Home Blog Page 5

Hama Tanaman Bawang Merah dan Putih Berserta Cara Mengatasinya

0

Hama pada tanaman bawang merah maupun putih biasanya ada berbagai macam. Mulai yang menyerang daun bahkan umbi dan akarnya. Cara mengatasi penyakit hama pada bawang ini banyak dicari oleh petani. Hal ini karena tingginya tingkat penanaman umbi satu ini di Indonesia.

Bawang merupakan salah satu sayuran berbentuk umbi yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Tanaman bawang ini merupakan salah satu sumber pendapatan dan kesempatan bekerja bagi masyarakat sebagian kota. Seperti kota Tegal, Brebes, dan kota lainnya.

Umbi jenis ini banyak mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin, hingga mineral yang tentunya berguna bagi kesehatan manusia. Tidak hanya manusia, banyak serangga yang membutuhkan kandungan diatas. Oleh karena itu banyak serangga atau hama yang menyerang pada tanaman bawang.

Hama Bawang Merah dan Putih Yang Biasa Menyerang

hama bawang merah

Ada beberapa organisme pengganggu pada bawang merah atau putih yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Hewan perusak ini dalam istilah pertanian sering disebut dengan OPT atau organisme pengganggu tumbuhan.

Untuk itu diperlukan perlakuan khusus untuk mengatasi beberapa OPT atau hama pada bawang merah atau putih. Diantara beberapa organisme pengganggu tanaman umbi ini diantaranya adalah.

Ulat Bawang (Ulat Grayak)

ulat grayak pada tanaman

Salah satu serangga yang hampir menyerang semua jenis tanaman pertanian. Ulat grayak ini juga banyak ditemukan di cabai, kubis, tomat dan tanaman hortikultura lainnya.

Ulat grayak termasuk dalam jenis serangga yang dapat bermetamorfosis dengan sempurna. Pada siang hari hama ini tidak tampak karena mereka berlindung didalam daun atau tempat yang teduh.

Serangga ini merusak tanaman dengan memakan daun sehingga meninggalkan lubang dan merusak kualitas tanaman. Bahkan serangga ini masuk ke daun bawang dan meninggalkan telur di dalamnya. Telur yang dihasilkan cukup banyak untuk satu ekornya.

Untuk cara mengatasi hama pada bawang ini bisa dilakukan dengan model penyemprotan insektisida baik kimia maupun alami. Untuk kimia bisa menggunakan dosis yang rendah pada tahap awal tanam. Dosis rendah pada tahap awal bisa menggunakan obat dengan bahan aktif metomil maupun asefat.

Jika sudah terserang ulat grayak secara menyeluruh, bisa dilakukan penyemprotan lanjutan. Gunakan obat dengan bahan aktif emamektin atau klorfinapir. Untuk bahan alami anda juga bisa membuat obat menggunakan sari tembakau.

Penyemprotan lebih baik dilakukan pada pagi hari sebelum serangga ini beraktifitas. Karena jika matahari sudah mulai panas jenis OPT ini akan berlindung ke tempat yang teduh. Ditakutkan tidak terkena semprotan obat atau penyemprotan tidak sempurna.

Hama Thrips

thrips

OTP dengan ciri ciri memiliki tubuh sepanjang 1mm dengan sayap berumbai. Biasanya memiliki warna kuning hingga coklat bahkan diberbagai tempat ada thrips berwarna hitam.

Thrips ini biasanya akan menyerang tanaman dengan makan daun bawang sehingga menimbulkan bercak hitam pada daun. Bercak hitam ini akan mengganggu proses produksi daun sehingga hasil umbi kurang maksimal.

Diberbagai tanaman lain seperti tanaman cabai (cabe) hama ini juga menyebabkan daun mengkerut hingga menyebabkan busuk daun. Bahkan ketika betina dari Thrips ini bertelur bisa mencapai 80 telur. Perkembangannya cukup pesat, oleh karena itu wajib dicegah sebelum menyerang tanaman anda.

Beberapa obat yang bisa mencegah dan membasmi hama ini biasanya menggunakan imidakloprid. Bahan aktif ini mampu mengusir dan membasmi kutu-kutuan seperti hama thrips, wereng, walang dan lain sebagainya.

Jenis obat lain bisa menggunakan abamektin atau profenofos yang cara kerjanya hampir sama. Untuk obat yang organik anda bisa membuat dengan bahan yang memiliki ciri menyengat. Seperti perasan cabai, perasan bawang, hingg sari tembakau.

Orong-Orong Atau Anjing Tanah

hama orong orong pada bawang merah

Memiliki bentuk cengkerik dan memiliki sepasang kaki depan yang kuat untuk merusak. Serangga ini dapat terbang dan juga mebuat lubang di tanah. Biasanya akan menyerang pada umbi atau akar tanaman.

Ketika tanaman terserang hama pada bawang merah atau putih ini ditandai dengan layunya tanaman. Hal ini disebabkan karena rusaknya akar yang merupakan jalannya air atau mineral dari tanah ke daun.

Untuk pencegahannya anda bisa baca artikel cara menanam bawang merah dan putih lengkap. Di dalam artikel tersebut menerangkan bahwa ada perlakuan awal yaitu pemberian karbofuran saat awal pemberian pupuk kandang.

Jika serangan terjadi saat tanaman sudah mulai besar. Anda bisa mengatasinya dengan pengocoran atau penyemprotan pada tanah menggunakan obat dimetoat.

Hama Lalat Penggorok Daun Pada Bawang

lalat penggorok daun

Hama ini pernah ramai diberitakan di Desa Klampok, Kabupaten Brebes pada tahun 2000-an. OPT ini menyerang bawang merah maupun putih mulai dari umur 15 hari hingga menjelang panen.

Serangga jenis ini tergolong baru di Indonesia. Dipercaya jika OPT ini berasal dari benua Amerika Latin yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 90-an. Biasanya lalat penggorok ini akan meninggalkan telur di dalam daun bawang.

Merusak dengan cara melubangi dan memakan daun bawang sehingga proses produksi tanaman kurang sempurna. Biasanya serangan hama ini ditandai dengan adanya bintik putih akibat tusukan ovipositor. Selain itu juga meninggalkan liang korokan larva yang berkelok.

Untuk mengatasi hama ini biasanya menggunakan obat dengan bahan aktif metomil atau perangkap lalat yang memiliki warna kuning dan hijau.

Beberapa hama di atas bisa dicegah sebelum timbulnya tingkat keparahan yang tinggi. Ada baiknya mencegah dengan pola tanam yang baik dan pengobatan dengan dosis rendah. Pemberian dosis rendah namun rutin lebih baik untuk mencegah terjadinya resistensi dari hama bawang.

Itulah beberapa hama bawang merah dan putih yang biasa menjadi kendala petani di Indonesia. Jangan lupa tonton juga penjelasan seputar pertanian modern di Youtube Bisatani agar petani di Indonesia semakin maju.

 

 

 

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah Maupun Sawah Lengkap

0
bawang merah

Cara menanam bawang merah hampir sama baik di lahan pertanian yang luas maupun di rumah menggunakan botol bekas atau polybag. Umbi satu ini merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak di budidaya. Karena hasil pertanian ini memiliki permintaan yang cukup tinggi bahkan ekspor ke luar negeri.

Tanaman bawang biasanya diambil bagian umbinya yang berbentuk umbi lapis. Pasalnya hasil pertanian ini berasal dari Iran hingga pakistan. Biasanya digunakan sebagai bumbu campuran dari masakan.

Bawang jenis ini memiliki beberapa jenis ukuran. Mulai dari ukuran yang kecil hingga ukuran besar. Di Indonesia sendiri banyak menanam jenis ukuran yang kecil karena memiliki anak yang banyak dan bau yang lebih tajam.

Persiapan Awal dan Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Budidaya Bawang Merah

cara menanam bawang merah

Sebelum anda lanjut ke cara menanam bawang merah ada baiknya mengetahui syarat umum budidaya umbi ini. Beberapa hal yang perlu diketahui diantaranya adalah.

Varietas Bawang Merah

Ada beberapa varietas bawang merah yang biasa ditanam di Indonesia. Biasanya disesuaikan dengan kondisi tanah dan daerah yang sering ditanam. Beberapa contoh varietas itu adalah.

  • Bawang Sumenep. Biasanya memiliki umbi dengan warna merah muda agak kekuningan. Umur panen mencapai 70 hari dengan hasil panen mencapai 12 ton per hektar kering. Jenis varietas ini sangat cocok ditanam di tanah dataran rendah.
  • Bima Brebes. Kota brebes merupakan salah satu kota yang terkenal dengan tanaman bawangnya. Jenis Bima ini tahan terhadap serangan busuk umbi dan busuk daun. Sangat cocok ditanam saat musim penghujan. Umur lebih pendek dibanding bawang sumenep yaitu 60 hari. Namun hasil panennya lebih rendah hanya 10 ton per hektar kering. Cocok ditanam di dataran rendah.
  • Ampenan. Jenis bawang yang berasal dari bali dengan warna merah muda. Memiliki keunikan yaitu banyak anak dan tahan terhadap kadar air yang tinggi. Umur panen dan hasil hampir sama dengan bima dari brebes.
  • Meja Cipanan. Berasal dari daerah cipanas Jawa Barat. Memiliki keunikan yaitu tinggi tanaman hingga 34 cm dengan jumlah anakan mencapai 12 umbi. Memiliki warna merah tua dan cocok di tanam di dataran rendah maupun dataran tinggi.
  • Keling. Jenis bawang yang memiliki warna merah muda. Tanaman bawang jenis Keling ini tahan terhadap busuk umbi dan daun. Umur panen sekitar 70 hari dengan hasil lebih rendah dari varietas lain yaitu 7,4 ton per hektar kering.
  • Medan. Dari namanya jenis bawang ini berasal dari kota Medan. memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan jenis Keling.

Syarat Tumbuh Sebelum Menanam Bawang Merah

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi apakah tanaman bawang ini mudah tumbuh atau tidak. Kelancaran dari faktor di bawah ini sangatlah berpengaruh sebelum anda lanjut ke cara menanam bawang merah.

