam.

Setelah diseleksi pindahkan bibit pada suatu tempat dan rendam dengan larutan fungisida selama 8 jam. Keringkan dengan cara dijemur 2 sampai 4 jam sebelum ditanam pada lokasi budidaya.

Mengolah Media Tanam Budidaya Tanaman Jahe

Persiapan lahan memerlukan waktu sekitar 1 bulan. Alangkah baiknya sambil mennyiapkan bibit sambil mengolah lahan agar siap ketika bibit siap dipindahkan pada lahan budidaya.

Pertama bersihkan lahan budidaya dari gulma atau sisa tanaman sebelumnya. Bajak tanah lahan budidaya dengan cara mencangkul atau menggunakan traktor dengan kedalaman 25-35 cm. Diamkan ± selama 1 minggu lalu bajak lagi agar tanah menjadi gembur.

Fungsi dari penggemburan tanah agar racun yang mengendap bisa terbuang serta membunuh kuman dan ham.

Buatlah bedengan agar sirkulasi drainase air bagus dan tidak menggenang sehingga tidak merusak tanaman jahe. Buat bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, dan panjang menyesuaikan luas lahan budidaya.

Cek kondisi tanah untuk tingkat keasaman. Jika pH rendah maka taburkan Dolomit (kapur pertanian) agar kondisi pH menjadi 7 (normal) dan siap tanam. Jika tanah terlalu asam, unsur hara fosfor dan kalsium sulit terserap bahkan tidak tersedia.

Menanam Tanaman Jahe Pada Lahan Budidaya

Buatlah lubang-lubang kecil dengan ukuran kedalaman 3-7,5 cm pada lahan budidaya. Kemudian lakukan penenaman dengan cara melekatkan bibit rimpang jahe yang sudah diseleksi (yang bagus) dengan cara direbahkan dan mata tunas menghadap keatas pada lubang-lubang yang telah disiapkan.

Tutup bibit menggunakan tanah dengan tebal ± 5 cm. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Bibit tanaman jahe membutuhkan air yang cukup banyak di awal masa pertumbuhan.

Merawat Tanaman Jahe Pada Lahan Budidaya

Merawat tanaman jahe terbilang cukup mudah. Ketika tanaman sudah berumur 6-8 minggu berikan pupuk susulan seperti SP36 dan KCL dengan dosis 125 kg per hektar. Tabur disekitar tanaman dan jangan terkena batang atau rimpang jahe.

Tutup pupuk dengan tanah dan lakukan perawatan berikutnya :

  1. Lakukan penyulaman tanaman jahe. Penyulaman dilakukan jika ada bibit jahe yang tak tumbuh atau mati.
  2. Bersihkan areal pertanaman dari gulma atau rumput liar atau tanaman pengganggu lainnya.
  3. Selalu lakukan monitoring pada tanaman jahe. Amati pertumbuhan jahe dan juga serangan hama maupun penyakit. Lakukan secara rutin.

Masa Panen Tanaman Jahe

Budidaya Jahe Yang MenguntungkanBiasanya tanaman jahe sudah siap panen pada usia 4 bulan jika digunakan sebagai bahan masakan dan usia 10-12 bulan jika jahe akan dijual ke pasaran.

Untuk ciri-ciri tanaman jahe yang siap dipanen adalah tanaman yang warna daunnya dari hijau berubah menjadi kuning dan semua batangnya menjadi kering.

Lakukan pemanenan yang benar dan hati-hati. Bongkar lokasi penanaman dengan menggunakan garpu atau cangkul, jangan sampai mengenai rimpang tanaman jahe.

Bersihkan tanah dan kotoran yang masih menempel pada rimpang jahe. Kemudian jemur rimpang jahe diatas papan atau dengan daun pisang selama ± 1 minggu. Tempat menjemur harus terbuka, tidak lembab dan rimpang jahe harus tersebar tidak boleh ditumpuk.

Panen tanaman jahe pada musim kemarau, karena jika panen pada musim hujan akan merusak kualitas dari rimpang jahe.

Selamat menanam… Bisatani.com

 

Mengenal Cara Menanam Wortel dan Cara Budidayanya

0
Mengenal Wortel dan Cara Budidayanya

Bisatani.com - Wortel merupakan salah satu sayuran pelengkap yang biasanya terdapat dalam masakan. Sayuran berwarna oranye ini menjadi sayuran yang banyak digemari karena manfaat yang dikandungnya. Wortel mengandung banyak sekali zat yang diperlukan oleh tubuh manusia.

Wortel dipercaya dapat menjaga kesehatan mata karena mengandung vitamin A. Dengan rutin mengonsumsi wortel dapat mencegah penyakit Miopi karena wortel mampu meningkatkan pandangan jarak jauh. Di dalam wortel juga terkandung zat lain seperti vitamin B1,B2,B3,B6,B9, dan C, zat besi, kalium, kalsium, fosfor, magnesium dan sodium.

Setelah mengetahui manfaat yang terkandung dalam wortel diatas. kali ini tim Bisatani.com akan berbagi informasi mengenai cara budidaya wortel. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi acuan anda dalam menaman wortel.

Mengenal Wortel dan Cara Budidayanya

 

Cara Budidaya wortel

Wortel merupakan jenis sayuran yang menyimpan cadangan makanan dalam umbinya. Sayuran dengan nama latin Daucus carota L biasa dibudidayakan di dareah pegunungan atau lebih dari 1000 mdpl. Di Indonesia sendiri tanaman wortel banyak ditemui di Batu, Nongkojajar, Dieng dan juga Priangan Jawa Barat.

Wortel memerlukan suhu antara 15 - 21 derajat celcius agar pertumbuhannya dapat maksimal. Wortel juga bisa dijadikan tanaman pendamping dengan tanaman lainnya. Dengan sistem tumpang sari kita akan mendapatkan manfaat yang berlipat. Jika wortel telah berbunga akan mengasilkan aroma herbal yang akan menarik tawon predator yang mana bermanfaat untuk membasmi hama tanaman.

Untuk menghasilkan wortel yang berkualitas perlu dilakukan perawatan yang tepat. Berikut ini adalah tahapan yang dapat dilakukan dalam budidaya sayuran wortel.

Pembenihan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan benih. Benih dapat didapatkan di Toko Pertanian disekitar rumah anda. Ada beberapa merk yang tersedia pada saat ini mulai dari New Kuroda yang diproduksi oleh Takii & Co.,ltd sampai Kuroda Ew Select yang diproduksi oleh PT Panah Merah.

Kebutuhan benih setiap 1 hektar tanah sekitar 750 sampai dengan 1000 gram.

Persiapan Lahan

Agar pertumbuhan dapat maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan perlu dilakukan persiapan lahan. Hal tersebut bertujuan agar tanah memiliki kelembapan yang cukup sehingga menjadi gembur dan subur. Tanah yang gembur akan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan wortel karena wortel termasuk umbi yang tumbuh dan berkembang di dalam tanah.

Persiapan lahan bisa dengan membajak atau mencangkul tanah sedalam 40 cm. Kemudian bisa dibuat bedengan dengan ketinggian  sekitar 20-30 cm dan lebarnya 1 meter. Setelah terbentuk bedengan bisa diberikan pupuk kandang atau pupuk dasar. Lalu bisa ditambakan mulsa dan dilubangi dengan kedalam 5 cm dengan jarak antar lubang 20 cm.

Penanaman Benih Wortel

Ada baiknya penanaman dilakukan secara langsung dengan cara disebar di lahan yang telah di buat. Mengapa biji wortel tidak disemai terlebih dahulu karena ditakutkan dapat merusak kualitas dari benih. Biasanya kerusakan perakaran akan terjadi pada saat pemindahan dari semaian ke lahan.

Sebelum penanaman biji diberi fungisida atau juga bisa merendamnya dengan air panas. Agar benih terhindar dari jamur yang dapat mengganggu tingkat pertumbuhan tanaman. Karena biji wortel sangat kecil kita bisa menggunakan media tanah lempung. Hal itu agar biji menjadi bulatan yang lebih besar dan menjadi mudah ditabur.

