Home Blog Page 8

Dimehipo : Insektisida Pembasmi Hama Bersayap Kecil

0
Fentoat : Bahan Aktif Insektisida Dengan Bau Yang Menyengat

Bisatani.com, Dimehipo - Penggunaan pestisida saat ini sangat masif untuk dilakukan. Skala penggunaan pestisida selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dalam penggunaan pestisdia perlu memperhatikan jenis, cara kerja dan peruntukannya. Secara garis besar pestisida dibagi menjadi 3 jenis yaitu herbisida, insektisida dan fungisida.

Secara umun herbisida digunakan untuk membasmi tumbuhan pengganggu atau yang disebut juga dengan gulma. Insektisida digunakan untuk membasmi hama yang menyerang dan merusak tanaman. Sedangkan fungisida sendiri digunakan untuk mencegah dan mengatasi tanaman dari penyakit yang disebabkan oleh virus atau jamur.

Cara kerja pestisida juga berbeda antara jenis satu dengan yang lainnya. Pestisida ada yang bekerja secara kontak, lambung, sistemik sampai translaminar. Walaupun mempunyai cara kerja yang berbeda tetapi masing masing memiliki kelebihan.

Pada bab ini tim bisatani.com masih akan membahas tentang salah satu bahan aktif dari golongan insektisida. Bahan aktif yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah Dimehipo. Langsung saja simak penjelasan dibawah ini.

Apa itu dimehipo ?

Dimehipo merupakan salah satu bahan aktif dari golongan insektisida racun sistemik, racun kontak dan lambung. Ciri fisik bahan aktif ini mempunyai bentuk cair dengan warna kemerah-merahan.

Karakterisitik dimehipo termasuk bahan aktif yang mudah larut didalam air. Dalam penggolongan yang dilakukan oleh IRAC (Insecticide Resistance Action Commite) dimehipo dimasukkan kedalam golongan 14 yaitu nereistoxin analogue.

Cara kerja bahan aktif dimehipo 

Dimehipo merupakan bahan aktif yang dapat bekerja secara sistemik maupun kontak. Bahan aktif ini termasuk kedalam golongan nereistoxin analogue yang bekerja dengan cara melumpuhkan dan mengganggu sistem saraf dari hama atau serangga.

Bahan aktif ini termasuk insektisida yang cukup aman jika dibandingkan dengan bahan aktif lain jika digunakan sesuai dengan petunjuk. Hl itu didasarkan karena insektisida ini tidak menimbulkan fitotoksik. Maksud dari fitotoksik adalah tumbuhan yang semula tidak beracun dapat menjadi beracun karena adanya percampuran mineral.

Menurut WHO (World Health Orgnaization), dimehipo dikategorikan dalam kelas II yang termasuk bahan yang berbahaya. Dalam warna pita piktogram pada label mempunyai warna kuning tua.

Fungsi dan kegunaan

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa ada banyak sekali jenis hama yang dapat menyerang tanaman. Baik itu pada sebelum tanaman maupun saat memasuki masa panen.

Biasanya, jika sebelum tanam akan dijumpai hama yang ada didalam tanah maupun permukaan tanah. Jika sudah masuk masa pertumbuhan hama yang biasa muncul seperti ulat, kutu-kutuan maupun serangga kecil yang mempunyai sayap.

Untuk penanganannya sendiri mengunakan insektisida dengan bahan aktif yang berbeda-beda tergantung dari jenis hama.

Dimehipo berperan untuk membasmi hama kutu-kutuan maupun hama serangga kecil yang mempunyai sayap. Bahan aktif dimehipo dapat digunakan untuk membasmi hama wereng coklat, walang sangit, belalang, kupu, keper dan serangga kecil lainnya.

Kelebihan

  1. Berbentuk cair dan mudah larut (Solouble Concentrate/SL)
  2. Mampu bekerja secara sistemik, racun kontak dan juga lambung
  3. Mengganggu transmisi kolinergik dalam sistem saraf serangga

Jenis hama yang dapat dikendalikan

Dimehipo : Insektisida Pembasmi Hama Bersayap Kecil

Berikut ini adalah hama yang dapat dikendalikan dengan bahan aktif dimehipo, diantaranya :

  • Wereng coklat (Nilaparvata lugens)

Serangga ini adalah dalang gagalnya produksi tanaman padi. Bukan hanya wilayah indonesia saja melainkan sampai lingkup global yang dapat terserang hama ini.

Hama ini menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan yang ada pada tanaman. Tak cuma sampai disitu, hama ini juga sebagai vector penyebar reovirus yang merupakan penyebab penyakit tungro. Selain itu wereng coklat juga menularkan virus penyebab penyakit kerdil hampa dan rumput.

Gejala apabila tanaman sudah terserang hama ini seperti daun dan batang tanaman berubah menjadi kuning dan coklat. Lama kelamaan tanaman akan mengering.

  • Walang sangit (Leptocorisa oratorius)

Sama seperti wereng coklat hama walang sangit juga menyerang tanaman padi. Mempunyai ciri tubuh yang memanjang berwarna coklat dan mempunyai alat untuk menghisap cairan pada tanaman.

Karena termasuk dari keluarga Allydidae walang sangit juga dapat mengelurkan bau yang menyengat hidung.

Walang sangit biasanya menghisap cairan mulai dari tangkai bunga sampai cairan padi yang masih muda. Hal tersebut mengakibatkan tanaman padi menjadi kekurangan unsur hara. Lama-kelamaan tanaman akan menguning dan perlahan mati.

  • Kumbang badak

Hama jenis ini biasanya menyerang pada tanaman kelapa. Kumbang ini biasanya berkembangbiak pada kayu yang sudah lapuk dan juga kotoran kerbau.

Gejala tanaman kelapa yang sudah terserang kumbang badak yaitu daun atas akan meranggas. Petumbuhan kelapa juga menjadi lambat. Selain menyerang tanamannya, kumbang ini juga menyerang buah kelapa yang masih muda. Hama ini juga berperan sebagai pembawa cendawan penyebab penyakit busuk batang.

Merk dagang 

Saat ini ada berbagai merk obat dengan bahan aktif dimehipo yang bisa digunakan untuk membasmi hama diatas. Kita bisa mendapatkan obat ini di toko pertanian terdekat. Berikut ini adalah beberapa merk dagang obat dengan bahan aktif dimehipo :

  • Ajar 450 SL : PT Douta Utaman Indonesia
  • Bajaj 450 SL : PT Agrotech Pesticide Industry
  • Centadine 450 SL : PT Centa Brasindo Abadi Chemical Industry
  • Danatan 400 SL : CV Uni Agro chemica
  • Dimegan 400 SL : PT Royal Agro Indonesia
  • Dipho 290 SL : PT Indagro
  • Hokitan 500 SL : CV Agro Mulia
  • Invero 400 SL : PT Delta Giri Wacana
  • Parasol 500 SL : CV Makmur Jaya Bekasi
  • Sandimas 400 SL : PT Santani Sejahtera

 

Tanaman Cabai

0
cabai merah

Tanaman Cabai atau bisa disebut cabe bagi sebagian orang merupakan jenis sayuran dengan permintaan yang cukup besar di Indonesia. Dalam bahasa jawa sering disebut lombok masuk ke dalam keluarga genus capsicum.

Jaman dahulu tanaman cabai ini masuk ke dalam rempah-rempah yang diperdagangkan di Asia Tenggara. Cabai ini menjadi penguat rasa makanan, bahkan bagi masakan padang bumbu ini menjadi bahan makanan pokok.

Permintaan dari konsumen akan produk cabai ini memang tergolong cukup besar. Dengan harga yang lumayan stabil dibanding harga sayur lainnya. Bisa ditanam di dataran tinggi maupun dataran rendah. Untuk itulah bisatani.com mencoba mengulas lengkap tentang penjelasan tanaman ini.

Jenis Tanaman Cabai yang Sering Ditanam di Indonesia

tanaman cabai

Karena permintaan dari pasar yang cukup besar tak heran banyak petani yang menanam cabai. Beberapa jenis tanaman yang sering ditanam oleh petani Indonesia diantaranya adalah :

  • Cabai putih atau sret (dalam bahasa jawa cengis)
  • Keriting dengan ciri buah lebih panjang dan ulir
  • Bentuk besar hampir seperti keriting namun memiliki bentuk lebih besar dan lurus
  • Bulat paprika yang berbentuk seperti tomat dan memiliki tingkat kepedasan yang maksimal

Mungkin masih ada jenis cabe lainnya yang sering di tanam di Indonesia. Namun 4 jenis di atas adalah tanaman yang sering di tanam.

