Home Blog Page 4

Hama Wereng : Hama Pengganggu pada Tanaman Padi

0
Hama Wereng : Hama Pengganggu pada Tanaman Padi

Bisatani.com, Hama Wereng - Pada saat ini jenis dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sangat beraneka ragam. Mulai dari jenis hama, penyakit maupun gulma. OPT sendiri merupakan semua organisme yang berpotensi dapat menganggu ataupun merusak tanaman.

Kehadiran OTP yang tidak terkendali tentu saja dapat mengganggu produksi tanaman pertanian. Sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian yang tepat sesuai dengan jenis OTP yang mengganggu.

Hal tersebut perlu dilakukan agar kuantitas dan kulaitas hasil panen sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu juga untuk menghindari kerugian yang dapat ditimbulkan.

Salah satu jenis OTP yaitu dari golongan hama. Hama merupakan semua jenis hewan yang keberadaanya dapat mengganggu ataupun merusak tanaman. Selain merusak tanaman secara langsung, ada juga jenis hama yang dapat menularkan penyakit. Seperti hama wereng yang akan tim bisatani bahas pada artikel kali ini.

Apa itu Hama Wereng

Hama Wereng : Hama Pengganggu pada Tanaman Padi

Wereng merupakan salah satu jenis hama pada pertanian yang masuk kedalam anggota kepik sejati (ordo hemiptera). Hama jenis ini biasanya merusak tanaman dengan menghisap cairan pada tanaman. Biasanya, wereng dapat dengan mudah ditemukan pada tanaman padi.

Berdasarkan ilmu pengelompokan tentang spesies (taksonomi) tonggeret pernah digolongkan kedalam jenis wereng. Akan tetapi, saat ini telah dipisah dari yang sebelumnya masuk dalam sub ordo Auchenorrhyncha.

Hama jenis ini dapat merusak tanaman dengan memiliki kemampuan ganda. Pertama, Wereng dapat merusak tanaman secara langsung dengan cara menghisap cairan tanaman. Selain secara langsung, hama ini juga menjadi vektor atau pembawa virus (penyakit) dan menyebarkankannya ke tanaman lain.

Ciri Ciri

Pada bagian tubuh wereng terdapat kelenjar khusus yang dapat memproduksi lilin. Hal itu berguna sebagai bentuk kamuflase terhadap serangga predator. Wereng betina yang telah dewasa juga memproduksi lilin yang digunakan untuk melindungi telur sebelum menetas.

Hama ini akan menyerap cairan nutrisi pada floem tanaman sekaligus menyebarkan fitoplasma. Fitoplasma sendiri merupakan parasit yang dapat menginfeksi jaringan tanaman.

Jenis jenis Hama Wereng

Hama Wereng : Hama Pengganggu pada Tanaman Padi

Pada saat ini ada berbagai jenis hama wereng yang dapat dijumpai dalam pertanian. Semua jenis wereng memiliki karakteristik yang berbeda beda. Berikut ini adalah beberapa jenis hama wereng, diantaranya :

  • Wereng hijau (Nephotettix virescens)

Merupakan jenis hama wereng yang berperan sebagai penyebar (vektor) virus tungro. Dimana virus tungro dapat menyebabkan penyakit tungro yang biasanya menyerang tanaman padi.

Hama jenis ini awalnya akan meletakkan telur pada pelepah daun padi. Jika telah enam hari telur akan menetas dan menjadi hama wereng muda. Pada vase ini hama sangat menyukai cairan yang ada pada daun. Jika tanaman sudah terserang akan membuat daun menjadi kering.

Wereng hijau akan menyerang tanaman padi baik pada masa pembibitan sampai pada proses pembentukan malai atau anakan. Jenis wereng hijau sangat menyukai tanaman yang dipupuk dengan kadar Nitrogen (N) yang tinggi dan jarak antar tanaman yang rapat.

  • Wereng coklat (Nilaparvata lugens)

Menjadi salah satu hama yang paling berbahaya dan merugikan bagi tanaman, terutama tanaman padi. Hama ini tersebar dari Asia timur hingga asia tenggara tak terkecuali indonesia.

Sama seperti wereng jenis lain, hama wereng coklat menyerang dengan cara menyerap cairan yang ada pada tanaman. Selain merusak tanaman secara langsung hama ini juga berperan sebagai pembawa (vektor) reovirus yang merupakan penyebab penyakit tungro.

Populasi hama ini akan meningkat apabila telah memasuki musim tanam padi. Hal tersebut terjadi karena ketersediaan bahan makanan yang melimpah. Yang mana proses perkembangbiakan hama tersebut menjadi lebih cepat.

Pada habitat alami, hama wereng coklat memiliki predator alami seperti kumbang lembing dan lebah. Serangga tersebut dapat mengendalikan populasi hama dibawah ambang batas populasi. Hal tersebut juga dapat menekan tersebarnya virus utama.

  • Wereng punggung putih (Sogatella furcifera horvarth)

Salah satu jenis wereng yang memiliki ukuran kecil bahkan lebih kecil daripada bulir padi. Selain menyerang tanaman padi wereng jenis ini juga dapat menyerang tanaman jagung.

Hama ini tersebar di bebagai negara seperti di kawasan Asia selatan, Asia Timur, Asia tenggara, Amerika Latin, Australia dan Oceania.

Berbeda dengan jenis wereng diatas, wereng punggung putih perkembangbiakannya tergolong lamban. Sehingga populasinya tidak sebanyak hama ereng hijau maupun wereng coklat.

Walaupun populsinya sedikit bukan berarti seragan hama tersebut dapat dianggap sepele. Faktanya pergerakan hama ini lebih cepat jika dibadingkan dengan hama wereng coklat. Hal tersebut berdasarkan varietas tanaman padi yang tahan terhadap serangan hama wereng coklat cenderung kurang tahan terhadap wereng punggung putih. Bisa dikatakan kalau hama wereng putih lebih unggul dibandingkan hama wereng coklat.

Gejala Tanaman yang terserang

Adapun ciri ciri tanaman yang telah terserang hama ini akan menunjukkan gejala seperti, :

  1. Pertumbuhan tanaman akan terhambat (kerdil)
  2. Tanaman terinfeksi jamur dan bakteri
  3. Daun berubah menjadi kering dan kekuningan
  4. Anakan padi (malai) yang dihasilkan tidak maksimal

Cara Pengendalian Hama Wereng

Apabila serangan hama tidak dikendalikan secara tepat dikhawatirkan akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Yang mana dapat berakibat pada gagal panen sehinggga mengakibatkan kerugian.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan jenis hama yang satu ini. Tindakan dapat dilakukan apabila sudah ditemukan gejala pada tanaman. Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama wereng, diantaranya :

  • Pengendalian Hayati

Pengendalian hama secara hayati merupakan pengendalian yang cukup murah karena hanya memanfaatkan predator alami atau pathogen. Hama wereng memiliki predator alami seperti Laba-laba serigala (Lycosa pseudoanulata), Kepik Mirid (Cyrtorhinus lividipennis), Kumbang stacfilinea (Paederus Fuscipes).

Selain itu juga bisa dengan memanfaatkan pathogen Beauvria bassaiana yang merupakan cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada wereng. Cendawan ini akan menginfeksi tubuh hama melalui kontak dan masuk kedalam jaringan. Hal tersebut akan membuat hama menjadi mati. Ditandai dengan mengerasnya tubuh (seperti mumi) dan munculnya jamur berwarna putih.

  • Pengendalian secara kimiawi

Pada metode ini, pengendalian dengan memanfaatkan pestisida dari golongan insektisida. Ada berbagai macam bahan aktif yang efektif untuk mengendalikan hama wereng seperti tiamektosam, imidakloprid, dimehipo, BPMC, Karbofuran dan lain sebagainya. Penggunaan pestisida dapat dilakukan pada awal penanaman sampai mendekati panen.

Pengendalian secara kimia merupakan cara yang banyak dilakukan pada saat ini. Dengan metode ini pengendalian hama menjadi lebih cepat dan efektif. Yang mana dapat menghemat waktu walaupun tingkat serangan hama tinggi.

 

Bactrocera sp - Hama Lalat Buah Pada Tanaman Hortikultura

1
Bactrocera sp - Hama Lalat Buah Pada Tanaman Hortikultura

Bisatani.com, Bactrocera sp (Lalat Buah) - Lalat merupakan jenis hama yang mengganggu. Hama ini sangat suka dengan daerah yang kotor dan lembab. Bukan hanya itu hama ini juga terkadang membawa beberapa jenis penyakit yang berbahaya bagi manusia. Hal ini dikarenakan sifat lalat yang suka hinggap disegala tempat termasuk sampah atau tempat kotor. Pada saat lalat hinggap di tempat yang kotor terkadang ada kuman atau mikroba yang akan menempel pada lalat. Jika lalat terbang dan menempel pada tempat yang bersih atau makanan dalam waktu lama, kuman dan mikroba tersebut juga akan menempel pada makanan dan tempat yang bersih tersebut.

Ini sebenarnya sangat berbahaya karena boleh jadi beberapa mikroba yang menempel, bisa menyebabkan penyakit seperti kolera dan tifus. Oleh karena itu selalu jaga kebersihan dan selalu tutup makanan agar tidak dihinggapi oleh lalat.

Tahukah kamu? Jika ada jenis lalat yang berbeda yang menyerang pada tanaman. Bactrocera sp atau yang biasa disebut petani sebagai Lalat buah merupakan jenis hama yang biasa menyerang tanaman Holtikultura seperti sayur-sayuran serta buah-buahan.

Ciri Fisik atau Morfologi Hama Lalat Buah (Bactrocera sp)

Bactrocera sp - Hama Lalat Buah Pada Tanaman Hortikultura

  1. Lalat buah yang sudah dewasa memiliki ukuran yang sedang, berwarna kuning serta mempunyai sayap yang datar.
  2. Di tepian ujung sayap terdapat bercak-bercak berwana cokelat kekuningan.
  3. Pada bagian Abdomen terdapat pita-pita yang berwarna hitam, sedangkan untuk Thoraxnya terdapat bercak-bercak berwarna kekuningan.
  4. Untuk bagian Ovipositornya (organ untuk meletakan telur) mempunyai tiga ruas dengan bahan yang keras seperti tanduk.