Pemupukan

Jika sebelum tanam tadi kita cukup menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Kemudian setelah tanaman tersebut tumbuh bisa dilakukan pemupukan lagi dengan menggunakan pupuk kimia. Pupuk yang bisa digunakan seperti pupuk urea dan TSP dengan takaran 100 kg/ha. Selanjutnya dilanjutkan dengan pupuk KCI dengan takaran 30 kg/ha.

Pemeliharaan

Pemeliharaan bisa dilakukan dengan melakukan penyiraman. Jika cuaca sangat panas kita perlu menyiram antara 1-2 kali sehari. Setelah itu dilakukan penyiangan dengan cara mencabuti gulma yang tumbuh disekitar tanaman.

kita juga harus membuang tanaman yang pertumbuhannya lemah atau disebut juga penjarangan. Hal itu berguna agar ada jarak antar tanaman sehingga kebutuhan akan sinar matahari menjadi tercukupi. Hindari agar umbi tidak terlihat dari permukaan agar tidak muncul warna hijau pada permukaan wortel.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Mengenal Wortel dan Cara Budidayanya

 

  • Hama yang muncul pada tanaman wortel seperti thrips, kutu daun, tungau, ulat grayak dll. Biasanya hama akan mudah menyerang pada saat musim kemarau. Untuk mengatasinya kita bisa menyemprotkan obat dengan bahan aktif abamectin atau insektisida dengan bahan aktif lain.
  • Untuk penyakit yang menyerang tanaman wortel biasanya seperti rebah kecambah, layu bakteri, layu fusarium (jamur), antraknosa, hawar dan busuk daun. Bakteri atau cendawan penyebab penyebab penyakit ini akan meningkat pada saat musuim hujan. Sama seperti hama kita juga harus mengantisipasi agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kita bisa melakukan penyemprotan dengan fungisida tepung berbahan aktif Mankozeb maupun simoksamil. Untuk fungisida cair sendiri bisa menggunakan obat berbahan aktif Azoksistrobin dan Difenokonazol.

Panen

Ini merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh petani. Karena kerja keras selama penanaman akan membuahkan hasil. Kita dapat memanen wortel dengan cara mencabut umbi beserta akarnya. Akan lebih mudah jika seblumnya tanah telah digemburkan terlebih dahulu.

Wortel dapat dipanen setelah berumur 100 hari. Jika kita telat dalam memanennya dapat menyebabkan umbi menjadi berkayu. Hal itu akan berakibat menurunnya nilai jual karena wortel yang berkayu tidak disukai oleh konsumen.

 

Cara Menanam Dan Budidaya Mentimun Yang Menguntungkan

0

Bisatani.com - Mentimun merupakan salah satu tanaman holtikultura yang memiliki banyak manfaat dan juga nilai ekonomi tinggi di pasaran. Bukan hanya untuk konsumsi saja, buah yang banyak kandungan airnya ini juga bisa dimanfaatkan sebagai penyegar, bahan baku dalam industri farmasi dan kosmetik. Oleh karena itu, budidaya mentimun mempunyai prospek bisnis yang bagus.

Bukan hanya merambah untuk daerah dalam negeri saja tetapi mentimun ini juga sudah masuk pasa ekspor. Mulai dari beberapa negara di Asia Tenggara, Timur Tengah bahkan Eropa bisa menjadi peluang bisnis ekspor untuk mentimun dan produk dari olahan mentimun.

Langkah-Langkah Budidaya Mentimun

Budidaya Mentimun Yang Menguntungkan

  • Persiapkan Benih, Pupuk dan Perlengkapan

Untuk lahan dengan luas sekitar 5.000 m² maka dibutuhkan benih sekitar 500 gram. Ingat, pilihlah benih mentimun yang berserifikat. Jika luas lahan tanam sekitar 5.000 m² maka dibutuhkan pupuk kandang sekitar 5 ton dan kapur dolomit 1 ton. Jangan lupa siapkan pupuk Urea 150 kg, SP 36 100 kg, KCL 100 kg dan pupuk Za 50 kg. Dan untuk pupuk susulan siapkan pupuk NPK sebanyak 90 kg.

  • Penyemaian Benih Mentimun

Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk melakukan penyemaian benih mentimun sebelum ditanam pada lahan. Berikut langkah-langkah penyemaian benih mentimun :

  1. Rendam benih dengan air hangat selama 6 jam agar dormansi benih pecah. Kemudian tiriskan benih dan bungkus dengan kain yang lembab. Diamkan benih tersebut selama 12 jam pada kondisi lingkungan yang hangat.
  2. Siapkan media tanam dari tanah yang subur dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Kemudian masukan media tanam ke dalam polibag atau tray. Setelah siap, tanam benih mentimun dengan sudut kemiringan sekitar 45º, letakkan ujung yang lancip menghadap ke bawah.
  3. Siram permukaan media semai menggunakan hand sprayer agar tidak merusak bibit pada media semai. Tutup media semai dengan plastik hitam sampai benih berkecambah, kira-kira 2 hari.
  4. Pindahkan bibit yang sudah siap tanam, sudah memiliki 2 helai daun, berumur 12 hari, tumbuh normal dan sehat.
  5. Jika ada bibit semai yang terkena penyakit rebah semai, segera cabut dan pisahkan. Penyakit ini sangat mudah menular ke bibit semai yang sehat. Jika parah bisa kendalikan dengan fungisida berbahan aktif mankozeb, propineb, benomil, atau propamokarb hidroklorida.
  • Persiapan Lahan Untuk Budidaya Mentimun

Untuk membudidayakan mentimun ada beberapa tipe tanah yang bisa digunakan seperti, lempung berpasir, lempung, subur, gembur dan tanah yang mempunyai kandungan organik tinggi. Tanaman ini bisa tumbuh pada ketinggian 100-900 mdpl. Berikut langkah-langkah untuk budidaya mentimun :

  1. Sterilkan lahan budidaya dari batu, gulma dan tanaman pengganggu. Cek pH tanah, jika kurang dari 7 taburkan dolomit dengan perbandingan 1 ton dolomit untuk luas lahan 5.000 m².
  2. Gemburkan tanah terlebih dahulu dengan cara dicangkul maupun dibajak. Lalu buat bedengan dengan  tinggi ± 15-20 cm, lebar 110 cm. Sedangkan untuk panjang bedengan bisa menyesuaikan luas lahan saja. Buat jarak sekitar 50 cm antar bedengan yang berfungsi sebagai parit atau selokan.
  3. Taburi lahan bedengan dengan pupuk kandang secukupnya. Kemudian campurkan pupuk Urea, SP36, dan KCL sesuai dosis takaran tadi. Lalu taburkan pada sisi bedengan.
  4. Buat lubang untuk menanam bibit semai mentimun dengan batang kayu (diameter 6-10 cm). Beri jarak tanam sekitar 60-70 cm.
  5. Lakukan pengairan untuk menggenangi parit atau selokan antar bedengan. Hal ini dilakukan agar tanah menjadi lembab sebelum ditanami bibit semai mentimun. Selalu cek irigasi atau parit agar tidak tergenang di musim hujan tetapi tetap lancar di musim kemarau.
  • Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Mentimun

Lakukan pemindahan bibit mentimun dari lahan semai ke lahan budidaya pada pagi atau sore hari. Hati-hati ketika memindahkan agar media tanam juga tidak rusak. Setelah bibit dipindah kedalam lubang tanam lallu padatkan tanah disekitarnya dan jangan sampai daun menyentuh tanah agar tak mudah terserang hama serta penyakit. Berikut pemeliharaan tanaman mentimun :

  1. Jika selam masa tanam 7 hst ada bibit yang mati, lakukan penyulaman atau penggantian dengan tanaman yang sehat.
  2. Ketika tanaman berusia 3-7 hst pasanglah ajir (ukuran 2,25-2.5m) dengan posisi X. Fungsi ajir disini sebagi rambatan tanaman mentimun. Pada titik silang berikan bambu sepanjang bedengan dan ikat menggunakan tali rafia.
  3. Setelah tanaman mentimun berusia 15-20 hst, berikan pupuk susulan NPK dengan dosis 5 gram per liter air. Berikan sebanyak 200 ml larutan untuk setiap tanaman.
  4. Bisa juga menambahkan pupuk UREA dan pupuk daun mikro dengan dosis 100 kg per hektar jika tanaman mentimun masih kurang tumbuh subur.
  • Masa Panen Tanaman Mentimun

Budidaya Mentimun Yang Menguntungkan

Biasanya tanaman mentimun bisa dipanen pertama kali pada usia 32-35 hst. Tanaman mentimun bisa dipanen setiap hari karena perkembangan buahnya yang termasuk cepat. Sesuaikan kriteria mentimun dengan kebutuhan konsumen seperti :

  1. Mentimun acar (ukuran 10-15 cm), bentuk lurus, segar dan kulit buah mulus.
  2. Mentimun besar (ukuran 15-20 cm), bentuk lurus, segar dan kulit buah mulus.