Tips Menanam Cabai Yang Benar

Step lengkap menanam cabe dengan benar mungkin ada beberapa versi. Namun ada hal penting yang harus anda perhatikan sebelum menanam tanaman ini. Berikut beberapa poin penting yang perlu anda perhatikan.

A. Persiapan Bibit Tanaman Cabai

Persiapkan bibit yang baik, jika anda menyemai sendiri ada baiknya memilih jenis benih yang tahan terhadap penyakit. Selain itu sesuaikan juga dengan kondisi tanah yang akan ditanam. Berada pada ketinggian berapa dari atas laut dan pilihlah biji yang cocok dengan kondisi tanah anda.

Ada juga yang jual bibit yang sudah siap tanam, jika anda memilih untuk membeli benih yang siap tanam ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tanya jenis bibit apa yang ditanam, ketahanan bibit terhadap cuaca ekstrim dan juga tahan terhadap penyakit.

B. Pengolahan Lahan yang Baik

Lahan atau tanah harus diolah terlebih dahulu sebelum di tanam. diolah dan dibuat menjadi gundukan. Banyak dari petani menggunakan plastik mulsa untuk menutupi gundukan (dalam bahasa jawa bedengan) agar terhindar dari serangan gulma atau rumput yang mengganggu.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi udara agar kondisi lahan tidak terlalu lembab. Karena kelembapan udara berpengaruh terhadap penyebaran hama dan penyakit pada tanaman cabai.

C. Pilih Waktu Penanaman

Pilihlah waktu penanaman yang tepat misalkan tidak saat kemarau ekstrim atau sebaliknya. Ada tips lain dari beberapa sumber petani bahwa tanamlah cabai saat yang nanam tidak terlalu banyak.

D. Pengendalian Hama dan Penyakit

Ada baiknya dilakukan penyemprotan secara rutin dan melakukan pencegahan. Pencegahan akan lebih mudah dan murah daripada mengobati yang sudah terjadi.

Misalkan pada saat awal penanaman sebelumnya disemprot obat agar terhindar dari hama pemotong bibit. Misalkan menggunakan obat dengan bahan aktif dimetoat maupun lamda sihalotrin.

Untuk pengendalian yang lain saat tanaman cabai mulai tumbuh bisa melakukan penyemprotan minimal seminggu sekali. Misalkan dengan kombinasi obat abamectin untuk hama thrips/ulat dan pencegah busuk (patek cabai) menggunakan mankozeb.

Jenis Hama Yang Sering Menyerang Tanaman Cabai

Sebelum anda memulai untuk menanam ada baiknya mengetahui jenis hama yang sering menyerang. Karena hama ini dapat mengakibatkan penurunan produktifitas hasil pertanian.

Bahkan beberapa hama yang menyerang dalam jumlah besar dapat melumpuhkan banyak tanaman. Oleh karena itu kita perlu mencegahnya terlebih dahulu sebelum cabe yang kita tanam terserang oleh hama tersebut.

Beberapa hama yang sering menyerang cabai diantaranya adalah :

1. Tikus dan Hama Bawah Tanah Merusak Akar Tanaman Cabai

cara mengusir tikus

Hama bawah tanah inilah yang paling banyak menyebabkan kerugian pada petani. Biasanya menyerang pada awal tanam atau saat tanaman masih baru.

Hama tikus biasanya menyerang akar melalui bawah hingga ke batang. Untuk lebih lengkap cara mencegah tikus menyerang sawah kita bisa baca artikel : Cara Membasmi Tikus di Sawah.

Selain tikus juga terdapat hama lain seperti uret, cacing kecil, dan hama lain yang merusak akar. Ketika akar rusak biasanya tanaman akan sulit tumbuh.

2. Thrips dan Tungau Penyebab Daun Keriting Cabe

Kendala pada petani yang sering terjadi adalah daun keriting yang disebabkan oleh hama thrips. Bagi sebagian petani mengira hal ini disebabkan oleh virus.

Memang kadang jika karena kesalahan pemupukan atau faktor cuaca juga bisa menyebabkan daun mengkerut disertai layu total beserta batangnya.

Berbeda daun keriting yang disebabkan oleh thrips biasanya akan keriting ke bawah dan ke atas hanya pada daunnya saja.

Daun menjadi keriting disebabkan karena adanya thrips yang bersembunyi di atas maupun di bawah daun.

Untuk lebih lengkap cara mengatasinya bisa baca artikel : Cara Mengobati Daun Keriting Pada Cabai.

3. Ulat Daun dan Lalat Buah Menyerang Buah Cabai

Hama lain yang menyerang tanaman cabai juga ada ulat daun yang sering menggerogoti daun dari cabai. Daun yang terkupas akan berpengaruh terhadap kesuburan tanaman.

Daun yang sudah di makan oleh ulat juga mempengaruhi hasil panen juga. Bahkan kadang memakan batang yang membuat batang busuk dan tanaman menjadi layu seutuhnya.

Lalat buah juga sering menyerang tanaman cabe ini. Hama ini berbeda dengan lalat pada sampah rumahan yang berwarna hitam, hewan yang menyerang di lahan hampir menyerupai lebah kecil berwarna kekuningan.

Biasanya lalat buah akan menyedot sari buah cabai yang meninggalkan bekas lubang. Dari bekas lubang inilah buah akan menjadi busuk seluruhnya.

Dan hama lainnya yang sering menyerang. Untuk lebih lengkap bisa baca artikel : hama yang sering menyerang pada tanaman cabai.

Bagi anda yang ingin info lebih lanjut bisa subscribe chanel youtube bisatani untuk melihat video lebih jelas tentang pertanian modern.

 

Dimetomorf : Bahan Aktif Fungisida Pengendali Penyakit Pada Tanaman

0
Dimetomorf : Bahan Aktif Fungisida Pengendali Penyakit Pada Tanaman

Bisatani.com, Dimetomorf - Seperti yang telah kita ketahui bersama saat ini bahan aktif dari pestisida ada banyak sekali macamnya. Mulai dari yang digunakan sebelum tanam hingga masa panen. Dari yang bekerja secara kontak, sistemik dan sampai yang bekerja secara translaminar.

Setiap bahan aktif menawarkan keunggulan masing-masing. Harga obat juga tergantung dari jenis bahan aktif yang digunakan, volume dan merk suatu produk. Penggunaan pestisida juga sudah lama dilakukan dalam pertanian. Pada sistem pertanian modern seperti saat ini penggunaan pestisida tidak dapat dipisahkan.

Sebelum mengenal pestisida, Penerapan pertanian jaman dahulu menggunakan cara tradisional. Mulai dari pupuk yang hanya menggunakan pupuk organik, pengendalian hama dan pasca panen pun masih menggunakan cara manual.

Salah satu bahan aktif yang sering kita jumpai saat ini adalah bahan aktif fungisida dimetomorf. Pada kesempatan kali ini tim bisatani.com akan berbagi informasi mengenai bahan akif Dimetomorf. Langsung saja simak penjelasannya dibawah ini.

Apa itu bahan aktif dimetomorf ?

Dimetomorf : Bahan Aktif Fungisida Pengendali Penyakit Pada Tanaman

Dimetomorf adalah salah satu bahan aktif dari fungisida yang biasa digunakan dalam pertanian dan bekerja secara sistemik. Bahan aktif ini dapat kita jumpai dalam bentuk tepung maupun cair. Mempunyai fisik berwarna putih dan dapat dilarutkan kedalam air berguna untuk melindungi tananam dari penyakit yang diakibatkan oleh jamur.

Dimetomorf merupakan zat turunan dari asam cinnamic yang masuk kedalam golongan keluarga morfolin. Bahan aktif ini terdiri dari dua campuran isomer, walaupun hanya isomer Z yang berguna sebagai fungisida. Zat ini terbilang efektif untuk mengendalikan berbagai jenis penyakit yang diakibatkan oleh cendawan jamur Phytopthora infestans.

Cara kerja & kegunaan bahan aktif dimetomorf

Bahan aktif ini dapat bekerja secara sistemik. Sama seperti jenis pestisida yang bekerja secara sistemik yang lain, dimetomorf bekerja dengan mengambat metabolisme dari cendawan.

Dimetomorf mampu menghancurkan dinding sel cendawan, hal itu akan berakibat pada matinya jamur patogen yang merupakan penyebab penyakit berbagai tanaman. Bahan aktif ini berguna untuk untuk melindungi, mengobati tanaman dari jamur dan juga mampu mencegah penyebarannya.