A. Iklim

Memang menanam bawang merah akan baik jika ditanam dengan suhu yang cukup hangat. Biasanya antara 23 hingga 32 derajat celcius, jika dibawah itu akan menghasilkan umbi kecil dan sedikit.

Waktu penanaman sebaiknya dilakukan saat musim kemarau dimana cahaya matahari cukup untuk proses fotosintesis tumbuhnya tanaman. Karena bawang akan baik pertumbuhannya jika terkena sinar matahari yang banyak.

B. Ketinggian Tanah

Untuk menghasilkan suhu yang cukup di atas biasanya dihasilkan di dataran rendah. Tanaman bawang ini sangat cocok ditanam di dataran rendah. Namun tidak dipungkiri bisa ditanam di dataran tinggi, tinggal disesuaikan saja jenis varietas bibit yang digunakan dan waktu penanaman.

Dengan tingkat keasaman tanah sekitar pH 6-7. Bila kurang dari itu perlu dilakukan pengapuran tanah agar pH tercapai.

Cara Menanam Bawang Merah di Sawah (Lahan Luas)

tanaman bawang di sawah

Cara menanam bawang merah di lahan yang luas memerlukan modal yang lebih dan juga persiapan yang ekstra. Tentunya perlu mempersiapkan modal lebih untuk lahan dan juga parasarana dalam menanamnya.

1. Persiapan Benih

Pilihlah benih dengan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi tanah dan alam yang akan ditamani. Biasanya benih yang diperlukan adalah 1200 kg per hektar tanam. Persiapkan benih yang kering dan bersih dari kotoran karena akan mempengaruhi pertumbuhan.

Perlakukan awal pada benih biasanya akan dicampur dengan fungisida berbahan aktif Mankozeb. Dengan dosis 100gr per 100kg benih kemudian dibungkus simpan dalam plastik selama 2 hari. Hal ini bertujuan untuk mencegah layu fusarium saat bawang sudah ditanam.

2. Persiapan Lahan

Pilihlah lahan yang tidak terhalang sinar matahari oleh tebing atau pepohonan. Jika ada pohon yang mengganggu bisa di rempel atau dikurangi daunnya agar tidak menghalangi sinar matahari langsung ke tanaman.

Olah lahan dengan dibuat bedengan dengan lebar 1,2 hingga 1,5 meter. Pajanganya disesuaikan dengan lahan, kedalaman bedengan biasanya 50 hingga 60 cm dan arah mengikuti arah cahaya yaitu timur ke barat.

Usahakan pH tanah berkisar antara 6-7. Jika tidak mencapai pH tersebut bisa dilakukan pengapuran menggunakan kapur dolomit dengan takaran 1-1,5ton per hektar. Biasanya pengapuran tanah ini dilakukan 2 minggu sebelum tanam.

Bisa juga untuk mencegah penyakit layu fusarium disemprotkan Trichoderma agar hasil tanaman lebih bagus. Setelah itu bisa diberi pupuk organik (pupuk kandang) dengan takaran 15-20 ton per hektar. Saat pemberian pupuk kandang bisa dicampur dengan karbofuran untuk mencegah hama yang menyerang dalam tanah. Pupuk kimia yaitu pemberian pupuk TSP sebanyak 120 - 200 kg per hektar.

3. Cara Menanam Bibit Bawang Merah

bibit benih bawang

Setelah lahan sudah siap bisa dilakukan penanaman umbi bibit dari bawang merah. Penanaman dilakukan dengan menancapkan umbi pada bedengan dengan dalam 3/4 bagian dari umbi.

Ada baiknya penanaman dilakukan pada pagi hari dan tidak saat hujan karena untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

4. Pemupukan

Cara menanam bawang merah agar cepat tumbuh perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan susulan bisanya menggunakan Urea (100-200 kg/ha), Za (300-400 kg/ha) dan campuran KCL (150-200 kg/ha). Pupuk susulan ini diberikan ke tanaman pada umur 10-15 hari setelah tanam. 30 hari setelah tanam dimana pemberiannya cukup setengah dosis.

5. Penyiraman Tanaman Bawang Merah

Tanaman bawang merah memang tidak suka kadar air tinggi seperti terlalu banyak air pada saat musim hujan. Namun pada saat terik matahari yang tinggi tanaman ini perlu asupan air.

Bisa dilakukan dengan penyiraman secara otomatis atau tidak berlebihan cukup satu kali saat sore hari. Apalagi saat umur pembentukan umbi, dimana tanaman sangat memerlukan air yang cukup. Jika tidak maka tanaman akan mudah kering ditandai dengan ujung daun yang mulai mengering.

6. Penyiangan

Biasanya dilakukan penyiangan atau dalam istilah Jawa disebut dengan pendangiran saat pemupukan susulan pertama dan ke dua.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk hama dan penyakit yang sering menyerang pada tanaman bawang biasanya pengendaliannya adalah.

  • Hama bawah tanah bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif karbofuran yang diberikan saat awal tanam
  • Thrips atau kutu daun bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif imidakloprid ketika umur sudah cukup dan hama mulai menyerang.
  • Ulat grayak biasanya dilakukan pengendalian dengan bahan aktif emamektin atau yang lebih rendah menggunakan profenofos.
  • busuk ujung daun dan jamur bisa dicegah menggunakan fungisida mankozeb atau yang lebih tinggi azoksistrobin.

Untuk lebih lengkap tentang serangga atau OPT (organisme pengganggu tumbuhan) bisa baca artikel : Hama Pada Tanaman Bawang Merah dan Putih.

Selain mennggunakan bahan kimia bisa juga menggunakan pengendalian secara PHT atau Teknologi Pengendalian Hama Terpadu. Ada beberapa cara yaitu :

  • Pengendalian secara kultur tenis dimana pemupukan harus berimbang. Penggunaan jenis varietas bawang tahan dan unggul. Menggunakan musuh alami dari penyakit atau hama yang menyerang (baik parasitoid, hingga pathogen serangga)
  • Secara mekanik dimana memutus penyebaran virus dengan melakukan pemotongan daun yang sakit dan pengamatan lanjut ketika ada telur hama. Bisa menggunakan perangkap kuning, lampu dll.

8. Cara Memanen Bawang Merah dan Pasca Panen

tanaman bawang merah

Panen bawang merah tergantung dari varietas yang ditanam. Biasanya umur 60-70 hari setelah tanam. Ciri ciri bawang merah yang siap panen dalah pangkal daun yang mulai lemas, daun berwarna kuning mencapai 80 persen. Umbi sudah terbentuk bisa sampling dicabut satu untuk mengetahui siap panen atau belum.

Panen dilakukan saat keadaan cerah dan kering untuk menjaga kadar air tidak terlalu basah. Hal ini dimaksudkan agar bawang tidak mudah busuk karena kadar air terlalu tinggi.

Setelah panen umbi dijemur selama 2 minggu di bawah sinar matahari langsung. Tahap pertama dilakukan pengeringan umbi beserta daun selama 3 hari, kemudian jemur bagian umbi saja selama 7-14 hari.

Proses penyimpanan yang baik adalah diikat kemudian digantung ke rak khusus yang sudah disiapkan. Penyimpanan dilakukan dengan suhu 30-33 derajat dengan kelembapan antara 65 persen.

Cara Menanam Bawang Merah Dirumah Menggunakan Pot, Polybag atau Botol

menanam bawang merah di botol rumah

Cara menanam bawang merah di rumah bisa menggunakan pot, polybag, atau bahkan botol minuman bekas seperti botol aqua. Biasanya menanam bawang merah di rumah ditujukan untuk bahan campuran masak sendiri.

Menanam bawang merah di botol bekas cukup mudah tidak serumit menanam di lahan yang luas. Biasanya hanya memerlukan beberapa faktor penting diantaranya.

Persiapan Awal Menanam Bawang Dirumah

  • Pilihlah bibit yang mudah tumbuh dan mudah beranak. Hal ini karena biasanya penanaman bawang di rumah tanpa dilakukan pemupukan lebih. Biasanya benih bawang yang baik didiamkan selama 15 hari akan tumbuh tunas dengan sendirinya.
  • Siapkan pot dan media tanam yang cukup, usahakan ada campuran pupuk kandang walau sedikit
  • Siapkan tanah yang subur dan gembur, ambilah tanah bagian dalam agar mendapatkan tanah yang subur
  • Peletakan dan pemeliharaan yang baik. Misalkan letakan media tanam di tempat yang mudah disinari matahari langsung. Siramlah minimal sekali saat sore atau pagi hari.

Cara Menanam Bawang Merah di Pot

Menanam bawang merah di pot cukup mudah. Siapkan pot yang sudah berlubang bagian bawahnya. Hal ini bertujuan agar kadar air di pot tidak terlalu banyak, karena sifat tanaman bawang tidak suka banyak air.

Kasih tanah yang dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Masukan kedalam pot kemudian bawang ditancapkan 3/4 bagian namun masih nampak bagian bawangnya.

Menanam Bawang Di Botol Aqua

Hampir sama dengan menanam bawang merah di pot. Yang perlu dipersiapkan adalah botol aqua yang di lubangi besar bagian atas. Dan lubang titik dibagian bawah agar air dapat keluar tidak terlalu banyak di dalam botol aqua.

Cara Menanam Bawang Merah Tanpa Tanah di Rumah

Menanam bawang tanpa tanah biasanya menggunakan media lain seperti sekam, kain flanel, arang dan lain sebagainya. Yang penting ada media untuk menyimpan air dan nutrisi sementara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Biasanya cara ini mengguankan media hidroponik dengan tambahan nutrisi kedalam air yang disimpan.

 

Tanaman Bawang

0
tanaman bawang merah

Bawang merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak ditanam oleh petani. Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki umur pendek. Bisa ditanam di berbagai tempat mulai dataran tinggi hingga dataran rendah.

Tanaman ini yang banyak di tanam adalah bawang merah dan putih. Indonesia terkenal dengan sayuran ini karena sebagai bumbu masak utama di dunia.