Kumpulkan mentimun yang sudah dipanen pada tempat yang terlindung dari sinar matahari. Sortir buah mentimun sesuai ukuran, bentuk dan kualitasnya. Kemasi mentimun hasil panen kedalam box atau karung dan susun yang rapi agar buah mentimun tidak rusak pada saat pendistribusian.

Inilah Perbedaan Pupuk Kimia, Pupuk Organik dan Pupuk Hayati

0
inilah perbedaan pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati

Bisatani.com - Pada saat ini apakah ada petani yang tidak menggunakan pupuk dalam bercocok tanam?. Pertanyaan tersebut muncul karena saat ini sebagian besar petani pasti membutuhkan yang namanya pupuk. Mulai dari sebelum tanam sampai masa panen, pupuk menjadi komponen yang tidak dapat dipisahkan.

Pupuk adalah Bahan atau zat yang biasanya ditambahkan pada tanaman guna untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tujuan ditambahkannya pupuk ini agar petumbuhan dan hasil produksi tanaman menjadi maksimal.

Pada saat ini ada banyak sekali jenis pupuk yang ada di pasaran. Untuk orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia pertanian tentu sudah mengetahui jenis-jenisnya. Akan tetapi untuk orang awam atau orang yang baru belajar tentang pertanian tentu akan kesulitan membedakan jenis pupuk tersebut.

Maka dari itu tim Bisatani.com akan berbagi informasi mengenai perbedaan antara pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati.

inilah perbedaaan pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati

Pupuk kimia

Pupuk kimia merupakan jenis pupuk yang diproduksi dari bahan kimia dan diproses secara kimia. Biasanya pupuk kimia mengandung unsur hara atau mineral tertentu. Dibandingkan dengan pupuk jenis lain pupuk kimia merupakan pupuk yang mudah diserap oleh tanaman. Hal itu bisa terjadi karena sifat dari pupuk kimia yang udah larut.

Pupuk kimia tersusun atas tiga senyawa yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Pupuk kimia lebih dipilih karena tanaman akan lebih banyak menyerap pupuk kimia dibandingkan pupuk organik atau pupuk hayati. Rasio penyerapan pupuk kimia mencapai 64% sedangkan pupuk organik hanya 1 % dari jumlah pupuk yang diberikan.

Jenis - jenis pupuk kimia

Berikut ini adalah jenis jenis pupuk kimia yang ada pasaran.

  • Urea
  • ZA (Zwavelzure Amonium)
  • SP-36 (Super Phospahte)
  • KCI (Kalium Klorida)
  • NPK (Nitrogen Phoshate Kalium)
  • ZK (Zwavelzure Kali)

Kelebihan dari pupuk kimia

  1. Mudah diserap oleh tanaman.
  2. Pengaplikasian pupuk lebih sedikit dibanding dengan pupuk organik
  3. Ada berbagai jenis yang dapat disesuaikan dengan masing-masing tanaman.
  4. ketersediaan dipasaran yang banyak dan mudah didapatkan.

Dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia

Selain banyak keuntungan yang bisa didapatkan penggunaan pupuk kimia juga bisa menimbulkan dampak negatif. Berikut ini adalah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk kimia.

  • Polusi Air.
  • Sindrom bayi biru.
  • ketergantungan terhadap pupuk kimia.
  • Hilangnya unsur mikro dalam tanah.
  • Meningkatnya keasaman tanah.
  • Pencemaran udara dari emisi metana.

Maka dari itu penggunaan pupuk kimia harus digunakan secara bijak. Hal tersebut dimaksudkan agar manfaat dapat dirasakan secara maksimal dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Pupuk Organik

Pupuk organik merupakan pupuk yang dibuat dari bahan alami baik yang berasal dari tumbuhan ataupun hewan. pupuk organik dihasilkan setelah melalui proses rekayasa. Sama seperti pupuk jenis lain, pupuk organik digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Pupuk organik merupakan pupuk dengan kandungan hara yang lengkap. Ada berbagai senyawa yang terkandung dalam pupuk organik seperti asam sulfat, asam humik dan senyawa lain yang dibutuhkan tanaman.

Penggunaan pupuk organik lebih aman dibandingkan dengan pupuk kimia. Pupuk organik dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia maupun untuk memeperbaiki unsur biologi tanah.

Bentuk dari pupuk organik bisa berupa zat padat maupun cair. Pupuk organik bisa dihasilkan dari sisa-sisa tumbuhan (kompos), Kotoran hewan, sisa dari kegiatan industri maupun rumah tangga.

Kelebihan dari pupuk organik

  1. Dapat menjaga kesuburan tanah dalam waktu yang lama.
  2. Dapat meningkatkan produktifitas tanah
  3. Aman terhadap lingkungan
  4. Aman digunakan dalam jangka panjang
  5. Hemat biaya karena bisa dibuat dari bahan sisa.

Kekurangan dari pupuk organik

  1. Jumlah unsur hara relatif kecil.
  2. Nutrisi dalam pupuk organik tidak mudah larut.
  3. Penyerapan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding pupuk kimia.

Pupuk hayati

Banyak orang mengira bahwa pupuk hayati itu sama dengan pupuk organik. Sebenarnya ada sedikit perbedaaan antara pupuk organik dengan pupuk hayati.

Pupuk hayati sendiri merupakan istilah yang diberikan untuk semua fungsional mikroorganisme dalam tanah. Pupuk hayati berguna untuk menyediakan hara dalam tanah. Orang-orang biasa menyebut pupuk hayati dengan Biofertilizer atau juga Pupuk bio.

Kandungan dari pupuk hayati adalah mikroorganisme baik yang dibutuhkan oleh tanaman. Adapun jenis mikroba yang digunakan adalah mikroba yang dapat menarik nitrogen (N) dari udara. Mikroba yang dapat melarutkan hara fosfor (P) dan kalium (K) dan mikroba yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman.

Manfaat dari Pupuk hayati

  • Dapat memperbaiki kualitas tanah
  • Dapat menyuburkan tanaman
  • Meningkatkan jumlah dan kulaitas hasil panen.
  • Menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
  • Memperkuat daya tahan tanaman.
  • Membantu penyerapan pupuk kimia dan pupuk organik (kandang).

 

 

 

 

 

 

Pupuk Organik Yang Ramah Bagi Tanaman

0

Bisatani.com - Siapa si petani yang tidak menggunakan pupuk pada saat menanam. Setiap petani pasti menggunakan pupuk organik maupun anorganik pada saat menanam tanaman. Pupuk ini diberikan untuk memberikan nutrisi disaat masa pertumbuhan sampai mendekati masa panen.

Pupuk terdiri dari dua jenis, pupuk organik dan pupuk anorganik. Untuk pupuk organik dan anorganik petani bisa langsung membeli di toko pertanian. Tapi untuk pupuk organik, petani bisa juga membuatnya agar lebih menghemat biaya. Untuk membuat pupuk organik bisa menggunakan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai dirumah.