Kelebihan dan keunggulan

  1. Dapat bekerja secara efektif walaupun menggunakan dosis yang rendah
  2. Dengan sifat yang dapat disuspensikan kedalam air, sehingga memudahkan terserap oleh jaringan pada tanaman
  3. Mampu mencegah tanaman dari serangan penyakit sejak awal tanam
  4. Bekerja secara secara sistemik sehingga memudahkan tersebar keseluruh jaringan tanaman.

Jenis tanaman dan penyakit yang dapat dikendalikan

Dimetomorf : Bahan Aktif Fungisida Pengendali Penyakit Pada Tanaman

  • Kentang : Bercak ungu (Alternaria porri), Antraknosa, Bercak daun (Cecospora), dan Busuk daun (Phytophthora infestans)
  • Padi : Bercak daun (Cescospora) & Antrakosa
  • Tomat : Busuk daun (Phytophthora infestans)
  • Tembakau : Penyakit lanas (Phytophthora nicotianae)
  • Cabai : Bercak daun (Cescospora capsici) & Antraknosa
  • Semangka : Penyakit embun bulu (Pseudopperonospora cubensis) & Antraknosa (Colletotrichum capsici)
  • Jagung : Penyakit bulai (Peronosclerospora maydis)

Dalam prakteknya, penggunaan bahan aktif ini dapat dicampur dengan bahan aktif lain yaitu Azoksistrobin. Selain dengan dilakukan pencampuran secara mandiri sudah tersedia juga produk obat dengan berbahan aktif dimetomorf & Azoksitrobin.

Ada banyak sekali merk dagang obat dengan bahan aktif dimetomorf yang tersedia saat ini. Kita bisa dengan mudah mendapatkannya ditoko pertanian terdekat. Berikut ini adalah beberapa merk obat dan juga perusahaan yang membuatnya, seperti :

    • Sagri-bat 60/10 WP : PT. Satya Agro Indonesia
    • Acrobat 50 WP : PT BASF Indonesia
    • Akrostar 40WP : PT JJM Indonesia
    • Caliwa Ultra 60/9 WP : PT Zenith Cropsciences Indonesia
    • Kresnabat 50 WP : PT Sari Kresna Kimia
    • Lucero 70 WP : PT Jirona Aritama
    • Morfius 500 FS : PT Agro Guna Makmur
    • Prodemore 78 WP : PT Multi Sarana Indotani
    • Sphinx 500 SC : PT Royal Agro Indonesia
    • Zampro 525 SC : PT BASF Indonesia

Dampak penggunaan

Setelah kita mengetahui manfaat yang dapat diperoleh, kita tetap harus menggunakannya secara bijak. Karena termasuk bahan kimia, bahan aktif ini dapat berdampak jangka panjang. Seperti pestisida jenis lain, fungisida jika digunakan secara berlebihan dapat berdampak terhadap lingkungan, Seperti :

  • Mengurangi kesuburan tanah dan dapat mencemari air

Apabila digunakan secara terus menerus bahan aktif ini dapat mengurangi kesuburan tanah. Hal tersebut diakibatkan karena bahan kimia tidak dapat diurai oleh tanah. Zat kimia akan terus menumpuk dalam tanah karena berkurangnya mikroorganisme sebagai pengurai didalam tanah. Jika jika terbawa hujan dapat mencemari lingkungan perairan.

  • Membuat penyakit menjadi kebal

Penggunaan fungisida yang berlebihan malah akan membuat resistensi jamur patogen sehingga mikoorgnisme yang bersifat parasit justru akan menjadi kebal terhadap fungisida. Hal itu akan berakibat menjadi tidak efektifnya fungisida dalam mengendalikan berbagai penyakit yang sebabkan oleh jamur patogen.

  • Meninggalkan Residu

Sisa zat yang tidak terserap oleh tanaman akan tertinggal dalam tanah. Tentu hal tersebut akan berbahaya terhadap lingkungan. Jika residu tersebut menempel pada buah maupun sayuran dan selanjutnya dikonsumsi, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

 

 

Simoksanil, Bahan Aktif Fungisida Sistemik Pada Tanaman

0
Simoksanil, Bahan Aktif Fungisida Sistemik Pada Tanaman

GejalaBisatani.com, Simoksanil - Serangan penyakit pada tanaman merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan hasil panen pada tanaman. Penyakit pada tanaman disebabkan oleh bebarapa faktor yaitu jamur patogen dan juga virus. Jika tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat, penyakit akan mudah menular pada tanaman yang masih sehat.

Untuk penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen bisa dikendalikan dengan beberapa cara seperti pemilihan bibit yang lebih tahan terhadap penyakit, sanitasi atau kebersihan lahan dan penggunaan obat kimiawi yakni fungisida.

Ada banyak fungisida yang ada dipasaran salah satunya fungisida dengan bahan aktif Simoksanil. Untuk lebih mengetahui tentang bahan aktif ini terus simak saja artikel ini.

Apa itu bahan aktif Simoksanil ?

Simoksanil adalah salah satu bahan aktif fungisida yang bekerja secara sistemik. Simoksanil termasuk dalam kelompok Monosite inhibitor, yaitu fungisida yang bekerja dengan cara menghambat salah satu proses metabolisme cendawan.

Bahan aktif ini ditemukan pada tahun 1976 dan masuk golongan FRAC  (Fungicide Resistance Action Committee) 27 golongan U, yakni Cyanoacetamide oxime. Oleh WHO bahan aktif ini masuk dalam kelas 3 (cukup berbahaya) dengan label berwarna biru tua.

Fungisida jenis ini tidak boleh diaplikasikan secara terus menerus karena akan menimbulkan resistensi penyaki. Untuk menghindari hal tersebut penyemprotan perlu dilakukan dengan dosis yang tepat dan secara selang seling dengan fungisida berbahan aktif lain seperti Mankozeb.

Cara kerja bahan aktif Simoksanil

Simoksanil ini bersifat sistemik. Fungisida ini setelah disemprotkan pada tanaman akan terserap dan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman melalui jaringan pada tanaman. Kemudian oleh organ-organ pada tanaman akan diabsrobsi dan ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman melalui pembuluh angkut maupun melalui jalur dalam sel tanaman (simplas).

Bahan aktif ini kemudian akan menghambat salah satu proses metabolisme jamur cendawan. Sintesis protein pada jamur cendawan akan terhambat dan berakibat jamur akan mati.

Tata cara dan dosis penggunaan

Simoksanil merupakan bahan aktif fungisida yang bekerja secara sistemik jadi gunakanlah sesuai dosis anjuran. Bisa juga gunakan secara berselingan dengan fungisida lain seperti Mankozeb. Karena jika digunakan melebihi dosis akan membuat penyakit menjadi resisten.

Untuk dosis takaran, misal menggunakan merk dagang Demox dengan dosis Simoksanil 30 WP :

  1. Tanaman cabai untuk mengendalikan penyakit bercak daun (Cercospora capsici) gunakan dosis dengan konsentrasi 1-2 gr setiap 1 liter air.
  2. Tanaman kentang untuk mengendalikan penyakit hawar daun (Phytopthora infestans) gunakan dosis dengan konsentrasi 1-2 gr setiap 1 liter air.

Untuk penyemprotan pertama kali biasanya dilakukan jika sudah menemukan adanya gejala penyakit. Penyemprotan dilakukan secara berulang menyesuaikan intensitas serangan jamur patogen penyebab penyakit.

Kelebihan fungisida berbahan aktif Simoksanil

  1. Fungisida ini bekerja secara sistemik.
  2. Penyemprotan pada tanaman tidak perlu merata.
  3. Fungisida dengan bahan aktif ini akan terserap pada tanaman dan disebarkan keseluruh jaringan tubuh tanaman.

Jenis-jenis penyakit yang bisa dikendalikan

Simoksanil, Bahan Aktif Fungisida Sistemik Pada Tanaman

Berikut jenis-jenis penyakit yang bisa dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif Simoksanil :

  • Busuk Daun

Penyakit busuk daun atau hawar daun disebabkan oleh jamur Phytopthora infestans. Jamur ini akan menimbulkan bercak luka pada daun tanaman. Penyakit ini sangat mudah menyebar pada saat musim hujan dan kondisi lingkungan yang lembab.