Siklus Hidup Lalat Buah (Bactrocera sp)

Lalat buah biasa ditemukan disekitar tanaman sayur-sayuran serta buah-buahan. Lalat buah akan menusuk kulit buah menggunakan Ovipositornya. Kemudian lewat organ tersebut, lalat buah akan meletakan telur yang dimilikinya. Ada sekitar 100 hingga 120 butir telur yang akan disuntikan. Dalam kisaran 2 sampai 3 hari telur tersebut akan menetas dan mengeluarkan larva, berenga atau belatung. Larva atau berenga tersebut akan memakan daging buah selama kurang lebih 2 minggu. Daging buah yang dikonsumsi tersebut akan berbentuk seperti terowongan.

Buah yang dagingnya dikonsumsi akan tampak seperti berair atau busuk yang agak basah. Lama-kelamaan buah akan jatuh ketanah sebelum matang. Larva atau berena yang sudah dewasa kemudian akan meninggalkan buah atau sayuran yang telah jatuh diatas tanah. Kemudian larva ini akan membuat terowongan didalam tanah dengan kedalaman sekitar 2 sampai 5 cm. Di dalam tanah larva ini akan berubah menjadi pupa. Adapun lama masa menjadi pupa sekitar 7 sampai 8 hari.

Setelah fase pupa selesai, akan muncul lalat buah muda dari dalam pupa. Lalat muda tersebut akan tumbuh dan menjadi dewasa kemudian akan meletakan kembali telurnya. Adapun lama siklus hidup lalat buah sekitar 23 sampai 34 hari tergantung dari keadaan kelembapan udara. Perkiraan dalam waktu satu tahun setiap lalat buah dapat menghasilkan 8 hingga 10 generasi.

Gejala dan Akibat Serangan Hama Lalat Buah 

 

Setelah lalat betina menusukan ovipositornya kedalam buah, lalat tersebut akan meletakan telurnya kedalam lapisan epidermis buah. Setelah telur menetas maka akan muncul larva (benera) yang kemudian akan memakan daging buah. Daging buah yang dikonsumsi terus menerus akan membentuk terowongan hingga menyebabkan warna buah menjadi jelek, daging seperti busuk berair sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Terkadang serangan lalat buah juga akan menyebabkan tanaman juga diserang oleh hama lain.

Ada beberapa kondisi dimana lalat meletakkan telurnya tidak hanya dalam buah, ada juga yang diletakkan pada batang dan bunga pada tanaman. Batang yang terdapat telur dan larva lalat buah akan menjadi seperti bisul sedangkan buahnya akan menjadi lebih kecil dari ukuran normalnya dan berwarna kekuningan. Jika bunga yang terserang maka warnanya akan menjadi pucat dan lama-lama akan rontok.

Misalnya serangan lalat buah pada tanaman cabai. Buah cabai yang terserang lalat buah warna kulitnya akan berubah menjadi hitam dan mengeras, terdapat bekas seperti disuntik pada buah cabai. Lama kelamaan buah cabai akan berair dan membusuk. Kuantias serta kualitas hasil produksinya akan berkurang. Bukan hanya itu, buah cabai akan gugur sebelum matang bahkan sebelum masa panen.

Jenis Tanaman yang Terserang Hama Lalat Buah (Bactrocera sp)

Lalat buah sangat suka menyerang jenis tanaman hortikultura. Adapun tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, semangka, jambu, belimbing, mangga, melon, rambutan, nangka, rambutan, pisang, jeruk, kelengkeng, srikaya, sawo, ketimun, labu, pare, sukun dan lain-lain.

Ada 6 jenis familia tanaman hortikultura yang diserang hama lalat buah seperti Moracea, Musacea, Anacardiacea, Oxalidacea, Cucurbitacea, dan Solanacea.

Hama ini benar-benar sangat merugikan bagi para petani. Kenapa tidak, kebanyakan bagian dari tanaman yang terserang adalah bagian buah yang siap dikonsumsi dan dipasarkan. Sehingga kualitas dan produksi buah akan menjadi buruk serta menurun. Oleh karena itu lalat buah tergolong sebagai jenis hama langsung (direct pest).

Apalagi jika serangan hama ini juga disertai dengan serangan jamur, bisa jadi buah akan cepat membusuk sebelum masa panen dan mengakibatkan petani mengalami gagal panen.

Cara Penanggulangan Serangan Hama Lalat Buah

Ada beberapa cara efektif untuk mengendalikan hama lalat buah, yaitu dengan perangkap khusus lalat, insektisida, memanfaatkan musuh alami, bioinsektisida serta kultur teknis.

  • Perangkap Khusus Lalat Buah

Bactrocera sp - Hama Lalat Buah Pada Tanaman Hortikultura

Cara ini merupakan cara yang tergolong aman karena tidak ada residu dari penggunaan pestisida. Cara ini dilakukan dengan membuat atau memasang perangkap yang dikhususkan untuk lalat buah.

Dari banyak penelitian, ternyata lalat buah sangat menyukai warna kuning sedangkan warna yang tidak disukai adalah warna biru. Oleh sebab itu manfaatkan warna kuning untuk membuat perangkap lalat buah, seperti plastik mika yang berwarna kuning yang sudah ditambahkan perekat. Lalat akan tertarik dengan warna mika tersebut kemudian akan mendekat dan menempel pada perekat dan tidak bisa kabur kembali.

Ada juga pembuatan perangkap lalat buah yang menggunakan jenis zat penarik (attractant) yaitu Metil eugenol. Zat ini tergolong unik karena baunya bisa memikat lalat jantan. Berikut cara untuk membuat perangkap ini :

    1. Gunakan bekas botol platis bekas air mineral, lubangi kira-kira berukuran sebesar ujung jari pada bagian tengah botol.
    2. Beri kawat pengait (bendrat) pada bagian dalam botol untuk menggantung kapas yang telah diberikan zat penarik (Metil eugenol). Dan berikan juga kawat pengait pada bagian luar botol untuk menggantung botol mineral pada dahan, kayu atau ranting tanaman.
    3. Isi botol dengan air kira-kira seperempat botol dan tidak perlu diberi larutan pestisida.
    4. Zat penarik Metil Eugenol akan memikat lalat jantan dan masuk kedalam botol melalui lubang. Lalat akan sulit keluar dan terjebak meskipun merayap. Lama-lama lalat akan jatuh kedalam air sehingga tidak bisa terbang kembali lalu mati.
    5. Lalat jantan akan berkurang populasinya sehingga tidak ada proses kawin dengan lalat betina. Meskipun lalat betina menyuntikan telur pada buah, telur tersebut tidak akan menetas.

Ada juga jenis perangkap seperti lem yang berwarna kuning dan sudah terdapat zat penariknya sehingga sangat efektif dan lebih cepat dalam mengendalikan hama lalat buat.

  • Insektisida

Pengendalian dengan insektisida merupakan salah satu cara yang tergolong efektif dan efisien. Cara pengendalian hama lalat buah menggunakan insektisida biasanya dilakukan dengan cara penyemprotan pada tanaman yang terserang hama tersebut. Biasanya insektisida yang digunakan adalah yang berbahan aktif Metomil, Abamektin, Dimetoat dan Fentoat.

Tetapi pengendalian hama lalat buah menggunakan pestisida bisa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Terkadang bukan hanya hama sasaran saja yang mati tetapi organisme bukan sasaran atau musuh alami hama lalat buah juga bisa mati. Hama menjadi resisten dan menimbulkan residu insektisida yang berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi.

Maka dari itu bijaklah dalam penggunaan insektisida dalam mengendalikan hama lalat buah.

  • Bioinsektisida

Bioinsektida juga salah satu cara yang tergolong aman karena menggunakan insektisida yang bersifat biologi. Insektida ini biasanya dibuat dari bahan-bahan alami. Bahan untuk membuat bioinsektisida berasal dari bahan yang tidak disukai atau berdampak buruk bagi lalat buah. Ekstrak tanaman Jeruk Purut (Citrus hystrix) dan Kacang babi (Tephrosia vogelii) merupakan contoh bahan bioinsektida yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama lalat buah (Bactrocera sp).

  • Pemanfaatan Musuh Alami

Bactrocera sp - Hama Lalat Buah Pada Tanaman Hortikultura

Musuh alami atau predator bagi hama lalat buah adalah laba-laba, kumbang stafilinid, semut dan cocopet (Dermaptera). Ada juga Beauveria yang merupakan jenis patogen yang biasa menyerang pupa lalat buah.

Tapi kendala pengendalian menggunakan musuh alami ini disebabkan oleh petani sendiri. Hal itu disebabkan karena penyemprotan insektisida yang dilakukan oleh petani terkadang juga bisa membunuh predator alami hama lalat buah tersebut.

  • Kultur Teknis dan Sanitasi Lahan

Selalu membersihkan lahan pertanian baik itu dari gulma, pengolahan tanah seperti mencangkul dan membalikan tanah bisa membunuh pupa yang terkena matahari secara langsung. Membakar sampah, ranting, daun serta buah2ahan yang terkena serangan hama bisa mengurangi penyebaran hama. Asap yang dihasilkan dari proses pembakaran bisa juga untuk mengusir hama lalat buah.

Serangan hama lalat buah memang sangat meresahkan bagi para petani. Hama ini bisa berkembang dengan cepat sehingga perlu dilakukan pengendalian secara tepat dan cepat. Sehingga petani bisa mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan terhindar dari gagal panen.

Ulat Grayak : Hama Pengganggu Berbagai Jenis Tanaman

0
Ulat Grayak : Hama Pengganggu Berbagai Jenis Tanaman

Bisatani.com, Ulat Grayak - Ada berbagai faktor yang menentukan keberhasilan suatu pertanian. Mulai dari pemilihan bibit yang berkualitas, perawatan atau pemeliharaan dalam masa tanam hingga proses pasca panen.