Pupuk organik bagi sebagian orang lebih berkualitas dan ramah lingkungan. Pupuk organik juga lebih bagus dalam menjaga kulaitas tanah daripada pupuk anorganik.

Apa sih Pupuk Organik

Pupuk Organik Yang Aman Bagi TanamanPupuk merupakan nutrisi yang ditambahkan kedalam tanah untuk memberikan nutrisi unsur hara yang dibutuhkan tanaman dari awal tanam sampai mendekati masa panen. Pupuk organik atau pupuk alami merupakan pupuk yang dibuat dengan bahan-bahan organik yang terdapat di alam seperti hewan dan tanaman. Jenis pupuk ini ada yang berupa cairan ataupun masih padat.

Adapun untuk membuat pupuk organik bisa menggunakan bahan berupa sampah alami seperti rumput, daun, sisa makanan busuk, bulu binatang maupun kotoran hewan yang dipelihara.

  • Kelebihan Pupuk Organik
    1. Kesuburan pada tanah akan tetap terjaga dalam waktu yang lama.
    2. Ramah bagi lingkungan.
    3. Mengandung unsur hara yang lebih lengkap.
    4. Lebih baik dalam menyerap air.
    5. Aktivitas mikroorganisme yang terdapat dalam tanah akan lebih meningkat.
  • Kekurangan Pupuk Organik
    1. Kandungan unsur hara tidak menentu dan relatif lebih kecil.
    2. Tidak mudah larut dan diserap oleh tanaman secara langsung dalam jangka pendek.
    3. Pupuk organik lebih lama terurai daripada pupuk anorganik.
    4. Membutuhkan waktu yang lama karena harus mengolah terlebih dahulu dari bahan organik.

Jenis Pupuk Organik

  • Pupuk Kompos

Pupuk Organik Yang Baik Bagi TanamanPupuk kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa bahan organik hewan, tumbuhan atau limbah organik yang alami. Kemudian bahan tersebut mengalami dekomposisi atau fermentasi. Proses ini biasanya dibantu dengan beberapa mikroorganisme seperti jamur, bakteri atau kapang dan makroorganisme seperti cacing tanah.

Ada dua metode dalam pembuatan pupuk kompos yaitu metode aerob (melibatkan udara) dan anaerob (tidak melibatkan udara).

  • Pupuk kandang

Pupuk Organik Yang Baik Bagi TanamanPupuk kandag merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan ternak maupun unggas seperti sapi, kambing, kerbau, domba, kuda dan ayam. Jenis pupuk ini banyak mengandung unsur hara makro seperti fosfor, nitrogen serta kalium dan mikro seperti magnesium, sulfur, besi, natrium, kalium, molibdenum dan tembaga.

  • Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari tanaman atau tumbuhan hijau. Biasanya bagian yang hijau pada tanaman saja yang digunakan. Bahan tanaman yang digunakan untuk pembuatan pupuk hijau bisa menggunakan tanaman sisa hasil panen, kacang-kacangan atau tanaman air.

Jenis kacang-kacangan dan tanaman air merupakan bahan yang sering digunakan karena banyak mengandung unsur nitrogen lebih tinggi yang sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk hijau merupakan jenis pupuk organik yang efektif karena membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas tanah sebagai media tanam bagi tumbuhan.

  • Humus

Humus merupakan jenis pupuk organik berasal dari pelapukan atau dekomposisi dari daun-daunan atau ranting tanaman yang membusuk secara alami. Biasanya humus terdapat di lapisan atas tanah tetapi dapat berubah sesaui sesuai suhu, kelembapan atau aerasi.

Manfaat dari humus yakni meningkatkan kadar air dalam tanah, mencegah terjadinya erosi, serta membantu proses penghancuran senyawa racun dalam tanah.

  • Pupuk Hayati atau Pupuk Mikrobiologis (Biofertilizer)

Merupakan jenis pupuk yang bekerja dengan menggunakan organisme hidup. Pupuk jenis ini tidak secara langsung meningkatkan kesuburan tanah seperti pupuk biasanya. Pupuk ini berfungsi sebagai pembangkit tanah, kemudian tanah akan menjadi subur dan sumber nutrisi bagi tanaman.

  • Serasah

Pupuk serasah merupakan jenis pupuk organik yang terbuat dari limbah organik nabati atau bagian tanaman yang sudah tak lagi terpakai dan berubah warna serta bentuk. Pupuk ini biasa diletakkan diatas permukaan tanah sehingga sering disebut pupuk penutup tanah. Manfaat pupuk ini selain menjaga kesuburan tanah juga menjaga kelembapan serta tekstur tanah tetap baik, mencegah penyakit yang disebabkan oleh air hujan pada tanaman.

  • Organik Cair

Organik cair merupakan jenis pupuk organik yang berbentuk cair. Pupuk organik cair terbuat dari urin hewan ternak atau cairan hasil dari proses fermentasi bahan-bahan organik, misalnya buah yang busuk dan bahan pupuk organik yang lain.

Pupuk jenis ini bisa diaplikasikan dengan cara di spray pada tanaman maupun disiramkan dipermukaan tanah yang dekat tanaman. Untuk penggunaannya pupuk organik cair dicampurkan dengan air, sehingga lebih praktis dan mudah digunakan.

  • Guano

Pupuk Guano merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan kelelawar (guano). Guano ini diambil dari kotoran kelelawar yang sudah mengendap lama didalam gua dan bercampur dengan tanah juga bakteri pengurai.

Jenis Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Tomat Serta Cara Mengendalikannya

0
Jenis Hama dan Penyakit pada tanaman serta Cara mengendalikannya

Bisatani.com - Tanaman yang sehat tentunya akan menghasilkan panen yang meningkat. Begitu juga dengan tanaman tomat, jika tanaman terawat dengan baik, sehat tentu akan hasil panen akan meningkat. Hama dan penyakit merupakan faktor yang mempengaruhi hasil tersebut. Oleh karena itu petani tanaman tomat harus memperhatikan dua faktor tersebut.

Tanaman tomat merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang sifatnya musiman seperti tanaman cabai, bawang merah, terong dan lain-lain. Hama serta penyakit pada tanaman musiman hampir memiliki kesamaan atau kemiripan. Seperti tanaman tomat dan tanaman cabai yang mempunyai kemiripan serangan hama dan penyakit serta gejalanya.

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman tomat seperti kutu, ulat, lalat, busuk buah, layu fusarium dan sebagainya. Tanaman tomat mudah terserang penyakit di saat musim hujan serta kelembaban udara yang tinggi.

Jenis Hama Pada Tanaman Tomat

  • Lalat Buah (Bactrocea sp)

Lalat buah merupakan serangga yang berbentuk mirip seperti tawon kecil dengan warna hitam kekuningan. Hama ini akan menyuntikkan telur kedalam buah tomat, biasanya buah tomat yang masih muda. Telur yang ada dalam buah tomat akan menetas menjadi larva yang kemudian larva akan memakan daging buah tomat sehingga buah tomat membusuk.

Cara mengendalikan hama lalat buah bisa dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi area lahan. Buang buah tomat yang berjatuhan karena didalam lahan terdapat larva lalat, musnahkan dengancara dibakar. Gunakan perangkap lalat seperti metyl eugenol atau lem khusus perangkap hama serangga. Jika masih kurang bisa lakukan pengendalian secara kimiawi, spray tanaman tomat dengan insektisida dengan bahan aktif metomil, dimetoat atau profenofos.

  • Ulat Buah (Helicoverpa armigera atau Heliothis armigera)

Jenis Hama dan Penyakit Pada tanaman Tomat dan cara MengendalikannyaUlat buah merupakan jenis hama yang sering dijumpai. Hama ini menyerang bagian buah, daun dan batang pada tanaman tomat. Gejala yang disebabkan jika terserang hama ini seperti terdapat lubang pada buah tomat dan kemudian membusuk. Daun yang terserang akan menjadi berlubang dan untuk batang biasanya batang yang masih muda yang diserang.