Berikut gejala-gejala serangan penyakit pada tanaman :

  1. Tanaman bisa terserang penyakit pada umur 3-6 minggu atau ketika tanaman sudah mulai muncil daun. Serangan penyakit dimulai dari daun yang paling bawah kemudian merambat sampai daun muda yang paling atas. Pada beberapa kasus bahkan sampai menyerang batang tanaman.
  2. Tahap awal serangan muncul bercak basah yang tidak teratur di bagian tepi atau tengah daun. Lama kelamaan bercak tersebut menyebar semakin banyak dan berwarna cokelat.
  3. Jika kondisi semakin parah, bercak bisa menyebar sampai seluruh tanaman dan mengakibatkan tanaman mati.
  • Antraknosa

Penyakit antraknosa pada tanaman disebabkan oleh jamut Colletotrichum capsici. Jamur patogen ini biasanya menyerang buah yang masih muda pada tanaman atau bahkan buah yang sudah matang dan siap dipanen.

Berikut gejala-gejala yang timbulkan jika terserang penyakit ini:

  1. Gejala awal biasanya ditandai dengan munculnya bercak pada buah.
  2. Lama kelamaan bercak yang tadinya kecil akan menyebar keseluruh buah dan mengakibatkan buah membusuk.
  3. Pada kondisi parah, penyakit ini akan cepat menular sampai keseluruh tanaman dan menyebabkan gagal panen.

Beberapa merk dagang fungisida berbahan aktif Simoksanil

Berikut beberepa contoh merk dagang fungisida dengan bahan aktif simoksanil yang ada dipasaran :

  • Brilliant 72 WP (PT. Agricon).
  • Curzate 8/64 WP (PT. DuPont Agricultural Products Indonesia).
  • Cymox 50 WP (PT. Exindo Rahardja Pratama).
  • Demox 30 WP (PT. Persada Agro Sukses).
  • Dobra 50 WP (PT. Deltagro Mulia Sejati).
  • Maxanil 27 WP (PT. Petrokimia Kayaku).
  • Moltovin 345/35 SC (PT. Nufarm Indonesia).
  • Nautile 68/5 WG (PT. UPL Indonesia).
  • Romanil 72/8 WP (PT. Agro Sejahtera Indonesia).
  • Scudeto 20 WP (PT. Dobel F Jaya).
  • Texxim 20 WP (PT. Dalzon Chemicals Indonesia).
  • Victory Mix 8/64 WP (PT. Multi Sarana Indotani).

Demikian mengenai penjelasan apa itu fungisida dengan bahan aktif Simoksanil. Perlu diingat, gunakanlah obat-obatan kimia sesuai dosis yang dianjurkan agar tidak berdampak buruk untuk alam kedepannya. Salam petani sukses….

Trichoderma : Jamur Baik Pencegah Penyakit Pada Tanaman

0
Trichoderma : Jamur Baik Pencegah Penyakit Pada Tanaman

Bisatani.com, Trichoderma -  Membahas hal tentang pertanian memang tidak ada habisnya. Banyak sekali yang bisa dipelajari, mulai dari proses produksi sampai dengan masa panen.

Selain praktek, edukasi seputar pertanian juga penting untuk dilakukan. Dengan adanya edukasi diharapkan dapat membantu proses pertanian. Karena dalam petanian tidak bisa dilakukan secara sembarangan agar hasilnya bisa maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.

Pada saat ini kita bisa mendapatkan informasi seputar petanian dengan mudah. Banyak sumber yang bisa kita gali dalam mendapatkan suatu informasi khusunya petanian. Mulai dari pengalaman antar petani, artikel, sampai media sosial (Facebook, instagram, dan youtube).

Sobat Bisatani.com, pada kesempatan kali ini admin akan memberikan informasi tentang Trichoderma. Langsung saja simak penjelasan dibawah ini.

Apa itu trichoderma ?

Trichoderma : Jamur Baik Pencegah Penyakit Pada Tanaman

Trichoderma merupakan fungi/jamur yang biasanya dimanfaatkan dalam pertanian karena mempunyai sifat yang dapat melawan jamur jahat atau patogen. Jamur ini dapat tumbuh pada temperatur udara sekitar 7ºC - 41ºC. Kelembahan juga berpengaruh dalam pertumbuhan jamur ini.

Akhir akhir ini penggunaan bahan kimia dalam perlakuan pertanian meningkat dengan cukup signifikan. seperti yang kita tahu bahwa zat kimia dapat berdampak negatif apabila terus dilakukan. Trichoderma juga disebut sebagai pupuk biologis dan biofungisida karena bersifat alamai. Yang mana jamur ini berperan sebagai media yang dapat menambah unsur hara dalam tanah.

Mekanisme kerja trichoderma

Akhir-akhir ini penggunaan bahan kimia dalam perlakuan pertanian meningkat dengan cukup signifikan. Sepereti yang telah kita ketahui, zat kimia dapat menimbulkan dampak negatif apabila terus dilakukan. Kita dapat mencari alternatif selain menggunakan bahan kimia.

Kita bisa menggunakan mikroorganisme seperti trichodema. Trichoderma merupakan bakteri baik yang dapat mengganggu pertumbuhan bakteri jahat yang bersifat patogen. Jamur ini dapat digunakan sebagai pengurai tanah, sebagai agen hayati dan perangsang pertumbuhan tanaman.

Manfaat penggunaan tricoderma

layu bakteri pada cabai

Ada banyak manfaaat yang diperoleh apabila kita menggunakan jamur jenis ini. Berikut ini adalah manfaat yang akan didapatkan, diantaranya:

  • Mampu menghambat pertumbuhan jamur yang menjadi penyebab penyakit suatu tanaman.
  • Mencegah penyakit busuk pada pangkal batang
  • Dapat mencegah busuk akar yang menjadi penyebab layu fusarium pada tanaman cabai dan tomat.
  • Mencegah penyakit jamur akar putih
  • Menyediakan hara dalam tanah
  • Alternatif penggunaan pupuk atau pestisdia yagn bersifat kimia
  • Menjadikan tanaman lebih hijau dan subur

Berbeda dengan pupuk kimia atau pestisida kimia yang dapat langsung dirasakan manfaatnya. Manfaat penggunaan tricoderma tidak langsung dapat dirasakan karena bersifat alami. Dengan pemakaian yang rutin manfaat yang dihasilkan akan lebih baik daripada penggunaan pupuk kimia maupun pestisida dalam jangka waktu yang panjang.

Cara membuat tricoderma

Pada dasarnya jamur ini dapat ditemukan ditanah hutan maupun tanah pertanian yang belum terkontaminasi dengan pupuk dan pestisida kimia. Seperti jamur jenis lain, perkembangbiakan trichoderma menggunakan spora atau biasa disebut dengan konidia.

Kita bisa membuat trichoderma sendiri dirumah. Alat dan bahan pun mudah untuk didapatkan. Ada berbagai media yang dapat digunakan untuk memancing jamur ini. Seperti nasi, jagung, dedak, kentang, dan lain-lain.

Berikut ini adalah langkah langkah untuk membuat atau mengembangbiakkan trichoderma dengan menggunakan nasi.

Alat dan bahan

  1. Nasi secukupnya. Bisa menggunakan nasi sebanyak 1- 2 mangkok. Nasi disini digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur trichoderma.
  2. Bambu, Gunakanlah bambu yang baru saja ditebang.
  3. Tali untuk yang digunakan untuk mengikat
  4. Alkohol dengan kandungan 70%
  5. Sendok
  6. Kain
  7. Toples

Langkah-langkah pembuatan jamur trichoderma

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat jamur tricoderma :

  1. Langkah yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan menyiapkan bambu. Bambu disini digunakan untuk tempat nasi yang akan digunakan sebagai tempat pertumbuhan jamur.
  2. Potong bambu dengan menyisakan 1 ruas.
  3. Kemudian belah bambu tersebut menjadi 2 bagian. kemudian bersihkkan ruas bambu dengan menggunakan air mengalir. Agar bambu menjadi lebih steril kita bisa lap menggunakan kain yang telah diberi cairan Alkohol
  4. Jika dirasa sudah bersih, selanjutnya masukkan nasi yang telah disiapkan tadi. Usahakan menggunakan nasi yang telah basi atau juga bisa menggunakan nasi yang dimasak kemarin.
  5. Setelah itu tutup bambu dengan belahan bambu yang lainnya dan jangan lupa diikat menggunakan tali.
  6. Jika bambu sudah terikat rapat, lalu kubur bambunya dalam tanah dengan kedalaman 10-20 cm. Bambu harus terkubur rapat. Jangan lupa memberi tanda pada permukaan tanah sehingga dalam pengambilannya nanti menjadi lebih mudah.
  7. Jika sudah 10 hari kita bisa mengambilnya. kemudian buka bambu tersebut dan lihat adakah jamur yang tumbuh. Jika terdapat jamur putih seperti kapas itu berarti telah mendapatkan miselium trichoderma. Yang mana nanti akan berubah menjadi bibit jamur trichoderma.
  8. Kemudian pindahkan miselium tadi kedalam toples yang telah dibersihkan dan telah steril. Jangan lupa tutup rapat toples tersebut.
  9. Selanjutnya tunggu sampai miselium tadi tumbuh dan berkembang menjadi jamur trichoderma.