Asal Mula Bawang

bawang merah dan bawang putih

Diperkirakan bawang berasal dari Iran, Pakistan hingga pegunungan di sebelah utara. Tanaman ini mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia dibawa oleh para penjajah.

Wujud dari bawang ini merupakan umbi yang bisa dimakan secara mentah. Biasa digunakan sebagai bumbu, bahan masakan hingga obat-obatan. India adalah salah satu negara yang paling terkenal dengan tanaman Bombai-nya.

Varietas

Terdapat puluhan jenis varietas dari tanaman ini. Mulai dari Batu ijo yang berasal dari Jawa Timur. Gayo berasal dari Aceh dan masih banyak yang lain.

Karena begitu banyaknya varietas dari tanaman ini membuat kita hampir sulit untuk membedakan. Karena jenis yang membedakan mulai dari bentuk, ukuran, warna dan rasa yang dihasilkan.

Cara Budidaya Tanaman Bawang

tanaman bawang

Petani Indonesia sangat suka menanam sayuran ini karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibanding dengan sayuran yang lain. Walau harga di pasaran cukup fluktuatif namun tingkat produktifitasnya tinggi. Sehingga banyak petani yang tertarik untuk menanam bawang.

Baca juga : Cara Menanam Bawang Merah Lengkap Baik di Sawah atau di Rumah

Jenis yang sering ditanam di Indonesia adalah merah dan putih. Tanaman ini mudah ditanam di dataran rendah. Beberapa tips dalam budidaya tanaman bawang diantaranya adalah :

Pemilihan Lahan yang Baik Untuk Tanaman

Tanaman ini banyak ditanam di dataran rendah (estimasi 900mdpl). Dengan suhu diantara 25 hingga 32 derajat celsius. Memiliki tingkat keasaman tanah atau pH sekitar 5,6 - 7.

Diusahakan lahan yang akan ditanam memiliki tanah yang subur dengan sistem pengairan yang cukup. Terutama jika saat penanaman musim panas, air sangat dibutuhkan untuk proses pengairan.

Gunakan dolomit atau kapur tanah jika tingkat pH tanah masih terlalu tinggi. Pemberian kapur bisa diberikan 2 minggu sebelum masa penanaman.

Diusahakan pula tidak adanya pohon yang tinggi yang menghalangi sinar matahari yang langsung ke tanaman. Karena akan mempengaruhi proses pertumbuhan.

Benih Bawang yang Unggul

Benih bisa anda dapatkan di pengepul sekitar biasanya ada yang jual benih unggul. Anda juga bisa membeli benih yang sudah di pack dari pabrik.

Ada kekurangan dan kelebihan masing-masing untuk benih dari suplier maupun benih dari pabrik. Biasanya benih dari pabrik memiliki kualitas yang lebih baik namun belum bisa dijadikan benih kembali.

Pemilihan Pupuk yang Tepat

Gunakan pupuk kandang yang optimal kematangannya. Jika belum matang bisa gunakan pupuk mikroorganisme seperti em4 (merk produk) yang disemprotkan ke pupuk kandang sebelum penggunaan.

Perlu juga memilih pupuk kimia yang akan digunakan dan takaran yang tepat. Penggunaan pupuk kimia untuk dasar biasanya menggunakan Pupuk Urea, Za, Sp dan bisa ditambah KCL. Untuk takaran penggunaannya bisa baca : Takaran Pupuk Pada Tanaman Bawang.

Kadang dalam beberapa kasus sering terjadi terserangnya tanaman umbi ini oleh penyakit dan hama. Sehingga dibutuhkan beberapa pupuk atau penyubur tambahan agar bisa memulihkan kembali. Untuk lebih lengkap bisa baca artikel : Penyubur Tanaman Bawang Merah dan Putih Lengkap.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Bawang

Gunakan pupuk dan bahan kimia maupun organik yang tepat untuk mengatasi berbagai hama dan penyakit yang sering menyerang pada bawang.

Beberapa hama yang sering menyerang diantaranya adalah :

  • Thrips atau kutu daun membuat daun rusak
  • Ulat bawang yang makan umbi dan menjadikan umbi mudah busuk
  • Lalat penggorok daun
  • Tungau daun

Lebih lengkap tentang hama pada tanaman bawang bisa baca artikel : Hama Lengkap Pada Bawang.

Beberapa penyakit yang sering dialami tanaman bawang :

  • penyakit moler atau layu fusarium
  • bercak ungu trotol
  • embun tepung palsu
  • antraknose atau busuk buah dan daun

Lebih lengkap tentang penyakit yang sering menyerang bisa baca artikel : Penyakit Lengkap.

Paling banyak yang dialami petani biasanya adalah penyakit moler atau layu daun. Untuk pencegahan secara lengkap bisa baca artikel : Cara Mengobati Layu Daun Moler Pada Bawang.

Panen Bawang Merah dan Putih

Proses pemanenan dari tanaman ini biasanya dilakukan setelah ada tanda cukup matang dari tanaman. Mulai dari 60 persen hingga 70 persen daun tanaman sudah mulai merebah.

Kita juga bisa cek secara langsung dengan mencabut satu tanaman apakah sudah layak panen atau belum.

Untuk artikel lengkap tentang cara budidaya bisa baca : Cara Budidaya Tanaman Bawang Lengkap

Umur dari tanaman ini biasanya mencapai 55 hingga 70 hari sejak awal tanam. Jangan lupa setelah pemanenan sebaiknya sayuran umbin ini dikeringkan terlebih dahulu untuk meningkatkan masa simpan.

Jika di desa, setelah panen biasanya sayuran jenis ini akan dikeringkan beberapa hari. Kemudian disimpan dengan cara digantung di bawah atap agar selalu kering.

Sayuran Lain Yang Sering Ditanam Petani

bawang daun prei

Ada dalam satu keluarga yaitu bawang prei dalam bahasa latin sering disebut dengan allium ampeloprasum. Banyak ditanam oleh petani karena permintaannya cukup besar.

Jenis ini mungkin ada yang sulit membedakan dengan daun bawang biasa. Hal ini karena bentuk dan rasanya yang hampir mirip. Untuk permintaannya cukup tinggi biasa digunakan untuk campuran masakan. Rasanya yang enak dan tidak terlalu menyengat.

Namun memiliki kelemahan yaitu umur simpan yang cukup pendek. Hal ini karena yang dihasilkan adalah daunnya. Untuk lebih lengkap bisa baca artikel : Penjelasan Bawang Prei.

 

Brodifakum : Bahan Aktif Pengendali Hama Tikus di Sawah

0
Brodifakum : Bahan Aktif Pengendali Hama Tikus di Sawah

Bisatani.com, Brodifakum -  Pada saat ini ada berbagai macam serangan hama yang dapat mengganggu/merusak tanaman. Selain dari jenis serangga, ada juga hama dari jenis hewan pengerat salah satunya adalah tikus. Kerusakan yang diakibatkan dari hama tikus juga tergolong parah.

Serangan hama tikus dapat mengakibatkan terjadinya gagal panen. Maka dari itu perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap hama ini. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengendalikan hama tikus.

Beberapa cara yang dapat dilakukan seperti dengan memasang perangkap, lem tikus, memanfaatkan predator alami (ular & tikus) ataupun dengan racun kimia. Penggunaan racun kimia termasuk yang paling banyak digunakan karena sudah terbukti efektif.

Salah satu bahan aktif dari racun tikus adalah brodifakum. Pada kesempatan kali ini tim bisatani.com berkesempatan untuk mengulas tentang bahan aktif brodifakum. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut langsung saja simak penjelasan dibawah ini.

Apa itu bahan aktif brodifakum

Brodifakum : Bahan Aktif Pengendali Hama Tikus di Sawah

 

Brodifakum merupakan salah satu racun antikoagulan yang tergolong sangat mematikan. Pada umunya penggunaan bahan aktif ini digunakan sebagai racun hewan pengerat seperti tikus (rodentisida). Selain itu juga banyak digunakan untuk mengendalikan hama dengan tubuh yang lebih besar.

Penggunaan pestisida jenis cenderung meningkat dalam beberapa kurun waktu terakhir. Bahan aktif ini dapat bisa membuat keracunan pada mamalia maupun burung. Maka dari itu penggunaan racun ini harus dilakukan secara bijak dan harus dijauhkan dari hewan peliharaan.

Biasanya racun dengan bahan aktif ini tersedia dalam bentuk blok berwarna kebiru biruan.

Cara kerja bahan aktif brodifakum

Cara kerja bahan aktif brodifakum dengan menghambat enzin vitamin K pada pada tubuh hama sasaran. Yang mana akan berakibat pada menurunnya jumlah vitamin K aktif pada darah. Vitamin K sendiri berguna untuk proses sintesis yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Sebagai racun antigulan, bahan aktif ini akan meningkatkan kapiler dan plasma darah sehingga menyebabkan kebocoran pada pembuluh darah. Hal tersebut akan berakibat seperti syok, hilangnya kesadaran dan akhirnya membuat hama tikus menjadi mati.

Penggunaan racun ini banyak dipilih karena hama tikus akan mati dalam kondisi kering dan tidak berbau.

Cara Aplikasi

Dengan bentuk balok tentunya akan memudahkan dalam proses pengalikasian. Sebelumya kita perlu memotong menjadi beberapa bagian kemudian diletakkan pada sawah yang  muncul tanda tanda adanya tikus. Kita bisa menaruh racun ini pada jalur yang biasa dilauitikus ataupun langsung pada sarangnya. Berikut ini adalah contoh aplikasi pada beberapa tanaman seperti :

  • Tanaman Padi

Pengumpanan atau pengaplikasian diberikan apabila muncul tanda - tanda kehadiran tikus. Untuk cirinya seperti terdapat jejak, jalan, kotoran ataupun sarang dari tikus. Jika lahan belum ditanami padi kita hanya perlu memasang umpan pada 5 titik untuk setiap hektarnya. Berbeda apabila telah memasuki fase vegetatif kita bisa meningkatkan menjadi 20 titik untuk setiap hektarnya.