Untuk mengendalikan hama ini dengan cara bersihkan gulma atau rumput liar, jika terlihat ulat buang atau musnahkan secara manual. Untuk pengendalian secara kimiawi bisa menggunakan insektisida berbahan aktif abamectin, metomil, spinetoram dan lain-lain.

  • Kutu Kebul (Bemisicia tabacci)

Kutu kebul merupakan jenis hama serangga yang memiliki sayap dan berwarna putih. Hamai ini termasuk berbahaya untuk budidaya tomat. Kutu kebul ini akan bergerombol dan bersembunyi dibawah daun terselubungi tepung berwarna putih. Jika tersentuh atau tertiup angin tepung putih ini akan bertebangan ke udara.

Kutu kebul menyerang tanaman dengan menghisap cairan pada daun. Gejala tanaman yang terserang hama ini seperti pertumbuhan menjadi terhambat dan tanaman menjadi kerdil, daun mengeriting dan berwarna kuning. Kutu kebul merupakan vektor pembawa virus gemini atau kerdil.

Cara mengendalikan hama ini seperti menjaga kebersihan lahan budidaya tomat, gunakanan plastik mulsa dan lakukan pergantian tanaman. Untuk pengendalian secara kimiawi spray tanaman dengan insektisida berbahan aktif Abamectin atau Imidakloprid.

  • Kutu Daun (Aphids)

Kutu daun merupakan jenis hama kutu penghisap yang berwarna hijau. Hami ini juga merupakan vektor yang membawa virus. Kutu daun menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan pada daun serta bagian tanaman lainnya.

Gejala yang ditimbulkan yakni daun mengeriting dan pertumbuhan menjadi terhambat. Jika terdapat semut pada tanaman tomat kemungkinan juga pasti tanaman juga terserang kutu daun.

Untuk mengendalikan serangan hama ini jaga kebersihan lahan budidaya dari tanaman inang. Untuk mengendalikan hama secara kimiawi gunakan insektisida dengan bahan aktif Abamectin.

  • Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)

Ulat tanah berwarna cokelat dan lebih besar daripada ulat daun. Hama ini menyerang dengan cara memakan pangkal batang, sehingga tanaman mudah roboh lalu mati. Jika tanaman masih muda tanaman bisa habis dimakan. Ulat ini aktif di malam hari. Jika siang hari bersembunyi dibawah rumput atau didalam tanah.

Untuk mengendalikan hama ini selalu bersihkan gulma agar tidak digunakan sebagai tempat persembunyian ulat tanah. Pengendalian secara kimiawi gunakan insetisida berbahan aktif Lamda Sichalotrin, Chlorphenapyr, atau Spinetoram.

  • Trips

Hama trips ini menyerang tanaman hampir seperti kutu, yakni dengan cara menghisap cairan pada daun yang mengakibakan daun menjadi keriting.

Untuk mengendalikan hama ini lakukan pergantian tanaman, jangan lupa bersihkan gulma serta tanaman inang. Pengendalian secara kimiawi spray insektisida berbahan aktif Abamektin, Imidakloprid atau Profenofos.

Jenis Penyakit Pada Tanaman Tomat

  • Layu Fusarium

Layu fusarium merupakan jenis layu yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jamur ini pertama akan menyerang akar pada tanaman kemudian akan menyebar sampai seluruh tanaman. Gejala dari penyakit ini tanaman pada siang hari akan layu tetapi pada sore hari sampai pagi hari tanaman menjadi segar kembali. Jika dibiarkan saja tanaman lama-lama akan mati.

Untuk mengendalikan penyakit ini tanamlah benih unggul yang tahan terhadap serangan jamur Fusarium oxysporum. Gunakan mulsa pada lahan agar kelembaban tetap stabil meski musim hujan. Gunakan agen hayati Trichoderma sp untuk mencegah layu fusarium. Jika sudah ada yang terinfeksi penyakit ini, cabut dan buang atau musnahkan tanaman dengan cara dibakar.

  • Busuk Buah (Antraknosa)

Jenis Hama dan Penyakit pada tanaman serta Cara mengendalikannyaAda dua jenis jamur yang menyebabkan penyakit busuk buah pada tanaman toamt :

  1. Jamur Thanatephorus cucumerisUntuk gejala yang ditimbulkan seperti bercak-bercak kecil yang berwarna coklat pada buah tomat, lama-lama bercak semakin besar dan cekung, buah kemudian menjadi busuk dan rontok.
  2. Jamur Colletotrichum coccodes. Untuk gejala yang ditimbulkan seperti ada bercak kecil yang bulat dan berair, kemudian bercak lama kelamaan akan jadi cekung. Pada pangkal buah yang dekat dengan tangkai buah terdapat bercak yang berwarna ungu.

Untuk mengendalikan penyakit ini lakukan pergantian tanaman, jaga kebersihan lahan tanam, buang dan musnahkan buah yang terserang penyakit. Jika terjadi serangan penyakit yang parah, spray tanaman menggunakan fungisida berbahan aktif Mankozeb, Simoksanil, Azokistrobin atau Difenokonazol.

  • Bercak Daun

Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Cercospora casici. Gejala yang disebabkan oleh penyakit ini seperti adanya bintik bolat yang berwarna hitam kecoklatan pada daun tanaman tomat.

Untuk mengendalikan penyakit ini selalu jaga kebersihan lahan budidaya serta gunakan plastik mulsa di musim hujan. Di musim hujan, berikan jarak pada tanaman sehingga sirkulasi lancar serta kelembaban berkurang. Untuk pengendalian secara kimiawi gunakan fungisida berbahan aktif Mankozeb, Klorotaroni, Propineb, Azokistrobin atau Difenokonazol.

  • Layu Bakteri (Pseudomonas Solanacearum)

Gejala penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri ini seperti pucuk tanaman menjadi layu atau daun yang sudah tua menguning. Jika batang tanaman tomat dipotong akan terlihat cairan lendir yang berwarna putih susu.

Untuk mengendalikan penyakit ini bisa dengan melakukan penanaman tanaman yang bukan sejenis secara bergiliran. Gunakan benih yang lebih tahan terhadap serangan bakteri. Untuk pengendalian secara kimiawi spray tanaman menggunakan Bakterisida.

  • Mosaik

Gejala penyakit mosaik yaitu munculnya warna mosaik pada daun tanaman tomat. Untuk mengendalikan penyakit ini cabut tanaman yang sudah terkena penyakit ini. Kemudian musnahkan dengancara dibakar agar tidak menulari tanaman yang sehat.

  • Busuk Daun

Jamur Phytopthora infestans adalah penyebab penyakit busuk daun. Gejala yang ditimbulkan jika terserang penyakit ini adalah jika pada ujung daun terdapat bercak basah yang berwarna hitam. Jenis penyakit ini sangat mudah menyebar apalagi pada saat musim hujan atau cuaca dengan kelembapan yang tinggi.

Untuk mengendalikan penyakit ini bisa dengan cara membuang lalu bakar agar tidak menular ke tanaman yang sehat. Tanam bibit tanaman tomat yang lebih tahan terhadap penyakit. Untuk pengendalian secara kimiawi spray tanaman dengan fungisida berbahan aktif Mankozeb, Antracol, Difenokonazol atau Azokistrobin.

  • Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV)

Virus ini juga bisa disebut virus kuning keriting daun pada tomat atau Keriting Bule. Penyakit ini seperti penyaki bule pada tanaman cabai. Gejala yang ditimbulkan jika terinfeksi seperti daun yang masih muda menjadi mengkerut atau keriting dan berwarna kuning. Untuk daun yang sudah tua tidak mengalami penyusutan. Kutu kebul merupakan vektor utama pembawa virus ini.

Untuk mengendalikan virus ini, cabut tanaman yang terinfeksi lalu bakar agar tidak menular ketanaman yang sehat. Kemudian kendalikan kutu kebul sebagai vektor pembawa virus ini dengan insektisida berbahan aktif Abamectin.