Dalam bertani biasanya akan ditemukan hambatan yang dapat terjadi seperti serangan hama dan penyakit. Saat ini serangan hama dan penyakit juga berakaneka ragam jenisnya. Serangan hama dan penyakit dapat muncul baik dari sebelum tanam sampai menjelang masa panen.

Serangan hama dan penyakit yang tidak terkendali dapat membuat kegagalan pertanian yang berakibat pada kerugian. Maka dari itu perlu mempelajari jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Dengan mempelajarinya, diharapkan dapat menekan kerugian yang ditimbulkan.

Pada artikel kali ini tim bisatani akan secara khusus membahas tentang salah satu jenis hama yaitu ulat grayak. Diharapakan arikel ini dapat digunakan sebagai referensi dalam menghadapi serangan ulat grayak.

Apa itu Ulat Grayak

https://bisatani.com/tanaman-bawang/

 

Ulat grayak merupakan larva dari ngengat yang masuk kedalam golongan noctudiae. Ulat grayak dapat dikategorikan menjadi hama yang sangat merusak. Ciri fisik ulat ini berbentuk kecil sampai dengan sedang dan dipunggungnya terdapat corak khas seperti pakaian tentara. Tak heran jika banyak yang menyebut ulat ini dengan sebutan ulat tentara.

Ada berbagai jenis spesies ulat grayak yang dapat ditemui. Mulai dari yang berwarna hijau (Spodoptera exigua) maupun berwarna coklat (Spodoptera litura). Ulat ini merupakan salah satu jenis ulat yang tidak berbulu. Meski begitu dampak serangannya sangat merugikan. Ulat jenis ini merupakan hama yang dapat merusak berbagai jenis tanaman baik sayuran maupun palawija.

Pada siang hari ulat ini hidup didalam permukaan tanah. Setelah itu ulat akan naik ke tananam dan memakannya ketika sudah memasuki malam hari. Serangan hama ini bisa dibilang sangat dahsyat karena hanya memerlukan waktu semalam untuk menghabiskan satu tanaman.

Spesies Ulat Grayak

Ulat Grayak : Hama Pengganggu Berbagai Jenis Tanaman

Ada berbagai jenis spesies ulat grayak yang dapat dijumpai sampai saat ini. Biasanya perbedaan spesies juga berpengaruh terhadap jenis tanaman yang diserang. Berikut ini adalah beberapa jenis ulat grayak, diantaranya :

  • Spodoptera Exigua (Beet armyworm)

Merupakan larva dari ngengat yang biasa merusak tanaman bawang merah. Hama ini akan merusak tanaman baik dari daun hingga ke dalam umbi bawang merah. Proses perkembangbiakan hama ini terbilang sangat cepat. Satu betina dapat menghasilkan telur sebanyak 1000 butir.

Pada awalnya ngengat betina akan meletakkan telur pada ujung daun tanaman. Setelah itu telur akan menetas ketika memasuki umur 3 hari. Telur akan menjadi larva yang dapat hidup selama 10 hari.

Setelah menetas dari telur, ulat (larva) akan merusak tanaman bawang dengan melubangi daun dan masuk kedalamnya. Ciri-ciri tanaman yang telah terserang akan berlubang dan lama kelamaan akan membuat daun menjadi mengering. Jika jumlah ulat banyak, biasanya serangan akan berlanjut sampai kedalam umbi bawang merah.

  • Spodoptera litura

Merupakan jenis larva ngengat yang muncul dan menyerang tanaman jagung. Di luar negeri ulat ini mempunyai sebutan lain seperti : Common cutworm, Cotton bowlworm, Tobacco cutworm, dan Armyworm. Di indonesia sendiri ulat ini tersebar di 22 propinsi dengan serangan yang terbilang cukup parah. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mencapai presentase 85% dengan rata-rata serangan mencapai 11.163 ha/tahun.

Hama jenis ini penyebarannya sangat cepat dan mudah beradaptasi dengan baik. Hal tersebut dapat terjadi karena ulat grayak memiliki karakter yang unik, yang tidak dimiliki hama jenis lain.

Pada awalnya ngengat akan meletakkan telur secara berkelompok dibawah ataupun diatas permukaan daun. Seiring berjalannya waktu telur akan berubah warna dan menetas setelah itu berubah menjadi ulat grayak (larva). Pada fase inilah hama akan merusak tanaman jagung dengan cara menggerek daun. Seringkali serangan hama ini dapat membuat tanaman jagung hanya tersisa tulang daunnya saja.

Ciri-ciri Tanaman yang Terserang Ulat Grayak

Berikut ini adalah beberapa ciri ciri tanaman yang terserang hama ulat grayak, seperti :

  1. Munculnya bekas gesekan ulat pada permukaan daun.
  2. Terdapat lubang pada pucuk dan daun.
  3. Pada pucuk tanaman jagung akan ditemukan serbuk kasar seperti serbuk bekas gergaji.
  4. Terdapat kotoran ulat pada daun.
  5. Apabila intensitas serangan tinggi tanaman akan kehilangan daun dan yang tersisa hanya tulang duannya saja.

Upaya Pengendalian Ulat Grayak

Ulat Grayak : Hama Pengganggu Berbagai Jenis Tanaman

Ancaman hama ini terbilang sangat serius dan perlu perhatian khusus. Jika tidak dilakukan upaya pengendalian yang tepat bukan tidak mungkin akan mengganggu proses produksi tanaman yang dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Maka dari itu perlu penanganan yang tepat dalam upaya pengendalian hama ulat grayak. Dibawah ini adalah beberapa cara yang dapat dilakaukan, diantaranya :

  • Pengendalian secara mekanis

Merupakan salah satu cara yang sederhana atau tradisional yaitu dengan mengamati langsung pada tanaman. Jika sudah ditemukan keberadaan ulat atau sudah ada telur yang terlihat bisa langsung mengambil telur tersebut dan menghancurkannya.

Pengamatan dapat dilakukan dengan interval seminggu 2 kali terutama pada masa vegetatif.

  • Pengendalian secara hayati

Maksud dari pengendalian secara hayati yaitu dengan memanfaatkan predator atau musuh alami. Adapun predator alami dari ulat grayak seperti Cocopet, kumbang kepik, kumbang tanah, dan juga semut.

  • Pengendalian secara kimia

Berbeda dengan 2 cara pengendalian diatas, pengendalian secara kimia banyak dilkukan pada saat ini karena terbilang cepat dan praktis. Pengendalian secara kimia yaitu dengan menggunakan bahan kimia (insektisida).

Saat ini ada banyak bahan aktif yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama ulat grayak. Bahan aktif yang bisa digunakan seperti Emamektin benzoat, spinetoram, tiamektosan, dimetoat, klorpirifos, klorfenapir dan lain-lain.

 

 

Cara Membuat Pestisida Alami Dari Bawang Putih dan Merah

0
bawang merah dan bawang putih

Bawang merupakan salah satu sayuran yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Jenis umbi ini memiliki permintaan cukup tinggi baik pasar domestik maupun internasional. Tak heran banyak petani yang menanam karena harganya cukup stabil. Bahkan ada sebagian perusahaan yang melakukan kontrak penanaman umbi jenis ini.

Namun kali ini bisatani.com akan membahas bagaimana cara membuat pestisida alami dari bawang putih dan juga merah. Ternyata bahan dapur jenis umbi satu ini bisa dibuat cairan untuk mengusir hama pada tanaman secara alami.

Cara Membuat Pestisida Alami Dari Bawang Putih dan Merah

cara membuat pestisida alami dari bawang

Selain untuk bahan bumbu dapur yang melezatkan masakan anda. Ternyata bawang juga bisa untuk pemberantas hama secara alami. Tata cara yang digunakan adalah :

  1. Sediakan lima bawang putih yang sehat
  2. Kupas bagian kulit luarnya agar terhindar dari kotoran dan bakal hama lain
  3. Hancurkan bawang putih dengan alat dapur seperti blender dan lainnya
  4. Bisa juga hancurkan dengan peralatan seadanya seperti menggunakan alu dan lesung
  5. Campur dengan sedikitnya setengah liter air
  6. Setelah dicampur dengan air, diamkan selama 6 jam lebih. Ada baiknya anda buat larutan ini pada malam hari agar pada pagi hari bisa langsung digunakan
  7. Bisa juga campurkan sabun detergen untuk daya lekat pestisida di tanaman
  8. Gunakan saringan kain halus untuk menyaring larutan
  9. Kemudian simpan dalam botol yang tertutup rapat
  10. Saat penggunaan bisa campurkan larutan tadi dengan empat liter air
  11. Jika anda ingin membuatnya dalam jumlah besar, bisa dikalikan saja jumlah di atas

Pestisida organik di atas sangat efektif apabila digunakan minimal seminggu sekali. Dilakukan pada pagi hari agar hama pada tanaman belum pergi atau menyerang.

Air rendaman yang efektif akan lebih baik setelah ditunggu maksimal 7 hari. Jika lebih dari itu penggunaan obat hama dari umbi bawang bisa berdampak pada tanaman anda.

Usahakan penggunaan campuran sesuai anjuran di atas. Karena jika terlalu banyak akan berpengaruh pada kesehatan tanaman. Beberapa kasus tanaman ada yang tidak suka kadar air yang tinggi dan juga senyawa yang ada pada tanaman.

Keunggulan Pestisida Organik Untuk Sayuran

proses penyemprotan

Ternyata ada beberapa kelebihan dan kelemahan pembuatan pestisida dari bawang putih. Diantaranya adalah :

  • Bisa dibuat sendiri dari rumah
  • Aman untuk kesehatan penyemprot
  • Ramah terhadap lingkungan
  • Potensi merusak tanaman lebih rendah dari pada obat dengan bahan kimia lain
  • Tidak menyebabkan resistensi pada hama penyerang tanaman
  • Cocok untuk tanaman organik yang dijual langsung dalam bentuk segar

Selain itu obat tanaman dari bawang putih maupun merah ini dapat mengatasi berbagai masalah dalam tanaman. Masalah yang timbul karena serangan berbagai hama sehingga hasil tanaman kurang baik diantaranya :

  • Mampu mencegah perkembangan telur, larva dan bakal serangga hama
  • Menghambat pergantian kulit pada hama
  • Mebuat bau yang tidak disukai oleh hama pada tanaman anda
  • Membantu menghambat reproduksi serangga
  • Mencegah berkembangnya patogen dan pendukung perkembangan hama lain

Beberapa hewan atau hama yang mampu dibasmi menggunakan ramuan ini adalahkutu daun, semut, rayap, lalat buah, ulat bulu, ulat daun dan lain sebagainya.