Jarak peletakan racun ini sekitar 5 - 10 meter untuk setiap titiknya. Pengaplikasian racun ini dapat diletakkan pada pematang, tepi jalan, tanggul irigasi, sarang atau tempat yang biasa dilalui.

  • Kelapa sawit

Pada tanaman kelapa sawit pengaplkasian diberikan apabila serangat tikus sudah berada pada ambang batas pengendalian. Pengumpanan diberikan pada tandan/pelepas tanaman yang telah terserang. Bisa juga diletakkan pada sarang tikus ataupun pada pohon disekitarnya.

Jenis hama yang dapat dikendalikan

Brodifakum : Bahan Aktif Pengendali Hama Tikus di Sawah

Serangan hama tikus tidak hanya menyerang pada satu atau dua jenis tanaman. Hama tikus dapat menyerang/merusak berbagai jenis tanaman. Dibawah ini adalah jenis tikus yang biasa menyerang tanaman pada persawahan.

  1. Tikus Sawah (Rattus argentiventer)

Tikus sawah merupakan jensi tikus yang mudah dijumpai dikawasan benua Asia. ciri fisik tikus ini memiliki ukuran 30 - 40 cm. Memiliki rambut dengan warna coklat kekuningan dan ekor berwarna coklat. Jika dibandingkan dengan tikus got ukurannya lebih kecil.

Dengan habitat pada lingkungan persawahan menjadikan hewan ini sebagai hama. Tikus ini sangat menyukai padi, jagung dan rumput. Biasa hidup dengan membuat lubang didalam tanah, batu atau sisa kayu.

2. Tikus Belukar/pohon (Rattus tiomanicus)

Tikus jenis ini dapat dengan mudah ditemukan di Pulau kalimantan, Sumatra, Jawa dan semenanjung melayu. Memiliki panjang tubuh mencapai 14-19 cm. Memiliki ciri seperti berwarna coklat dan putih, ekor berwarna gelap serta memiliki berat sekitar 80 - 130 gr. Hewan pengerat ini termasuk hama yang aktif pada malam hari.

3. Tikus Semak (Rattus fuscipes)

Tikus semak merupakan jenis hewan pengerat yang sangat mudah ditemui di Benua Australia.  Termasuk kedalam hewan omnivora yang aktif pada malam hari. Karena keberadannya yang sangat banyak menjadikan tikus ini sebagai hama yang cukup meresahkan.

Kondisi iklim dan cuaca membuat proses perkembangbiakan tikus ini menjadi lebih cepat. Banyak petani yang mengalami kerugian karena hasil panen dan jerami terserang oleh hama tikus

Merk dagang

Sekarang ini tidak sulit untuk menemukan racun tikus dengan bahan aktif Brodifakum. Racun ini dapat ditemukan ditoko pertanian maupun online shop. Untuk harganya sendiri cukup terjangkau dan lebih murah jika dibandingkan dengan racun tikus jenis lain. Berikut ini adalah beberpa merk daganf rcun tikus dengan bahan aktif brodifakum yang bisa dijadikan referensi sebelum membelinya.

  • Bromax 0,005 BB : PT Agromax Alami sukses
  • Xilaw 0,005 BB : PT Dharma Guna Wibawa
  • Brodirat 0,005 BB : PT Multi Sarana Indotani
  • Tanikus 0,005 BB : PT Agritek Tani Indonesia
  • Kresnakum 0,005 BB : PT Sari Kresna Kimia
  • Sime ebor 2030 0,003 BB : PT Sime Agri Bio
  • Pantikus 0,005 BB : PT Agro Sejahtera Indonesia
  • Sidarat 0.005 BB : PT Petrosida gresik
  • Loedess 0.005 BB : CV Abadi Jaya
  • Ratgone 0,005 BB : PT Agricon

 

Baca juga : Cara Membasmi dan Mengusir Tikus di Sawah Maupun di Rumah

Propaquizafop, Bahan Aktif Herbisida Sistemik Dan Selektif

0
Propaquizafop, Bahan Aktif Herbisida Selektif

Bisatani.com, Propaquizafop - Persiapan lahan serta perawatan lahan merupakan hal wajib dan menjadi rutinitas yang dilakukan oleh para petani. Mulai dari persiapan lahan sampai masa panen lahan harus terus dirawat dan dijaga kebersihannya. Bukan hanya itu, kebersihan lahan ini juga akan berdampak terhadap tingkat serangan hama. Karena ada beberapa tanaman pengganggu seperti gulma atau rumput liar yang menjadi inang atau tempat bersembunyi bagi hama tanaman.

Gulma atau tumbuhan pengganggu sebenarnya sudah ada sejak manusia mulai menam tanaman budidaya. Ternyata yang dimaksud gulma bukan hanya tanaman yang merugikan bagi tanaman budidaya tetapi juga tanaman yang belum diketahui manfaatnya juga merupakan gulma. Oleh sebab itu, jika ada tanaman yang mengganggu tanaman budidaya bisa dikategorikan sebagai tanaman pengganggu dan bisa merugikan. Karena boleh jadi gulma juga mencuri nutrisi yang ada dalam tanah yang ditujukan untuk tanaman budidaya.

Hal yang mempengaruhi pertumbuhan gulma

Jenis hama yang tumbuh di lahan budidaya biasanya menyesuaikan kondisi lahan. Gulma yang tumbuh di lahan tegal atau perkebunan berbeda jenisnya dengan lahan sawah. Jenis gulma yang tumbuh pada dataran tinggi lebih banyak daripada yang tumbuh pada dataran rendah. Akan tetapi jumlah individu yang tumbuh pada dataran tinggi lebih sedikit daripada di dataran rendah. Menurut habitatnya gulma terdiri dari jenis gulma agrestal, gulma padang rumput, gulma ruderal, gulma hutan, gulma air dan gulma lingkungan.

Pertumbuhan dan penyebaran gulma juga dipengaruhi oleh kondisi tanah. Berikut kondisi tanah yang bisa mempengaruhi pertumbuhan gulma:

  • Tingkat keasaman (pH) tanah

Derajat keasaman atau pH tanah lebih menentukan jenis gulma yang tumbuh di suatu lahan dibandingkan kelas iklim. Jenis gulma seperti Rumex acetosella dan Pteridium spp pertumbuhannya lebih dominan dibanding jenis gulma yang lain. Jika kondisi tanah (pH) lebih tinggi atau basa, gulma jenis Taraxacum officinale, Polygonum spp, Salsola kali, Attriplex spp dan Disticjilis strica tumbuh dengan sangat baik. Kebanyakan gulma dapat tumbuh pada kondisi pH yang lebih tinggi, berbeda dengan tanaman budidaya yang lebih cocok dengan pH yang netral (6-7).

  • Tekstur tanah

Yang dimaksud dengan teksur tanah adalah kondisi kemampuan tanah dalam menahan air yang diperlukan oleh tanaman. Tekstur tanah juga menentukan jenis gulma yang dapat tumbuh. Pada tekstur tanah yang berpasir, jenis gulma Tribulus lerrestris dan Euphorbia spp bisa tumbuh dengan dominan karena tekstur tanah ini kurang dapat menahan air. Untuk tekstur tanah berat yang mampu menyimpan air dalam jumlah banyak, sangat cocok untuk jenis gulma Sorghum halepense. Sedangkan pada tekstur tanah yang lembab, jenis gulma Echinochloa colona dan Fimbristylis milliacea yang akan tumbuh dengan optimal.

  • Kondisi unsur hara tanah

Kondisi unsur hara pada tanah juga mempengaruhi jenis gulma yang akan tumbuh. Untuk jenis gulma Stellaria spp dan Desmodium pertumbuhannya akan tertekan pada tanah dengan kandungan Phospor dan Kalium yang rendah. Sedangkan untuk jenis gulma Ipomaea, Clotalaria, Cassia dan Carolina spp sangat toleran dengan kondisi tanah yang kandungan fosfornya rendah. Sementara untuk jenis gulma Rumex spp dan Plantago tumbuh dengan baik pada tanah dengan kalium rendah.

Mengedalikan gulma dengan herbisida Propaquizafop

Propaquizafop, Bahan Aktif Herbisida Selektif

Ada banyak cara untuk mengendalikan gulma pada lahan budidaya, seperti secara manual yaitu membersihkan gulma dengan cara dicabut atau dicangkul dan diambil jika pada lahan air dan sawah. Ada yang memasang plastik bedengan agar mengurangi ting pertumbuhan dan perkembangan gulma. Kemudian pengendalian secara kimiawi atau menggunakan herbisida.

Penggunaan herbisida merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh petani karena dirasa paling cepat dan akurat serta efisien dalam waktu. Ada herbisida yang bekerja secara kontak, sistemik dan juga keduanya. Untuk yang kontak biasanya kinerjanya lebih cepat karena membasmi gulma bagian atas atau daun contohnya seperti herbisisda berbahan aktif Parakuat Diklorida. Untuk yang sistemik bekerja dengan cara membasmi gulma sampai ke akar-akarnya seperti herbisida berbahan aktif glifosat . Biasanya untuk yang kontak gulma akan cepat mati tapi pertumbuhan gulma baru lebih cepat daripada yang sistemik, sedangkan untuk sistemik gulma akan mati lebih lama tapi pertumbuhan gulma baru lebih lama daripada yang kontak.

Tetapi ada juga herbisida yang unik, yaitu herbisida yang bekerja secara selektif yaitu mampu bekerja dengan cara memilih mana gulma dan mana yang tanaman budidaya. Herbisida ini termasuk yang minim resiko karena herbisida yang tidak bersifat selektif jika mengenai tanaman utama akan membuat tanaman budidaya gosong, layu bahkan mati. Propaquizafop merupakan bahan aktif herbisida sistemik yang bekerja secara selektif.