Cara Membedakan Pupuk Subsidi dan Premium Yang Asli dan Palsu

0
cara membedakan pupuk asli dan palsu

Cara membedakan pupuk asli dan palsu bagi sebagian petani memang penting. Sekarang banyak beredar pupuk palsu yang merugikan banyak petani.

Berbagai macam pupuk premium dijual dengan kualitas unggul yang meningkatkan hasil panen dari petani. Mulai dari pupuk NPK, pupuk Nitrogen, Phospat dan masih banyak yang lain.

Dari berbagai pupuk yang beredar di petani yang paling mahal adalah pupuk NPK. Di Indonesia sendiri ada berbagai macam merk dari pupuk NPK ini mulai Mutiara, Pak Tani, Tawon, DGW dll.

Karena harganya yang mahal membuat orang jail untuk mencari keuntungan yaitu dengan membuat pupuk palsu. Demi keuntungan semata namun merugikan berbagai petani.

Oleh karena itu kita sebagai petani modern wajib tahu ciri ciri pupuk palsu mulai dari bentuk, harga, hingga kemasannya.

Ciri Ciri Pupuk Premium dan Subsidi Palsu

cara membedakan pupuk asli dan palsu

Pupuk palsu biasanya bertebaran saat musim pemupukan atau saat penggunaan dari pupuk. Banyak petani yang belum menyadari dan belum bisa membedakan antara pupuk yang asli dan palsu.

Berikut beberapa ciri ciri pupuk yang asli dan palsu

  • Pupuk yang asli biasanya memiliki harga yang hampir sama di setiap toko, jika tiba-tiba ada harga murah terpaut signifikan hampir 40 persen dari harga asli mending dipikir dulu
  • Pupuk palsu memiliki bentuk bungkus yang berbeda, biasanya lebih lusuh dibanding yang asli
  • Biasanya pupuk yang palsu akan menyamarkan brand, misalkan dari mutiara di pelesetkan menjadi mutiyara. Atau PHONSKA menjadi PHOSKA/PHONSKAH 
  • Jika pupuk subsidi, pupuk palsu tidak ada tulisan pupuk bersubsidi pemerintah yang berwarna merah di atas karung
  • Pupuk yang palsu juga dalam mencantumkan kandungan biasanya terdapat tanda kurang lebih ± yang memang kandungannya tidak sesuai

Dengan mengetahui ciri ciri di atas kita bisa tahu cara membedakan pupuk yang asli dan palsu. Setidaknya jangan sampai kita dirugikan oleh oknum oknum tertentu yang ingin mencari keuntungan sesaat.

Cara Membedakan Pupuk Yang Asli dan Palsu

Berikut yang perlu diperhatikan saat anda ingin membeli pupuk asli agar hasil panen yang didapat juga maksimal. Perlu memperhatikan cara membedakan pupuk yang asli dan palsu di bawah ini.

  1. Pupuk Asli memiliki kemasan yang kualitas bagus
  2. Harga pupuk yang asli sama dengan saat awal muncul, berbeda dengan pupuk palsu biasanya harganya cukup murah
  3. Nama yang terncantum jelas, misalnya phonska, mutiara, sp36 dan lainnya
  4. Untuk pupuk subsidi terdapat tulisan PUPUK BERSUBSIDI PEMERINTAH, BARANG DALAM PENGAWASAN jelas berwarna merah di atas karung
  5. Utamakan beli di pengecer resmi atau distributor yang memang benar menjual produk tersebut. Pupuk palsu biasanya dijual eceran datang ke masyarakat menawarkan dengan harga murah
  6. Pastikan memilih produk dari produksi perusahaan besar agar lebih aman

Membedakan Pupuk Subsidi yang Asli dan Palsu

Untuk membedakan pupuk subsidi asli dan palsu cukuplah mudah. Beberapa poin penting biasanya sudah diterangkan di beberapa toko pengecer resmi dari pupuk subsidi.

membedakan pupuk asli dan palsu

Pupuk phonska dan SP36 subsidi yang sering dipalsukan. Karena untuk mendapatkan bahannya cukup mudah. Bahkan ada oknum yang memanfaatkan limbah sisa pembuatan pupuk subsidi yang diolah kembali menjadi baru.

Jika pembuatan pupuk palsu itu dari limbah bisa jadi kandungan jelas tidak semurni yang tercantum dikemasan. Oleh karena itu kita harus lebih bijak dalam memilih pupuk subsidi.

Misalkan phonska seperti gambar di atas, jelas memiliki tulisan PHONSKA. Diproduksi jelas oleh PT PUPUK INDONESIA.

Ada keterangan Pupuk Bersubsidi Pemerintah berwarna merah di atas karung. Biasanya pupuk palsu pada tulisan ini akan dikasih keterangan “bukan” menjadi “Bukan Pupuk Bersubsidi” agar mengecoh para petani.

Terdapat juga logo SNI dan juga nomor SNI di kemasan bagian bawah. Kandungannya juga jelas tidak terdapat simbol ± (kurang lebih).

Sebagai contoh pupuk palsu yang banyak beredar di masyarakat

pupuk palsu

Bisa kita lihat gambar di atas dari beberapa pupuk palsu. Kebanyakan akan menyelewengkan nama, misalkan phonksa menjadi phoska tanpa N. atau sp 36 menjadi TSP36.

Yuk mulai saat ini lebih pijak penggunaan dan pembelian pupuk. Harga pupuk asli memang mahal, namun jika penggunaannya sesuai dengan takaran yang dianjurkan pasti harga perbatang tanam akan murah.

Jangan lupa selalu buka bisatani.com untuk mendapatkan info terbaru seputar pertanian seperti artikel di atas tentang cara membedakan pupuk asli dan pupuk palsu. Bisa juga subscribe channel youtube kami bisatani dan juga gabung ke group facebook untuk bertukar pikiran.

Budidaya Tanaman Tomat (Solanum Lyicopersicum)

0

Bisatani.com - Tomat merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting untuk pasar dalam negeri. Tomat memiliki banyak manfaat, baik untuk pengolahan jenis makanan dan minuman bahkan untuk industri kosmetik. Karena manfaatnya yang sangat banyak membuat permintaan tomat di pasar jadi sangat tinggi.

Tanaman tomat merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh hampir disegala tempat. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah (kurang dari 200 mdpl), dataran medium (200 hingga 700 mdpl) bahkan juga bisa tumbuh di dataran tinggi (di atas 700 mdpl).

Hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman tomat

Budidaya tanaman tomat (Solanu Lyicopersicum

  • Iklim 

Tanaman tomat merupakan  jenis tanaman yang bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi tergantung jenis varietasnya. Tanaman tomat bisa tumbuh di dataran rendah (kurang dari 200 mdpl), dataran medium (200 hingga 700 mdpl) dan juga di dataran tinggi (lebih dari 700 mdpl).

Temperatur juga bisa mempengaruhi warna buah tomat yang dihasilkan. Temperatu yang ideal adalah 24°C hingga 28°C, warna tomat yang dihasilkan umumnya akan berwarna merah merata. Jika temperatur tinggi atau diatas 32°C, warna buah tomat yang dihasilkan cenderung berwarna kuning.

Kelembaban yang baik dan bagus untuk tanaman tomat adalah sekitar 80%. Adapaun intensitas cahaya matahari yang diperlukan untuk pertumbuhan tomat adalah 10 sampai 12 jam setiap hari.

  • Tanah

Tanaman tomat merupakan jenis tanaman pertanian yang dapat tumbuh disegala tempat. Tanah yang gembur dan memiliki kadar keasaman pH antara 5-6 merupakan syarat agar tanaman tomat tumbuh dengan baik. Tanah untuk menanam tomat juga mengandung pasir, banyak humus dan pengairan yang teratur serta cukup selama masa tanam baik itu awal tanam sampai masa panen.

Teknik dalam budidaya tanaman tomat

  • Penyemaian benih tomat

Benih tomat yang akan ditanam sebaiknya terlebih dulu disemai. Ada baiknya sebelum disemai, benih terlebih dulu didesinfektan. Benih yang akan ditanam direndam dulu dalam larutan fungisida sehingga mikroorganisme penyebab penyakit akan mati.