 

Fipronil, Salah Satu Insektisida Dengan Spektrum Luas

0
Fipronil, Salah Satu Insektisida Dengan Spektrum Luas

Bisatani.com, Fipronil - Hasil panen yang melimpah merupakan salah satu harapan dan dambaan setiap petani. Untuk mencapai hal teresebut tentunya petani harus memberikan perawatan yang maksimal dan serius dalam mengolah lahan budidayanya.

Hasil panen dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti serangan hama, penyakit, cuaca serta terkadang bencana yang tidak terduga-duga. Misal untuk serangan hama, petani harus paham betul apa jenis hama yang menyerang. Mulai dari bentuk fisik hama serta dampak serangan hama tersebut.

Untuk setiap hama memiliki penanggulangan yang berbeda-beda. Salah satu cara untuk mengendalikan hama ada yang secara kimiawi. Pengendalian secara kimiawi yaitu pengendalian hama dengan menggunakan insektisida. Ada banyak sekali jenis insektisida salah satunya adalah insektisida dengan bahan aktif Fipronil.

Apa itu insektisida dengan bahan aktif Fipronil?

Fipronil adalah salah satu bahan aktif insektisida dengan spektrum luas. Fipronil termasuk dalam keluarga kimi fenilpirazol dan masuk dalam golongan IRAC (Insecticide Resistance Action Committee).

Bahan aktif ini ditemukan serta dikembangkan oelh Rhone dan Poulence antara tahun 1985-1987. Fipronil kemudian dikenalkan dipasaran pada tahun 1993.

Bukan hanya sebagai pengendali hama bawah tanah saja tetapi fipronil juga dapat mengendalikan hama diatas tanah, batang, daun, perawatan tanah dan juga perawatan benih. Adapun bentuk dari insektisida dengan bahan aktif ini ada yang berupa pekatan EC (Emulsifiable Concentrate), SC (Suspension Concentrate) dan GR (Granula).

Insektisida dengan bahan aktif fipronil biasa digunakan untuk mengendalikan hama ulat tanah, ulat grayak, ulat krop, ulat buah, orong-orong, semut, hama kutu, thrips, rayap dan wereng cokelat.

Cara kerja bahan aktif Fipronil

Fipronil merupakan bahan aktif insektisida dengan spektrum luas. Insektisida ini merupakan insektisida sistemik yang bekerja sebagai racun kontak dan lambung.

Insektisida ini termasuk unik karena bekerja dengan cara menghambat (inhibitor) kinerja sistem saraf pusat pada serangga. Reseptor GABA pada hama serangga akan terganggu. Hal ini akan menyebabkan aktifitas syaraf bergetar secara berlebihan, serangga kejang-kejang dan kemudian mati.

Tata cara dan dosis penggunaan

Insektisida dengan bahan aktif fipronil memiliki beberapa cara pengaplikasian sesuai dengan bentuk insektisidanya. Berikut beberapa cara pengaplikasian :

  • Untuk perlakuan benih.

Biasanya untuk perlakuan benih menggunkan jenis insektisida berbahan aktif fipronil yang berwujud pekatan suspensi. Untuk perlakuan pada benih biasanya dilakukan dengan merendam benih dengan air yang sudah dicampur dengan larutan insektisida berbahan aktif fipronil.

Misal untuk produk Regent merah dengan dosis fipronil 50 g/l untuk benih padi (20 ml setiap 1 kg benih), benih kedelai (6 ml setiap 1 kg benih), benih jagung (5 ml setiap 1 kg benih).

  • Penyemprotan pada tanaman

Untuk pengaplikasian dengan cara disemprot biasanya menggunakan insektisida berbahan aktif fipronil dengan bentuk cair (SC dan EC) atau yang tepung (WG). Untuk penyemprotan biasanya diaplikasikan dengan cara mencampurkan air dengan insektisida berbahan aktif fipronil.

Misal untuk produk Tecam atau Regent sachet dengan dosis fipronil 80wg untuk tanaman padi (1,6 gram setiap 15 liter air), Produk Regent dengan dosis 50 g/l untuk tanaman cabai (1 ml setiap 1 liter air).

  • Penaburan

Untuk pengaplikasian dengan cara ditabur biasanya menggunakan insektisida berbahan aktif fipronil dengan bentuk granul atau butiran pasir (GR). Untuk cara penggunaan ini biasanya hanya langsung ditaburkan saja insektisida pada permukaan tanah disekitar tanaman.

Misal untuk produk Regent tabur dengan dosis 0.3 GR untuk tanaman padi (10 kg setiap lahan 1 hektar), tanaman bawang merah (15-20 kg setiap lahan 1 hektar).

Kelebihan insektisida berbahan aktif Fipronil

  1. Insektisida dengan spektrum luas.
  2. Mudah terdegradasi didalam tanah.
  3. Bisa digunakan untuk perlakuan benih agar lebih kebal dari serangan hama.
  4. Efektif untuk mengendalikan hama didalam tanah, permukaan tanah, batang dan juga daun pada tanaman.

Jenis-jenis hama yang bisa dikendalikan

Fipronil, Salah Satu Insektisida Dengan Spektrum Luas

Berikut jenis-jenis hama yang bisa dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif fipronil :

  • Padi 

    1. Penggerek batang (Tryporyza innonata).
    2. Penggerek batang padi kuning (Schirpophaga incertulas).
    3. Orong-orong (Gryllotalpa sp).
    4. Wereng Cokelat (Nilaparvata lugens).
  • Kedelai

    • Lalat bibit (Ophyomyla phaseoli).
  • Jagung

    1. Semut (Solenopsis germinate).
    2. Penggerek tongkol (Helicoverpa armigera).
  • Kentang

    • Ulat tanah (Agrotis ipsilon).
  • Tebu

    • Penggerek batang (Scirpophaga nivella).
  • Bawang merah

    • Orong-orong (Gryllotalpa sp).
  • Cabai

    • Trips
    • Kutu daun

Merk dagang insektisida berbahan aktif Fipronil

Berikut merk dagang insektisida dengan bahan aktif fipronil yang ada dipasaran :

  1. Agadi 50 SC (PT Royal Agro Indonesia).
  2. Agapro 280 SL (PT Agro Guna Makmur).
  3. Agent 50 SC (PT. Nufarm Indonesia).
  4. Balistic 50 SC (PT Agro Persada).
  5. CBA-FIP 50 SC (PT Centra Brasindo Abadi Chemical Industry).
  6. Destar 50 SC (PT Deltagro Mulia Sejati).
  7. Fipros 55 SC (PT Petrosida Gresik).
  8. Morgent 50 EC (PT Mitra Kreasidharma).
  9. Morgent 50 SC (PT Mitra Kresidharma).
  10. Regent 0.3 GR (PT BASF Indonesia).
  11. Regent Sachet 80 WP (PT BASF Indonesia).
  12. Regen Merah 50 SC (PT BASF Indonesia).
  13. Sagri-Buzz 60 EC (PT Satya Agro Indonesia).

Berikut penjelasan mengenai insektisida berbahan aktif Firponil. Semoga informasi ini bermanfaat untuk semua petani dan yang mau belajar bertani. Ingat, selalu pilih pestisida yang tepat sesuai hama dan juga penyakit. Selalu gunakan sesuai dosis agar tidak berdampak bagi lingkungan untuk kedepannya.

Pupuk Kalsium Terbaik Untuk Cabe dan Tanaman Lainnya

1
Kalsium, Unsur Hara Yang Bermanfaat Bagi Tanaman

Pupuk Kalsium - Sama seperti manusia, tanaman juga membuntuhkan nutrisi untuk tumbuh dengan baik. Nutrisi pada tumbuhan biasanya disebut dengan unsur hara. Unsur hara merupakan senyawa organik dan anorganik yang terkandung dalam tanah, bisa juga disebut nutrisi dalam tanah. Ada dua jenis unsur hara yakni unsur hara makro dan unsur hara mikro.