Cara Membuat Pestisida Organik Paling Ampuh

Memang banyak obat kimia atau dalam pertanian disebut dengan pestisida yang digunakana untuk membasmi hama. Banyak bahan kimia ini yang tinggal semprot dengan nilai ekonomis yang tinggi.

Namun seiring perkembangan jaman dimana orang mulai sadar akan kesehatan. Mereka memilih sayuran organik yang non pestisida. Terutama sayuran dengan sistem tanam hidroponik.

Namun jika anda melakukan penyemprotan dalam jangka lahan yang luas. Lebih efektif jika anda menggunakan pupuk kimia. Di toko pertanian sekarang sudah banyak disediakan pupuk organik alami dalam kemasan botol yang juga bisa anda beli.

Seperti pada produk bisatani yang menjual beberapa produk organik seperti GROMITAN yang dijual di marketplace shopee atau tokopedia bisatani.

pupuk gromitan

Namun jika anda sekedar untuk membasmi hama di lahan kecil atau sekitar rumah. Banyak cara membuat pestisida organik paling ampuh dengan bahan yang ada di Rumah. Bahan lain selain bawang yang bisa anda gunakan untuk membuatnnya diantaranya adalah :

Pestisida Dari Daun Tembakau

Cairan ekstrak dari daun tembakau ternyata dapat membasmi berbagai hama pada tanaman. Jika anda memiliki daun tembakau atau tembakau kering, bisa rendam dalam air semalam kemudian sari airnya disemprotkan ke tanaman.

Namun dalam beberapa kasus, pestisida menggunakan tembakau ini tidak untuk ulat besar pada tanaman. Biasanya mereka kebal dengan pahitnya sari daun tembakau.

Obat Nabati Daun Pepaya

Tidak banyak yang tahu manfaat lain dari daun pepaya dengan rasa yang pahit sebagai pembasmi hama. Daun pepaya sangat efektif membasmi ulat, rayap, thrips hingga ulat bulu.

Kandungan enzim papain, alkaloid dan juga glikosid mampu membuat hama tidak betah berada di tanaman anda.

Kapur Sirih dan Jahe

Jahe dengan rasa yang membuat rasa seakan pedas dapat menurunkan nafsu makan beberapa hama. Sehingga ia akan kabur karena tidak bisa makan daun ataupun buah tanaman anda.

Bisa juga dicampur dengan kapur sirih yang mengandung zat fenol dan kavokol yang dapat membasmi beberapa hama. Seperti hama serangga terbang tungau, kutu daun dan lain sebagainya.

Cara Menanam Bawang Prei (Bawang Daun), Manfaat dan Perbedaannya

0
bawang daun prei

Bawang prei atau biasa disebut bawang daun salah satu tanaman dalam keluarga bawang yang biasanya orang sulit membedakannya. Tidak sedikit orang tertukar mengira bawang daun merupakan daun dari tanaman bawang.

Bawang daun ini sering digunakan pada campuran masakan nasi goreng, ramen, soto, bakso dan makanan lainnya. Kegunaan campuran dari daun ini adalah untuk menambah cita rasa dari masakan agar lebih segar dan nikmat.

Bahasa latin dari tumbuhan ini adalah Allium ampreloprasum atau Allium porrum yang masih masuk dalam keluarga bawang. Untuk rasa hampir mirip dengan jenis bombai dan aroma yang tidak terlalu menyengat.

Manfaat Bawang Prei Untuk Kesehatan

bawang daun prei

Selain rasanya yang menambah nikmat dari masakan yang dicampur. Ternyata bawang prei ini memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah :

  • Memiliki serat yang banyak sehingga dapat memperlancar proses pencernaan
  • Sayuran Allium menghalangi tumbuhnya kanker dalam tubuh
  • Membantu mencegah timbulnya infeksi
  • Menangkal radikal bebas dalam tubuh
  • Menyehatkan jantung
  • Daun bawang berperan penting dalam pembentukan rhodopsin yang berguna untuk membantu retina dalam penyerapan cahaya.
  • Vitamin A yang tentu menjaga kesehatan mata anda
  • Mampu Mencegah pendarahan karena kandungan Vit. K seperti mimisan, memar dll.
  • Kandungan allicin yang dapat mencegah terjadinya kekerutan dan penuaan dini pada kulit.

Perbedaan Bawang Prei dengan Daun Bawang Biasa

cara agar daun bawang merah tegak

Banyak sekali ibu rumah tangga yang mengira campuran masakan eropa menggunakan daun bawang biasa. Ternyata mereka menggunakan daun bawang prei untuk campurannya.

Hal ini karena kita hampir tidak bisa membedakan antara daun bawang biasa dengan bawang daun. Hampir mirip dari segi bentuk dan juga rasa ketika di makan. Namun berikut beberapa perbedaannya.

1. Ukuran

Ukuran bawang daun memiliki ukuran yang lebih besar dibanding daun biasanya. Bisa dilihat dari diameter daun lebih besar dan daun bawang memiliki ukuran yang lebih kecil.

2. Rasa

Rasa daun prei mirip dengan bawang bombay. Jika kita rasakan sedikit, daun ini akan memiliki rasa yang manis pada bagian batang.

3. Aroma

Aroma yang tidak terlalu menyengat namun menimbulkan rasa segar pada masakan yang dicampur. Bawang biasa memiliki rasa aroma yang kuat, kadang orang barat tidak suka dengan aroma kuat dari daun bawang.

4. Bahasa Latin

Sebenarnya dua tanaman ini dalam keluarga yang sama. Cuma untuk nama latin bawang daun memiliki nama allium ampeloprasum sedangkan bawang biasa allium fistulosum.

Cara Budidaya dan Menanam Bawang Prei

bawang prei

Bawang daun jenis ini dianggap berasal dari negara sekitar laut hitam dan laut tengah. Bisa ditanam dengan proses monokultur maupun sebagai tumpang sari tanaman lain.

Tanaman ini memiliki keunggulan dari bawang biasa, ia memiliki umur yang lebih pendek. Selain itu permintaan dari sayuran jenis ini sangat tinggi terutama untuk restoran dan tempat makan.

Budidaya menanam bawang prei cukup potensial karena permintaannya hingga ekspor ke luar negeri. Sebagai sayuran pelengkap dan bumbu masakan hingga ke pengobatan terkini menggunakan senyawa yang ada di dalamnya.

Jika anda tertarik untuk budiaya jenis sayuran ini bisa pelajari hal di bawah ini. Pada prinsipnya hampir sama dengan cara menanam bawang biasa.

Pembenihan

Benih dari bawang prei bisa anda dapatkan dalam bentuk biji siap panen yang dijual oleh beberapa perusahaan. Atau bisa juga dengan stek tunas, tunas anakan dengan memisahkan anakan yang sehat dari induknya.

Untuk pemilihan benih ada kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang paling mencolok adalah stek tunas dari induknya memiliki umur panen yang lebih cepat.

Proses Penyemaian

Jika anda memilih untuk stek tunas, bibit bisa langsung ditanam di lahan yang sudah siap tanam. Sebelum tanam ada baiknya untuk mengurangi bagian akarnya agar tidak terjadi terlalu banyak penguapan.

Jika anda menggunakan biji perlu menyiapkan media tanam. Media tanam di lahan bisa menggunakan campuran pupuk kandang dan juga tanah dengan perbandingan 1:1. Bibit dipindahkan ke lahan yang lebih luas jika sudah ada bakal daun 2 hingga 3 helai daun.

Penyiapan Lahan dan Penanaman

Penggemburan lahan perlu dilakukan agar akar dari bibit yang akan ditanam mudah untuk mencari unsur hara dalam tanah. Tanah dicangkul atau diolah minimal kedalaman 40cm yang kemudian dicampur dengan pupuk kandang.

Siapkan bedengan dengan lebar kuarng lebih 1 meter dan panjang disesuaikan dengan lahan. Parit antar bedengan dibuat minimal dengan kedalaman 30cm. Proses pembuatan parit ditujukan untuk proses drainase agar kadar air dalam tanah tidak terlalu tinggi.

Jarak tanam untuk bibit bawang prei bia dengan ukuran 25cm x 25cm atau lebih. Penanaman dengan cara membuat lubang kecil untuk peletakan benih. Usahakan saat peletakan benih dalam posisi tegak lurus.

Pemupukan Bawang Daun

Pemupukan bisa dilakukan dengan pemberian pupuk kandang saat pengolahan tanah. Biasanya dosis pemberian pupuk kandang antara 10 hingga 15 ton per hektar.

Untuk pupuk kimia biasa menggunakan pupuk subsidi urea 200kg/ha yang diberikan 2x yaitu saat umur 21 hari dan sisanya umur 42 hari. Pemberian pupuk lain dengan waktu yang sama yaitu pupuk SP 36 (100kg) dan KCL (100kg) dibagi 2 waktu.

Jarak pemupukan dengan tanaman diusahakan minimal 5cm. Karena jarak yang terlalu dekat akan membuat tanaman mudah mati atau busuk batang.

Pemeliharaan Bawang Prei

Pemeliharaan pasca tanam bisa dilakukan adalah penyiangan gulma yang mengganggu. Dalam beberapa hal gulma ini yang menyebabkan kelembapan udara menjadi tinggi. Selain itu gulma dapat menjadi rumah yang nyaman bagi beberapa penyakit dan hama.

Juga dilakukan penggemburan tanah pada saat pendangiran atau pencabutan gulma. Penggemburan dapat ditambah dengan penimbunan pada pangkal batang. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas yang bagus yaitu warna putih pada batang semu.