Penyemaian bisa dilakukan dengan media semai baik itu kotak tray atau yang manual dengan plastik pot kecil. Media semai berisi campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Benih kemudian ditanam kedalam kotak semai dan dipelihara sampai umur 25-30 hari. Berikut cara semai yang baik :

    1. Persemaian biasanya untuk tanaman yang lemah atau tidak kuat jika ditanam langsung ditempat yang tetap.
    2. Tempat semai merupakan bedengan khusus yang diberikan atap untuk mencegah air hujan. Air hujan jika dibiarkan bisa merusak benih yang lemah.
    3. Tempat semai harus terjaga dari gangguan binatang.
    4. Siram tanaman hanya menggunakan dengan Hand Sprayer.
    5. Pindah tanaman dilahan terbuka jika sudah benar-benar kuat.
  • Pengolahan tanah untuk lahan tanaman tomat

Pengolahan disini adalah pembersihan ladang dari gulma, pencangkulan atau pembajakan lahan tanam serta pembuatan bedengan untuk penanaman tanaman tomat. Adapun tujuan dari pengolahan tanah adalah sebagai berikut :

  1. Pertumbuhan akar tanaman tomat lebih sempurna.
  2. Pengendalian rumput liar yang lebih mudah.
  3. Peredaran udara menjadi lebih luas dan mudah, hal ini akan membuat zat makanan didalam tanah menjadi lebih sempurna.
  4. Air akan lebih mudah menguap dan terserap.
  5. Akar pada tanaman lebih mudah menembus kedalam tanah.
  • Pemberian pupuk organik dan non organik

Ratakan pupuk kandang diatas tanah bedengan. Manfaat pupuk kandang akan memperbaiki sifat biologis, sifat kimia serta fisik tanah. Pemberian pupuk kandang juga bermanfaat untuk sayuran yang banyak dalam mengkonsumsi nitrogen, hal ini akan berpengaruh di fase vegetatif. Berikan juga pupuk ZA, SP36 dan KCL (perbandingan 1:1:½). Fungsi pemberian pupuk ini sebagai penyanter tanaman vegetatif. Berikan ketiga pupuk ini dengan cara diratakan pada atas bedengan dan beri jarak per 1 m dan berikan campuran pupuk tadi sebanyak 100 gr.

  • Penanaman tanaman tomat

Jika lahan tanam sudah siap, maka bibit dapat untuk ditanam. Waktu dan jarak merupakan 2 hal yang perlu diperhatikan saat proses penanaman yakni waktu tanam dan jarak antar tanaman. Waktu tanam berhubungan erat dengan iklim seperti cocok atau tidakah tanaman ditanam pada musim hujan. Jarak tanam yakni dimana pada saat menanam kita memberikan ruang lingkup hidup yang rata atau sama bagi setiap tanaman. Dengan mengatur jarak tanam, tanaman juga akan terususun secara teratur dan rapi sehingga akan mempermudah dalam proses pengelolaannya.

Pilih bibit dipersemaian yang sudah berumur 25-30 hari. Cabut bibit beserta akarnya dan tanam di lubang tanam, beri jarak 70×60 cm. Ketika menanam hindari tanaman tomat menyentuh tanah, hal ini dilakukan supaya tanaman terhindar dari penyakit karena kotoran dan membusuk. Lakukan penanaman pada sore hari agar tanaman lebih mudah beraptasi dan tidak layu.

  • Pemeliharaan tanaman tomat

    • Penyiraman tanaman tomat

Tanaman tomat merupakan jenis tanaman sayuran yang membutuhkan banyak air. Adapun waktu yang paling bagus untuk melakukan penyiraman adalah pada sore hari. Lakukan penyiraman dengan hati-hati agar tidak mengenai daun sehingga tanaman tidak menderita dan terjangkit virus.

    • Penyulaman tanaman tomat

Terkadang bibit tanaman yang ditanam belum tentu tumbuh dan bertahan menjadi tanaman dewasa atau bahkan mati. Oleh karena itu perlu dilakukan penyulaman. Penyulaman adalah proses mengganti bibit tanaman yang tak tumbuh atau mati dengan bibit yang ditanam dengan umur berselang 7 hingga 14 hari dari awal semai. Jika 3 minggu masih ada tanaman yang mati, tidak perlu lagi mengganti dengan bibit lagi karena dikhawatirkan pertumbuhan dan umur tanaman tidak seragam.

    • Penyiangan tanaman tomat

Penyiangan dilakukan jika sudah mulai muncul gulma dilahan tanaman tomat. Lakukan penyiangan 2 atau 3 hari sekali tergantung kondisi lahan. Penyiangan bisa dilakukan dengan menggunakan tangan, cangkul atau kored.

    • Pemupukan tanaman tomat

Tanaman tomat biasanya akan diberikan pupuk dasar atau pupuk susulan. Pemberian pupuk bisa melalui tanah, daun maupun bagian tanaman yang lain. Adapun pupuk dasar bisa berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk susulan berupa pupuk NPK yang diberikan 2 hingga 3 kali selama masa pertumbuhan tanaman dengan cara ditugal. Berikan dengan takaran dosis 2 gram setiap tanaman.

    • Pemangkasan tanaman tomat

Pemangkasan pada tanaman tomat bertujuan untuk membentuk pohon, mengurangi daun yang berlebihan, mempercepat pembuahan tanaman, meremajamakan tanaman kembali dan lain-lain.

Manfaat pembentukan pohon agar tanaman agar tanaman bisa berbunga dan berprodiksi lebih banyak, mengurangi daun hasil asimilasi lebih optimal, pemangkasan juga mempercepat proses pembuahan atau bisa sebagai peremajaan tanaman.

    • Pengikatan tanaman tomat

Pengikatan tanaman tomat bertujuan agar saat tanaman tomat tumbuh dengan tegak dan berbuah tidak roboh.

Panen dan pasca panen

Tanaman tomat bisa dipanen setelah umur 90 hari terhitung setelah pindah tanam. Tanaman ini bisa dipanen selama 3 hingga 5 hari sekali sampai buah pada tanaman tomat habis. Jika hasil panen akan dikirim jauh, sebaiknya panen dengan tingkat kematangan 75% atau masih hijau (akan matang menjadi merah setelha 5 hari. Tetapi jika dikirim dalam jarak dekat, tomat bisa dipanen dengan tingkat kematangan 90% atau kuning kemerahan.

Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L)

0
Hama dan penyakit pada tanaman padi (Oryza sativa L)

Bisatani.com - Padi atau dalam bahasa latin Oryza sativa L merupakan tanaman budidaya yang menjadi komoditas penting di Indonesia. Meskipun didunia menjadi urutan ketiga setelah jagung dan gandum tetapi di Indonesia menjadi urutan pertama sebagai makanan pokok.

Meskipun begitu banyak sekali faktor yang mempengaruhi hasil panen tanaman padi. Serangan Hama dan penyakit merupakan faktor yang paling mempengaruhi hasil panen tanaman padi. Petani bisa saja merugi karena hasil panen berkurang, bahkan bisa gagal panen karena serangan hama dan penyakit yang begitu parah.

Petani harus punya langkah yang tepat dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman padi agar terhindar dari kerugian hasil panen maupun gagal panen.

Penyebab Serangan Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi

Hama dan penyakit pada tanaman padi (Oryza sativa L)Musim tanam serta faktor alam merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya serangan hama dan penyakit. Peningkatan hasil produksi panen yang berselang dengan siklus pengairan juga bisa merangsang perkembangan hama maupun penyakit pada tanaman.

Untuk itu, petani wajib untuk mengetahui bagaimana cara menanggulangi serangan hama dan juga penyakit pada tanaman padi.

Jenis hama pada tanaman padi dan cara mengendalikanya

Berikut Jenis hama sekaligus cara mengendalikannya :

  • Hama Wereng

Wereng merupakan salah satu jenis hama yang berupa serangga yang berukuran kecil dan bersayap. Ada 3 jenis warna dari wereng yaitu wereng hijau, wereng cokelat dan wereng punggung putih.