Cara kerja herbisida berbahan aktif Propaquizafop

Bahan aktif pada herbisida ini biasanya digunakan pada tanaman yang agak rapat atau digunakan untuk mengendalikan gulma yang terlalu dekat dengan tanaman budidaya. Oleh karena itu, ketika dalam penyemprotan petani tidak perlu memberikan jarak aman agar tidak mengenai tanaman budidaya. Petani juga tidak perlu susah-susah mencabut gulma yang terlalu dekat dengan tanaman budidaya. Herbisida ini bisa langsung dispray saja pada seluruh gulma dan jika mengenai tanaman budidaya, tanaman tidak akan gosong, layu atau mati. Hanya gulma saja yang akan mati.

Propaquizafop ini merupakan herbisida sistemik purna tumbuh. Setelah diaplikasikan bahan aktif ini juga akan terserap melalui akar dan daun lalu ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman gulma. Pertumbuhan dan perkembangan gulma akan terhenti dalam 3-4 hari dengan ciri-ciri matinya jaringan muda pada gulma. Kemudian gulma akan mati dalam 10-20 hari.

Dosis dan cara penggunaan herbisida berbahan aktif Propaquizafop

Propaquizafop, Bahan Aktif Herbisida Selektif

Untuk merk dagang herbisida berbahan aktif Propaquizafop yang ada dipasaran adalah Agile 100 EC. Agile 100 EC ini diproduksi oleh PT Royal Agro Indonesia. Dengan kandungan dosis Propaquizafop 100 g/l, Agile 100 EC biasa diaplikasikan pada tanaman budidaya berikut :

  • Bawang merah

Gulma berdaun lebar (Phyllanthus debilis), gulma berdaun sempit (Echinocloa colona, Digitaria ciliaris, Leptochloa colona), teki (Cyperus rotundus). Lakukan penyemprotan dengan dosis 300-600 ml Agile untuk setiap 1 hektar lahan.

  • Kacang tanah

Gulma berdaun lebar (Commelina diffusa), gulma berdaun sempit (Cynodon dactylon, Echinochloa nodosa, Leptochloa chinensis), teki (Cyperus rotundus). Lakukan penyemprotan dengan dosis 300-450 ml Agile untuk setiap 1 hektar lahan.

  • Kedelai

Gulma berdaun sempit (Cynodon dactylon, Echinochloa colona). Lakukan penyemprotan dengan dosis 450-600 ml Agile untuk setiap 1 hektar lahan.

  • Kelapa sawit

Gulma berdaun lebar (Ageratum conyzoides, Borreria alata), gulma berdaun sempit (Axonophus compressus). Lakukan penyemprotan dengan dosis 1-1,5 liter untuk setiap 1 hektar lahan.

Demikian penjelasan mengenai jenis gulma serta herbisida selektif berbahan aktif Propaquizafop. Semoga bermanfaat untuk petani yang baru belajar dan menambah wawasan bagi petani yang sudah berpengalaman. Ingat, selalu gunakan pestisida sesuai dosis yang dianjurkan agar tidak menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan dan alam.

Propamokarb, Bahan Aktif Fungisida Sistemik Untuk Penyakit Tanaman

0
Propamokarb, Bahan Aktif Fungisida Sistemik Untuk Penyakit Tanaman

Bisatani.com, Propamokarb - Bermacam-macam jenis penyakit yang menyerang pada tanaman. Jika dikendalikan secara tepat dan akurat penyakit pada tanaman tidak akan menimbulkan dampak kerugian yang besar bagi para petani. Karena jika dibiarkan atau dikendalikan secara kurang tepat akan menimbulkan dampak seperti tanaman mati, hasil panen menurun bahkan gagal panen.

Ada berbagai cara pengendalian penyakit pada tanaman seperti secara kultur teknis, biologi maupun secara kimia. Dari ketiga cara ini pengendalian secara kimiawi atau penggunaan pestisida ada salah satu cara yang paling banyak digunakan oleh para petani. Penggunaan pestisida ini dirasa yang paling efisien saat ini bagi para petani karena tepat sasaran dan cepat kinerjanya.

Untuk mengendalikan penyakit pada tanaman secara kimiawi menggunakan pestisida yang berjenis fungisida. Fungisida ini mengandung bahan aktif yang berguna untuk mengendalikan penyakit pada tanaman. Ada bermacam-macam jenis bahan aktif pada fungisida seperti Mankozeb, Simoksanil, Klorotaronil, Azokistrobin, Difenokonazol, Heksakonazol, Tebukunazol, Propamokarb, dan lain-lain.

Propamokarb merupakan jenis bahan aktif fungisida yang bersifat sistemik. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai bahan aktif ini terus simak artikel ini.

Apa itu bahan aktif Propamokarb?

Propamokarb merupakan salah satu jenis bahan aktif fungisida. Bahan aktif ini oleh FRAC (Fungicide Resistence Action Committeedimasukkan kedalam golongan “Karbamat” dengan kode kerja 28. Beberapa jenis bahan aktfi yang termasuk dalam golongan ini seperti Iodokarb dan Protiokarb.

Propamokarb termasuk dalam golongan fungisida yang memiliki resiko resistensi yang sedang bagi jamur patogen penyebab penyakit. Bahan aktif ini juga memiliki sifat toksisitas yang rendah bagi burung, ikan dan mamalia. Oleh WHO bahan aktif ini diberi label biru yang berarti “Perhatian“.

Cara kerja bahan aktif Propamokarb

Propamokarb, Bahan Aktif Fungisida Sistemik Untuk Penyakit Tanaman

Propamokarb merupakan bahan aktif fungisida yang bekerja secara sistemik. Setelah disemprotkan pada tanaman bahan aktif ini akan diserap oleh tanaman dan disebarkan keseluruh bagian tanaman melalui jaringan pada tanaman. Bahan aktif ini juga bersifat preventif serta kuratif. Bisa diaplikasikan sebagai pencengahan sebelum adanya serangan penyakit serta diaplikasin jika sudah ada gejala serangan penyakit.

Propamokarb juga memiliki spektrum yang luas, yang berarti dapat mengendalikan beberapa jenis jamur patogen penyebab penyakit pada tanaman.

Bahan aktif ini bekerja dengan cara mengganggu sintesis membran dan lipid pada jamur patogen. Proses permeabilitas sel membran dan asam lemak pada jamur patogen akan terganggu sehingga lama-lama akan menyebabkan jamur tidak berkembang dan mati.

Dosis dan cara penggunaan

Untuk dosis dan cara penggunaan kita menggunakan beberapa merk dagang berbahan aktif Propamokarb yang sudah ada dipasaran:

  1. Previcur 722 SL dengan dosis Propamokarb hidroklorida 722 g/l.
    • Untuk perlakuan benih rendam selama 4-6 jam pada air hangat yang sudah diberikan Previcur. Gunakan dosis dengan konsentrasi 1,5-2 ml previcur untuk setiap 1 liter air.
    • Embun bulu (Peronospora destructor) pada tanaman bawang merah. Gunakan dosis dengan konsenstrasi 500-750 ml previcur untuk setiap hektar lahan.
    • Bercak daun (Altemaria sp) pada tanaman kubis. Gunakan dosis dengan konsentrasi 1,5-3 ml previcur untuk setiap 1 liter air.
  2. Consento 450 SC dengan dosis Propamokarb hidroklorida 375 g/l.
    • Busuk buah (Phytophthora capsici) pada tanaman cabai. Gunakan dosis dengan konsentrasi 1,5-2 liter consento untuk setiap 1 hektar lahan.
    • Embun bulu (Phytophtora infestans) pada tanaman kentang. Gunakan dosis dengan konsenstrasi 1,5-2 liter consento untuk setiap 1 hektar lahan.

Manfaat dan keunggulan

Berikut manfaat dan keunggulan bahan aktif fungisida Propamokarb.

  1. Propamokarb merupakan bahan aktif fungisida yang bekerja secara sistemik.
  2. Bahan aktif fungisida yang bersifat preventif dan kuratif.
  3. Bisa digunakan untuk perlakuan benih.
  4. Tidak menimbulkan resistensi yang bersilangan dengan bahan aktif lain.

Jenis penyakit yang mampu dikendalikan

Propamokarb, Bahan Aktif Fungisida Sistemik Untuk Penyakit Tanaman

Adapaun jenis-jenis penyakit yang mampu dikendalikan menggunakan bahan aktif Propamokarb :

  1. Embun bulu (Peronospora destructorpada tanaman bawang merah.
  2. Busuk buah (Phytophthora capsicipada tanaman cabai merah.
  3. Bulai (Peronoscleros[ora maydispada tanaman jagung.
  4. Hawar daun (Phytoptora infestanspada tanaman kentang dan tomat.
  5. Embun bulu (Pseudoperonospora cubensispada tanaman melon dan semangka.
  6. Lanas (Phytophthora nicotianaepada tanaman tembakau.
  7. Rebah batang atau mati bibit (Pytium sppada tanaman cabai, tembakau, kubis dan pinus.
  8. Bercak daun (Alternaria sppada tanaman kubis.
  9. Antraknosa (Colletotrichum lagenariumpada tanaman melon.

Merk dagang fungisida berbahan aktif Propamokarb

Berikut merk dagang fungisida berbahan aktif Propamokarb yang ada dipasaran:

  1. Acep 722 SL yang diproduksi oleh PT Advansia Indotani.
  2. Agrotech 722 SL yang diproduksi oleh PT Global Agrotech.
  3. Consento 450 SC yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia.
  4. Pentacur 722 SL yang diproduksi oleh PT Saprotan Utama.
  5. Previcur-N 722 SL yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia.
  6. Proplant 722 SL yang diproduksi oleh PT Nufarm Indonesia.
  7. Vidi 722 SL yang diproduksi oleh PT Multi Sarana Indotani.

Demikian pembahasan mengenai fungisida berbahan aktif Propamokarb. Semoga bisa menjadi pedoman bagi petani yang baru belajar dan menambah wawasan bagi petani yang sudah berpengalaman. Ingat, selalu gunakan pestisida dengan bijak agar tidak menimbulkan resistensi, overdosis pada tanaman dan pencemaran bagi alam dan lingkungan.