Bawang daun yang memiliki bawang semu dengan warna putih ternyata rasanya lebih enak dibanding yang warna hijau. Namun penimbunan untuk mendapatkan warna putih ini jangan terlalu sering. Hal ini untuk menghindari pembusukan batang dan daun terutama saat bibit masih berumur muda.

Penyiraman

Tanaman bawang memang tidak suka dengan kadar air tinggi. Namun saat musim kemarau juga diperlukan penyiraman agar tanah tidak terlalu tandus kering. Terutama bagian drainase harus diperhatikan karena hal ini untuk menjaga kelembapan udara.

Perlakuan Hama Penyakit

Pada dasarnya hama dan juga penyakit pada bawang prei hampir sama dengan tanaman bawang lainya. untuk lebih lengkap bisa baca artikel :

Perlakuan Panen dan Pasca Panen Bawang Prei

Biasanya tanaman bawang prei bisa dilakukan setelah umur 2,5 bulan atau lebih. Tanaman ini jika diasumsikan dalam satu hektar mampu menghasilkan 100kw lebih sayur segar.

Pemanenan bisa dilakukan dengan pencabutan semua tanaman hingga akar. Buang sebagian akar dan daun yang busuk karena akan menular ke yang lain. Ikat pada bagian batangnya dan taruh ke tempat yang sudah dikasih alas terlebih dahulu.

Jenis daun bawang ini tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu harus segera dijual agar menghindari layu dan busuk.

Refrensi artikel dan gambar : pertanian.go.id, wikipedia, briliofood.net

 

 

 

 

Pupuk Pembesar Umbi Bawang Merah dan Putih Terbaik

0
bawang merah dan putih jos

Siapa yang tidak suka hasil tanaman berbuah lebat dan juga besar. Petani di Indonesia sangat suka jika memiliki hal tersebut. Melihat tanaman tumbuh subur saja sudah sangat suka. Kali ini bisatani akan membahas cara obat atau pupuk pembesar umbi bawang baik merah maupun putih.

Banyak obat dan pupuk yang digunakan untuk pembesar umbi bawang, baik bawang merah atau putih. Mulai dari zpt, pupuk cair, fungizida hingga hormon lain yang dibutuhkan oleh tanaman.

Jenis umbi ini sangat banyak di tanam di Indonesia, terutama yang berada di dataran rendah. Mereka biasanya menanam paling banyak pada saat musim kemarau atau tidak banyak hujan. Hal ini menganut sifat dari bawang yaitu tidak tahan terhadap kadar air yang tinggi.

Faktor Penting Agar Umbi Bawang Merah Besar

pembesar umbi bawang

Namun yang perlu diingat sebelum membeli produk agar umbi bawang merah besar, anda memerlukan beberapa poin yang harus dimengerti.

  1. Cara menanam apakah sudah benar sesuai dengan kaidah penanaman yang baik. Coba baca artikel : cara menanam bawang lengkap.
  2. Apakah pengolahan tanah sudah dilakukan dengan baik. Karena tanah yang terlalu keras membuat umbi sulit untuk membesar.
  3. Pemilihan bibit yang unggul dan berkualitas juga menentukan besar tidaknya hasil panen dari tanaman bawang.
  4. Pencegahan dan pengendalian hama penyakit pada bawang terpadu.

Misalkan beberapa hama dan penyakit sering menyerang tanaman sehingga memperlambat pertumbuhan. Bahkan dalam beberapa kasus serangan ini membuat tanaman gagal panen.

Maka dari itu anda perlu membaca 2 artikel ini sebelum lanjut ke pembahasan berikutnya.

  1. Hama lengkap pada bawang dan cara mengatasinya
  2. Penyakit lengkap pada bawang dan cara mengatasinya

Nutrisi Pembesar Umbi Bawang Merah Maupun Putih

tanaman bawang merah dan putih

Ada beberapa kandungan unsur hara yang menentukan perkembangan dari umbi. Unsur hara ini bisa didapat oleh tanaman secara alami baik di tanah maupun saat pemberian pupuk oleh petani.

1. Unsur Nitrogen (N)

Unsur hara atau kandungan ini banyak terkandung di dalam tanah, biasanya dibawa oleh air hujan. Maka jika saat pemberian pupuk cair saat musim hujan tidak dianjurkan, karena sudah diberikan secara alami oleh hujan.

Unsur hara inilah yang dibutuhkan untuk pembentukan akar, batang dan penting dalam proses fotosintesis tumbuhan. Tanaman bawang harus mendapatkan unsur hara ini dalam jumlah yang cukup. Namun tidak boleh berlebihan karena sifat dari bawang yaitu tidak kuat terhadap kadar air tinggi.

2. Phospor (P)

Jenis unsur hara ini sangat penting dalam proses fotosintesis tanaman. Yaitu membawa beberapa mineral tanah ke daun untuk didaur. Phospor ini sangat baik diberikan saat awal tanaman.

Banyak pupuk kimia yang mengandung phospor yang dijual dengan berbagai harga di toko pertanian. Mulai harga premium dan juga subsidi tergantung permintaan dan budget anda.

3. Kandungan Kalium

Unsur hara kandungan kalium dalam pupuk sangat penting dalam proses pembentukan buah pada tanaman. Pupuk dengan kandungan ini juga mampu memperkuat sel dan jaringan dari berbagai serangan penyakit.

Beberapa tanaman yang kekurangan pupuk ini biasanya bunga mudah rontok, sulit pertumbuhan dan penyerapan nutrisi tidak optimal.

Namun pemberian kalium yang cukup banyak berdampak buruk bagi tanaman. Karena akan mempersulit penyerapan kandungan lain seperti kalsium dan magnesium pada tanah.

4. Kalsium dan Magnesium

Kalsium Ca salah satu kandungan yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan kekuatan tanaman. Kalau di manusia mungkin kandungan ini cocok untuk tulang dan gigi.

Namun di tanaman juga membutuhkan agar mendukung proses pemasakan fotosintesis tanaman. Jika tanaman subur maka buah dan umbi yang dihasilkan juga pasti akan lebih maksimal.

Begitu juga dengan magnesium. Kandungan ini membantu pertumbuhan generatif saat proses pembentuka umbi pada tanaman bawang. Magnesium (Mg) berperan penting tanaman dalam menghasilkan zat hijau daun (klorofil).

5. Unsur Hara Lain

Biasanya juga ada unsur hara lain yang mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman bawang. Biasanya petani sering menambahkan hormon lain seperti Asam Giberelat (GA3), Auxin, Sitokinin, Sulfur dan kandungan lainnya.

Asam giberelat ini yang sering dipakai oleh berbagai kandungan obat sebagai penyubur tanaman. Karena sifat dari zat ini memaksa tanaman agar cepat dalam proses pemasakan nutrisi sehingga dapat tumbuh lebih subur.

Pupuk Untuk Membesarkan Umbi Bawang Merah

Ada berbagai obat dan pupuk untuk membesarkan umbi bawang merah maupun putih milik anda. Mengacu dari kandungan di atas perlu anda memilih berbagai obat yang mengandung zat dan unsur hara yang sudah dijelaskan.

Anda bisa menggunakan berbagai zpt dan fungisida untuk membantu proses pembesar umbi bawang.

Bisatani memiliki beberapa rekomendasi obat yang bisa anda beli di marketplace tokopedia maupun shopee bisatani.

Namun sebelum anda membeli, baiknya konsultasi melalui chat terlebih dahulu agar hasil lebih maksimal. Terutama saat penggunaan dan takaran dosis penyemprotan tanaman.

1. Ga3 dan Auxin Untuk Pembesar Umbi Bawang

Gunakan pupuk atau obat dengan kandungan GA3 dan auxin. Jika masih dalam proses pertumbuhan yang anda cari cukup kandungan GA3. Namun jika sudah masuk ke tahap pembuahan gunakan obat yang ada Auxin agar hasil lebih maksimal.

Bisatani kali ini menyarankan menggunakan obat Saga atau obat lain yang tersedia. Saga atau gibgro dari nufarm merupakan salah satu obat yang memiliki kandungan di atas. Bentuknya tablet yang satu tablet bisa digunakan untuk empat hingga enam tangki.

zpt untuk bawang

Penggunaannya cukup simpel, bagi tablet obat di atas menjadi 4 hingga 6 bagian. Kemudian larutkan kedalam 14 liter (1 tangki) air. Semprotkan pada pagi hari agar hasil lebih maksimal.

2. Pupuk Cair PPC

Anda bisa menggunakan pupuk penyubur bawang terbaik untuk tanaman anda. Namun yang perlu diingat adalah jangan gunakan pupuk penyubur terlalu banyak. Karena biasanya pupuk penyubur mengandung banyak kandungan Nitrogen.

pupuk gromitan

Bisatani memiliki beberapa obat yang bisa anda gunakan di tokopedia maupun shopee dengan merk Gromitan. Gromitan ini mengandung unsur yang membantu proses pembesaran umbi bawang dengan cepat.

3. Bisa Menggunakan Fungisida

Anda juga bisa mengguankan berbagai obat fungisida. Terutama fungisida yang memiliki kombinasi dengan ZPT dan Zinc seperti pada kombinasi difenokonzol.

Atau anda juga bisa menggunakan obat yang memiliki bahan aktif propineb seperti merk antracol. Bahan aktif ini biasanya dikombinasikan dengan ZINC yang membantu pertumbuhan tanaman anda.

3. Gunakan ZPT dan Hormon

Banyak obat yang memiliki kandungan ZPT organik dan hormon penting lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman. Bisatani kali ini merekomendasikan Rootone-F dengan kandungan maksimal.

Rootone-F ini merupakan nutrisi untuk umbi dan akar. Sangat cocok digunakan pada tanaman bawang. Dengan kandungan Nitrogen yang kecil, P2O5, Kalium dan hormon penting lainnya untuk pembesaran umbi.

obat pembesar umbi bawang

Penggunaannya cukup campurkan 2ml kedalam 1 liter air. Jika anda menggunakan tangki berarti butuh 30 ml yang dicampurkan ke 15 liter air. Bisa dilakukan penyemprotan pada daun atau dilakukan proses pengocoran pada tanah.