Hama ini menyerang tanaman dengan menyerap nutrisi dari daun dan batang tanaman. Bukan hanya itu, wereng juga merupakan vektor (pembawa) dari beberapa penyakit pada tumbuhan. Salah satunya penyebar virus tungro yang akan menyebabkan hasil panen besar pada tanaman.

Berikut cara untuk mengendalikan hama wereng pada tanaman :

  1. Mengatur pola penanaman dengan cara menenam secara bersamaan atau bergilir agar siklus hidup hama wereng terputus.
  2. Penggunaan predator alami seperti laba-laba Lycosa Pseudoannulata, kumbang Paederuss Fuscipes, dan Ophinea Nigrofasciata.
  3. Gunakan insektisida dengan bahan aktif Abamectin, Fipronil, Imidakloprid, Profenofos, dan lain-lain.
  • Hama Putih

Jenis hama ini yang paling sering menyerang tanaman padi pada bagian daun, terutama saat tanaman padi masih kecil atau dalam masa pertumbuhan. Tanaman padi yang terserang akan mengalami bercak-bercak putih pada daun dan membuat daun pada tanaman padi jadi kurang sehat.

Untuk mengendalikan hama ini bisa dengan cara mengatur pengairan maupun memilih bibit berkualitas yang lebih tahan terhadap serangan hama. Jika ada daun yang mengalami bercak-bercak putih, potonglah agar mengurangi penyebaran hama.

Jika menggunakan insektisida bisa menggunakan yang berbahan akti abametin, imidakloprid, profenofos dll.

  • Belalang

Belalang merupakan salah satu hama yang paling banyak muncul di musim kemarau. Hama ini paling suka menyerang pada bagian daun pada tanaman padi dan bulir padi.

Gejala yang ditimbulakn jika terkena serangan belalng adalah daun dan bulir padi akan muncul bercak dan bintik hitam.

Untuk mengendalikan hama ini bisa dengan cara mengangkap langsung belalang lalu menghabisinya. Bisa dengan melepas predator alami belalang seperti belalang sembah. Jika menggunakan cara kimiawi, bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif imidakloprid. Ingat, gunakan dengan bijak dan sesuai dosis agar tidak membunuh predator alami hama ini.

  • Penggerek Batang

Hama penggerek batang menyerang dibagian batang dan juga pelepah daun pada tanaman padi. Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan.

Pada fase vegetatif, hama ini masih berbentuk larva. Larva ini akan memotong bagian tengah anakan padi yang mengakibatkan pucuk layu dan kering mati. Di fase generatif yaitu malai yang muncul berwarna putih dan hampa.

Untuk pengendalian pada fase pratanam, lakukan sanitasi lingkungan yang berpengaruh pada media tanam seperti mengolah tanah yang lebih cepat atau menunda penebaran benih tanaman padi. Jika pada fase persemaian dan genaratif lakukan pemusnahan tanaman padi yang terserang hama ini.

Bisa juga melepas predator alami seperti serangga parasit telur. Jika melakukan pengendalian bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif Metomil, karbofuran, dimehipo, fipronil.

  • Tikus

Tikus merupakan hama yang paling sering dijumpai dan cukup merepotkan bagi petani tanaman padi.

Petani harus melakukan penanggulangan yang efektif seperti melakukan isolasi lahan seperti pagar agar mencegah tikus masuk kedalam lahan tanaman padi atau sawah.

Bisa juga memasang jebakan tikus atau mengaplikasikan racun yang dikhususkan untuk tikus.

  • Keong Mas

Keong mas merupakan salah satu jenis hama yang sangat mengganggu bagi petani padi. Hama ini menyereang di persemaian dan tanaman padi yang berumur 10HST. Keoang mas menyerang tanaman padi dengan cara memarut jaringan tanaman padi kemudian memakannya.

Adapun kerusakan yang ditimbulkan, jika tanaman padi masih muda tanaman akan kehilangan banyak rumpun. Seekor kerong bisa menghabiskan satu batang tanaman padi dalam waktu 3-5 menit.

Pengendalian hama keong mas secara kultur teknis :

  1. Keringkan lahan dalam keadaan macak-macak pada usia 0-25 hari tanaman. Hal ini dilakukan agar keong tidak bisa merayap sampai rumpun padi. Jikalau keong masih menyerang ambang kerusakan rumpun padi tidak dalam ambang kerusakan.
  2. Buatlah parit disekitar lahan tanam agar keong berkumpul sehingga akan lebih mudah dimusnahkan.
  3. Bersihkan saluran air dari tanaman air, contoh kangkung. Hal ini dilakukan agar keong tidak mempunyai cadangan makanan lain untuk berkembang biak.

Cara mengendalikan hama keong mas secara mekanik :

  1. Ambil dan kumpulkan telur serta induk keong lalu musnahkan.
  2. Berilah kawat pada pintu air agar keong dapat terjaring dikawat.
  3. Berikan perangkap berupa kulit pisang dan daun pepaya dalam parit yang telah dibuat. Biasanya keong akan tertarik dan berkumpul, jika sudah petani lebih mudah menangkapnya lalu dimusnahkan.

Jenis penyakit pada tanaman padi serta cara penanggulangannya

  • Penyakit HDB (Hawar Daun Bakteri)

Penyakit HDB atau yang biasa disebut petani sebagai penyakit kresek disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae. Gejala penyakit ini ditandai dengan tepi daun yang menjadi warna keabu-abuan sehingga lama-lama daun akan mengering. Jika tanaman sudah berbunga, proses pengisian gabah menjadi kurang sempurna bahkan bisa-bisa tidak terisi penuh atau hampa. Jika dibiarkan padi akan kehilangan hasil panen mencapai 50%-70%.

Cara mengendalikan penyakit HDB :

  1. Pilihlah bibit tanaman padi yang unggul dan memiliki varietas yang lebih tahan terhadap penyakit.
  2. Gunakan pupuk jangan berlebihan, hindari pemberian pupuk yang mengandung unsur N berlebihan tetapi berikan pupuk yang mengandung unsur P dan K yang cukup.
  3. Sanitasi lingkungan lahan tanaman padi dan juga gulma inang.
  4. Lakukan pengairan secara berselang misal 1 hari digenangi kemudian 3 hari dikeringkan.
  • Penyakit Blas

Blas merupakan jenis penyakit pada tanaman padi yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Penyakit ini menyerang pada semua fase pertumbuhan. Gejala yang ditimbulkan jika tanaman terserang penyakit seperti munculnya bercak dengan bentuk belah ketupat. Jika ruas batang dan leher malai yang terinfeksi, maka leher malai akan berwarna kehitam-hitaman dan patah.

Cara mengendalikan penyakit blas :

  1. Tanamlah bibit padi dengan varietas unggul dan memiliki varietas yang lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  2. Gunakan pupuk dengan kandungan N yang tidak berlebihan.
  3. Rencanakanlah waktu tanam yang tepat, supaya disaat awal pembungaan jarang muncul embun dan tidak hujan terus-menerus.
  4. Gunakan fungisida dengan kandungan bahan aktif Difenokonazol, Pikokistrobin, Siprokonasol, dll.
  • Penyakit Tungro

Jenis penyakit ini diakibatkan oleh virus yang dibawa atau ditularkan oleh hama wereng hijau. Penyakit ini menular pada fase pertumbuhan vegetatif. Gejala tanaman padi yang terserang penyakit ini pertumbuhunnya akan terhambat dan menjadi kerdil. Daun dan pelepah pada tanaman padi akan berwarna kemerahan.

Cara mengendalikan penyakit Tungro.

  1. Gunakan bibit tanaman padi yang unggul dan varietas yang lebih tahan penyakit dan hama.
  2. Basmi dengan tuntas hama wereng sebagai pembawa virus penyakit tungro.
  3. Cabut tanaman dan musnahkan jika terindikasi sudah mengalami gejala penyakit ini.