  1. Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar. Contoh: Nitrogen (N), Phospat (p), Kalium (K), Kalsium (Ca), Sulfur (S) dan Magnesium (Mg).
  2. Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang kecil atau sedikit. Contoh: Besi (Fe), Tembaga (Cu), Zink (Zn), Mangan (Mn), Boron (B) dan Clor (Cl).

Kali ini tim Bisatani akan membahas tentang pupuk kalsium. Dengan simbol Ca merupakan salah satu pupuk makro sekunder. Walau kebutuhannya tidak sebanyak unsur hara NPK namun kalsum penting dibutuhkan oleh tanaman.

Disebut dengan makro sekunder karena unsur hara ini dibutuhkan dalam jumlah besar namun tidak wajib. Diberikan pada kondisi tertentu terutama pada lahan yang sudah banyak ditanami berbagai jenis tanaman. Karena kandungan unsur hara kalsium semakin lama akan semakin berkurang.

Apalagi pada sistem hidroponik dimana media air yang digunakan sangatlah minim akan kandungan kalsium. Untuk itu istilah makro sekunder bisa naik menjadi makro primer apabila digunakan pada tanaman dengan sistem hidroponik.

Pertumbuhan tanaman akan menjadi abnormal jika kekurangan maupun kelebihan unsur hara. Kalsium (Ca) merupakan salah satu unsur hara atau pupuk yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk kalsium perlu diberikan pada tanaman agar tanaman tidak mudah rusak dan juga sakit.

Apa itu Pupuk Kalsium?

Kalsium, Unsur Hara Yang Bermanfaat Bagi Tanaman

Unsur hara merupakan sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Unsur hara juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Salah satu unsur hara tersebut adalah Kalsium.

Pupuk kalsium adalah pupuk yang mengandung unsur Kalsium didalamnya. Unsur hara ini masuk dalam golongan 2A yang merupakan salah satu jenis logam alkali yang bersifat basa.

Unsur hara ini mempunyai peran yang vital dalam siklus fisiologis pada tanaman. Kalsium juga termasuk unsur esensial sekunder seperti belerang dan magnesium.

Unsur makro ini berfungsi dalam membantu penyusunan dinding sel pada tanaman dan merangsang pertumbuhan tanaman.

Adapun bentuk kalsium yang sering digunakan pada tanaman :

  • Dolomit (CaMg(CO3)²).
  • Ca(OH)² (Calsium hidroksida).
  • Ca-SiO3 (Calsium silikat).
  • CaCO3 (Calsium karbonat).
  • CaO (Calsium oksida).

Dosis dan Cara Pemberian Pupuk

Kalsium, Unsur Hara Yang Bermanfaat Bagi Tanaman

Sebenarnya pupuk kalsium bisa diberikan sejak awal penanaman tanaman. Hal ini dilakukan karena pada saat mempersiapkan lahan tanam, terkadang pH tanah belum sesuai atau masih asam (kurang dari 6,5 atau 7).

Misalnya jika pH tanah 4 berikan dosis 10 ton/hektar, pH tanah 4,5 berikan dosis 7 ton/hektar, pH tanah 5 berikan dosis 5 ton/hektar, pH tanah 5,5 berikan dosis 3 ton/hektar, pH tanah mencapai 6 berikan dosis 1 ton/hektar.

Jangan lupa untuk mengecek pH tanah secara berkala. Kapanpun jika pH tanah menurun dan tanaman mengalami gejala kekurangan kalsium maka berikan pupuk ini lagi.

Pengaplikasian pupuk makro ini bisa dengan cara ditabur, kocor atau dengan cara foliar (penyemprotan melalui daun).

Setiap tanaman membutuhkan kalsium yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan sepanjang pertumbuhannya, ada juga yang bervariasi sesuai dengan usia tanaman.

Ingat, dalam memberikan pupuk ini juga harus seimbang dengan pupuk lain. Tanaman juga membutuhkan unsur hara makro yang lain seperti Nitrogen dalam bentuk Nitrat.

Manfaat Pupuk Kalsium bagi Tanaman

Kalsium diproses oleh tanaman dalam bentuk ion Ca2+ Dimana biasanya didalam tanaman kering ada sekitar 0,1% hingga 5%. Sedangkan pada tanaman kayu dengan tingkat hidup yang lama memiliki kandungan dan kebutuhan kalsium yang lebih tinggi.

Berikut beberapa manfaat unsur hara ini untuk tanaman :

  1. Membantu proses metabolisme pada tanaman dengan begitu tanaman bisa menyerap nutrisi dengan baik.
  2. Sel pada tanaman akan lebih berkembang.
  3. Sel tanaman akan lebih kuat sehingga tanaman tidak mudah sakit.
  4. Membantu dalam merangsang enzim serta hormon pertumbuhan pada tanaman.
  5. Tanaman lebih tebal terhadap stress dan panas.
  6. Kualitas buah yang dihasilkan lebih meningkat.
  7. Kuantitas serta kualitas produksi tanaman lebih meningkat.

Dampak dan Resiko Kekurangan dan Kelebihan Kalsium

Tanaman yang diberikan kalsium tentunya akan terlihat lebih sehat. Namun jika tanaman kekurangan atau kelebihan dalam pemberian unsur hara ini, dampaknya akan terlihat secara visual dari bentuk fisik tanaman.

Berikut dampak pada tanaman yang kekurangan unsur hara ini :

    1. Daun pada tanaman menjadi kuning, mengkerut dan mudah gugur.
    2. Daun dan batang pada tanaman akan tumbuh dengan lambat.
    3. Bunga dan buah pada tanaman lebih mudah rontok sebelum matang.
    4. Tanaman lebih mudah terkena serangan penyakit dan juga hama.
    5. Kualitas panen yang dihasilkan menurun drastis.
    6. Pada tanaman buah, hasil panen lebih mudah membusuk.

Berikut dampak pada tanaman jika kelebihan unsur hara ini :

    1. Tanah disekitar tanaman akan menjadi basa atau pH menjadi tinggi. Hal ini terjadi jika pemberian pupuk dengan cara ditabur pada tanah atau dengan cara dikocor.
    2. Tanaman cenderung kerdil atau tanaman tidak bisa tumbuh dengan optimal.

Merek Dagang Pupuk Kalsium yang ada di Pasaran

Rekomendasi dari tim bisatani untuk produk pupuk kalsium adalah Calsinut yang terkandung kalsium untuk kebutuhan unsur hara makro sekunder anda. Selain itu pupuk kalsinut juga dilengkapi dengan ekstra Humic acid dan silika yang mampu menyuburkan media tanam sekaligus menguatkan tanaman dari serangan penyakit dan virus.

Bagi anda yang menginginkan pupuk Calsinut bisa klik gambar di bawah ini. Ada yang kemasan 1kg dan kemasan 500gr

pupuk kalsium

Ingat, berilah pupuk maupun pestisida sesuai dosis anjuran. Karena jika pemberiannya pada tanaman kurang ataupun berlebihan. Dampaknya akan buruk bagi tumbuh kembang tanaman.

Tembaga Hidroksida, Bahan Aktif Fungisida Pengendali Jamur Dan Bakteri

1
Tebukonazol : Bahan Aktif fungisida Pengendali Penyakit Pada Tanaman

Bisatani.com, Tembaga Hidroksida - Salah satu hal yang mempengaruhi hasil panen maupun gagal panen adalah serangan penyakit pada tanaman. Penyakit pada tanaman biasanya disebabkan oleh jamur patogen dan virus yang ditularkan oleh beberapa jenis hama pada tanaman.

Tentunya agar petani tidak mengalami kerugian karena hasil panen yang menurun atau gagal panen panen, harus dilakukan pengendalian yang tepat. Adapun beberapa cara untuk mengendalikan serangan penyakit seperti :

  1. Gunakan benih unggulan yang tahan terhadap serangan penyakit.
  2. Lakukan sanitasi atau pembersihan lahan dari gulma dan tanaman yang mengganggu tanaman utama.
  3. Buat lahan dengan drainase yang baik.
  4. Lakukan penanaman secara rotasi.
  5. Gunakan fungisida sesuai dosis dan penyakit yang menyerang.

Ada banyak sekali jenis fungisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman. Tembaga hidroksida merupakan salah satu jenis bahan aktif fungisida yang terdapat dipasaran.

Apa itu bahan aktif Tembaga Hidroksida ?