4. Gunakan Kalsium Tambahan

Untuk kalsium banyak yang dijual di toko pertanian sekitar anda. Kalsium ini biasanya berbentuk bubuk dan ada juga yang cair. Kalsium ini sangat efektif untuk pembesar umbi bawang merah maupun putih.

Bisatani menyediakan berbagai obat kalsium mulai yang bubuk bahkan ada yang granule. Bisa anda kunjungi langsung marketplace kami di tokopedia maupun shopee bisatani.

Penggunaannya cukup dengan di taburkan ke tanah atau lebih maksimal dilakukan pengocoran.

Refrensi artikel : wikipedia, gdmorganic.com, petrokimia-gresik.com

Sumber gambar : google image, pixabay, marketplace

 

 

8 Penyakit Bawang Merah dan Putih Yang Sering Menyerang

0
bawang merah

Penyakit bawang merah maupun pada bawang putih memang tidak ada habisnya bisatani.com bahas. Mulai dari yang ringan hingga penyakit yang diharuskan untuk dicabut tanamannya.

Bawang merupakan salah satu sayuran dalam bentuk umbi yang sering ditanam oleh petani di Indonesia. Memiliki berbagai varietas dan jenis sesuai dengan lokasi penanaman. Lebih lengkapnya bisa baca artikel tentang Tanaman Bawang.

Hampir semua sayuran yang ditanam oleh petani pasti memiliki kendala. Baik oleh serangan hama atau penyakit yang disebabkan oleh berbagai jamur dan virus. Serangan ini menyebabkan menurunnya tingkat produksi dari tanaman sehingga merugikan petani.

Oleh karena itu kita patut untuk menerapkan budidaya yang baik dan juga pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi adanya serangan hama dan juga penyakit, terutama pada tanaman bawang.

Penyakit Bawang Merah dan Putih dan Cara Pengendaliannya

Kali ini bisatani akan membahas beberapa penyakit yang sering menyerang pada tanaman bawang merah maupun putih. Berikut penjelasan lengkapnya.

Layu Fusarium Pada Bawang (Penyakit Moler)

penyakit moler pada bawang merah

Penyakit ini merupakan salah satu hal yang membuat banyak petani merugi. Karena pernah kejadian dalam satu lahan terserang oleh penyakit ini.

Layu fusarium atau petani di Indonesia sering menyebutnya dengan penyakit moler ditandai dengan layunya daun bawang. Disebabkan oleh serangan jamur Fusarium oxysporum f.sp cepae.

Untuk penjelasan lengkap tentang penyakit satu ini anda bisa baca artikel : Cara Mencegah dan Mengobati Layu Fusarium Moler Bawang.

Ada perlakuan khusus untuk mencegah dan mengobati penyakit menyebalkan satu ini. Anda bisa memberikan bakterisida baik yang bisa mencegah atau mengobati serangan layu fusarium. Misalkan dengan pemberian Bakterisida Trichoderma.

Bercak Ungu Pada Tanaman

penyakit bawang merah

Bercak ungu pada tanaman bawang ini biasanya ditandai dengan adanya bercak pada daun yang kemudian meluas. Menghasilkan bentuk cekungan dengan warna pinggir ungu. Hal ini disebabkan oleh serangan jamur.

Daun yang sudah terserang penyakit ini biasanya akan mudah patah. Setelah patah ujung daun yang masih menancap akan berawarna kehitaman.

Tidak hanya itu, serangan akan berlanjut ke umbi yang menyebabkan umbi menjadi busuk. Sehingga mengurangi tingkat produksi hasil panen petani bawang.

Pengobatan yang dilakukan anda bisa menggunakan bakterisida baik seperti pada layu daun yaitu menggunakan trichoderma. Selain itu bisa didukung dengan penggunaan obat fungisida lain.

Antraknosa Daun Bawang

penyakit antraknosa pada bawang
sumber gambar : manfaatmatoa.blogspot.com

Jika pada cabai penyakit antraknosa atau sering disebut dengan patek cabai biasanya menyerang buahnya. Beda dengan bawang, penyakit ini akan menyerang bagian daunnya.

Penyakit ini ditandai dengan adanya busuk coklat pada daun yang mudah menyebar ke tanaman yang lain. Disebabkan oleh infeksi cendawan collectricum dengan ciri virus ini adalah suka dengan tempat yang lembab.

Gejalanya hampir sama dengan bercak ungu namun penyebarannya cukup cepat dan juga membuat tanaman cepat mati. Pencegahannya bisa menjaga kebersihan terutama gulma atau rumput disekitar tanaman. Jagalah kebersihan agar kelembapan lahan bisa terjaga.

Jika anda sudah terserang penyakit ini ada baiknya untuk melakukan penyemprotan dengan beberapa fungisida. Seperti obat yang memiliki bahan aktif azoksistrobin atau minimal rutin penyemprotan bahan aktif mankozeb.

Virus Mosaik Bawang Saat Musim Hujan

Salah satu jenis penyakit pada bawang merah dan putih yang tergolong unik. Disebabkan oleh serangan onion yellow dwarf virus. Virus jenis ini biasanya akan bertahan lama hidup pada umbi bawang.

Biasanya umbi bawang yang sudah dipanen dan terserang penyakit ini, akan menularkan ke umbi yang lain. Jika dijadikan bibit biasanya akan menyebabkan tanaman sulit besar atau kerdil.

Tanaman yang terserang virus mosaik ini juga akan ditandai dengan adanya daun yang menyusut. Tangkai bunga menguning sehingga menghasilkan sedikit bunga.

Cara mengatasi gejala virus ini bisa dengan memutus rantai penyebaran virus. Jika anda menemukan satu tanaman dengan gejala di atas ada baiknya segera dicabut dan dimusnahkan. Proses pemusnahan bisa dilakukan dengan dibakar.

Penyakit Embun Bulu Pada Bawang Merah dan Putih

Embun bulu merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh peronaspora destructor. Cendawan yang menyerang pada daun bawang. Biasanya cendawan ini suka dengan tempat dengan tingkat kelembapan tinggi.

Gejala tanaman yang terserang penyakit embun bulu biasanya daun menjadi hijau pucat dan berbuah menjadi kuning. Selain itu pada bagian umbinya jika dicabut berwarna coklat pada bagian luarnya kemudian akan mengkerut.

Jika tanaman anda terserang penyakit ini ada baiknya untuk memotong bagian daun yang terserang saja. Musnahkan dengan cara dibakar agar cendawan tidak menyebar. Usahakan pemilihan bibit yang baik diperlukan untuk perlakuan awal.

Bercak Daun Pucuk

Mati pucuk atau bercak daun pucuk atau petani sering menyebutnya dengan mati pucuk, salah satu penyakit yang merugikan banyak petani. Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan phytophthora porri.

Cendawan ini menyerang bagian ujung daun bawang yang masih segar. Sehingga daun akan mudah busuk pada bagian bawahnya dan mudah kering. Gejala awal biasanya pada ujung daun atau pucuk terdapat busuk.

Cara pencegahannya bisa dengan memotong bagian yang terkena serangan jika ada segera mungkin. Lakukan rotasi tanam yang baik, jangan tanami lahan dengan bawang secara terus menerus.

Penyakit Trotol Pada Daun

Trotol merupakan penyakit yang sering disebut oleh petani pada saat daun bawang terdapat trotol. Penyakit ini merupakan bercak ungu pada saat awal gejala.

Oleh karena itu jika anda menemukan trotol pada daun bawang, segera lakukan pencegahan agar tidak semakin luas. Bisa segera lakukan penyemprotan menggunakan bakterisida baik seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Penyakit Daun Bawang Lemas

Banyak petani yang mencari cara agar daun bawang tegak dan tidak lemas. Lemasnya daun bawang atau layu bisa disebabkan oleh banyak faktor. Anda bisa baca artikel : Penyebab daun bawang tidak tegak dan Cara mengatasinya.

Itulah beberapa penyakit yang sering menyerang pada tanaman bawang merah maupun bawang putih. Masih banyak penyakit lain yang mungkin akan ditemukan di masa mendatang. Tentunya bisatani akan selalu update.

Jangan lupa untuk konsultasi secara gratis bersama tim Bisatani anda bisa bergabung di grup facebook. Atau bisa kunjungi marketplace bisatani di tokopedia maupun shopee untuk mendapatkan obat untuk bawang yang baik.

 

 

Obat Pengeras dan Penebal Agar Daun Bawang Merah Tegak

0
cara agar daun bawang merah tegak

Daun bawang merah tegak banyak diinginkan oleh semua kalangan petani di Indonesia. Karena mereka berfikir jika tanaman bawang yang tegak menanadakan kesuburan. Padahal hal itu belum tentu benar adanya.

Sebelum anda menginginkan tanaman dengan daun yang tegak anda perlu mengetahui beberapa hal tentang bawang. Bawang merupakan salah satu tanaman dengan jenis umbi yang banyak ditanam oleh petani. Khususnya petani yang ada di dataran rendah.

Bawang ini sangat rentan dengan adanya kadar air tinggi. Jika saat musim penghujan perlu tenaga ekstra dalam menanam jenis sayuran ini. Harganya cukup stabil dibanding dengan jenis sayuran lain. Permintaannya juga cukup besar bahkan bisa ekspor. Untuk lebih jelas bisa baca artikel : Penjelasan Lengkap Tanaman Bawang.

Cara Agar Daun Bawang Merah Tegak Tidak Lemas

Sebelum anda mengetahui dan mengatasi cara agar daun bawang merah tegak. Anda perlu mengetahui beberapa penyebab daun bawang tidak tegak pada artikel di bawah.

Namun jika anda keburu ingin tahu solusi mengatasi daun bawang yang lemas. Berikut beberapa tips mengatasinya.