Metalaksil : Bahan Aktif fungisida Yang Bersifat Sistemik

0
Metalaksil : Bahan Aktif fungisida Yang Bersifat Sistemik

Bisatani.com, Metalaksil - Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tanaman dari serangan penyakit. Hal yang dapat dilakukan dengan pencegahan mulai dari awal tanam seperti dengan pemilihan benih yang berkualitas. Selain itu, pemilihan jenis tanaman pada musim atau iklim yang tepat dapat mencegah tanaman dari penyakit.

Berbeda halnya apabila tanaman sudah terserang penyakit yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida. Pada sat ini ada beragam jenis fungisida yang tersedia mulai dari yang bekerja secara kontak maupun sistemik. Untuk bentuknya sendiri ada yang berupa butira, tepung maupun berbentuk pekatan.

Pada kesempatan kali ini tim bisatani.com telah merangkum tentang salah satu bahan aktif dari fungisida yaitu metalaksil. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, langsung saja simak penjelasannya pada artikel dibawah ini.

Apa itu bahan aktif metalaksil ?

Metalaksil : Bahan Aktif fungisida Yang Bersifat Sistemik

Metalaksil adalah salah satu zat kimia yang biasa digunakan untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen. Bentuk dari bahan aktif ini dapat berupa serbuk halus ataupun butiran. Dengan sifat yang mudah dilarutkan sehingga memudahkan dalam proses pengapliksian.

Bahan aktif ini pertama kali dipasarkan di Negara Republik Irlandia pada tahun 1980. Selang beberapa tahun atau tepatnya pada tahun 1998 penggunaan bahan aktif ini telah meluas ke negara lain.

Dalam praktek penggunaannya fungisida ini telah terbukti efektif dalam mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur. Bahan aktif ini mampu mengontrol serangan jamur yang muncul. Maka tak heran jika penggunaan fungisida jenis ini cenderug meningkat.

Cara kerja bahan aktif metalaksil

Bahan aktif metalaksil merupakan salah satu jenis fungisida yang bekerja secara sistemik. Menurut FRAC (fungicide resistance action committe) bahan aktif ini yang masuk kedalam golongan Acylalanin dengan kode kerja 4. Bahan aktif ini akan terserap pada tumbuhan baik melalui akar ataupun daun kemudian disebarkan keseluruh tanaman.

Fungisida jenis ini berfungsi sebagai pengendali jamur patogen yang masuk kedalam tubuh tanaman. Cara kerja bahan aktif ini dengan mengganggu proses sintesis asam nukleat dan RNA polimerase. Selain itu penggunaan bahan aktif ini bisa sebagai langkah awal perlindungan pada tanaman.

Cara penggunaan

Bahan aktif ini biasa digunakan untuk mengedalikan beragam penyakit yang disebabkan oleh jamur. Selain itu bahan aktif metalaksil digunakan pada proses perlakuan benih terutama jagung. Tujuan dari perlakuaan benih menggunakan fungisida ini agar tanaman memiliki produktivitas yang tinggi dan tidak mudah terserang penyakit.

Berikut ini adalah cara perlakuan benih jagung menggunakan bahan aktif metalaksil.

  • Seed dressing

Perlakukan benih jagung menggunakan cara ini adalah yang paling umum dilakukan. Hal itu dikarenakan menggunakan cara ini terbilang mudah untuk dipraktekan. Jika kita sudah menyiapkan benih yang akan ditanam tinggal langsung campurkan fungisida ini pada benih.

Selain itu, bisa dilakukan dengan membasahi fungisida terlebih dahulu dengan air, baru kemudian dicampurkan dengan benih.

  • Seed Coating

Berbeda dengan seed dressing diatas, menggunakan metode seed coating menggunakan cara yang lebih kompleks. Perlakuan menggunakan metode ini juga memakan cukup banyak waktu.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menyiapkan benih kemudian merendam benih tersebut dengan larutan fungisida. Proses perendaman memerlukan tempat yang cukup untuk menampung semua benih. Hal tersebut dimaksudkan agar benih memiliki kualitas yang sama.

Untuk dosis yang diperlukan 2 - 4 gr/lt air dengan memakan waktu selama 12 jam. Jika telah selesai direndam kemudian benih diangin-anginkan sampai kering. Kelebihan dengan metode ini fungisida akan menempel dengan baik.

Jenis penyakit yang dapat dikendalikan

Metalaksil : Bahan Aktif fungisida Yang Bersifat Sistemik

 

Ada berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen yang bisa diaplikasikan dengan bahan aktif metalaksil. Jenis tanaman yang bisa diapliksikan juga beragam. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit dan tanaman yang bisa diaplikasikan dengan bahan aktif ini, seperti :

  1. Kentang : Penyakit hawar daun (Phytophthora infestans)
  2. Jagung : Penyakit bulai (Peronosclerospora maydis)
  3. Cabai : Antraknosa (Colletotrichum capsici)
  4. Bawang merah : Penyakit bercak ungu (Alternaria porri) dan Embun bulu (Peronospora destructor)
  5. Tomat : Penyakit hawar daun (Phytophthora infestans)
  6. Tembakau : Penyakit lanas (Phytophthora nicotianae)

Merk dagang

Saat ini ada berbagai merk dagang obat dengan bahan aktif metalaksil. Selain dengan bahan aktif tunggal ada juga merk obat yang memadukan dengan bahan aktif klorotalonil dan mankozeb. Untuk produknya dapat dengan mudah ditemukan ditoko pertanian ataupun lewat marketplace online (Shopee, tokopedia, bukalapak dll). Berikut ini adalah beberapa merk obat dengan bahan aktif metalaksil beserta perusahaan pembuatnya, diantaranya :

  • Alfart 25 WP : CV Abadi Jaya (Semarang)
  • Starmyl 25 WP : PT Multi Sarana Indotani (Mojokerto)
  • Trylaxyl 35 WP : PT Trida Kimia Sakti (Jakarta)
  • Manxyl 68 WP : PT Maju Makmur Utomo
  • Unilax 72 WP : PT UPL Indonesia
  • Captive 35 SD : PT Agricon (Bogor)
  • Saromyl 35 SD : PT Tanindo Intertraco (Bandung)
  • Syscon 64/8 WP (Mankozeb) : PT Royal Agro indonesia (Jakarta)
  • Pyramid 72 WP (Klorotalonil) : PT Arysta LifeScience Tirta (bandung)
  • Deecor-M 72 WP (Mankozeb) : PT Indoin Business group
  • Wenadri 80 WP (Klorotalonil) : PT JJM Indonesia

 

Bacillus Thuringiensis, Bahan Aktif Insektisida Unik Dari Mikroba

0

Bisatani.com, Bacillus Thuringiensis - Serangan hama pada tanaman sudah menjadi hal yang biasa dialami oleh para petani. Oleh sebab itu petani benar-benar harus paham dengan jenis hama yang menyerang serta cara mengendalikannya. Jangan sampai karena petani kurangnya memahami hama yang menyerang menyebabkan pengendalian yang kurang tepat.

Serangan hama pada tanaman tidak mengenal musim, baik itu hujan maupun musim kemarau. Tetapi pada musim kemarau serangan hama meningkat lebih banyak daripada musim yang lainnya. Musim kemarau ini juga dikenal dengan musimnya serangan hama pada tanaman.

Karena meningkatnya temperatur harian pada musim kemarau menyebabkan siklus hama pada tanaman cenderung lebih cepat. Oleh karena itu, untuk mengendalikan hama perlu pengendalian yang tepat. Ada beberapa cara seperti pengendalian secara teknis, biologi atau menggunakan musuh alami hama serta kimiawi yaitu menggunakan insektisida.

Pengendalian secara kimiawi atau menggunakan insektisida merupakan jenis pengendalian yang paling sering dilakukan. Karena pengendalian dengan cara ini merupakan jenis pengendalian yang paling efektif. Pada insektisida mengandung bahan aktif yang bermacam-macam sesuai dengan jenis hama yang mampu dikendaliakan. Dari sekian banyak ada salah satu jenis bahan aktif insektisida tetapi bersifat biologi. Bacillus Thuringiensis merupakan salah satu jenis bahan aktif insektisida biologi. Apa yang dimaksud dengan bahan aktif ini bisa terus simak artikel berikut.

Apa itu Bacillus Thuringiensis?

Bacillus thuringiensis merupakan salah satu jenis spesies bakteri. Bakteri ini tersebar luas diberbagai negara. Bacillus merupakan patogen fakultatif yang dapat hidup pada daun tanaman konifer atau di tanah. Ketika suatu saat kondisi lingkungan menjadi tak menguntungkan bagi bakteri ini, bacillus akan membentuk fase sporulasi. Pada fase ini akan terbentuk protein Cry pada tubuh bacillusJika ada serangga yang memakan tubuh bakteri ini maka serangga akan mati karena protein kristal ini merupakan toksin bagi serangga.

Bacillus T ditemukan pada tahun 1911. Insektisida dengan bahan aktif ini pertama kali dikomersialkan pada tahun 1938 di Prancis dan tahun 1950 di Amerika Serikat. Oleh IRAC (Insecticide Resistance Action Committeediberi nama dengan golongan Bacillus Thuringiensis atau Bacillus sphaerus dengan kode kerja 11. Oleh WHO bahan aktif ini diberi label warna biru yang berarti “PERHATIAN”.

Cara kerja bahan aktif Bacillus Thuringiensis

 

Bacillus Thuringiensis, Bahan Aktif Insektisida Unik Dari Mikroba

Bacillus Thuringiensis merupakan bioinsektisida yang bekerja sebagai racun perut atau lambung. Jika dikonsumsi oleh hama akan merusak membran usus tengah pada hama sasaran.

Bahan aktif ini bekerja pada saluran pencernaan hama sasaran. Protein Cry yang dihasilkan oleh mikroba Bacillus T akan menjadi racun protein. Racun ini akan mengikat pada reseptor membran saluran tengah dan mendorong pembentukan pori-pori. Mengakibatkan ketidakseimbangan ion dan septicaemia.