Bahan aktif tembaga hidroksida merupakan salah satu jenis bahan aktif fungisida. Fungisida dengan bahan aktif ini, juga salah satu jenis yang sering digunakan oleh para petani.

Tembaga hidroksida termasuk golongan fungisida inorganik dan fungisida M1 (Multisite Inhibitor) dalam FRAC (Fungicide Resistance Action Committe).

Kelompok M1 merupakan fungisida kontak yang bekerja pada banyak target (menghambat serta merusak metabolisme jamur). Fungisida kelompok ini juga bekerja dengan spektrum yang luas. Kelompok fungisida M1 juga memiliki resistensi rendah dan resistenti silang dengan kelompok M1-M9.

Bahan aktif ini juga efektif untuk mengendalikan penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh bakteri. Oleh karena itu, fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida juga bisa disebut sebagai bakterisida.

Cara kerja bahan aktif Tembaga Hidroksida

Fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida bekerja secara kontak. Fungisida dengan bahan aktif ini juga bekerja dengan spektrum yang luas.

Tembaga hidroksida bekerja dengan cara menghambat atau merusak beberapa proses metabolisme pada jamur. Karena bahan aktif ini tergolong  fungisida multisite inhibitor, fungisida ini memiliki resiko resistensi yang rendah.

Dalam pengendalian penyakit, tembaga hidorksida yang telah disemprotkan pada tanaman akan melapaskan ion tembaga (Cu2+) yang akan melapisi permukaan tanaman dan bertindak sebagai sumber ion Cu2+.

Tembaga merupakan bahan aktif fungisida yang bersifat alkali. Karena sifat alkali akan mengubah struktur kimia formula zat lain. Oleh karena itu, fungisida dengan bahan aktif ini tidak bisa dicampur dengan pestisida lain pada saat penyemprotan.

Tata cara dan dosis penggunaan

Fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida bisa diplikasikan dengan beberapa cara :

  1. Jika untuk mengendalikan penyakit Antraknosa atau busuk buah, busuk daun dan busuk batang. Larutkan 4 gr fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida dengan 1 liter air. Kemudian semprotkan langsung pada buah, batang dan juga cabang tanaman. Penyemprotan dimulai pada awal musim hujan tiba dan diulang sebanyak 5 sampai 7 kali penyemprotan.
  2. Untuk perlakuan benih. Campurkan 1 sendok teh fungisida dengan bahan aktif tembaga hidroksida untuk ukuran 5 kg benih. Rendam selama semalam, tiriskan dan keringkan dengan suhu ruangan.
  3. Campur dengan pupuk. Campurkan 100 gr tembaga hidroksida dengan 20 kg pupuk UREA atau NPK. Aplikasikan sejak awal tanam disetiap pemupukan ± 2-3 kali pemupukan.

Fungisida dengan bahan aktif ini harus diaplikasikan secara tunggal dan digunakan dengan dosis yang dianjurkan. Jika kelebihan dosis, fungisida ini dapat menjadi racun dan merusak sel tanaman.

Tanaman yang mengalami overdosis, daya tumbuh tanaman akan menjadi terhambat dan tanaman tumbuh menjadi kerdil.

Jenis-jenis penyakit yang bisa dikendalikan

Tembaga Hidroksida, Bahan Aktif Fungisida Pengendali Jamur dan BakteriTembaga Hidroksida, Bahan Aktif Fungisida Pengendali Jamur dan Bakteri

Berikut jenis-jenis penyakit yang bisa dikendalikan pada tanaman :

  1. Bawang (penyakit busuk daun Peronospora destructor).
  2. Kakao (penyakit busuk buah Phytopthora palmivora).
  3. Kopi (penyakit penyakit karat daun Hemileia vastatrix).
  4. Cabai (penyakit bercak daun Cercospora capsici, Antraknosa Colletrichum capsici, layu bakteri).
  5. Padi (penyakit bulai Peronosclerospora maydis,
  6. penyakit kresek Xanthomonas oryzae, blas Pyricularia oryzae, hawar daun Xanthomonas campestris).
  7. Jeruk (embun tepung Oidium tingitanium).
  8. Kubis (busuk lunak Xanthomonas campestris).
  9. Kembang kol (busuk hitam Xanthomonas campestris).
  10. Kentang (bercak kering Alternaria solani, hawar daun Phytophthora infestans).
  11. Teh (cacar daun Exobasidium vexans).
  12. Tomat (bercak cokelat Alternaria solani).
  13. Tembakau (layu bakteri Ralstonia solanacearum).

Klorpirifos : Bahan Aktif Insektisida Yang Banyak Digunakan Petani

1
Klorpirifos : Bahan Aktif Insektisida Yang Banyak Digunakan Petani

Bisatani.com, Klorpirifos - Untuk menunjang keberhasilan dalam pertanian biasannya petani akan melakukan aktivitas yang dinamakan penyemprotan. Penyemprotan disini dapat berupa penyemprotan pupuk maupun pestisida (herbisida, insektisida dan fungisida). Tujuan dilakukan penyemprotan agar penggunaan pupuk atau obat dapat disesuaikan dengan dosis yang tepat.

Secara umum, penyemprotan herbisida untuk membasmi gulma atau rumput baik sebelum tanam atau saat tanam. Lalu untuk penggunaan insektisida dilaukukan untuk membasmi hama atau OTP (organisme pengganggu tanaman). Sedangkan penyemprotan fungisida bertujuan untuk mencegah atau mengobati tanaman dari penyakit.

Dalam bab ini, tim Bisatani.com masih akan membahas salah satu bahan aktif pada insektisida. Kali ini kami akan merangkum tentang insektisida dengan bahan aktif Klorpirifos.

Apa itu bahan aktif Klorpirifos

Klorpirifos : Bahan Aktif Insektisida Yang Banyak Digunakan Petani

klorpirifos adalah bahan aktif dari golongan insektisida yang berbentuk pekatan yang mudah larut dalam air. Bahan aktif ini memiliki ciri fisik berwarna kuning-kuningan yang dapat digunakan untuk membasmi hama pada tanaman.

klorpirifos merupakan salah satu jenis insektsida organosfat yang biasanya diapliksikan pada tanaman sayuran.

Cara kerja bahan aktif klorpirifos

Bahan aktif klorpirifos merupakan insektisida racun perut, pernafasan yang bekerja secara kontak dengan spektum yang luas. Hampir sama seperti bahan aktif sipermetrin, klopirifos juga bekerja dengan mengacaukan atau mematikan saraf pada hama/serangga.

Apabila hama telah terjadi kontak dengan bahan aktif ini biasanya hama akan langsung kejang-kejang kemudian mati. Hal ini terjadi karena sifat kklorpirifos ini yang dapat menghambat saluran saraf.

Kegunaan

Penggunaan insektisida ini lebih intensif pada tanaman sayuran dibandingkan dengan jenis tanaman lain. Meningkatnya populasi hama ulat biasanya terjadi pada masa vegetatif karena melimpahnya jumlah daun muda. Yang mana daun muda inilah sebagai sumber makanan daripada si ulat.

Bahan aktif klorpirifos sudah terbukti dapat menurunkan jumlah populasi hama. Hal itu membuat penggunaan obat ini menjadi meningkat dari tahun ke tahun.

Fakta dilapangan meyebutkan baik petani pemula maupun petani senior banyak yang meggunakan obat ini. Selain karena efektif dalam membasmi hama, harga obat dengan bahan aktif ini juga terjangkau. Berbeda dengan bahan aktif lain yang biasanya lebih mahal hingga berkali-kali lipat.

Jenis - jenis hama yang dapat dikendalikan

Berikut ini adalah contoh hama yang dapat dikendalikan menggunakan obat berbahan aktif klorpirifos, diantaranya :

  • Ulat Grayak (Spodoptera sp.)

Dimetoat Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Sistemik

Ulat jenis merupakan hama hama sudah tidak asing lagi bagi para petani. Hampir semua jenis tanaman dapat terserang ulat ini. Julukan lain dari ulat ini adalah ulat tentara. Mengapa demikian? karena dalam semalam ulat ini dapat menghabiskan tanaman.

Serangan ulat grayak juga terbilang hebat dan sangat merusak. Ulat ini biasanya akan aktif pada malam hari. Saat siang hari ulat ini cenderung bersembunyi dibawah permukaan tanah.

  • Wereng (Auchenorrhynca)

Wereng merupakan hama yang bisa menyerang secara langsung maupun tidak langsung. Dikatakan langsung karena, hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan pada tanaman sehingga menyebabkan daun menjadi kuning dan kemudian mati. Hama ini juga berperan sebagai pembawa penyakit dan menularkan penyakit tersebut ke tanaman yang sehat.