  1. Berikan pupuk penyubur tambahan. Anda bisa baca artikel pemberian penyubur pada bawang
  2. Berikan semprotan fungisida penebal daun. Seperti mankozeb, difenokonazol.
  3. Berikan Zinc dan ZPT tambahan. Bisa menggunakan campuran fungisida dengan bahan aktif propineb.
  4. Jika disebabkan karena layu daun atau penyakit moler. Anda perlu menyemprotkan jamur baik penyerang moler seperti trichoderma.
  5. Ketahui dan amati barangkali daun lemas karena serangan hama. Anda perlu mencegahnya dengan pengendalian yang tepat.
  6. Penanaman yang tepat dengan pemberian pupuk sesuai takaran.

Kita ada satu rekomendasi obat penebal daun bawang merah yang sudah di uji coba oleh tim bisatani yaitu POC Daun dari bisatani.

Bagi anda yang ingin mencobanya bisa kunjungi marketplace bisatani. Atau dengan klik gambar di bawah ini.

poc daun

Penyebab Daun Bawang Merah dan Putih Tidak Tegak

cara agar daun bawang merah tegak

Ada beberapa hal yang menyebabkan daun bawang merah dan putih tidak tegak pada daunnya. Bukan hanya karena kurang subur namun banyak faktor yang mempengaruhi dan perlu anda ketahui.

1. Terserang Layu Daun (Moler)

Faktor yang pertama bisa terjadi karena adanya serangan bakteri penyebab layu daun atau petani sering menyebut dengan penyakit moler. Penyakit ini hampir dialami oleh setiap budidaya bawang mulai dari sedikit hingga banyak jumlahnya.

Serangan layu daun ini membuat banyak petani panik karena merusak dan mempengaruhi hasil produksi bawang. Biasanya ditandai dengan adanya layu hingga busuk pada akarnya.

Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan. Oleh karen itu banyak petani harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk merawat tanaman saat musim hujan. Apalagi jenis umbi bawang kurang kuat dengan kadar air yang tinggi.

Untuk mengatasi serangan layu daun atau penyakit moler pada bawang bisa baca artikel : Cara Mengatasi Penyakit Layu Daun Bawang.

2. Serangan Hama Sehingga Daun Bawang Merah Lemas

Daun bawang yang tidak tegak bisa disebabkan oleh serangan hama baik hama di dalam tanah maupun di luar. Hama ini biasanya menggerogoti bagian penting tanaman sehingga sayuran ini tidak tumbuh subur.

Untuk lebih lengkap anda bisa baca artikel berbagai hama pada tanaman bawang dan cara mengatasinya. Di artikel tersebut terdapat banyak hama yang mengganggu kesuburan dari tanaman.

Sebagai contoh hama yang tak terduga yang menyebabkan daun bawang tidak tegak adalah hama orong-orong. Hama ini menyerang umbi dan akar pada bawang sehingga tanaman menjadi layu. Jika akar yang terserang maka proses pengambilan nutrisi dan zat dari tanah akan terganggu.

3. Penanaman Yang Kurang Tepat

Penanaman yang tepat pada tanaman bawang juga mempengaruhi kesuburan dari sayur yang anda tanam. Anda perlu membaca artikel panduan menanam bawang lengkap agar mengetahui poin penting dalam penanaman.

Sebagai contoh dalam pengolahan yang kurang tepat akan menyebabkan tanah menjadi keras. Sehingga pertumbuhan tidak kuat dan daun bawang kurang tegak atau lemas.

4. Dosis Pemupukan dan Pengobatan Yang Tidak Tepat

Pemupukan harus sesuai dosis baik untuk pemupukan awal maupun susulan. Pemupukan yang kurang menyebabkan kesuburan tanaman kurang. Jika berlebih dapat membuat ketahanan tanaman kurang, mudah busuk misalkan.

Pengobatan yang berlebih juga akan berimbas pada tanaman. Tanaman yang diberikan obat berlebihan biasanya mengalami beberapa tanda. Misalkan kaku, kering daun, hingga busuk karena terlalu kadar air.

Obat Pengeras Daun Bawang

Ada banyak obat yang bertujuan untuk mengeraskan sekaligus menebalkan daun bawang. Obat ini sekedar untuk bantuan memaksimalkan proses masak dari tanaman.

Beberapa obat yang biasa digunakan anda bisa mencari refrensi dari artikel : Fungisida dan Obat Penyubur Untuk Bawang.

Dalam artikel tersebut berisi tentang cara penggunaan dan refrensi obat yang bisa anda gunakan untuk tanaman anda. Anjuran pemberian dosis yang tepat juga dijelaskan lengkap dalam artikel di atas.

Anda bisa mendapatkan obat dan konsultasi gratis dengan kami melalui marketplace. Bisa melalui Tokopedia maupun Shopee bisatani. Dapatkan rekomendasi dari kami sesuai penyakit dan hama yang menyerang pada tanaman anda.

 

7 Obat Fungisida Terbaik Untuk Penyakit Layu Daun (Moler) Pada Bawang

0

Layu daun pada bawang merah atau putih atau petani di Indonesia familiar dengan sebutan moler. Ternyata banyak dialami oleh petani yang mayoritas menanam bawang terutama di kota dataran rendah.

Dalam budidaya tanaman bawang merah maupun putih memang terdapat banyak jenis penyakit atau hama yang sering menyerang. Mulai dari ujung daun yang menguning, bercak ungu, layu daun fusarium, dan lainnya.

Tanaman bawang merah sendiri merupakan jenis sayuran yang paling banyak di tanam di Indonesia. Tingkat permintaan konsumen yang tinggi membuat jenis sayuran ini banyak disukai oleh petani. Harga yang cukup fluktuatif namun cukup kuat di harga yang menutup BEP dari produksi petani. Untuk lebih lengkap bisa baca artikel : Penjelasan lengkap tanaman bawang.

Namun kali ini bisatani.com akan membahas beberapa fungisida terbaik yang digunakan untuk mengatasi penyakit moler.

Obat Fungisida Untuk Penyakit Layu Daun Pada Bawang (Moler)

layu daun pada bawang merah dan putih

Layu daun pada bawang atau biasa disebut dengan moler merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur. Jamur ini disebut dengan Fusarium oxysporum f.sp cepae. Penyakit ini hampir dialami oleh semua petani di Indonesia.

Berikut beberapa obat dan penanggulangan layu daun pada bawang yang bisa anda lakukan.

  1. Bakterisida Trichoderma
  2. Fungisida dengan bahan aktif Azoksistrobin
  3. Pemulihan menggunakan Difenokonazol
  4. Bantuan perawatan kekuatan daun dengan Mankozeb
  5. ZPT dan Zinc dengan bantuan Propineb
  6. Ekstra penyubur tambahan
  7. Pengendalian terpadu dan penanaman yang baik

Untuk penjelasan obat lengkap ada di bawah ini. Namun sebelum itu jika anda menginginkan obat di atas bisa mendapatkannya dengan berbagai merk. Bisa anda dapatkan di tokopedia bisatani atau shopee bisatani.

Bantuan Bakterisida Untuk Layu Daun

Bakterisida yang digunakan untuk membantu menanggulangi penyakit ini adalah menggunakan trichodermaJenis bakteri ini yang menguntungkan petani membasmi virus jahat penyebab moler pada bawang merah maupun putih.

Bakteri ini bekerja dengan cara masuk kedalam fusarium kemudian menghancurkan sel. Proses ini biasa dikenal dengan sebutan parasitisme atau perusakan fusarium untuk kebaikan sel lebih baik.

Hampir semua sayuran yang mengalami layu daun bisa dibantu obati dengan bantuan trichoderma ini. Misalkan sayuran lain adalah tanaman cabai, tanaman kentang, dan lain sebagainya.

Untuk pengaplikasian trichoderma pada tanaman bawang merah diantaranya adalah :

  • Dilakukan pada perawatan benih awal. Biasanya diberikan pada media persemaian.
  • Dicampurkan dengan pupuk kandang. Pada saat pemberian pupuk kandang maupun pupuk awal bisa dicampurkan dengan bakteri ini.
  • Selain itu jika anda belum melakukan perlakuan awal menggunakan bakteri ini. Anda bisa melakukan pengocoran dan penyemprotan setelah tanaman bawang mulai berumur 15 hari.

Fungsida Azoksistrobin

Obat untuk bantuan pemulihan dan pencegahan layu daun (moler) bisa menggunakan azoksistrobin. Bagi yang belum mengetahui tentang obat ini bisa baca artikel : Bahan Aktif Azoksistrobin.

Bahan aktif ini bekerja secara sistemik yang membasmi jamur penyebab beberapa penyakit pada tanaman. Seperti penyakit busuk daun dikarenakan jamur, penyakit antraknosa atau patek dan lain sebagainya.

Obat ini juga mampu mencegah terjadinya serangan moler pada bawang. Dengan penguat daun yang kuat azoksistrobin mampu menangkal banyak penyakit pada tanaman bawang.

Pemulihan Menggunakan Obat Difenokonazol

Salah satu bahan aktif atau obat dengan cara kerja yang hampir sama dengan azoksistrobin. Bagi yang belum tahu tentang bahan aktif ini bisa baca : Bahan Aktif Difenokonazol.

Difenokonazol membantu pemulihan dari tanaman bawang yang baru terkena serangan layu daun. Biasanya difenokonazol disertai ZPT yang mampu memulihkan daun yang sudah terserang beberapa penyakit.

Perawatan Kekuatan Daun Dengan Mankozeb

Bahan aktif mankozeb hampir digunakan disemua tanaman yang tidak tahan dengan kadar air tinggi. Seperti pada tanaman tomat, kentang, dan lainnya. Selengkapnya tentang bahan aktif ini : Bahan aktif mankozeb.

Obat mankozeb ini mampu memperkuat daun yang biasanya tidak kuat dengan hujan curah tinggi. Penyemprotan ini dilakukan untuk mempertahankan daun dari kadar air tinggi.

Bawang salah satu tanaman yang tidak baik dengan keadaan kadar air tinggi. Oleh karena itu butuh bantuan bahan aktif mankozeb untuk memperkuat daun dari serangan penyakit dan air hujan.