Larva yang telah mengkonsumsi bahan aktif ini akan menjadi inaktif, muntah, berhenti makan serta kotorannya menjadi berair. Kepala serangga akan tampak lebih besar dibandingkan dengan tubuhnya. Lama kelamaan larva menjadi lembek dan mati dalam hitungan hari.

Dosis dan cara penggunaan

Untuk dosis dan cara penggunaan kita menggunakan sampel dari merk dagang insektisida berbahan aktif Bacillus Thuringiensis :

  1. Turex WP dengan bahan aktif Bacillus thuringiensis var. Aizawa strain GC-91 dengan dosis 3,8%. Untuk mengendalikan hama perusak krop (Crocidolomia pavonana) dan hama perusak daun (Plutella xylostella) pada tanaman kubis. Gunakan dosis dengan konsentrasi 1 gram turex untuk setiap 1 liter air.
  2. Delfin WG dengan bahan aktif Bacillus thuringiensis var. Kurstaki 3a, 3b strain SA-11 dengan dosis 6,3x10xx9 koloni/gr. Untuk mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera exigua) pada tanaman bawang merah. Gunakan dosis dengan konsentrasi 0,5-1 kg delfin untuk setiap 1 hektar lahan.
  3. Florbic SC dengan bahan aktif Bacillus thuringiensis var Aizawai dengan dosis 1x10xx10 CFU/ml. Untuk mengendalikan hama ulat api (Setothosea asigna) pada tanaman kelapa sawit. Gunakan dosis dengan konsenstrasi 0,75 l forbic untuk setiap 1 hektar lahan.

Manfaat dan keunggulan bahan aktif Bacillus Thuringiensis

  1. Merupakan bioinsektisida yang ramah lingkungan karena menimbulkan toksisitas yang rendah.
  2. Aman bagi burung dan mamalia karena mudah terurai jika tertelan dalam tubuh.
  3. Insektisida yang bekerja sebagai racun lambung atau pencernaan.
  4. Pada beberapa merk dagang digunakan untuk mengendalikan nyamuk vektor DBD dan Malaria.

Jenis hama yang bisa dikendalikan

Bacillus Thuringiensis, Bahan Aktif Insektisida Unik Dari Mikroba

Berikut jenis-jenis hama yang mampu dikendalikan dengan bioinsektisida berbahan aktif Bacillus T:

  1. Ulat krop (Crocidolomia pavonanapada tanaman kubis.
  2. Perusak daun (Plutella xylostellapada tanaman kubis.
  3. Penggerek batang (Scirpophaga incertulaspada tanaman padi.
  4. Ulat api (Thosea signapada tanaman kelapa sawit.
  5. Ular grayak (Spodoptera exigua) pada tanaman bawang merah.
  6. Kepik hijau (Nezara viridulapada tanaman kedelai.
  7. Ulat jengkal (Plusia chalcitespada tanaman kedelai.
  8. Ulat penggulung daun (Lamprosema indicatapada tanaman kedelai.
  9. Penggerek batang (Chilo sacchariphaguspada tanaman tebu.
  10. Penggerek pucuk (Schirpophaga nivelapada tanaman tebu.
  11. Hama penghisap buah (Helopeltis sppada tanaman kakao.
  12. Larva Nyamuk (Aedes aegeypti, Anopheles aconitus, Culex quinquefasciatus).

Merk dagang insektisida berbahan aktif Bacillus Thuringiensis

Berikut beberapa merk dagang insektisida biologi berbahan aktif Bacillus Thuringiensis yang ada di pasaran :

  1. Bactivec SL yang diproduksi oleh PT Mahakam Beta Farma.
  2. BTPlus yang diproduksi oleh PT Prima Agro Tech.
  3. Larvago SC yang diproduksi oleh PT Kinglab Indonesia.
  4. Turex WP yang diproduksi oleh PT Tanindo Intertraco.
  5. Bioprime SC yang diproduksi oleh PT Wolong Soko Indonesia.
  6. Delfin WG yang diproduksi oleh PT Rolimex Kimia Nusamas.
  7. Thuricide HP yang diproduksi oleh PT Rolimex Kimia Nusantara.
  8. Mosnon TB yang diproduksi oleh PT Harvest Ariake Indonesia.
  9. Vectobag WG yang diproduksi oleh PT Nufarm Indonesia.
  10. Florbic SC yang diproduksi oleh PT Exindo Rahardja Pratama.
  11. Restack WP yang diproduksi oleh PT Agrokimindo Kurniabuana.
  12. BT Max TB yang diproduksi oleh PT Prima Agro Tech.

Demikian pembahasan mengenai apa itu bahan aktif insektisida biologi Bacillus thuringiensis. Semoga bermanfaat bagi petani yang baru belajar dan menambah wawasan bagi petani yang sudah berpengalaman. Ingat, selalu gunakan pestisida secara bijak agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.

Lufenuron : Bahan Aktif Insektisida Pengendali Hama Tanaman

0
Lufenuron : Bahan Aktif Insektisida Pengendali Hama Tanaman

Bisatani.com, Lufenuron - Sebagai seorang petani, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pestisida. Mulai dari herbisida, fungisida, insektisida, akarisida, bakterisida dan lain sebagainya. Penggunaan pestisida disini, diharapkan dapat membantu proses pertanian agar bisa tidak terjadi gagal panen.

Didalam suatu jenis pestisida mempunyai bahan aktif yang berbeda-beda. Pada prakteknya, petani cenderung kurang memahami bahan aktif yang terkandung dalam suatu pestisida. Padahal pengetahuan akan suatu bahan aktif itu sangat penting. Agar penggunaan pestisida menjadi tetap sasaran dan hasilnya dapat maksimal.

Maka dari itu tim bisatani selalu berusaha menyediakan informasi mengenai bahan aktif dari pestisida. Diharapkan melalui artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan petani pada khususnya.

Pada artikel kali ini tim bisatani telah merangkum tentang bahan aktif dari insektisida dengan bahan aktif lufenuron. Untuk informasi lebih lanjut langsung saja simak penjelasnnya dibawah ini.

Apa itu bahan aktif lufenuron?

Lufenuron : Bahan Aktif Insektisida Pengendali Hama Tanaman

Lufenuron merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman. Bahan aktif ini diklasifikasikan ke dalam golongan  insektisida Benzoilurea dengan kode kerja 15.

Menurut IRAC (Insecticide Resistance Action Commite) bahan aktif insektisida lufenuron memiliki label pita berwarna biru. Didalam pita terdapat kata “Perhatian” yang mempunyai arti bahwa bahan aktif ini termasuk jenis insektisida dengan daya racun rendah.

Bentuk fisik dari bahan aktif lufenuron dapat berupa pekatan ataupun tepung yang dapat dengan mudah untuk dilarutkan. Hal tersebut tentunya akan memudahkan dalam pengaplikasian.

Cara kerja bahan aktif lufenuron

Bahan ktif lufenuron merupakan salah satu dari sekian banyak bahan aktif yang bekerja sebagai racun kontak dan lambung. Karena termasuk insektisida dengan golongan benzoilurea bahan aktif ini bekerja dengan menghambat biosintesis kitin.

Yang dimaksud dengan biosintesis kitin adalah susunan stuktural jaringan serangga moluska ataupun arthropoda. Jadi bahan aktif ini bekerja apabila telah terjadi kontak atau termakan dari hama sasaran. Yang mana akan mengganggu jaringan saraf hama sehingga menyebabkan kelumpuhan lalu kemudian mati.

Tanpa adanya kitin sehingga membuat hama tidak bisa berkembangbiak. Selain itu lufenuron dapat juga digunakan untuk mengendalikan infeksi yang disebabkan oleh jamur. Karena pada dasarnya sel jamur juga mengandung kitin. Penggunaan bahan aktif ini sangat efektif digunakan pada berbagai jens tanaman.

Cara aplikasi

Bahan aktif lufenuron memiliki sifat berspektrum luas, yang berarti dapat digunakan pada berbagai jenis hama dan tanaman. Hal itu tentunya akan menghemat biaya karena hanya perlu satu obat untuk mengatasi berbagai hama yang menyerang tanaman.

Berikut ini adalah contoh aplikasi pada beberapa jenis tanaman beserta hama pengganggunya. Contoh pengaplikasian Kali ini menggunakan sampel dari beberapa merk obat, yaitu :

  1. Match 50 EC adalah merk obat dengan kandungan bahan aktif lufenuron 50 gl/l. Dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman Bawang merah dengan dosis 0,75 gl/l. Sedangkan ulat grayak pada tanaman cabai dan kedelai besaran dosis yang dibutuhkan adalah sebesar 0,5 - 1 ml/l. Pada tanaman kubis untuk mengendalikan hama perusak daun dan ulat krop untuk pengaplikasian memerlukan dosis sebesar 0,5 - 1 ml.
  2. Dklufem 50 WG berbeda dengan merk Match yang berbentuk pekatan, Dklufem memiliki bentuk butiran. Dengan kombinasi bahan aktif antara emamectin benzoate dan lufenuron. Dapat digunakan untuk mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman bawang merah. Untuk penyemprotan dengan volume tinggi memerlukan 1,5 g/l.

Hama yang dapat dikendalikan

Lufenuron : Bahan Aktif Insektisida Pengendali Hama Tanaman

Dibawah ini adalah beberapa contok jenis tanaman dan hama pengganggu yang dapat diaplikasikan dengan bahan aktif lufenuron.