  • Kutu daun (Aphidoidea)

Klorpirifos : Bahan Aktif Insektisida Yang Banyak Digunakan Petani

Hama ini memiliki ciri-ciri dengan ukuran yang kecil dan memiliki warna hitam,coklat maupun hijau. Kutu daun biasanya hidup dengan berkelompok. Hampir sama dengan wereng, kutu daun dapat menyerang tanaman secara langsung maupun tidak langsung.

Kutu daun merusak dengan cara menyerap/memakan getah tanaman. Kutu daun juga merupakan media yang dapat menyebarkan virus pada tanaman.

Gejala yang ditimbulkan apabila tanama sudah terserang kutu daun adalah tunas atau daun muda akan menjadi keriting dan mengulung. Hama ini juga dapat mengundang hama lain (semut) karena kutu kebul dapat mengeluarkan cairan madu.

Jenis tanaman yang daapt diaplikasikan dengan Klorpirifos

Dibawah ini adalah beberapa contoh tanaman berserta hama perusak yang dapat dikendalikan dengan bahan aktif ini, Seperti :

  1. Cabai : Ulat grayak (Spodoptera sp), Kutu daun (Aphid, Myzus persicae), Ulat pupus (Heliothis armigera)
  2. Bawang merah : Ulat grayak (Spodoptera exigua), Thrips
  3. Kubis : Perusak daun (Crocidolomia binotalis, Plutella xylostella)
  4. Kakao : Ulat buah (Conopomorpha cramerella)
  5. Tomat : Ulat tanah (Agrotis sp.) dan Pengerek buah (Heliothis Almigera

Ada berbagai pilihan merk dagang obat dengan bahan klorpirifos. Masing masing perusahaan saling berlomba lomba menciptkan merk sendiri. Kita dapat denga mudah menemukan obat dengan bahan aktif ini ditoko pertanian terdekat. Dosis yang disediakan pun juga beragam, berikut ini adalah beberapa merk dagang obat dengan bahan aktif klorpirifos beserta dosisnya:

  • Agrofos 480 EC
  • Basban 200 EC
  • Chlormite 400 EC
  • Combitox 550 EC
  • Dursban 200 EC
  • Fostin 610 EC
  • Kendo 420 EC
  • Kresban 200 EC
  • Phyrinex 480 EC
  • Ultimax 550 EC

Walaupun mempunyai beragam manfaat tetapi dalam penggunaanya harus dilakukan dengan bijak. Hal itu agar terhindar dari dampak negatif yang mungkin saja dapat ditimbulkan. Penggunaannya harus sesuai dosis yang tepat.

 

 

Sipermetrin, Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Lambung

0
Sipermetrin, Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Lambung

Bisatani.com, Sipermetrin - Dulu petani mengendalikan serangan hama pada tanaman masih menggunakan cara yang mekanis dan juga biologis. Contoh pengendalian secara mekanis yaitu dengan mengambil hama secara manual. Sedangkan cara biologis yaitu dengan cara memanfaatkan predator alami atau musuh alami hama penyerang tanaman. Contoh predator alami seperti ular, laba-laba, dan parasitoid. Tetapi saat ini petani tidak hanya mengendalikan serangan hama dengan cara mekanis dan biologis saja, tetapi juga dengan cara kimiawi yakni penyemprotan cairan insektisida.

Penggunaan obat kimia atau insektisida untuk mengendalikan serangan hama harus melihat beberapa aspek, misal tingkat serangan hama dalam lingkup yang luas dan parah, adakah predator alami di area lahan yang terserang hama, aspek kesehatan aplikatornya (petani) dan juga bagi lingkungan.

Ada banyak sekali jenis insektisida yang beredar dipasaran. Bermacam-macam jenis insektisida dengan bahan aktif yang sesuai dengan target hama yang ditanggulai. Dari sekian banyak insektisida salah satunya ada yang mengandung bahan aktif Sipermetrin.

Apa Itu Sipermetrin?

Sipermetrin adalah jenin insektisida racun kontak dan lambung dalam bentuk pekatan yang bisa diemulsikan dan berwarna kuning untuk mengendalikan hama pada tanaman.

Sipermetrin masuk dalam penggolongan IRAC (Insecticide Resistance Action Commitee) yang masuk golongan 3A Piretroid. Golongan Piretroid adalah jenis racun kontak dan lambung yang bekerja pada sistem syarap pada serangga dan mengganggu fungsi neuron oleh interaksi saluran natrium.

Bahan aktif insektisida ini tak akan menimbulkan fitotoksik pada tanaman jika digunkanan sesuai dosis yang dianjurkan. Sipermetrin termasuk insektisida yang sangat mudah larut dalam air sehingga tidak mengganggu saluran semprot.

Oleh WHO, Sipermetrin termasuk dalam kelas II (bahaya) dan diberikan pita piktogram pada label dengan warna kuning tua.

Cara kerja bahan aktif Sipermetrin

Sipermetrin merupakan insektisida yang bekerja secara kontak dan lambung.

Bahan aktif ini bekerja dengan cara melumpuhkan dan mematikan hama serangga. Daya kerja insektisida ini juga sebagai racun kontak dan racun perut yang menyebabkan hama serangga mati setelah terkena semprotan langsung, bersentuhan maupun memakan daun atau bagian tanaman lain yang telah disemprot.

Insektisida dengan bahan aktif sipermetrin akan menjadi racun yang mengakibatkan hama kejang-kejang. Hak ini disebabkan karena  terjadinya penghambatan saluran natrium impuls saraf pada serangga.

Tata cara dan dosis penggunaan

Insektisida dengan bahan aktif sipermetrin bisa diaplikasikan dengan cara disemprotkan langsung pada tanaman yang terserang hama. Berikut tata cara pengaplikasian :

  1. Gunakan air yang tidak mengandung lumpur dan kotoran. Jika perlu siapkan air satu malam dan biarkan agar lumpur atau kotoran mengendap.
  2. Lakukan penyemprotan pada pagi hari sebelum jam 9 atau pada sore hari setelah jam 4.
  3. Penyemprotan dilakukan pada waktu cuaca sedang cerah dan diperkiraakan hujan tak turun dalam waktu 4-6 jam setelah menyemprot pestisida.
  4. Ingat, gunakan dosis serta volume semprot sesuai anjuran.

Untuk takaran dosis yang dianjurkan, misal produk seperti Rizotin dan Unimetrin yang sama-sama mengandung bahan aktif Sipermetrin 100 g/l bisa dilarutkan dengan air dengan konsentrasi 1-2 ml setiap 1 liter air.

Jenis-jenis hama yang bisa dikendalikan

Sipermetrin, Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan LambungSipermetrin, Bahan Aktif Insektisida Kontak Dan Lambung

Berikut jenis-jenis hama yang bisa dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif Sipermetrin :

  1. Kelapa sawit (Ulat api).
  2. Bawang merah (Ulat grayak).
  3. Cabai (Penghisap daun).
  4. Jagung (Belalang).
  5. Kapas (Penggerek buah).
  6. Kedelai (Lalat bibit, Perusak daun, Penggerek polong).
  7. Kentang (Trips).
  8. Kubis (Perusak daun).
  9. Lada (Penghisap buah, Penghisap bunga).
  10. Melon dan semangka (Kutu daun, Trips).
  11. Teh (Penggulung daun).
  12. Tembakau (Penggerek pucuk, Perusak daun).
  13. Tomat (Penggerek buah).

Petunjuk keselamatan saat menggunakan pestisida

  • Jangan makan, minum dan merokok pada saat menggunakan pestisida.
  • Selalu pakai sarung tangan, masker, topeng muka, pakaian dengan lengan panjang serta celana panjang pada saat membuka wadah, memindahkan, mencampur dan menyemprot pestisida.
  • Bersihkan pakaian pelindung serta alat setelah digunakan, bersihkan dengan sabun dan air bersih.
  • Hindari kabut semprot mengenai mata dan kulit pada waktu melakukan penyemprotan.
  • Jangan mencemari kolam, perairan serta saluran air dengan pestisida maupun wadah bekas pestisida tersebut.
  • Jangan membawa masuk hewan ternak pada area penyemprotan insektisida.
  • Simpan insektisida pada tempat tertutup rapat serta sejuk dan kering, hindari dari jangkauan anak-anak serta jauh dari bahan makanan dan juga api.