ZPT dan ZINC Sebagai Pemulihan Moler Bawang Merah dan Putih

Bahan aktif lain yang membantu penyuburan pada bawang merah adalah Propineb. Bahan aktif yang hampir sama persis cara kerjanya dengan difenokonazol. Biasanya propineb ini sudah disertai dengan ekstra zinc yang dapat membantu kesuburan pada tanaman.

Selain sebagai penyubur, bahan aktif ini memiliki fungsi utama yaitu untuk mencegah terjadinya busuk daun akibat kadar air tinggi. Busuk daun yang juga disebabkan oleh berbagai jamur dan fungi perusak tanaman bawang.

Penyubur Tambahan Untuk Layu Daun Pada Bawang Merah dan Putih

Gunakan pupuk penyubur tambahan jika yang terserang layu daun pada bawang cukup banyak. Namun yang perlu diingat, penggunaan dari pupuk cair atau penyubur tambahan ini tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Apalagi saat musim hujan dianjurkan tidak menggunakan penyubur.

Pada saat kadar air tinggi karena hujan dan penggunaan penyubur yang terlalu banyak bisa menyebabkan daun bawang mudah busuk. Untuk panduan pupuk cair untuk bawang ini bisa baca artikel : Penyubur terbaik untuk bawang merah dan putih.

Pengendalian dan Penanaman Terpadu Untuk Mencegah Layu Daun Pada Bawang (Moler)

Lebih baik mencegah daripada mengobati, mencegah penyakit moler pada tanaman bawang ternyata bisa dilakukan sejak dini. Adapun pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya :

  • Pemilihan bibit yang sehat dan tidak terserang penyakit. Bibit yang pernah terserang penyakit fusarium sebelumnya berpotensi besar terserang kembali. Biasanya bibit yang sudah terserang ditandai dengan serangan pada awal tanam.
  • Melakukan rotasi tanam jenis sayuran lain. Hal ini ampuh untuk memutus siklus virus bakteri penyebab layu daun moler pada bawang.
  • Menjaga kebersihan lahan dari serangan gulma untuk menjaga kelembapan lahan dan terhindar dari serangan moler.
  • Melakukan pencabutan pada tanaman yang terserang dengan segera untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Penanaman secara baik juga perlu anda lakukan. Untuk lebih lengkap bisa baca artikel : Cara Menanam Bawang Lengkap.

Gejala dan Tanda Layu Daun Pada Bawang Merah dan Putih

penyakit moler pada bawang merah

Sebelum melakukan pembelian dan pengobatan ada baiknya anda mengetahui beberapa tanda dan ciri ciri bawang yang terkena serangan layu daun moler. Diantaranya adalah :

  • Tanaman mengalami layu secara mendadak
  • Akar tanaman membusuk jika dicabut
  • Daun melengkung atau melintir
  • Warna daun menguning secara cepat dan belum memasuki umur panen
  • Umbi cepat membusuk dan diselimuti dengan jamur berwarna putih

 

 

 

 

 

Obat Penyubur Tanaman Bawang Merah dan Putih (Pupuk Daun)

0
proses penyemprotan

Obat penyubur tanaman bawang yang beredar di pasaran begitu banyak. Anda perlu membaca beberapa penjelasan di bawah ini sebelum memutuskan memilih merk produk untuk tanaman anda.

Bawang merah merupakan salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia karena kebutuhan yang tinggi dari konsumen. Tanaman bawang merah ini banyak di tanam di Dataran Rendah dengan kebutuhan air yang rendah.

Jika anda ingin menanam sayuran umbi ini ada baiknya mengetahui beberapa hal penting dalam penanamannya. Penanaman yang baik akan menghindarkan tanaman anda dari serangan penyakit dan hama lainnya. Untuk lebih lengkap anda wajib baca artikel Cara Menanam Bawang Merah Lengkap.

Namun kali ini bisatani.com akan membahas beberapa obat penyubur tanaman bawang merah yang perlu anda ketahui.

Hal Penting Sebelum Memilih Obat Penyubur Tanaman Bawang Merah dan Putih

Fungsi penyubur adalah untuk membantu mengoptimalkan pemrosesan zat dan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman. Penyubur membantu tumbuhan untuk mempercepat memproses zat dalam tanah sekaligus sedikit menambah kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan.

Sebelum mengetahui beberapa penyubur untuk bawang, anda perlu di definisikan apakah sayuran anda butuh penyubur tambahan atau tidak. Apakah sayuran anda mengalami layu, kusut, pelan pertumbuhan dan lainnya.

Kadang ada permasalahan yang kadang disebabkan oleh penyakit pada bawang seperti ujung daun yang menguning. Juga disebabkan oleh bakteri seperti timbul layu bakteri pada bawang.

Faktor insek atau hama pada tanaman bawang juga bisa menyebabkan sayuran kita tidak sehat. Terlihat rusak karena serangan hama dengan bekas lubang gigitan hingga rusaknya hasil umbi.

Bisa juga karena kurangnya pupuk kandang maupun pupuk kimia yang kurang saat penanaman. Hal ini menyebabkan terhambatnya proses masuknya nutrisi tanah ke dalam tubuh tumbuhan.

Jika tanaman anda mengalami ujung daun yang menguning biasanya disebabkan oleh penyakit. Bisa baca artikel “cara mengatasi ujung daun menguning (busuk) pada tanaman bawang” secara lengkap.

Tanda Tanaman Anda Butuh Pupuk Bawang Merah

bibit benih bawang merah

Tanaman yang baru terkena beberapa serangan penyakit maupun serangan hama biasanya akan rusak. Butuh penyubur atau bantuan zat pengatur tumbuh (ZPT) tambahan agar bisa pulih kembali.

Beberapa tanaman yang membutuhkan penyubur tambahan (pupuk dan hormon tambahan) diantaranya adalah :

  • Tanaman layu secara menyeluruh, bukan cuma satu atau dua tumbuhan saja yang layu, namun hampir menyeluruh.
  • Pertumbuhan yang sulit atau tidak tumbuh sesuai dengan umurnya.
  • Daun bawang merah kurang tegak secara menyeluruh, hampir semua tanaman bawang memiliki daun yang kurang tegak
  • Berwarna pucat dan tidak segar berwarna hijau saat masih muda
  • Baru terkena serangan penyakit dan hama yang membutuhkan pemulihan secara cepat agar hasil maksimal

Jika anda sudah mengalami hal di atas maka perlu bantuan penyubur atau pupuk tambahan. Agar tanaman bawang anda bisa pulih kembali seperti semula.

Pupuk Daun Cair Untuk Bawang Merah

Beberapa pupuk penyubur tanaman bawang banyak dijual dipasaran. Sebelum memilih anda harus tahu kebutuhan dasar atau kondisi cuaca pada saat itu.

Secara alami air hujan sudah menjadi penyubur langsung gratis dari alam yang diberikan kepada petani. Karena hujan mengandung Nitrogen yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.

Jika saat musim penghujan ada baiknya anda menggunakan penyubur yang sedikit mengandung unsur Nitrogen. Karena bisa menyebabkan busuk jika terlalu banyak Nitrogen. Apalagi tanaman bawang tidak kuat terhadap kadar air yang tinggi.

Beberapa faktor penting dalam pemilihan penyubur untuk tanaman bawang merah diantaranya adalah :

  • Mengandung sedikit Nitrogen karena sifat bawang tidak kuat terhadap kadar air tinggi
  • Terdapat kandungan zat dan hormon yang sangat dibutuhkan tanaman umbi seperti Kalium, Hormon, dan ZPT seperti GA3 (Giberelin), auxin, dll.
  • Jika saat musim penghujan bisa menggunakan pupuk kering yang diletakan di tanah.
  • Bisa dicampur dengan Fungisida yang terdapat fungsi tambahan ZPT atau Zinc seperti fungisida dengan bahan aktif difenokonazol dan azoksitrobin.
  • Jangan lupa terapkan Budidaya bawang merah dengan tepat dan pengendalian secara PHT

Beberapa pupuk yang direkomendasikan oleh bisatani.com bisa menggunakan beberapa pupuk penyubur tanaman bawang diantaranya adalah

1. Obat Penyubur Tanaman Bawang Gromitan

obat penyubur tanaman bawang merah

Produk gromitan dengan kandungan kombinasi alami dengan hormon mempercepat pertumbuhan lengkap. Anda bisa mendapatkan pupuk gromitan di Tokopedia Utamatani atau Bisatani.

2. Nutrisi Umbi

pupuk cair untuk bawang merah

Bisa juga menggunakan nutrisi untuk umbi yang biasanya mengandung beberapa unsur hara yang dibutuhkan oleh bawang. Seperti produk Utamatani (salah satu mitra bisatani dalam pemasaran produk) dengan merk Rootone-F.

Rootone ini berfungsi untuk memberikan nutrisi agar mempercepat dan memperbesar proses umbi dari bawang. Karena kandungan organik dari alginic acid yang kaya akan unsur hara dan makro.

3. Susulan Pupuk NPK

pupuk npk

Anda bisa memberikan susulan pupuk NPK yang memiliki kandungan Nitrogen, Phospat dan Kalium. Diberikan secara langsung jangan dikocor agar tidak terlalu banyak kandungan air dalam tanah.

Banyak merk pupuk NPK yang beredar di pasaran mulai dari yang nonsubsidi seperti mutiara, pak tani hingga pupuk subsidi Phonska. Jika anda membeli yang subisidi perlu memperhatikan perbedaan pupuk subisidi yang asli dan palsu.

Pupuk Organik Alami Sebagai Penyubur Tanaman Bawang

Anda bisa membuat obat penyubur tanaman bawang secara alami dirumah secara mudah. Bisa menggunakan air perasan kompos atau air kncing dari hewan seperti kelinci, kambing dan lain sebagainya.

Lebih sempurna lagi ketika air ini dimatangkan dengan proses fermentasi dengan bantuan pupuk fermentasi. Seperti EM4 salah satu merk yang beredar di pasaran yang berfungsi untuk fermentasi kompos secara organik.

Sumber refrensi : tokopedia.com untuk gambar, wikipedia indonesia, kompas.com