  • Bawang merah : Ulat Grayak (Spodoptera exigua)
  • Cabai : Ulat grayak (Spodoptera litura) dan Hama penggerek buah (Helicoverpa armigera)
  • Kedelai : Ulat grayak (Spodoptera litura) dan Hama Penggerek polong (Mruca testulalis)
  • Kubis : Hama perusak daun (Plutlla Xylostella) dan Ulat krop (Crocidolomia pavonana)
  • Kacang hijau : Hama penggulung daun (lamprosema indicata)
  • Hama ulat tanah (Engkuk) Pada awal tanam
  • Kumbang koksi

Merk dagang

Pada saat ini ada beberapa merk dagang obat dengan bahan aktif lufenuron. Untuk obatnya sendiri, dapat didapatkan di toko petanian ataupun melalui marketplace yang ada. Biasanya bahan aktif ini tersedia dalam bentuk tepung maupun cairan. Selain itu ada beberapa merk obat dengan memadukannya dengan bahan aktif profenofos dan emamektin benzoate. Berikut ini adalah beberapa merk dagang obat dengan bahan aktif lufenuron, Seperti :

  1. Match 50 EC diproduksi oleh PT Syngenta Indonesia (Jakarta)
  2. Losmine 50 EC diproduksi oleh PT Ace Bio Care

Berikut ini adalah merk dagang dengan perpaduan 2 bahan aktif sekaligus :

  1. Rainfos 550 (profenofos) diproduksi oleh PT Rainbow Agrosciences (Jakarta)
  2. Dklufem 50 WG (emmamektin benzoat) Diproduksi oleh PT Danken Indonesia
  3. Armcide 50 WG (emmamektin benzoat) diproduksi oleh PT Rainbow Agrosciences
  4. Probas 45/35 EC (emmamektin benzoat) diproduksi oleh CV Joyo Makmur sukses
  5. Ghajang 56/100 (emamektin benzoat) diproduksi oleh CV Nusa Nur Agro
  6. Okezone 50/40 (emamektin benzoat) diproduksi oleh CV Boma sakti Tani

Etefon, Bahan Aktif ZPT Untuk Mepercepat Pematangan Buah

0
Etefon, Bahan Aktif ZPT Untuk Mepercepat Pematangan Buah

Bisatani.com, Etefon - Sampai saat ini berkebun juga termasuk hobi dan juga termasuk profesi. Berkebun bukan hanya sekedar menanam dan biarkan saja untuk tumbuh sampai besar atau panen tetapi juga memerlukan perawatan. Berikut hal yang perlu disiapkan agar tanaman tumbuh dengan baik :

  • Kelola lahan tanam

Untuk yang pertama tentunya siapkan terlebih dulu lahan yang akan ditanami. Bersihkan lahan dari gulma atau rumput liar, tanaman yang menjadi inang hama, dan batu-batuan. Cangkul agar menjadi gembur dan buat gundukan atau bedengan sesuai ukuran jumlah tanaman yang akan ditanam. Bisa juga ditambah plastik mulsa diatas bedengan untuk tanaman tertentu seperti cabai dan tomat.

Jangan lupa cek tingkat keasaman tanah. Karena pH tanah juga mempengaruhi tumbuh kembang tanaman serta perkembangan jamur patogen penyebab penyakit didalam tanah. Usahakan pH tanah dikisaran 6,5-7.

  • Pilih benih atau bibit unggulan

Pilihlah jenis benih atau bibit tanaman sesuai keinginan, usahakan pilih benih yang unggul serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jangan lupa pilihlah benih sesuai kondisi ketinggian lahan tanam karena biasanya benih tanaman mempunyai spesifikasi ketinggian daratan.

  • Berikan pupuk sesuai umur tanaman

Pemberian pupuk bisa dilakukan setelah pengolahan awal atau sebagai pupuk dasar. Berikan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan karena pupuk ini pada dasarnya adalah sumber makanan utama pada tanaman. Jika kekurangan dan kelebihan pupuk tentunya akan mengganggu tumbuh kembang tanaman. Setelahnya bisa berikan pupuk susulan sesuai jenis tanaman.

  • Kendalikan jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman

Ada banyak sekali jenis hama dan penyakit pada tanaman. Dua faktor serangan ini bisa menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi terganggu, bahkan bisa menyebabkan tanaman mati, hasil panen berkurang bahkan gagal panen. Pelajari setiap jenis hama dan penyakit sesuai jenis tanaman yang ditanam karena setiap hama dan penyakit mempunyaki pengendalian baik itu secara teknis, biologi maupun kimia (pestisida).

  • Iklim dan cuaca

Setiap daerah memiliki iklim dan cuaca yang berbeda-beda. Pemilihan bibit ada kaitanya juga dengan dua faktor ini. Memang dua faktor ini tidak bisa diprediksi secara pasti. Jadi pemilihan benih dan perlakuan tanaman secara tepat bisa dapat mengurangi dampak buruk ketika iklim dan cuaca yang kurang bersahabat bagi tanaman.

Memang masih banyak hal lain yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang tanaman tetapi 5 hal tersebut merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Bicara mengenai pertumbuhan tanaman, sekarang sudah ada hormon tumbuhan (fitohormon) atau yang biasa disebut zat pengatur tumbuh (ZPT). ZPT ini punya peran yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Memang tumbuhan dapat memproduksi ZPT sendiri akan tetapi pemberian hormon ini dapat memberikan efek yang lebih cepat dala pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Ada beberapa jenis ZPT yang sudah biasa dikenal oleh petani seperti Auxin, Giberilin, Sitokinin, Etena serta Inhibitor. Misal untuk Etena atau bahan aktif Etefon yang terkandung pada produk ZPT yang ada dipasaran.

Apa itu Etefon dan bagaimana cara kerjanya?

Etefon merupakan salah satu jenis bahan aktif ZPT dari jenis Etena atau Etilena. Etena merupakan salah satu jenis ZPT yang sering digunakan oleh para petani. Jenis ZPT ini merupakan satu-satunya yang berwujud gas pada suhu dan tekanan dalam ruangan. Etena tidak memiliki bentuk variasi yang lain.

Etefon berperan dalam menaikkan konsentrasi etilena pada sekitar jaringan buah sehingga buah akan cepat masak atau matang. Selain berfungsi untuk mematangkan buah pada tanaman ZPT ini juga berfungsi untuk memacu pembungaan serta merangsang pemekaran bunga, merangsang pertumbuhan batang dan akar, merangsang pengguguran daun dan buah, perkecambahan biji, menghambat pemanjangan batang kecambah, memperkokoh batang pada tanaman dan mengakhiri masa dormansi pada tanaman.

Dosis dan cara penggunaan

Etefon, Bahan Aktif ZPT Untuk Mepercepat Pematangan Buah

Untuk dosis dan cara penggunaan kita menggunakan beberapa sampel merk dagang ZPT yang ada di pasaran:

  1. Cepha 480 SL dengan dosis Etefon 480 g/l. Untuk meningkatkan jumlah cabang, daun, panjang dan lebar daun, panjang ruas cabang serta keserempakan panen buah pada tanaman kopi. Gunakan dosis dengan konsentrasi 1,2 liter cepha untuk setiap hektar lahan kopi. Waktu aplikasi jika sudah ada 10% buah kopi yang masak (merah).
  2. Aepon 100 SL dengan dosis Etefon 100 g/l. Untuk meningkatkan produksi lateks pada tanaman karet. Oleskan pada bidang sadap 0,75 ml aepon pada setiap pohon.
  3. Ethrel 480 SL dengan dosis Etefon 480 g/l.
    • Memerahkan, memperbaiki rasa dan aroma serta mempercepat masaknya buah pada tanaman apel. Gunakan dosis dengan konsentrasi 1 ml ethrel untuk setiap 1 liter air.
    • Merangsang pembungaan dan meningkatkan rasa manis buah pada tanaman nanas. Gunakan dosis dengan konsentrasi 1 ml ethrel untuk setiap 1 liter air.
    • Mempercepat masaknya daun pada tanaman tembakau. Gunakan dosis dengan konsentrasi 2 ml ethrel untuk setiap 1 liter air.

Manfaat serta keunggulan ZPT berbahan aktif Etefon

  1. Memperbaiki rasa dan aroma serta mempercepat masaknya buah.
  2. Membuat buah tanaman cepat merah seperti tanaman apel dan cabai.
  3. Merangsang pembungaan lebih cepat.
  4. Meningkatkan jumlah cabang, daun serta ruas cabang.

Jenis-jenis tanaman dalam aplikasi ZPT ini

Etefon, Bahan Aktif ZPT Untuk Mepercepat Pematangan Buah

  1. Kopi : Meningkatkan jumlah cabang, jumlah daun pada cabang, panjang dan lebar, serta mendukung keserempakan panen buah kopi.
  2. Karet : Meningkatkan produksi lateks tanaman, kadar karet kering, produksi karet kering.
  3. Apel :  Memperbaiki rasa dan aroma serta mempercepat masaknya buah (buah cepat merah).
  4. Kedelai : Memperbaiki fertilitas.
  5. Nanas : Merangsang pembungaan serta memperbaiki rasa.
  6. Pisang : Memperbaiki rasa dan aroma serta mempercepat masaknya buah.
  7. Tembakau : Mempercepat masaknya daun.

Merk dagang ZPT berbahan aktif Etefon yang ada di pasaran

Berikut beberapa merk dagang ZPT dengan bahan aktif Etefon yang ada di pasaran :

  1. Aepon 100 SL yang diproduksi oleh PT Deltagro Mulia Sejati.
  2. Alfapon 100 PA yang diproduksi oleh PT Agrotech Pesticide Industry.
  3. Better 10 PA yang diproduksi oleh PT Petrokimia Kayaku.
  4. Biophon 10 PA yang diproduksi oleh PT Biotis Agrindo.
  5. Cepha 100 PA yang diproduksi oleh PT Indagro.
  6. Cepha 480 SL yang diproduksi oleh PT Indagro.
  7. Eteken 100 PA yang diproduksi oleh PT Kenso Indonesia.
  8. Ethrel 10 PA yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia.
  9. Ethrel 480 SL yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia.
  10. Guela 12,5 PA yang diproduksi oleh PT Petrosida Gresik.
  11. Prothephon 10 PA yang diproduksi oleh PT Multi Sarana Indotani.
  12. Santrel 10 PA yang diproduksi oleh PT Santani Agro Perkasa.

Demikian penjelasan mengenai ZPT berbahan aktif Etefon. Semoga bermanfaat bagi petani yang baru belajar dan semoga bisa menambah wawasan bagi petani yang sudah berpengalaman. Ingat, selalu gonakan obat-obatan kimia sesuai dosis yang dianjurkan agar tidak menimbulkan pencemaran bagi lingkungan.